Tuhan TIDAK menyuruh saya untuk merayakan Natal. Merayakan Natal adalah suatu hal yang TIDAK alkitabiah, tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang menyuruh saya untuk merayakan natal, kapanpun itu [most christians merayakan Natal pada 25 Desember, gereja Apostolik Armenia pada 6 Januari, gereja-gereja Orthodox Timur pada 7 Januari].
Tentang tanggal pastinya kapan Yesus lahir sebenarnya banyak yang tahu persis. Sayang mereka udah pada meninggal dan tidak meninggalkan catatan tertulis, he4x, soalnya banyak orang yang bilang kalau tanggal pasti Yesus lahir ngga ada yang tahu. Penggunaan tanggal 25 Desember untuk merayakan Natal hanyalah salah satu strategi mempermudah konversi (kristenisasi) para penyembah matahari karena mereka biasa merayakan ‘kebangkitan kembali’ Dewa Matahari pada 25 Desember.
Selain itu, bila hanya untuk alasan merayakan kelahiran sang penebus umat manusia aku rasa ngga perlu nunggu 25 Des, setiap saat kita harus bersyukur atas keselamatan yang telah kita terima. Apalagi bila acara merayakan ulang tahun Yesus cuman sarat dengan konsumerisme, kemewahan, pesta, dan pemborosan dalam berbagai bentuk, makin membuatku ‘takut’ untuk merayakan Natal, takut menyakiti hati banyak sesama kita manusia yang untuk makan nanti sore aja musti kerja keras banting tulang peras keringat, bisa-bisa mereka melewatkan hari ini tanpa sempat makan. Memang sih sering pada bulan Desember gereja-gereja ‘rajin’ mengadakan bakti sosial dan berbagai variasinya sebagai rangkaian perayaan natal, tapi ya kenapa musti nunggu desember, apa orang-orang yang kurang beruntung hanya lapar saat bulan desember/hanya memerlukan pengobatan saat bulan desember? Ntar bisa-bisa malah udah keburu mati sebelum sempat ‘merayakan’ natal yang diadakan oleh gereja yang ngakunya berisi pengikut Yesus.
Malangraya, 171207. c1140.

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |
Aku juga tidak merayakan Natal
Aku juga tidak merayakan Natal
Bukan karena Alasan Murasawa
tetapi Kantor ku di jalanan gak bisa nutup bos
juga aku jaga keamanan malam
sudah hampir tiga tahun....
kepingin sih ngerayaain tapi ya...
apa boleh baut eh...buat
alasan saya merayakan natal
cecep murasawa, met kenal.
menurut saya inti natal ada pada Yoh 3:16
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
alasan-alasan yang anda tulis memang merupakan bahan perdebatan yang sering di lontarkan oleh orang-orang yang ingin menjatuhkan kekristenan.
adalah kurang bijaksana kalo kemudian itu menjadi alasan kita tidak merayakan natal. karena natal adalah satu hari dimana Yesus dari surga yang mulia turun ke dunia ini untuk menyelamatkan kita. seharusnya kita merayakan atau sekedar mengingat natal itu setiap hari dalam hidup kita.
saya beberapa kali mengadakan bakti sosial menjelang natal dengan mengadakan pengobatan gratis. dilakukan desember karena itu adalah momen yang pas untuk berbagi kasih. bukankah ketika orang-orang yang diobati itu kemudian sembuh dia bisa dengan kesadarannya sendiri datang kegereja untuk mengucap syukur.
dan bukankah lebih baik dilakukan setiap desember dari pada tidak dilakukan sama sekali.
Natal tetap perlu
Natal tetap perlu dirayakan,
kalau semua orang berpandangan seperti anda memang baik Murasawa, tetapi tentu tidak semua orang demikian
hari pahlawan tetap ada, dan penghayatan dan teladan para pahlawan juga ada dalam hidup kita sehari-hari
natal itu penting, sama seperti baterai yang recharge, demikianlah perayaan natal itu
hal ini berguna dalam proses regenerasi makna natal tersbut kepada generasi-generasi muda
jadi bagi saya natal itu Ok, Fun, dan Spiritual
no Problemo,
coz life only a mega paradox of shit
Aku merayakan natal
Hi Murasawa, met natal.....
Aku merayakan natal, dan aku bahagia.
Kapan Yesus lahir memang banyak yang tahu. Karena itu begitu Ia lahir, sistim penanggalan masehi diberlakukan. Perdebatan sengit mengenai tepatnya tanggal lahir, jam, menit dan detiknya ga penting-penting banget buatku, karena yang tahu adalah mereka yang saat itu berada di kandang.(he he he)
Merayakan natal dengan pemborosan memang tidak baik tapi memberi hadiah natal itu sangat baik.
Pesta natal dengan tujuan memuliakan Tuhan atas penggenapan janjinya "Yesus Anak terjanji" boleh-boleh aja kok, menurutku seharusnya lebih meriah dari pesta kawin.
Rasa takut kamu "menyakiti" mereka yang pa pa, justru merupakan kesempatan untuk merayakan natal itu bersama mereka. Aku ga tahu diayat mana dalam alkitab, tapi kalo ga salah situasinya ketika Yesus bersama Martha dan Maria, Yesus berkata: Orang papa akan selalu ada, tetapi aku tidak. Tolong dong pembaca carikan.... Aku payah dalam hal yang satu ini!(Rusdi, tolong aku.....)
Aku berharap, disatu natal nanti kamu merayakan natal yang penuh arti.
Soli, Deo, Glory!
Alasan saya tidak merasa perlu merayakan Natal
Andaikan Anda memiliki seorang BOS. Bos Anda tidak pernah memerintahkan ulang tahunnya diperingati. Kemudian, untuk menghormati, menghargai dan mengingat Bos Anda, Anda mengadakan pesta Ulang Tahun untuk Bos tersebut.. dan ternyata... tanggal serta bulannya SALAH,
Kira-kira Bos Anda akan senang atau tidak?
Atau.... Anda mengadakan Upacara Bendera untuk memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI di tanggal 30 September, Kira-kira bagaimana ya...
Itulah ANALOGI kelahiran Yesus (Yeshua) yang diperingati oleh orang Kristen pada tanggal 25 Desember, bertepatan dengan hari kelahiran Dewa Matahari.
baca juga tulisan di http://gkmin.net/?p=39 dan di http://gkmin.net/?p=29
tks.gkmin