APA YANG SEHARUSNYA DAN YANG TIDAK SEHARUSNYA DILAKUKAN OLEH PENDETA

DEDE WIJAYA's picture

Oleh Dr. W. A. Criswell Alih Bahasa Wisma Pandia,
Th.M.

Editor Dr. Eddy Peter Purwanto

 

Apa yang Seharusnya Dilakukan Oleh
Pendeta

 

Di dalam Kehidupan Pribadinya

 

1.     
Berusahalah untuk tetap memelihara hubungan yang erat bersama
dengan keluarga anda. Berikanlah waktu yang berkualitas untuk mereka.
Tempatkanlah istri dan anak-anak sebagai prioritas yang utama.

2.     
Buatlah sebuah keyakinan, sebagai tempat yang utama, bahwa
anda akan menikahi seorang wanita yang baik, seseorang yang memiliki
kualitas untuk menjadi seorang istri pendeta yang baik.

3.     
Milikilah sebuah waktu dan hari yang khusus bagi istri dan
anak-anak anda untuk menikmati kebersamaan.

4.     
Ambillah waktu untuk berdoa, untuk sendirian bersama Tuhan.
Milikilah saat teduh bersama Tuhan. Beritahukan kepada jemaat tentang
skedulnya agar yang lain dapat dilakukan dalam waktu yang sesudahnya.
Bawalah semua hal kepada Tuhan di dalam doa. “Berdoalah dengan
tidak henti-hentinya” (1 Tes. 5:17).

5.     
Milikilah komitmen setiap hari kepada Tuhan. Ambillah sebuah
perlengkapan rohani kedalam diri anda setiap hari. Apakah anda
bertumbuh dalam anugrah dan pengetahuan di dalam Allah.

6.     
Milikilah sebuah contoh kehidupan orang Kristen yang baik
dalam segala hal di hadapan semua orang. Kontribusikanlah dengan
lebih, lebih daripada sekedar persepuluhan.

7.     
Jadilah seorang yang cermat dan memiliki etika dalam setiap
urusan yang dilakukan. Milikilah catatan keuangan yang baik, dan
membayar tagihan tepat waktu.

8.     
Jadilah orang yang dapat dipercayai dan tempat orang
bergantung.

9.     
Jadilah orang yang tepat waktu di dalam setiap janji yang anda
buat.

10. 
Milikilah selalu sikap yang positif. Jangan pernah mengikuti
perasaan diri yang cenderung bersikap negatif, jadilah orang yang
suka mengalah. Dan lihatlah selalu sisi positif dari setiap masalah.

11. 
Biarkanlah pikiran selalu terbuka terhadap ide-ide yang baru,
tetapi menjadi lambatlah untuk mengikuti hal-hal iseng yang bersifat
murahan.

12. 
Perlihatkanlah antusiasme dan kewaspadaan.

13. 
Jagalah kekuatan dan kesehatan fisik. Hal itu akan membuat
perbedaan yang besar antara kemenangan dan kekalahan di dalam pelayan
anda.

14. 
Usahakanlah mengontrol kesehatan anda secara rutin.

15. 
Periksalah untuk melihat apakah pernafasan anda sangat baik. 
Nafas yang bau dari seorang pendeta merupakan sebuah hal yang buruk.

16. 
 Ambillah sedikit waktu setiap minggunya untuk memulihkan
diri dan menyegarkan mental, emosi dan kekuatan spiritual.

17. 
Berpakaianlah dengan pantas setiap waktu, terutama pada hari
Minggu dan selama hari-hari biasa.  Berpakaian yang bersih,
rapi, necis dan sesuai dengan style.

18. 
Berpakaianlah sesuai dengan kebiasaan yang wajar, tidak
terkesan menonjol, dan warna terang serta gaya yang berlebihan.

19. 
Jika hal itu tepat, milikilah perasaan yang nyaman untuk
memakai pakaian kasual.

20. 
Usahakanlah kuku anda
kelihatan bersih dan bila perlu gunakanlah pembersih tangan untuk
menjaga agar tangan anda kelihatan bersih. Usahakan rambut anda
bersih, teratur dan disisir. Jangan mengabaikan sepatu anda;
usahakanlah selalu agar tetap berkilat dan tumit yang tidak menonjol.
Pakailah kaus kaki yang sesuai dengan warna sepatu dan pakailah kaus
kaki yang berwarna hitam saat anda berada di atas panggung.
Perhatikanlah bahwa anda memiliki kerah yang bersih, jas yang rapi
serta celana panjang yang rapi serta disetrika.

21. 
Penampilan terbaik
yang harus diperlihatkan setiap hari adalah sebuah kecerdasan, dan
senyum yang lebar. Dunia membutuhkan hal itu.

22. 
 
Seimbangkan
pembelajaran anda dengan tanggung-jawab pastoral; terutama milikilah
waktu untuk belajar.

23. 
Berilah kepada diri
anda waktu yang cukup dalam mempersiapkan khotbah.

24. 
Berusahalah untuk
menjadi seorang pelajar setiap hari dalam kehidupan anda.

25. 
Bacalah biografi dari
orang-orang besar termasuk yang dari sekuler, sebaik anda dalam
membaca sejarah gereja.

26. 
Pelajarilah literatur
klasik, tetapi diatas semuanya, pelajarilah Alkitab secara teratur.
Cara untuk melakukan ini adalah dengan mengkhotbahkannya secara
teratur dari kitab-kitab di dalam Alkitab.

27. 
Milikilah sebuah
perencanaan dalam membaca. Terbiasalah dengan literatur-literatur
yang hebat dengan cerita yang berhubungan dengan masalah seni dan
musik dan lain sebagainya. Hasil dari semuanya itu akan memiliki
dampak yang baik terhadap khotbah yang akan menjadi lebih kaya dan
menarik.

 

 

Di Dalam Pelayanan
Khotbahnya

 

1.     
Khotbahkanlah firman.
Inilah yang
Allah sampaikan, yang harus kita lakukan (1 Tim. 3:16-4:2).

2.     
Berkhotbahlah seperti yang dilakukan oleh Paulus: Pertama
doktrin kebenaran Allah, lalu seruan praktikal yang didasarkan atas
kebenaran yang disingkapkan. Permohonan pragmatis kita harus selalu
datang dari tesis doktrin kita.

3.     
Sampaikan kebenaran Alkitab tidak masalah apakah itu popular
atau tidak. Kritik tetap akan datang dan ia tidak peduli terhadap
apapun yang dikhotbahkan. Jika hal itu hanya kritik dari manusia, itu
bukan merupakan suatu masalah.

4.     
Biarlah teguran terhadap kesalahan
dan ketidaksetiaan tidak berasal dari Allah.
Selalulah
melayani dan berkhotbah untuk menyenangkan Bapa surgawi kita.

5.     
Jangan pernah ragu terhadap kebenaran Alkitab. Khotbahkanlah
itu dengan semangat dan keyakinan. Jangan menjadi orang yang
sedang-sedang saja, jadilah seorang pengkhotbah yang hebat semampu
anda.

6.     
Jadilah benar dalam keyakinan anda, terhadap Allah, terhadap
diri anda sendiri. Jangan berkompromi terhadap diri anda sendiri.
Seorang pejabat denominasi berkata kepada saya ketika saya terpilih
menjadi presiden dari Southern Baptist Convention: “Criswell,
jangan pernah berusaha untuk berdamai dengan kaum liberal. Mereka
tidak akan menjadi seperti yang anda inginkan, tidak peduli terhadap
apa yang anda lakukan.” Saya belajar betapa berharganya peringatan
itu. Jika saya memiliki sehelai rambut liberal di kepala saya, saya
akan mencabutnya keluar.

7.     
Berikanlah prioritas utama dalam pelayan anda terhadap usaha
memenangkan jiwa dan persiapan khotbah.

8.     
Berkhotbahlah untuk sebuah putusan. Arahkanlah untuk sebuah
keputusan. Buatlah khotbah itu sendiri menjadi sebuah seruan yang
kuat terhadap Allah. Lakukanlah pekerjaan penginjilan.

9.     
Pergunakanlah tata bahasa dan pilihan kata yang indah.
Berhati-hatilah dalam pengucapan kata-kata anda. Mereka merupakan
sebuah wahana yang mengantarkan pesan anda.

10. 
Berkhotbahlah secara eksposisi sesering mungkin.

11. 
Ambillah keuntungan dari hari-hari yang khusus. Gunakan mereka
untuk menekankan pesan yang akan dibawa seperti ibu, negara kita,
berkat kita dari Allah, atau kematian,  atau kebangkitan.
Hari-hari khusus dapat menjadi sebuah batu loncatan besar jika kita
mengarahkan mereka untuk mengkhotbahkan kebenaran Allah.

12. 
Seorang pengkhotbah harus menjadi “Seorang yang handal
dalam mengajar”
(1 Tim. 3:2). Ini merupakan salah satu
kualifikasi terhadap panggilannya
. Mengajarlah di dalam khotbah
anda. Jemaat membutuhkan instruksi yang sesuai dengan kehendak Allah.

13. 
Gunakanlah ilustrasi yang tepat dalam khotbah anda. Mereka
akan menerangi sebuah khotbah dengan cahaya. Mereka merupakan jendela
dari surga yang dicurahkan dalam kebijakan dan pemahaman yang dari
Allah. Kebanyakan dari mereka timbul dari pengalaman pribadi. Jika
pendeta melayani bersama dengan jemaatnya. Maka dia akan memiliki
bermacam-macam ilustrasi terhadap kebenaran dari khotbahnya.

14. 
Buatlah Kristus Yesus sebagai pusat dari khotbah anda. Jika
Roh Kudus  bersama anda, muliakanlah Tuhan Yesus. Itu merupakan
pelayanan dan tugas dari Roh Kudus (Yoh. 16:13-14).

15. 
Milikilah selalu roh yang sederhana. Selubungilah diri anda
dengan kesederhanaan, sebagaimana anda melakukannya dengan penampilan
anda.

16. 
Doronglah jemaat agar berdoa untuk anda selama anda
berkhotbah. Doronglah mereka untuk mempelajari Alkitab mereka dan
bawalah mereka untuk melakukan ibadah penyembahan di dalam gereja.

17. 
Tampilkanlah dihadapan umum perhatian dan kasih terhadap
Alkitab di dalam kebiasaan memperlakukannya. Kami berusaha untuk
mengajarkan anak-anak agar peduli terhadap Alkitab mereka. Ketika
seseorang berdiri di depan mereka dan  dan menggulung Alkitabnya
atau melipatnya atau menyandangnya secara serampangan hal itu
bertentangan dengan perhatian yang penuh hormat, kita harus
memperlakukannya dengan kesan yang baik.

18. 
Biarlah sebuah khotbah diarahkan kepada sebuah pemahaman dan
ketetapan yang objektif. Jika anda berkhotbah tanpa tujuan maka hal
itu akan menjadi sebuah kesia-siaan.

 

 

Pendeta dan Ibadah
Gereja

 

1.     
Penampilan fisik dari gereja harus selalu diperhatikan
sebagaimana kita menjaga hati kita sebagai bait Allah. Gereja
harus selalu bersih, nyaman, indah
dan sebagai tempat kunjungan
yang kita inginkan.

2.     
Biarkan jemaat Minggu demi Minggu meletakkan bunga di gereja
untuk menghormati atau mengenang seseorang yang mereka kasihi.

3.     
Usahakan semua alat musik di gereja dirawat dengan baik dan
pada tempatnya.

4.     
Milikilah sebuah musik saat jemaat memasuki ruangan gereja,
setidaknya suara organ yang memainkan sebuah himne yang sudah
familiar.

5.     
Milikilah sebuah podium pribadi yang terlihat manis, menarik
perhatian, dan yang membesarkan Allah.

6.     
Hendaklah pendeta memiliki kesempatan untuk menemui setiap
pengunjung. Hal ini akan “membuat kesan bersahabat dan memberikan
pengaruh terhadap jemaat.”

7.     
Biarlah setiap ibadah menjadi sebuah ibadah yang penuh pujian.
Marilah kita bersama-sama memasyurkan namaNya (Mazmur 34:4).

 

Pendeta Dalam Melayani
Jemaat

 

  1. Berdoalah
    untuk setiap pergumulan dari kawanan domba anda.

2.     
Menjadi seseorang yang sensitif terhadap perasaan, kedukaan
dan kemuraman mereka.

3.     
Jadilah seorang pendengar yang empatik.

4.     
Milikilah kesempatan untuk berbagi waktu bersama mereka.
Bantulah sebisa mungkin untuk menghadapi dan memenuhi
kebutuhan-kebutuhan dari keluarga-keluarga yang ada di dalam gereja.

5.     
Bersabarlah terhadap kegagalan dan kelemahan orang lain.

6.     
Kunjungilah keluarga setiap jemaat jika mungkin. Hargailah
kehadiran anak-anak kecil, jika mungkin panggillah mereka dengan nama
mereka.

7.     
Hal yang paling utama adalah untuk memimpin jiwa-jiwa yang
terhilang kepada Kristus bahwa seorang pendeta dapat meminta kepada
jemaatnya untuk mengasihi mereka secara pribadi.

8.     
Hargailah kerahasiaan anggota jemaat yang mencurahkan kepada
telinga pendeta segala persoalan mereka. Berdoalah untuk semua
masalah mereka, beritahu kepada Allah tentang hal itu, dan tidak ada
yang lain lagi.

9.     
Tulislah sebuah surat pengakuan dan penghargaan.

10. 
Berusahalah selalu untuk memuji dan mendorong orang lain.
Lihatlah kebaikan didalam diri mereka dan kuburkanlah hal-hal yang
buruk.

11. 
Dengarkanlah setiap anggota jemaat. Kadang kala mereka hanya
butuh orang untuk mendengarkan.

12. 
 
Layanilah secara
berganti-ganti dan bukan dengan sikap profesional orang-orang yang
sakit dan kehilangan.
Beradalah dalam
kedukaan mereka, bukan karena anda dibayar untuk melakukannya tetapi
karena anda memang ingin untuk melakukannya.

13. 
Jadilah gembala yang baik. Ambillah waktu untuk mengunjungi
jemaat yang sakit di rumah sakit; hal itu akan sangat berarti bagi
orang yang sedang putus asa.

14. 
Dalam konseling bersama dengan wanita di gereja, yakinlah
bahwa sekretaris anda atau orang lain dekat di situ. Dalam suatu
kunjungan ke suatu rumah, ajaklah istri anda atau orang awam yang
baik bersama anda.

15. 
Ketika kematian datang ke dalam keluarga anggota jemaat,
usahakanlah untuk mengunjungi keluarga yang berduka tersebut.

16. 
Mintalah kepada Allah untuk memelihara anda dalam kasih yang
penuh simpati dan sensitivitas terhadap orang-orang yang membutuhkan
anda.

17. 
Perhatikan emosi anda! Seorang pendeta dapat melepaskan dalam
lima menit semua kemajuan dan perhatian dari pekerjaannya yang telah
dilakukan selama lima puluh tahun yang penuh prestasi dengan mencaci
maki seorang anggota staf atau anggota jemaat atau orang lain. Orang
yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan
kebodohannya…. Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman (Amsal
14:29; 15:1).

18. 
Ketika sebuah artikel muncul di surat kabar yang menonjolkan
prestasi dan keberhasilan dari salah satu anggota jemaat atau
sekolah, guntinglah artikel tersebut dan sebut surat yang penuh
penghargaan.

 

Dalam Pelayanan
Memenangkan Jiwa

 

1.     
Biarlah seorang pendeta menjadi pemimpin dalam setiap usaha
untuk memenangkan jiwa. Dia seharusnya jangan pernah meminta orang
untuk melakukan sesuatu sementara dia sendiri tidak melakukannya.

2.     
Pertahankanlah sebuah program yang sedang bejalan di gereja
yang menemukan prospek supaya jemaat dapat melakukan kunjungan. Hal
ini dapat dilakukan melalui sebuah sensus, informasi yang diperoleh
dari pengunjung gereja, dan beberapa cara lainnya. Tetapi gunakanlah
mereka dengan penuh semangat.

3.     
Hubungi orang-orang melalui telepon. Hal itu merupakan cara
yang jitu untuk mendekati prospek.

4.     
Latihlah semua jemaat dalam usaha untuk memenangkan jiwa dan
dalam pendisplinan.

5.     
Jadilah orang yang konsisten dan tekun di dalam usaha
memenangkan jiwa, jangan dengan mendadak dan angin-anginan, tetapi
sebagai sebuah materi dalam dedikasi yang panjang.

6.     
Biarlah pendeta melakukan kunjungan dengan anggota staf dan
orang awam lainnya di dalam gereja sesering mungkin.

7.     
Usahakan penginjilan sebagai program yang paling utama di
dalam gereja.

8.     
Kunjungan harus menjadi pertimbangan utama bagi pendeta
sebagai aktivitas yang paling penting di dalam gereja, dan lebih jauh
sebagai aktivitas yang dapat dilakukan dalam hari-hari biasa.

9.     
Jemaat harus dipimpin untuk mengadakan kunjungan secara
regular. Jika kita pergi maka yang terhilang akan datang.

10. 
Merupakan hal yang indah bagi pendeta untuk mengunjungi
jemaatnya, untuk mengenal mereka dengan keluarga dan memanggil mereka
dengan nama mereka.

11. 
Biarlah pendeta memperbanyak waktu kunjungan kepada jemaat.
Usahakan jemaat mendoakannya dengan perhatian yang serius,
mengingatnya senantiasa dalam doa permohonan.

12. 
Bangunlah sebuah kebijaksanaan tentang penerimaan anak-anak ke
dalam baptisan. Aturlah sebuah periode waktu untuk memberikan mereka
petunjuk dalam keanggotaan jemaat dan usia mereka untuk baptisan.
Secara pribadi saya memiliki aturan untuk tidak membaptis anak-anak
sebelum usia mereka mencapai sembilan tahun.

13. 
Biarlah pendeta memiliki sebuah kepastian untuk mengunjungi
setiap anak dan keluarganya sebelum dibaptis.

14. 
Para petobat baru dan anggota jemaat baru harus diterima ke
dalam gereja secara pribadi dan dengan keramahan. Buatlah setiap
orang merasa spesial. Ini akan menciptakan semangat kehangatan dan
persekutuan di dalam kehidupan gereja.

 

 

Pelayanannya Dalam
Mengadministrasi dan Mengorganisir Gereja

 

1.Biarlah
pendeta berdoa agar Allah membantunya untuk menjadi administrator
gereja yang baik. Dia membutuhkan semua kebijaksanaan dari seorang
pejabat ekskutif.

2. Rencanakanlah
sebuah program yang besar bagi gereja. Mimpikanlah mimpi yang baik
untuk jemaat dan percayalah bahwa Allah akan membawa mimpi anda itu
menjadi kenyataan.

3.Bangunlah
sebuah program yang seimbang untuk memenuhi semua kebutuhan jemaat
dan kerajaan Allah, ingatlah bahwa Sekolah Minggu merupakan alat
terhebat yang kita miliki dalam menjangkau orang-orang.

4.Kenalilah
sekolah Minggu secara pribadi dan pelayanan mereka. Berkunjunglah
dengan mereka di dalam pelayanan mereka kapan saja dan dimana saja
sebisa mungkin.

5.Harapkanlah
prestasi yang besar baik dari staf atau semua pemimpin yang ada di
gereja. Delegasikanlah tanggung-jawab kepada anggota staf dan
pemimpin gereja, harapkanlah mereka untuk melakukan pekerjaan mereka
dengan baik. Ketika kuasa dilimpahkan. Berdirilah dengan seseorang
yang melakukan tugas tersebut terutama ketika ada konfrontasi yang
diakibatkan ketidak-puasan diantara anggota. Berikanlah kebebasan
bagi pemimpin yang terpilih untuk menjalankan fungsinya.

6.Berikan
pujian kepada setiap orang. Orang-orang suka dipuji. Pujilah staf
anda dan pemimpin di depan umum. Dorong mereka untuk melakukan dengan
lebih kepada Yesus.

7. Biarlah
pendeta melakukan sentuhan terhadap setiap aktivitas gereja di dalam
beberapa cara. Biarlah dia berjaga-jaga terhadap setiap area dalam
kehidupan gereja dan mengetahui apa yang sedang terjadi.

8.Biarlah
pendeta bekerja, menetapkan dan memberi perintah tanpa memihak.
Adalah mudah untuk memperlihatkan sikap memihak kepada seseorang hal
itu berarti—kemampuan seseorang dalam memimpin—orang yang
memiliki banyak talenta—orang yang memiliki kepribadian yang
hangat, tetapi disana masih banyak orang lain yang butuh untuk
dihargai.

9.Bangunlah
sebuah Sekolah Minggu yang kuat. Sekolah Minggu merupakan tulang
punggung dari gereja. Sebagaimana Sekolah Minggu bertumbuh, demikian
pula gereja bertumbuh. Hal itu membutuhkan staf yang baik yang
memerlukan latihan kepemimpinan. Sebuah pelatihan yang berkelanjutan
sangat dibutuhkan. Doa mingguan, pembelajaran mingguan dan persiapan
mingguan merupakan hal yang penting.

Pendeta
harus menjadi seorang pendukung yang keranjingan terhadap Sekolah
Minggu dan sampaikan hal itu sesering mungkin, sebagaimana dia
memiliki banyak waktu untuk melihat program Sekolah Minggu. Mayoritas
jemaat kami, kebanyakan dari mereka dimenangkan kepada Allah melalui
Departemen Sekolah Minggu.

10. 
Biarlah pendeta secara istimewa mengambil keuntungan secara
besar-besaran dari pengalaman dari kelompok usia lima puluh hingga
enam puluh empat tahun. Ini merupakan sebuah waktu pencapaian, baik
secara finansial dan sosial, kepada sebuah kesepakatan yang besar.
Banyak orang-orang profesional dan memiliki kemampuan untuk menonjol
di lahan mereka. Kebanyakan dari mereka telah memiliki pertumbuhan
rohani dan telah memiliki aktivitas di dalam kehidupan gereja. Tidak
hanya dapat dikontribusikan kepada kebutuhan kepemimpinan tetapi juga
menjadi aset yang berharga untuk program keuangan dari gereja.

11. 
Libatkan setiap orang yang anda pikir mereka mampu  dalam
kesempatan melayani. Jadikan orang-orang percaya sebagai murid.
Latihlah mereka untuk tempat kepemimpinan dalam gereja. Organisasikan
mereka ke dalam lingkaran untuk memenangkan jiwa. Pertahankan hal itu
setiap tahunnya.

12. 
Rencanakan dan telurkan rencana yang telah dibuat untuk
pelayanan menjangkau keluar. Mari kita membangun pekerjaan kita jauh
dari tembok-tembok ruangan gereja.

13. 
Usahakanlah mengadakan pertemuan dengan pemimpin staf gereja
secara regular. Bertemulah dengan mereka secara pribadi dan lakukan
sesering mungkin. Biarlah menjadi sebuah catatan yang baik sebuah
semangat dari karakteristik kasih dalam hubungan antara pendeta
dengan staf pemimpin.

14. 
Kelilingilah diri anda dengan orang-orang yang mengasihi Tuhan
dan pelayanannya.

15. 
Gunakan diaken dan komite diaken untuk membantu anda di dalam
pelayanan anda, terutama di dalam mengatur jemaat.

16. 
Gunakanlah waktu bersama orang, dimana Allah telah mengirim
mereka kepada anda; ajarlah mereka; jadikan mereka pelayan yang benar
bagi Allah, dan curahkanlah hidup anda bagi mereka.

17. 
Berdoalah selalu dan menyebutkan nama mereka yang telah
terpilih ke dalam persekutuan diaken, yang bekerja berdasarkan
ketetapan komite, dan semua orang yang mengajar dan melatih di
organisasi gereja.

18. 
Ekspresikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada para
pekerja anda. Banyak orang memberikan hidup mereka, talenta mereka
untuk pelayanan dan untuk Tuhan. Allah akan memberkati itu semua,
tetapi tentu saja perlu dorongan pendeta  kepada mereka untuk
mengekspresikan rasa terima kasih dan penghargaan.

19. 
Buatlah tujuan yang tertulis untuk setiap area dan divisi dan
departemen dalam gereja dan kaji setiap kemajuan berdasarkan tujuan
yang telah ditetapkan.

20. 
Pelihara dengan benar dan sungguh-sungguh, praktek bisnis dan
prosedur dalam setiap fungsi dari gereja. Tidak seharusnya ada
pertanyaan yang dibangkitkan sehubungan dengan integritas kita dalam
hal keuangan gereja.

21. 
Milikilah sebuah perpustakaan atau media center di
dalam gereja dan doronglah anggota jemaat untuk menggunakan materi
itu. Kehidupan mereka akan diperkaya. Guru dapat meningkatkan mutu
pengajaran mereka jika mereka menemukan dan menggunakan kegunaan dari
materi itu. Allah juga berbicara melalui media cetakan.

22. 
Bangunlah dengan pasti, tepat,  dengan penuh respek dalam
mengatur partisipasi dari orang-orang yang secara regular bekerja dan
aktif dalam ibadah.

23. 
Libatkanlah banyak pemimpin yang memiliki kapasitas di dalam
merencanakan program gereja. Hal itu akan menjadi prioritas utama
dalam perhatian mereka.

24. 
Jangan ragu-ragu untuk menggunakan sejumlah uang dalam
mendiskusikan metode bagaimana meningkatkan praktek administrasi
gereja dengan orang-orang yang memiliki kemampuan.

25. 
Kenalilah nilai dari prasekolah (Cradle Roll, Nursery dan
Pemula) dalam keseluruhan program gereja.

26. 
Doronglah orang-orang dewasa untuk mengajar anak-anak.
Bagaimana mungkin seorang anak yang tidak memiliki ayah Kristen
berhasrat untuk berhubungan dengan Bapa surgawi kita? Kecuali kita
membangun relasi mereka terlebih dahulu dengan ayah Kristen mereka.

27. 
Doronglah jemaat yang memiliki kemampuan untuk mengajar di
area anak-anak.

28. 
Ingatkanlah para pemimpin gereja terhadap anak-anak.
Seringkali mereka melupakan hal tersebut.

29. 
Tuntunlah jemaat untuk memenuhi setiap biaya kebutuhan
anak-anak di dalam anggaran tahunan.

30. 
Milikilah kelas untuk setiap umur dalam mempersiapkan mereka
dalam baptisan dan keanggotaan gereja.

31. 
Ingatlah bahwa wanita di dalam jemaat dapat memiliki sumber
daya yang luas dalam memberikan pertolongan jika mereka diolah dalam
sebuah kebiasaan yang positif.

32. 
Dihadapan setiap masalah, selalulah bertanya kepada diri anda
pertanyaan ini: Bagaimanakah Yesus dapat menangani situasi ini?

 

Kepemimpinan Pendeta
dalam Misi

 

1.     
Milikilah pikiran misi dan hati yang memiliki misi.
Sebagaimana pendeta demikian juga dengan
jemaat. Ketika pendeta memiliki ketetapan terhadap kebutuhan
orang-orang dan memimpin jemaatnya untuk memenuhi keperluan ini dalam
nama Tuhan, maka jemaat akan mengikutinya.

2.     
Usahakanlah dan milikilah sebuah semangat misi dalam gereja.
Hal ini harus dibangun di dalam diri pendeta terlebih dahulu lalu
dalam sebuah usaha yang dicurahkan dalam sebuah bagian program gereja
untuk mendukung pesan misi. Pemberian harus direpresentasikan sebagai
sebuah tugas tetapi sebagai sebuah keistimewaan yang menjadi upah
bagi diri sendiri (Kis. 20:35).

3.     
Doronglah misi pendidikan untuk setiap umur. Dukunglah lembaga
misi yang disponsori oleh gereja.

4.     
Milikilah perhatian terhadap Amanat Agung dari Tuhan kita
(Mat. 28:19-20; Kis. 1:8). Biarlah pendeta memimpin jemaat untuk
melakukan ketiga hal ini: menjadi murid, membaptis dan mengajar ke
seluruh dunia.

5.     
Pendeta harus familiar dengan program misi pendidikan termasuk
MWU dan Persaudaraan Kaum Pria untuk menyediakannya untuk keseluruhan
jemaat.

6.     
Pendeta harus mempromosikan misi melalui mimbar di dalam
khotbah dan cara yang alami yang memperlihatkan perhatiannya terhadap
misi. Misi tidak selamanya harus menjadi sebuah proyek, tetapi harus
dipromosikan sebagai sebuah bagian yang vital di dalam gereja.

7.     
Staf misi pendidikan harus menjadi bagian dari staf gereja
dengan garis besar dan tujuan yang diorganisasi oleh kehidupan
gereja.

8.     
Sediakanlah sebuah kesempatan (ibadah doa, penekanan misi
secara khusus dalam ibadah malam) dalam misi yang akan dibicarakan.

9.     
Sediakan kesempatan bagi anggota jemaat untuk saling berbagi
dalam sebuah kelompok besar yang berpengalaman dalam masalah misi.

10. 
Doronglah orang-orang muda untuk memiliki hati misi untuk
bekerja dalam gereja, dalam kota, dan setiap area yang jauh dari
rumah. Berikan orang-orang muda sebuah kesempatan untuk saling
berbagi pengalaman.

11. 
Doronglah misi yang didukung dengan mendokan para misionaris,
dengan mengunjungi misionaris untuk saling berbagi dalam program
gereja, dan dengan menyediakan doa khusus untuk misi, dengan
mensetting tujuan dari pemberian.

12. 
Pendeta harus mendorong anggota yang berhenti dari gereja
untuk berpartisipasi dalam tim misi dalam asosiasi program misionari
dan dalam Korps Pelayan Kristen (the Chriatian Service Corps).

13. 
Milikilah pengertian yang mendasar tentang kepentingan misi
pendidikan kepada anak-anak pra sekolah dan tingkatan usia muda.

14. 
Pelajarilah nama dan level usia dari tiap organisasi.

15. 
Pelajarilah tujuan dari organisasi.

16. 
Rencanakanlah untuk mengunjungi satu atau lebih dari
pertemuan, retreat atau pesta yang diselenggarakan oleh tiap kelompok
selama setahun.

17. 
Ambillah sebuah bagian yang aktif dalam pengenalan ibadah.

18. 
Akuilah sebuah prestasi khusus oleh sebuah kelompok dalam
ibadah minggu atau dalam ibadah doa Rabu malam.

19. 
Berikan keabsahan pada organisasi ini melalui mimbar dan juga
di dalam bulletin gereja.

20. 
Berikanlah perhatian kepada peristiwa khusus yang disponsori
oleh organisasi.

21. 
Dukunglah “Minggu Doa.”

22. 
Mintalah misionaris untuk berbicara dalam ibadah minggu.

23. 
Ekspresikan ungkapan terima kasih dihadapan umum dan secara
pribadi terhadap pemimpin sukarelawan dalam organisasi ini.

 

Pelayanan Pendeta di
Luar Gereja

 

1.     
Ada banyak tanggung-jawab denominasi yang diletakkan ke atas
pendeta di luar dari gereja lokalnya, misalnya:  asosiasi,
ketetapan denominasi, pendidikan, badan misi, konferensi dan
lain-lain. Anda dapat membantu semampu anda.

2.     
Dalam setiap cara yang mungkin, berusahalah untuk menjadi
pemimpin dalam komunitas. Ambillah keuntungan dalam setiap kesempatan
untuk membantu proyek komunitas yang berfaedah.

3.     
Usahakanlah sebuah persahabatan
dengan lembaga pelayanan lain (dan juga Gereja lain) yang memiliki
iman yang sama.

4.     
Dengan melihat hubungan kita dengan denominasi lain, tidak ada
gereja yang mengisolasi dirinya sendiri. Tidak seharusnya untuk
berdiri dan tersisih dari komunitas Kristen.  Harus ada sebuah
hubungan persahabatan yang dibangun dengan denominasi Kristen lainnya
yang berbeda pandangan. Kita harus memiliki hati yang lembut dalam
penilaian kita terhadap yang lain dan kita harus abstain dalam bahasa
yang direfleksikan oleh motivasi dari mereka yang berbeda dengan
kita. Ada begitu banyak cara bagi kita untuk menolong dan membantu
orang-orang yang juga dipanggil dalam nama Tuhan kita. Gereja akan
dibangun dengan lebih efektif dalam karunianya sendiri dan kekuatan
rohaninya sendiri jika dapat bekerja sama dengan yang lainnya dan
terutama dengan mereka yang memiliki kesamaan dengan kita, seperti
denominasi kita sendiri.

Seorang
pendeta Jerman, Martin Niemoller, merupakan seseorang yang terkemuka
dalam kalangan Protestan selama Perang Dunia II.  Dalam tulisan
tentang politik dan penganiayaan terhadap kepercayaan Yahudi oleh
Nazi Jerman, dia berkomentar: “Di Jerman, orang-orang nazi datang
kepada Komunis, dan saya tidak berbicara dengan terus terang sebab
saya bukan Komunis. Lalu mereka datang kepada orang-orang Yahudi, dan
saya tidak berbicara dengan terus terang karena saya bukan Yahudi.
Lalu mereka datang kepada Trade Unionists, dan saya tidak berbicara
dengan terus terang sebab saya bukan Trade Unionists. Lalu mereka
datang kepada Katolik, dan saya merupakan seorang Protestan, sehingga
saya tidak berbicara dengan terus terang. Lalu mereka datang kepada
saya—tetapi pada waktu itu tidak ada seorangpun yang berbicara
dengan terus terang.”

5.     
Dalam hubungan kita dengan penerus kita setelah kita
meninggalkan pengembalaan gereja, harus diikuti oleh etika pelayanan
yang baik. Pendeta yang baru merupakan manusia Allah yang baru bagi
jemaat. Berdoalah untuk pelayanannya dan jangan merintangi dia.

Kembalilah
untuk pernikahan atau pemakaman atau untuk sebuah ibadah jika ada
undangan dari pendeta yang hadir. Tanpa undangannya jangan pernah
mencoba untuk masuk dalam kehidupan pengembalaan jemaat.

 

Yang Tidak Seharusnya
Dilakukan Oleh Pendeta

 

Secara Pribadi

 

1.     
Jangan pernah mengkompromikan firman Tuhan. Khotbahkanlah hal
itu dalam kuasa Roh Kudus.

2.     
Jangan buat alasan terhadap kebenaran Allah.

3.     
Jangan melakukan sesuatu yang mengganggu perasaan anda
terhadap kehendak Allah.

4.     
 Jangan meletakkan diri anda dalam sebuah pojok atau
hal-hal yang ditakuti oleh diaken, orang-orang kepercayaan atau
anggota jemaat yang berpengaruh. Jangan menjadi orang yang terlalu
dipengaruhi oleh orang-orang tertentu di gereja.

5.     
Jangan melupakan sahabat-sahabat anda.

6.     
Jangan menerima pemberian uang yang memberikan pengaruh buruk
terhadap kedudukan anda sebagai pendeta

7.     
Jangan kehilangan pandangan terhadap visi anda untuk
memenangkan jiwa.

8.     
Jangan membuat keputusan penting secara tergesa-gesa. Mintalah
pertimbangan kepada Allah dan nasihat yang bijaksana.

9.     
Jangan salurkan diri anda kepada hal-hal fisik dan emosional.
Anda akan menjadi lemah di atas mimbar jika anda melakukannya.

10. 
Jangan takut untuk mengakui kesalahan anda dan meminta maaf
atas kesalahan tersebut.

11. 
Jangan harapkan ucapan terima kasih.

12. 
Jangan mau berkecil hati oleh berbagai situasi.

13. 
Jangan menjadi orang yang berpikir negatif.

14. 
Jangan datang kepada sebuah ketetapan bahwa anda telah
memiliki semua jawaban. Jangan menganggap diri bahwa anda telah
memiliki solusi untuk setiap masalah.

15. 
Jangan datang kepada sebuah ketetapan bahwa anda memberitahu
Allah betapa terberkatinya Dia karena memiliki seorang pelayan
seperti anda.

16. 
Jangan lupakan keluarga anda.

17. 
Jangan abaikan yang sakit; jangan berpaling dari pelayanan
anda ke rumah sakit. Banyak masa ini merupakan sebuah kesempatan bagi
penginjilan untuk meraih semua keluarganya.

18. 
Jangan lupa berdoa untuk setiap kunjungan. Jemaat akan lebih
terberkati oleh doa perantaraan kita dari pada sebuah argumen dan
observasi manusia.

19. 
Jangan menjadi orang yang tidak peduli dan tidak dipercayai.

20. 
Jangan menerima kritikan yang bersifat destruktif.

21. 
Jangan menyalahkan orang lain atas kegagalan anda.

22. 
Jangan mencari kehormatan dari manusia. Pendeta tetap berdiri
atau jatuh di hadapan Allah dan bukan manusia.

23. 
Jangan mengkhianati kepercayaan orang-orang yang berbagi
dengan anda.

24. 
Jangan menjadi orang yang materialistik di dalam gaya hidup
anda.

25. 
Jangan biarkan diri anda jatuh ke dalam sikap
profesionalisme—pelayanan yang didasarkan karena anda dibayar untuk
itu, tetapi harus berasal dari kasih yang paling dalam bahwa anda
memang mau menolong secara tulus.

26. 
Jangan menjadi orang yang mendua hati.

27. 
Jangan berkecil hati akibat dari kegagalan orang lain.

28. 
Jangan berikan kepada iblis sebuah kesempatan untuk
menghancurkan pelayanan anda. Waspadalah ketika anda memberikan
konseling terutama terhadap wanita.

29. 
Jangan terlalu berharap terhadap keuntungan materi yang
diperoleh.

30. 
Jangan memperlihatkan masalah orang lain. 
Jangan
sampai anda kehilangan temperamen anda—selalulah mengontrol diri
anda.
Anda merupakan pemimpin rohani.
Jangan membicarakan hal-hal yang negatif tentang anggota jemaat
kepada yang lainnya.
Jangan terganggu
tentang hal-hal sepele; waktu anda terlalu berharga. Jangan terganggu
dengan sikap oposisi atau kritik. Berdirilah dengan teguh; setiap
pemimpin mengalami hal itu. Hal itu memang diperlukan untuk membangun
diri.

31. 
Perhatikanlah pencobaan yang terlalu membanggakan diri di
dalam kemampuan anda melakukan sesuatu. Jangan berterima kasih
terhadap diri anda terhadap setiap kemenangan. Berterima-kasihlah
kepada Allah. Pujilah Dia untuk setiap kemenangan.

 

Dalam Organisasi

 

1.     
Jangan menjadi orang yang terpisah dari staf dan pemimpin
anda.

2.     
Jangan mencerca staf atau pemimpin anda di depan umum.
Lakukan
hal itu secara pribadi, dan dengan penuh kasih serta anugrah.

3.     
Jangan mengkritisi lebih dari pada yang telah anda
perintahkan.

4.     
Jangan menjadi orang yang memiliki sikap diktator.

5.     
Janga menunjukkan apa yang menjadi favorit anda, termasuk
dalam staf, pemimpin atau anggota jemaat.

6.     
Jangan puji orang jika mereka tidak layak untuk
mendapatkannya.

7.     
Jangan menjadi seseorang yang suka melecehkan.

8.     
Jangan menjadi orang yang terlalu sibuk mengurusi hal-hal lain
ketika anda tidak memiliki cukup waktu dalam mengurus kawanan domba
anda. Allah telah menetapkan anda menjadi gembala domba, jadi
setialah dalam melakukannya.

9.     
Jangan merasa bahwa anda harus melakukan kunjungan dengan
sendiri. Latihlah orang lain dan gunakan yang lain untuk membantu
anda dalam program kunjungan.

10. 
Jangan mengeluarkan dari sesuatu dari penekanan yang penting
hal-hal yang harus ditempatkan di Sekolah Minggu. Sebuah Sekolah
Minggu yang hebat akan memberikan keuntungan dalam setiap area dari
Kerajaan Allah.

11. 
Jangan menunda pembayaran bagi staf anda. Ada ungkapan yang
berbunyi, “Anda memperoleh atas apa yang anda bayar.”

12. 
Jangan memutuskan mata rantai dari komando yang telah disusun
di dalam stuktur gereja. Jangan biarkan orang-orang melampaui
pemimpin staf. Bekerjalah di dalam organisasi dan dengan para
pemimpin.

13. 
Jangan perlihatkan pertimbangan yang tidak semestinya kepada
satu divisi, departemen, pemimpin atau anggota. Hal itu harus
memerlukan diplomasi, taktik, doa dan kebijaksanaan. Untuk
meningkatkan kasih anda kepada tiap-tiap orang dengan kadar yang
sama.

14. 
Jangan membesar-besarkan masalah yang kecil.

15. 
Jangan melupakan bahwa anda adalah seorang pelayan.

16. 
Jangan pisahkan diri anda dari aktivitas komunitas dan
perhatian dari komunitas area.

 

Di Atas Mimbar

 

1.     
Jangan mengkhotbahkan khotbah yang sama secara berulang-ulang.

2.     
Jangan mengabaikan persiapan khotbah secara hati-hati dan doa
yang sungguh-sungguh. Jangan biarkan sesuatu mengganggu waktu untuk
belajar dan persiapan khotbah.

3.     
Jangan meremehkan kemampuan jemaat untuk belajar. Jika anda
mengajarkan firman sebagaimana anda mengkhotbahkannya, mereka akan
belajar dengan serius.

4.     
Jangan berbicara melampaui tingkat pemahaman jemaat.

5.     
Jangan meninggalkan mimbar terlalu lama. Kadang-kadang
beberapa saat juga sudah cukup.

6.     
Jangan berkhotbah melalui catatan jika mungkin.

7.     
Jangan melantur kesetiap tempat. Milikilah sebuah pemikiran
yang terarah, ekspresikan di dalam sebuah pesan yang terarah, raihlah
melalui sebuah tujuan yang terarah. Susunlah khotbah dengan baik.
Biarkan ia bergerak dengan logis dari tiap-tiap poinnya.

8.     
Jangan menjadi orang yang angkuh di atas mimbar. Di dalam
setiap cara dihadapan Allah perlihatkan kesederhanaan dan rasa
hormat.

9.     
Jangan mencoba untuk bertingkah seperti master sihir dalam
hal-hal spiritual. Merupakan pekerjaan Allah dalam membuat mukjizat.
Berikan semua pemikiran, rasa hormat, kemuliaan, pujian kepadaNya.
Agungkanlah Tuhan Yesus dan bukan diri anda sendiri.

10. 
Jangan lupa untuk saling berbagi dalam ibadah umum dengan
orang lain, baik di dalam mimbar dan melalui partisipasi pendengar.
Jangan berusaha untuk melakukan segala hal sendirian.

11. 
Jangan mencoba untuk menjadi orang lain. Jadilah diri anda
sendiri.

12. 
Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih  dalam segala
hal dalam pujian kepada Tuhan. Biarlah ibadah umum memiliki nada,
keteraturan dan nuansa yang menyenangkan.

13. 
Jangan lupakan orang yang terhilang. Berkhotbahlah untuk
mereka. Jangan melupakan orang-orang yang memiliki luka di hati.
Mereka selalu hadir. Nyamankan dan kuatkanlah mereka. Jangan lupakan
orang-orang muda. Mereka merupakan harapan bagi masa depan. Jangan
lupakan orang-orang tua. Mereka telah membangun fondasi dimana kita
berdiri sekarang. Jagalah mereka selalu di hati anda, dalam doa, dan
dalam khotbah anda.

14. 
Jangan lupa untuk membawa sapu tangan anda ke atas mimbar.
Periksalah kantong anda untuk melihat apakah anda membawanya.

15. 
Jangan suka menonjolkan diri, Buanglah semua hal-hal masa lalu
yang buruk, usang, streotip, dan ekspresi yang menghabiskan tenaga.

16. 
Hindarilah gerak tubuh yang membingungkan.

17. 
Hindarilah mimik yang tidak sesuai dengan poin yang sedang
anda tekankan.

18. 
Jangan menjadi orang yang memiliki intelektual yang semu.

19. 
Jangan membuat janji pada Sabtu malam. Lebih baik untuk
persiapan esok hari.

20. 
 Jangan takut untuk melakukan ibadah yang tidak biasa.
Terutama  terhadap gereja yang sepi pada hari libur, ambillah
sebuah keuntungan dari situasi tersebut untuk menghadirkan sebuah
drama keluarga, program musik atau hal lainnya yang dapat membuat
orang tertarik.

21. 
Jangan membiarkan domba yang lapar datang pada saat ibadah dan
tetap lapar pada saat mereka meninggalkan ibadah.

22. 
Jangan membuat sebuah lelucon yang berhubungan dengan Tuhan
atau Roh Kudus di atas mimbar atau dimana saja.

23. 
Jangan permalukan orang lain dari atas mimbar.

24. 
Jangan ambil keuntungan dari jemaat melalui mimbar.

25. 
Jangan berkhotbah di dalam doa syafaat.

26. 
Jangan takut untuk berdiri demi kebenaran.

 

Spurgeon sungguh-sungguh
memiliki kewaspadaan terhadap ragam teologi  berseliweran dalam
agama-agama dunia. Dia tidak takut untuk bertempur melawan musuh. Dia
menerbitkan sebuah majalah bulanan, The Sword and the Trowel.
Judulnya diambil dari program Nehemia yang membangun kembali tembok
Yerusalem. Pedang mengindikasikan bahwa dia sedang bertarung dengan
musuh, sementara tajak menggambarkan pegangan yang menghancurkan
tembok kepercayaan-kepercayaan dunia.

27. 
Jangan berkecil hati oleh kelemahan pribadi. Kita semua
memilikinya. Kekuatan Allah justru sempurna di dalam kelemahan
manusia.

Musa
merupakan orang  yang tidak dapat berbicara

Yeremia
adalah orang yang penakut

Petrus adalah
orang berdosa dan mudah berubah pendirian

Paulus
memiliki duri dalam daging

Wesley adalah
orang yang kecil

Moody tidak
memiliki pendidikan

Whitefield
mengidap asma (dan dia meninggal akibat serangan asma setelah selesai
berkhotbah).

           
Adalah Allah “ Yang membuat ….pelayan-pelayanNya menjadi nyala
api (Ibrani 1:7).

 

Dalam Penginjilan

 

1.     
Jangan berkecil hati; anda akan memenangkan orang
sewaktu-waktu.

2.     
Jangan bicarakan hal-hal yang tidak bersifat relevan: usahakan
orang yang anda mau tobatkan untuk berhadapan muka dengan Yesus
Kristus.

3.     
Jangan berdebat atau memperlihatkan rasa jengkel; Allah adalah
kasih.

4.     
Jangan memonopoli pembicaraan; biarkan orang yang terhilang
berbicara tentang latar belakang, pengalaman dan semua masalahnya.

5.     
Jangan terlebih dahulu berbicara tentang gereja: Kristus
memiliki reputasi yang lebih baik ketimbang gereja anda.

6.     
Jangan menanyakan sebuah pertanyaan yang memperoleh jawaban
tidak pada sebuah pertanyaan; perolehlah jawaban iya dan iya, hingga
anda memperoleh jawaban kesediaan bagi Yesus.

7.     
Jangan merasa terdorong untuk menjawab setiap alasan;
bersaksilah untuk Kristus.

8.     
Jangan terjebak kedalam kunjungan bersifat sosial atau 
sebuah ajakan hanya untuk mengunjungi gereja; usahakan untuk sebuah
keputusan untuk percaya kepada Kristus.

9.     
Jangan lupa untuk berdoa bagi kesungguhan seseorang setelah
dia mengambil keputusan untuk menerima Yesus.

10. 
Jangan lupa untuk mem-follow up. Jika anda
belum berhasil pada pertemuan pertama, anda harus mencoba dan terus
mencobanya lagi.

11. 
Jangan ragu-ragu untuk menekankan seruan untuk datang kepada
Yesus saat mengakhiri setiap khotbah dan setiap ibadah.

12. 
Jangan menjadi khawatir untuk setiap usaha yang baik.
Kadang-kadang kita akan memperoleh hasil
panen dan kadang kala tidak. Allah kadang-kadang ingin melihat apakah
anda sungguh-sungguh berketetapan untuk tugas memenangkan jiwa.

13. 
Jangan lupa memuji Allah untuk setiap jiwa yang anda
menangkan.

14. 
Jangan biarkan petobat baru untuk menerima pandangan dunia.
Peliharalah dia dalam pengajaran, pelatihan dan dorongan dalam setiap
usaha yang dapat dilakukan.

15. 
Jangan membaptiskan anak kecil sebelum mereka mencapai usia
sembilan tahun.

16. 
Jangan mengabaikan orang miskin, orang yang membutuhkan, orang
yang terbuang.
Kadang-kadang mereka adalah orang yang paling
siap untuk memberikan respon terhadap pesan injil keselamatan.

 

 

Tagged:
jesusfreaks's picture

WOW LUAR BIASA

Dear Bro Dede,

great blog...
luar biasa...
semoga para blogger yang adalah pendeta atau calon-calon pendeta. bukan cuma membaca blog ini, tapi juga mempraktekkannya.

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

Ini juga Bias Gender

Dede Wijaya menulis:
"Buatlah sebuah keyakinan, sebagai tempat yang utama, bahwa
anda akan menikahi seorang wanita yang baik, seseorang yang memiliki kualitas untuk menjadi seorang istri pendeta yang baik.

Milikilah sebuah waktu dan hari yang khusus bagi istri dan
anak-anak anda untuk menikmati kebersamaan."

Apakah pekerjaan pendeta hanya monopoli kaum pria saja? Bagaimana dengan pendeta perempuan? (Sssstttt....jangan bilang-bilang siapa-sapa ya, saya ini sebenarnya suami pendeta)

erick's picture

Ha ha ha...

Pak Wawan.....,

Istri anda, akan cari waktu khusus untuk anda dan anak-anak anda.
Kira-kira hari selasa masakin ikan, sayur ada buahnya segala, bersihin rumah, telpon-telpon handai-tolan yang ga pernah sempet dikunjungi,...terus hari rabu khusus jemput anak sekolah, bantu cariin barang hilang......

Hari lainnya, Pak Wawan yang kerjakan.... Ha ha ha (Becanda loh pak.... (Sssssssssssstttttttt, ini dari penghuni rumah yang ada pendetanya Ha ha ha ha!!!!!!!)

Itu Sebuah Kemewahan

Bung Erik,

Kalau bisa dimasakin isteri, itu sebuah kemewahan bagi saya...ha...ha..ha...Biasanya kalau nggak jajan, ya dibikinin sayur sama pembantu. bagaimana tidak, lha baru bangun tidur saja, telepon sudah berdering. Ada jemaat ini yang perlu didoakan, ada jemaat lain yang perlu dikunjungi, ada pasangan yang mau konseling pernikahan. Kadang saya mengutuki temuan teknologi telepon dan HP. Seandainya tidak ada teknologi itu, alangkah nyamannya jadi keluarga pendeta (he...he...he...cuma bercanda ding)

hai hai's picture

Ketika Menahbiskan Seorang Pendeta

Par Wawan (anda biasa disapa demikian kan?), saya selalu merasa trenyuh setiap kali menghadiri acara penahbisan pendeta. Saya punya pemahaman:

Ketika menahbiskan seorang pendeta, pada saat itu kita sedang menyalibkan seorang anak manusia, dengan berlalunya waktu kita juga akan menyalibkan anggota keluarganya.

Sejak tahun 1982 saya getol mendoakan seorang pendeta minggu yang lalu saya baru cari tahu, apa yang terjadi pada istri dan anak-anaknya? Tahun ini adalah tahun ke 51 dia menjadi sang hamba Allah. Jawabanya sungguh melegakan. Teman yang saya tanyai itu berkata, anak pendeta itu bersaksi tentang ayahnya, "Saya akan mencintainya sampai mati!"

Almarhum ayah angkat saya juga pendeta, ketika masih hidup saya sering bilang padanya, "Allah menciptakan siang dan malam dengan waktu yang sama di Indonesia, bila Allah mau anda bekerja lebih, maka dia akan ciptakan siang lebih panjang!" Anak lelakinya adalah pendeta, kedua anak gadisnya tumbuh menjadi orang-orang yang saleh. Puji Tuhan!

Waktu menentukan syarat untuk calon istri dulu, saya membuat 2 syarat yang tidak bisa di tawa-tawar lagi. Pertama, saya tidak mau istri saya seorang pendeta. Kedua, saya tidak mau istri saya seorang Dokter.   

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Desakralisasi Pendeta

Koh Hai Hai,

Saya lebih senang dipanggil Wawan. Ada lelucon begini:

Wawan: "Kemarin saya dipanggil presiden SBY, tapi saya nggak mau"

Temannya: "Jual mahal Lu. Dipanggil ke istana negara kok tidak mau."

Wawan: "Siapa bilang aku dipanggil ke istana negara. Aku cuma nggak mau dipanggil presiden SBY. Soalnya namaku 'kan Wawan, bukan presiden SBY"

BTW,

Istilah kalimat Anda: "Ketika menahbiskan seorang pendeta, pada saat itu kita sedang menyalibkan seorang anak manusia", itu membuat saya merinding. Begitu besarkah 'penderitaan' yang akan ditanggung oleh pendeta? Mungkin justru ada baiknya jika kita melakukan gerakan desakralisasi profesi pendeta. Profesi pendeta itu tak ubahnya dengan profesi lain, seperti dokter, pengacara, pedagang, penulis, penerjemah dll. Masing-masing memiliki tanggungjawab dan kode etik tersendiri. Jadi tidak perlulah dibuat sederet syarat-syarat,sehingga profesi pendeta hanya bisa dilaksanakan oleh orang 'setengah dewa'.

Daniel's picture

desakralisasi: mungkinkah?

Ide yang menarik tapi sangat sulit dilakukan, karena orang cenderung ingin ambil enaknya saja sehingga jadi plin-plan. Misalnya, ini contoh nyata seorang pendeta yang saya kenal: ketika dihadapkan dengan sederet syarat2 seperti di atas (bahkan tidak sepanjang itu) dia mengelak dengan mengatakan "pendeta juga manusia biasa", tapi ketika majelis meminta pertanggungjawaban kinerja dia mengatakan "saya ini HAMBA TUHAN, bukan karyawan biasa, jangan main2 dengan saya, nanti kalian dihukum Tuhan!"

Sebaliknya, majelis dan jemaat juga gak kalah bocengli-nya. Sering menuntut agar pendetanya memiliki standar yang lebih tinggi dari manusia biasa, harus stand-by 24 jam sehari 7 hari seminggu, tapi tidak mau memberi penghargaan sepantasnya sebagai hamba Tuhan dan giliran memenuhi kewajiban BKH (Biaya Kebutuhan Hidup) sering mencari celah untuk mangkir.

memang susah jadi pendeta...

hai hai's picture

Desakralisasi? Mustahil!

Pak Wawan, humor anda luar biasa. Nanti-nanti saya pinjem ya untuk bikin teman-teman ngakak.

Desakralisasi pendeta, rasanya mustahil dilakukan. Menurut saya ada dua jabatan di dunia ini yang mustahil didesakralisasi. Pertama jabatan Dokter. Kedua jabatan pendeta. Mungkin yang dapat kita lakukan adalah tetap memperlakukan pendeta sebagai sesama manusia dan pendetanya sendiri tetap menganggap dirinya sebagai manusia.

Memang merinding pak wawan, itu sebabnya saya  sering mengingatkan teman-teman para pendeta akan hal itu. Berikut ini mungkin tambahan untuk tulisan copy paste tersebut di atas?

Sesungguhnya, membina diri itu harus dimulai dengan meluruskan hati. Diri yang diliputi geram dan marah, tidak mungkin lurus. Yang diliputi kuatir dan takut, tidak mungkin lurus. Yang diliputi rasa puas dan senang, tidak mungkin lurus. Yang diliputi sedih dan mengasihani diri sendiri, tidak mungkin lurus. Da Xue VII:1

Adapun yang dimaksudkan dengan membina rumah tangga itu harus dimulai dengan membina diri sendiri adalah: Ketika mencintai umumnya orang menyebelah; Ketika membenci umumnya orang menyebelah; Ketika menghormati umumnya orang menyebelah; Ketika sedih mengasihani diri sendiri umumnya orang menyebelah; Ketika merasa bangga umumnya orang menyebelah. Sesungguhnya, mengetahui kebaikan dari yang dibenci dan mengetahui keburukan dari yang disukai; Orang-orang demikian hanya sedikit jumlahnya di kolong langit ini. Da Xue VIII:1

Pepatah kuno mengatakan, “orang tua tidak mengetahui keburukan anaknya sama seperti dia tidak tahu kemashuran leluhurnya.” Da Xue VIII:2

 

Adapun yang dimaksud dengan, sesungguhnya untuk mengatur negara itu harus dimulai dengan mengatur keluarga adalah:  Tidak mampu mendidik anggota keluarga sendiri namun mampu mendidik orang lain adalah hal yang mustahil. Itu sebabnya seorang junzi (budiman) tanpa keluar rumah dia mendidik negara dengan sempurna. Seolah berbakti kepada orang tua, dia mengabdi kepada atasannya; Seolah menyayangi adiknya, dia mengayomi bawahannya; Dengan murah hati dia memperlakukan orang banyak. Da Xue VIX:1 

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

Kristi's picture

Anaknya?

Boleh ngga ditambah satu: "jangan punya anak yang nakal dan bikin masalah"
(ssssttttt juga, itu saya dulunya...)

GOD IS LOVE

hehehe, ada2 saja nech:),

hehehe, ada2 saja nech:), btw jangan lupa berikan kepada Pendeta dan calon pendeta digereja anda ya, pasti bisa jadi berkat buat mereka. sebagai jemaat yg baik, tidak salah toch perhatian dikit dengan pendetanya.

Yenti's picture

Waduh... banyak amat:)

Pas baca blog ini, waduh,banyak amat larangan dan perintahnya.Kaget juga. Yang harus dilakukan pendeta hampir 100 lebih perintah.Yang tidak harus dilakukan hampir 100 perintah juga. Berarti 200 nomor lebih yang harus dilakukan. Jujur,saya nggak baca semua,soalnya dah linglung baca banyak begitu larangan, apalagi yang melakukan. Rasanya membosankan sekali dengan kehidupan yang penuh larangan dan perintah seperti demikian. Intinya cuma satu kali " lakukanlah apa yang baik di mata Tuhan" sesuai pelayanan di ladang masing-masing.

Love's picture

Itu sebuah Proses

Sejak kecil saya hidu dikelilingi oleh pendeta. Saya juga hidup dengan dan dibesarkan oleh seorang pendeta. Sepertinya ada kriteria di atas yang belum dipenuhi tetapi ada juga yang tidak tercantum. Karena pada dasarnya kriteria di atas bukanlah teori, tetapi merupakan proses. Apa yang harus dipenuhi dan tidak, itu adalah hasil pergumulan dan didikan Tuhan dalam hidup mereka.

Selama menjadi bagian dari pergumulan seorang pendeta, yang saya saksikan adalah proses menjadi seorang "hamba". Proses itu juga yang membawa bagaimana bagaimana kriteria di atas bisa diikuti, bukan karena teorinya harus begitu, tetapi karena Tuhan sendiri -- tentu saja dengan berbagai cara-Nya -- yang telah menanamkan itu dalam setiap perjalanan hidup mereka.

Btw, jadi ingat waktu kecil dulu. Bertingkah aneh dikit langsung dapat komentar, "Ihhh anak pendeta kok gitu ...."

komentar

to Yenti, ya memang panjang sich, namun pasti sangat memberkati para pendeta dan calon pendeta, mengapa? karena mereka kadang pun tidak begitu mengerti apa z sich tugas pendeta, apa yg boleh dan tidak boleh dilakukan pendeta. anggap ini semacam Petunjuk/Guidance bagi Pendeta. sebagai jemaat, mungkin bagi kita membosankan, namun kita kan jadi tahu juga hala2 yg harus dan tidak seharusnya dilakukan pendeta kita, sehingga kita juga lebih perhatian sama pendeta kita. Pendeta kan juga manusia, perlu diperhatikan dan dihormati/dihargai. dan pendeta juga punya kelemahan/kekurangan. GBU
kepada moderator, saya minta maaf, saya mengutip artikel ini dari sebuah situs STT. saya baru sadar kutip mengutip ada aturan dari moderator di halaman pertama. yg pasti ini bukan tulisan saya, dan saya sebutkan nama penulis dan penerjemah/editornya. berharapa jadi berkat buat semua. GBU
to Kristi: hehe boleh dunk ditambah, pengalaman pribadi ya?:)
to Pak Hai-hai, hehehe kenapa Pak ndak mau calon istri seorang Dokter? klo seorang Pendeta, saya pun tidak mau:)hehehe, ada pendapat tersendiri kenapa tidak mau. ini mengacu kepada pertanyaan Pak Purnawan.

Agung Adi's picture

Supaya Pendeta tetap jadi manusia

Hebat!!!...saya rasa semua peraturan itu dibuat sangat banyak supaya pendeta tetap ingat kalau dirinya juga manusia

Tuhan Yesus Sayang

jesusfreaks's picture

DEDEW MELURUSKAN PENDETA THEPU-THEPU

Dear all,

itulah keunikan keberagaman manusia.
bagi gw bro dedew memberikan satu arahan yang sangat-sangat-sangat baik, untuk menegur para pendeta thepu-thepu.

yang lain, termasuk gw, talentanya kritik & menghakimi para pendeta thepu-thepu. dan dedew meluruskannya.
akhirnya ss ini sempurna. komplit.

ada yang salah dengan mengutip sesuatu demi kebaikan atau kemaslahatan bersama ? saya rasa TIDAK.

ok bro dedew, kiranya selalu setia menyempurnakan atau meluruskan, para kritiker dan hakimer di ss ini.

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"

xaris's picture

Dede Wijaya: Bukan cuma pendeta

Allo Dede,

Wah... tadinya saya sempet kira kamu beneran Dr. W. A. Criswell! Soalnya di Sabda pernah kejadian seorang penulis memasang tulisannya sendiri tetapi ditegur karena disangka memasang tulisan orang lain. Soalnya si penulis pakai nama samaran sih waktu di Sabda. Capa tuh yaaa....? Tanya Magi deh, atau Erickah, hehehe.... 

Anyway, saya senang karena yang menulis adalah seorang pendeta juga, jadi saya lebih bisa menerima tulisan itu. Masalahnya buat saya adalah kenapa hanya pendeta yang dituntut harus begini-begitu. Kenapa tidak juga menerapkan apa yang kita minta dari pendeta kita kepada diri kita sendiri =)

Dari sedikit memperhatikan kehidupan para pendeta, saya dulu punya sikap yang sangat kritis terhadap setiap kekurangan/kesalahan mereka. Sampai satu hari saya disadarkan kalau merekapun manusia biasa seperti kita. Tuhan bukan hanya menuntut hal2 itu dari para pendeta, tapi juga kepada kita. Sejak itu saya bertekad tidak akan pernah memperlakukan pendeta lebih istimewa daripada orang lainnya. Kalau ada perlakuan khusus, itu berdasarkan tugas yang tengah dilakukan dan sama seperti saya memperlakukan orang lain di posisi/tugas yang sama.

Akhir tahun yang lalu ada acara peringatan 50 tahun pelayanan seorang pendeta. Diantara hujan pujian atas apa yang sudah dilakukan, ada komentar dari beberapa orang yang mengajak kami yang hadir agar tidak akhirnya menghambat pekerjaan pendeta ini karena pujian2 yang kami layangkan kepada dia. Saya bersyukur untuk hadirnya komentar2 terakhir itu =)

 

Yenti's picture

Iye,setuju Dede

Iya,saya setuju dengan isi artikel di atas,dianggap guidance bagi pendeta/calon pendeta. Cuma maksud saya, pas liat,kaget juga banyak begitu larangan dan perintahnya. Makanya tidak salah, jikalau banyak Hamba Tuhan, anak Hamba Tuhan,istri/suami Hamba Tuhan yang harus berpikir banyak jika mau melakukan sesuatu karena tahu posisi mereka sebagai bagian dari itu semua. Jadinya seolah-olah kehidupan menjadi gimana gitu.....

Tulisan Dede: 9.Bangunlah sebuah Sekolah Minggu yang kuat. Sekolah Minggu merupakan tulang punggung dari gereja. Sebagaimana Sekolah Minggu bertumbuh, demikian pula gereja bertumbuh. Hal itu membutuhkan staf yang baik yang memerlukan latihan kepemimpinan. Sebuah pelatihan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. Doa mingguan, pembelajaran mingguan dan persiapan mingguan merupakan hal yang penting. Pendeta harus menjadi seorang pendukung yang keranjingan terhadap Sekolah Minggu dan sampaikan hal itu sesering mungkin, sebagaimana dia memiliki banyak waktu untuk melihat program Sekolah Minggu. Mayoritas jemaat kami, kebanyakan dari mereka dimenangkan kepada Allah melalui Departemen Sekolah Minggu.

Tidak banyak Pendeta/orang tua yang memperhatikan hal ini :)

Josua Manurung's picture

Harus Berani...

Harus Berani dan Pantang Mundur memberitakan Kabar Baik... Pendeta tidak kenal TAKUT! Lakukan apa yang benar di mata TUHAN dan berjalan tidak melenceng ke kiri dan ke kanan.... Karena Allah Bapa pasti memberkati!

Selamat kepada para Pendeta... doakan saya, saya nyusul... hehehe....

BIG GBU!

Priska's picture

Yeah.. berani!!!

Ok deh Bang Jos...

Priska pray for you deh... supaya cepet2 nyusul jadi pendeta jugha... Smile

GBU ^_^ 

jesusfreaks's picture

Wah Gawat Josua Jadi Pendeta

Wah gawat josua jadi pendeta...
tapi pendeta mana nih...
harusnya sih hkbp...

wah kerja keras dong...

ditunggu deh pentahbisannya...
nah kalau udah jadi pendeta, usul gw jangan sering-sering nongkrong dipasar klewer.
seperti biasa, kalau gak dicuekin, ya dihujat...
hehehe...

Jesus Freaks,

"Live X4J, die as a martyr"