Amsal 27:17
(17) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
Amsal 27:17 (Terjemahan The Message)
(17) You use steel to sharpen steel, and one friend sharpens another.
Belum lama ini ada seorang anggota Sabda Space menulis blog yang menganggap perdebatan-perdebatan yang terjadi di Sabda Space ini adalah perselisihan. (Blognya adalah Tidak Terkalahkan).
Saya rasa anggota ini belum memahami bahwa walaupun di Sabda Space ini memang penuh dengan perdebatan dan diskusi akan tetapi ini bukanlah perselisihan. Yang umumnya terjadi di SabdaSpace ini adalah percakapan antara sesama anak Tuhan. Perdebatan dan percakapan ini bukanlah sesuatu yang tidak perlu dan mendukakan hati Tuhan.
Percakapan/perdebatan ini adalah apa yang dimaksud dalam ayat Amsal diatas. Besi cuma bisa ditajamkan dengan besi. Bagaimana cara besi ditajamkan dengan besi? Mereka dibenturkan dan digesekkan satu sama lain. Pada saat besi digesekkan dengan besi lain maka pastilah akan terdengar suara yang amat keras dan juga akan terlihat bunga-bunga api yang mengerikan. Tetapi proses ini bukannya tanpa manfaat. Manfaat yang diperoleh adalah besi tersebut menjadi tajam. Besi yang tajam ini sangat bermanfaat untuk memotong.
Firman Allah diibaratkan sebuah pedang yang tajam:
Heb 4:12
(12) Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Nah yang menjadi masalah adalah tiap-tiap orang mempunyai penafsiran tersendiri akan Firman. Manakah penafsiran yang benar? Kalau semua orang Kristen berpegang pada penafsiran nya masing-masing lalu diam-diam saja dan tidak ada komunikasi diantara mereka maka memang akan damai tentram. Tapi mereka yang punya penafsiran salah akan Firman akan bertindak sesuai dengan penafsirannya yang salah tersebut. Hal ini pada akhirnya akan merugikan baik dirinya sendiri maupun orang lain. Sekte sesat biasanya terbentuk karena ada sekelompok orang yang punya penafsiran salah lalu mengisolasi diri dan akhirnya binasa.
Perdebatan dan percakapan mengenai Firman antara sesama anak Tuhan adalah salah satu sarana Tuhan untuk mengatasi akan hal ini. Lewat perdebatan yang terjadi maka selama semua anak Tuhan terlibat melakukannya dengan jujur maka pemahaman mereka akan Firman akan menjadi lebih tajam. Inilah sebabnya kenapa semua orang percaya disebut Tubuh Kristus. Karena semua anggota bergantung pada anggota lainnya. Tanpa adanya komunikasi yang jujur antara sesama anggota Tubuh Kristus maka anggota tubuh yang sakit akan terisolasi dan mati. Komunikasi yang jujur antara sesama anggota Tubuh Kristus menjamin kesehatan dari semua anggota tubuh.

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |
@BLOGGER SS : 2 AYAT YANG CANTIK & LUAR BIASA
Besi menajamkan besi, pasti terjadi GESEKAN LUAR BIASA.
Konsep Pedang : PEDANG ADALAT ALAT TEMPUR.
PASTI BERDARAH-DARAH.
Semoga para blogger paham, bahwa beberapa sentinel sudah meletakkan dasar yang cantik dalam berargument.
YAITU DENGAN KASIH YANG SEMPURNA, KASIH YANG KOMPLIT.
1. SEGENAP HATI
2. SEGENAP JIWA
3. SEGENAP KEKUATAN
4. SEGENAP AKAL BUDI
5. SEPERTI MENGASIHI DIRI SENDIIRI
TIDAK BISA 1, 2, 3, 4 POINT SAJA HARUS 5.
KALAU CUMA 1,2,3,4 POINT SAJA, ITU HALF TRUTH (KEBENARAN YANG SETENGAH-SETENGAH)
KATA GKMIN : IBLISLAH BAPA HALF TRUTH.
Shalom,
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
gimana cara besi menajamkan besi?
Memang untuk belajar tentang kebenaran kita perlu saling menungkapkan pendapat dan saling bertanya.
Namun selain prinsip , apakah tidak boleh berpikir bahwa harus dengan cara yang benar. Misalnya; tidak perlu dengan saling merendahkan (itu bisa ditafsirkan dari kata-kata yang kita tulis, mungkin juga orang bisa salah menafsir dari kata2 yang kita tulis)
Yesus pernah berdebat tajam dengan orang farisi dan ahli taurat dan mengatai mereka sebagai orang munafik. Namun layakah itu disamakan dengan kita ketika kita dengan jengkel menjawab orang, apa ini termasuk dari arti besi menajamkan besi?
Apakah tidak bisa juga disampaikan dengan lemah lembut dan rendah hati? Apakah besi menajamkan besi selalu harus sampai saling melukai dan orang bisa merasa tidak suka atau sakit hati?
Cerita kuno di Tiongkok, ada seorang yang lagi malas belajar dan sulit sekali ditegur. Suatu saat ia bertemu dengan seorang nenek yang sedang mengasah sebuah besi. Nenek mengasah dengan waktu yang sangat l;ama dan tampak tak kunjung usai sehingga ia bertanya, "Nenek, mau sampai kapan besi itu di asah, emangnya nenek mau buat apa?
Nenekpun menjawab, saya akan mengasah besi ini perlahan demi perlahan, dan itu pasti butuh waktu yang lama karena saya ingin mengasah menjadi sebuah jarum.
Haru begitu? Ya jawab nenek itu perlu perlahan apalagi jika sudah mulai membentuk jarum, karena jika tidak demikian bakal jarum itu akan patah dan tujuan kita tidak tercapai.
ehm..bolehkah demikian?
Alkitab sering membuatku banyak bertanya dan sering tidak mendapatkan jawaban yang pas
Rasa sakit tidak terhindarkan
Seringkali rasa sakit tidak terhindarkan. Yesus saja tidak terhindar dari rasa sakit.
Mat 26:39
(39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Apa tujuan rasa sakit? Supaya kita belajar.
Heb 12:6-11
(6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
(7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
(8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
(9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?
(10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.
(11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Mungkin anda akan berkilah. Loh itu kan masalah Tuhan menghajar anakNya supaya anakNya terdidik sedangkan kita kan lagi bicara antar sesama. He he he. Tuhan itu menghajar kita bukan dia turun dari sorga bawa tongkat lalu pantat kita di sabet. Tuhan menghajar kita lewat sesama kita. Kalau kita percaya bahwa hidup kita ini sepenuhnya diatur oleh Tuhan maka kita tidak akan sakit hati atau tidak suka kalau kita menerima kata-kata yang kasar, kurang ajar dan keras dari sesama kita. Kita akan introspeksi diri. Tuhan kenapa ya tuh orang ngomong begitu ke saya? Mungkinkah saya bersalah terhadap orang itu? Mungkinkah saya bersalah terhadap Tuhan? Kalau kita sudah introspeksi diri dan yakin kita tidak bersalah maka kita ampuni orang tersebut dan kita lupakan saja kata-katanya. Tapi kalau memang kita bersalah maka itu berarti Tuhan yang sedang berperkara dengan kita dan Tuhan sayang sama kita.
1Co 11:31-32
(31) Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.
(32) Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.
Besi menajamkan besi
Kalo besi menajamkan besi ya pasti bener.
Tidak usah pake ayat tanya ke tukang bikin pedang juga tahu dia.
Tapi kalo yang berbahasa roh menajamkan yg tidak berbahasa roh ?
Yang percaya mukjizat menajamkan yang tidak percaya ?
Itu gimana tuh SF.
Terus mengenai Tuhan memakai sesama kita utk menghajar kita saya juga setuju.
Tapi iblis juga memakai sesama kita utk menyesatkan kita.
Waduh pusing nih.
Jangan -jangan bukan Tuhan yang memakai malah iblis yang memakai sesama kita untuk menuduh dan marah-marah.
Gimana lagi tuh ?
Jelasin lagi dong SF.
GBU
Perbedaan doktrin bukan alasan untuk tidak mengasihi
Perbedaan doktrin bukan alasan untuk tidak mengasihi. Kalau kamu tidak mengasihi berarti kamu nggak mengakui Yesus sebagai Tuhan lagi. Saya berbahasa roh tapi hai-hai tidak berbahasa roh. Apakah itu berarti hai-hai bukan saudara saya lagi dalam Tuhan. Ngawur itu. Selama hai-hai masih mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka dia masih saudara saya dan saya mengasihi dia. Hai-hai berhak penuh mengemukakan pendapatnya berdasarkan Firman mengenai bahasa roh saya juga berhak. Pendapat kita mungkin berseberangan tapi bukan berarti hai-hai lalu jadi musuh saya. Edy, mari bertumbuh sebagai anak Tuhan dan memahami bahwa doktrin dan denominasi nggak boleh jadi alasan untuk kebencian dan perpecahan. Buat saya bahasa roh hanyalah doktrin minor saja dan bukan alasan menganggap orang lain sesat atau tidak. Fokus kita haruslah pada ke Tuhanan Yesus Kristus dan perintahnya:
Joh 15:12
(12) Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Mohon penjelasan lagi SF
Dari penjelasan anda terdahulu maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan doktrin itu bukanlah menjadi masalah yg dapat menghilangkan kasih antar sesama kita. Betulkan.
Tentu meskipun berbahasa roh anda tetap menganggap yg tidak berbahasa roh adalah saudara anda selama dia masih mengakui Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Begitu juga seharusnya yg tidak terhadap yg berbahasa roh.Setuju ?
Nah apabila salah satu pihak menganggap pihak yg lain sesat misalnya :
yg berbahasa roh menganggap yg tidak berbahasa roh adalah sesat atau yg tidak berbahasa roh menganggap yg berbahasa roh sesat dan ajaran yg ngawur.
Dan dengan menggunakan ayat alkitab untuk menyatakan kesesatan pihak yg lain, seakan -akan itu adalah alkitabiah sedangkan pihak yg lain juga menggunakan ayat untuk mengcounter pihak lainnya. Bahkan dengan sombong mengatakan sedang mengajar pihak lain yg salah menafsirkan alkitab kemudian seolah olah membodoh-bodohi pihak lain dan membebal-bebalkan pihak lain. Apakah itu yg disebut dengan menegor pihak lain itu dengan kasih ? Atau itu adalah menghujat pihak lain yg berbeda dalam doktrin ?
Apakah itu yg disebut dengan kasih ? Atau itu namanya menegor dengan keras ? Bagaimana kita harus bersikap terhadap orang yg berprilaku demikian ?
Mohon penjelasannya lagi SF.
GBU
Itulah kasih
Itulah kasih. Kalau kamu berpikir bijaksana dan menggunakan prinsip kasih maka pada saat kamu dibilang bebal dan bodoh sama orang lain maka emosi boleh saja naik tapi jangan di ikuti. Ini memang tidak mudah saya juga suka bersalah dan terbawa emosi. Tuhan perlu ketok kepala saya berulang-ulang sampai saya sadar. Yang kamu perlu lakukan adalah menyelidiki Firman. Apakah benar yang dikatakan orang tersebut? Kalau kamu yakin pendapat kamu tidak sesat dan memang berdasarkan Firman ya ajukan saja pendapat kamu. Terus bagaimana kalau tidak ada kesepakatan? Ya sudah tidak apa. Tapi kamu harus mempertimbangkan secara mendalam sudut pandang dan perspektif orang yang berdebat dengan kamu. Bagaimana sudut pandangnya? Kenapa dia berkata seperti itu? Percaya deh. Kalau kamu sungguh-sungguh mau belajar maka walaupun pada akhirnya kamu tidak setuju maka kamu akan belajar banyak sekali dari lawan debat kamu. Untuk melakukan hal ini perlu dua buah roh yang paling sulit dicapai yaitu kesabaran dan pengendalian diri.
Ok SF
Terima kasih atas penjelasannya.
GBU
Manfaat diskusi di SS
SF menulis:
Manfaat yang diperoleh adalah besi tersebut menjadi tajam. Besi yang tajam ini sangat bermanfaat untuk memotong.
Deta:
Benar sekali saudara SF.
Dengan berdiskusi dengan saudara seiman, kita akan mengetahui apakah kita salah atau sesat. Nah, sekarang tergantung kita mau / tidak mau dikoreksi kesalahan/kesesatan kita.
Kita bisa menilai seseorang dari respon terhadap komentar (teguran) yang masuk. Entah orang itu SOMBONG, BODOH (kurang pengetahuan), BEBAL (tidak mau diajar) atau kombinasi-nya.
Bagi yang tidak merasa, ndak usah marah ya.. hehehe..
Benar bahwa Tuhan bisa
Benar bahwa Tuhan bisa menghajar anakNya melalui sesama, namun apakah itu berarti bahwa Tuhan menghendaki kita dengan kasar dan dengan kata-kata yang pedas di tambah jengkel-walaupun kita mungkin yang benar-? Jika saya merasa akan dipakai oleh Tuhan untuk menegur orang yang mungkin dijelaskan tidak juga mau mengerti bahkan terus ngeyel sama kita, maka apakah kita sah-sah saja menegur dengan kasar?
Bisa tidak berdebat dengan berusaha sedapat mungkin memakai asas tanpa kekerasan?
Yang saya mengerti Tuhan bisa pakai siapa saja untuk membuat kita semakin sesuai dengan kehendakNYa, bahkan melalui cara kasar orang lain, tetapi itu tidak berarti bahwa Tuhan menghendaki kita supaya kasar dan bersikap merendahkan terhadap orang yang akan kita tegur.
SF, saya belum lama jadi orang percaya. Dan karena saya banyak pertanyaan terhadap seorang teman, maka ia menyrankan saya untuk ikut dalam SS ini. Saya senang di SS bisa dapat pengetahuan bahkan banyak kebenaran yang bisa diuji dari berbagai diskusi..namun saya agak kaget dengan bahasa yang keras-keras dan terkadang agak kasar dan merendahkan orang.
O ya satu lagi..kenapa SS ini dibilang juga Pasar KLewer?
Alkitab sering membuatku banyak bertanya dan sering tidak mendapatkan jawaban yang pas
Tegoran lemah lembut tidak bermanfaat
Tegoran lemah lembut tidak bermanfaat. Tegoran yang bermanfaat adalah tegoran yang keras, menyentak dan mengagetkan. Coba kamu renungkan sendiri. Kenapa Tuhan Yesus sering bilang ke muridnya bahwa mereka bodoh. Kenapa tidak pakai istilah halus macam kurang pintar?
Perdebatan pada dasarnya adalah pertarungan antar beda pemahaman dan konsep. Bisakah sebuah pertarungan lemah lembut?
Seringkali bersikap kasar dan merendahkan itu diperlukan. Bukan karena kita tidak mengasihi. Tapi supaya orang lain sadar akan kesalahannya sendiri.
Amsal 22:15
(15) Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
Amsal 29:15
(15) Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.
Kamu harus lebih sering membaca 4 Injil coba perhatikan kepada siapa Yesus bertindak lemah lembut dan kepada siapa Dia bertindak kasar dan keras. Bahkan Yesus pernah mengancam pakai pecut dan menjungkir balikan meja. Semua preman di Sabda Space ini tahu persis kepada siapa mereka harus bersikap lemah lembut dan kepada siapa mereka harus bertindak kasar.
Saya memaklumi kalau kamu agak kaget dengan Sabda Space. Tapi kalau kamu sudah pernah membaca berulang-ulang ke 4 Injil maka kamu akan paham bahwa Yesus itu bukan orang lemah lembut yang menghindari konflik. Yesus itu seseorang yang tidak akan mundur sekalipun nyawa taruhannya. Yesus itu orang nekad. Kenapa Yesus dibunuh? Karena Yesus tidak bisa dirayu, tidak bisa diancam dan nggak mempan disogok. Harap dimaklumi kalau kami yang sudah agak lama sedikit bergaul dengan Yesus dan berusaha meneladani Dia jadi ketularan sikapNya.
Soal SS ini kenapa disebut Pasar Klewer? He he he. Saya akan persilahkan anggota lain untuk menjelaskan. Terutama mereka yang pernah ke Pasar Klewer di dunia nyata yang letaknya di Solo.
@guang ming : deta n sf sering jadi pencebok
Dear guang ming, deta n sf termasuk orang yang lembut dan sangat sabar dalam berdiskusi sering jadi pencebok preman disini.
Tapi kita harus ikuti prinsip yang sudah ditanam oleh para sentinel, YAITU KEBENARAN DAN OTORITAS ALKITAB.
Silahkan mix dgn keintiman dgn Tuhan, silahkan mix dgn perenungan pribadi.
Tapi tidak bisa tidak, dasarnya KEBENARAN DAN OTORITAS ALKITAB.
Soal kata sesat, bodoh, bebal tentu saja tidak asal2 an, berdasarkan definisi kata tersebut.
Masalah siapa yang berhak mengatakan, tidak ada.
Masalah menghakimi, saya rasa itu bukan menghakimi, namanya menghakimi ya ada HUKUMAN.
Apakah kata bodoh, sesat, bebal itu hukuman.
Hukuman itu kalau si bodoh distrap, kalau sisesat diikat lehernya, kalau si bebal dipukul pakai rotan.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
HA HA HA goblok lu
Tahunya cuman hukuman fisik.
GOBLOK LU TUKANG BERAK.
Emang ngga ada hukuman lain selain fisik ?
HA HA HA
Kalo mau cuekin jangan ngajak - ngajak orang lain, ntar dibilang sekongkol ngga terima. DASAR GUOBLOK.
Kasar sekali.....
Edy, kamu kasar sekali.
Sorry cik Lies
Biarlah ini menjadi renungan bersama.
Kenapa harus menjadi kasar ?
Disebabkan apa itu ?
Bukankah saya tidak pernah kasar terhadap cik Lies ?
Saya cinta damai kok.
Ini juga hasil pembelajaran saya dari SS ini, dimana banyak sekali koment kasar yg saya baca di sini.
Mengapa cik Lies tidak mengomentari koment mereka yg kasar ?
Sekali lagi maaf.
GBU
@sf : cuekin aza
Dear bro,
Cuekin aza.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
@edy : mohon maaf PENGECUT SEJATI.
Dear edy,
1 hal yang pasti LO PENGECUT nyebut nama gw aza takut, emangnya GW TUHAN sampai mulut dan hati lo gentar nyebut nama gw.
Tahukah kenapa mulut n hati lo gentar nyebut nama gw, karena LO PENGECUT.
Kalau gw disuruh pilih antara menjadi GOBLOK ATAU PENGECUT.
Ya maaf-maaf saja, gw memilih goblok.
O iya soal pengecut ini cukup menarik, gw pengen tahu darimana LO MEWARISI KEPENGECUTAN INI ?
Ada kekhawatiran gw, apakah LO MEWARISKAN KEPENGECUTAN INI KEPADA KETURUNAN LO ? Semoga dijauhkan deh, kasihan hidup seorang PENGECUT.
Tapi bagus deh ada PENGECUT kayak lo, kan bisa buat blog soal PENGECUT.
Okay PENGECUT, gw tunggu KEPENGECUTAN LO nyebut nama gw.
O iya nanti kalau lo udah tulis blog soal PENGECUT, ntar gw bantu cari ayatnya.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
Sekali lagi guoblok lo
Untuk apa nyebut nama orang ?
Musuhku bukan darah dan daging.
Setahu saya PENGECUT itu tidak berani maju sendiri tapi ngajak kawan-kawan.
Menurut lo saya pengecut.
Tapi menurut saya :
Saya pengecut tapi tidak lebih pengecut dari sipengecut yang ngajak kawan-kawan.
Sekarang gimana pendapat lo ? Siapa the real pengecut ?
HA HA HA Dasar guoblok plus the real pengecut.
@edy : MENUAI PENGECUT NIH YEEE
Dear pengecut sejati,
Aneh sekali definisi pengecut lo.
Seingat gw lo pernah nuduh hai2 pengecut, kayaknya hai2 gak pernah ngajak2 deh. Hai2 master one by one.
Berdasarkan definisi lo, berarti lo memfitnah hai2 dong.
KASIHAN SEKALI DIRIMU, SELAIN PENGECUT JUGA PEMFITNAH, SEBUAH PERPADUAN YANG UNIK.
Soal memfitnah ini, katanya sih lebih kejam dari pembunuhan.
Kasihan sekali si hai2 DIFITNAH SAMA PENGECUT KAYAK LOH.
Kayaknya Tuhan juga jijik dengan FITNAH.
Tapi saya yakin hai2 mengampuni PENGECUT DAN PEMFITNAH SEPERTI LO.
Jadi bisa buktikan KEPENGECUTAN GW, kan gw udah tunjukin KEPENGECUTAN LO.
Kalau gak terbukti LO MEMFITNAH GW dong.
Tapi tenang aza, gw TETAP MAAFIN PENGECUT KAYAK LO.
Ayo PENGECUT Sebut nama dong, jangan jadi PENGECUT.
Kenapa hati dan mulut LO GENTAR MENYEBUT NAMA GW, KARENA LO TAKUT ? Lo TAKUT TUHAN ADA DI PIHAK GW ya.
Ayo edy, gw kan bukan Tuhan ?
Jangan jadi pengecut dong.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
Bawa kawan lagi dia
lo ngga liat ke pengecutan lo ?
HA HA HA
Untuk apa nyebut nama lo ?
Lo dan yg baca tau kok yg saya sebut pengecut itu siapa.
HA HA HA
Lo maafin saya ?
Bukankah itu yang diajarkan ?
Tanpa saya tulis juga saya udah maafin lo lebih dulu.
Yang lebih penting lagi saya maafin lo dengan segenap hati.
Mungkin karena emosi lo jadi ngga liat di koment saya sebelumnya yg dengan jelas menulis pengecut itu suka ngajak kawan - kawan.
Kalo lo bilang ngga nyebut nama, ya karena saya tidak sama seperti lo aja.
Emang penting nama ?
HA HA HA
Kasihan...
Anak2 Tuhan berantem lewat tulisan, betapa iblis bersukacita.
Mengapa kita mendukakan Tuhan dengan hal2 seperti ini ? Inikah maksud besi menajamkan besi ? Bukan !
Bagian pembelajaran
Tujuan saya masuk ke SS adalah untuk belajar.
Ini salah satu hasil pembelajarannya.
Pepatah mengatakan guru kencing berdiri, murid kencing berlari.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Saya ini hanya buah yg baru di sini.
Mohon maaf atas semua ini.
GBU
@hengky : silahkan pelajari
Dear hengky,
Mohon maaf atas ketidaknyamanan anda.
Tapi percayalah, TUHAN TIDAK TINGGAL DIAM.
Saya tidak sedang berusaha menghasut anda, silahkan pelajari.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
@edy : maaf bilang LO PENGECUT
Wah lo memang PENGECUT PARAH.
Gw gak nyalahin lo kok ? Kan tadi ada kata "kalau".
Anehnya lo maafin gw, emangnya gw salah apa ?
Sudah, jangan dimasukin ke hati kata2 gw yang bilang LO PENGECUT dan PEMFITNAH, itukan benar kalau benar.
Memang sih gak enak dibilang PENGECUT atau PEMFITNAH.
Tapi who knows, siapa tahu LO SENANG DIBILANG PENGECUT dan PEMFITNAH.
Kidding loh...
Sekali lagi jangan dimasukin kehati ya edy kalau tadi bilang LO PENGECUT dan PEMFITNAH.
Soal nama, lupain aza, mungkin karena ada kata jesus nya lo takut ya.
Syukur deh lo takut. Itu bukan berarti LO PENGECUT LOH.
Udah ya, dari tadi bilang LO PENGECUT terus, mulut gw jadi monyong nih.
Ok edy sampai ketemu di episode selanjutnya, jangan kapok ya.
Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"
-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-
Sama - sama
Lain lubuk lain ikan.
Lo suka nyebut nama saya kagak.
Kok takut dibilang pengecut, yang ngajak kawan-kawan lo kok ?
Jangan takut saya masukin hati dari tadi saya cuman masukin ke koment aja tuh.
Udah dibilang bukan takut nyebut nama tapi bukan tipe saya aja.
Mulut saya sih ngga monyong, tapi jari saya aja yg pegel dari tadi ngetikin PENGECUT DAN GUOBLOK.
Kalo mulut lo sampe monyong mungkin karena lo sambil sumpah serapah aja.
HA HA HA
SF, Apa komentar2
SF,
Apa komentar2 yangmerendahkan dan menghina seperti di atas adalah termasuk bagian besi menajamkan besi? Saya pikir Alkitab tidak mengajarkan kita demikian.
Jika sekitar kita baik seharusnya kita belajar menjadi baik tetapi jika sekitar kita tidak baik, kita harus belajar untuk tetap bertahan terus menjadi baik.
Saya pikir kalau di SS banyak yang menulis dengan emosi dan merendahkan orang, saya mau belajar untuk tidak menjadi terpengaruh.
Lao Zi bilang karakter seharusnya tidak tergantung lingkungan tetapi mempengaruhi lingkungan.
Apakah Alkitab mengajarkan orang terus kasar? Bukankah Yesus pernah bilang untuk belajar dari Dia karena Dia lemah lembut dan rendah hati?
Ayo Dong SF bagaimana pendapat Anda megenai diskusi2 demikian?
Alkitab sering membuatku banyak bertanya dan sering tidak mendapatkan jawaban yang pas
Adanya anak-anak tidak bisa dihindari
Adanya anak-anak tidak bisa dihindari dalam sebuah keluarga. Begitu juga dalam keluarga Allah. Nggak mungkin dalam sebuah keluarga semuanya orang dewasa. Anak-anak memang hobi berantem kan. Saya akui saya juga dulu waktu kecil sering berantem sama adik-adik saya. Tapi sesudah saya dan adik-adik saya dewasa maka kami nggak pernah berantem lagi secara fisik. Kadang-kadang masih ada perselisihan tapi biasanya cuma ringan saja dan nggak menjadi kebencian dan dendam. Paling cuma dongkol sebentar lalu baikan lagi.
Guang ming satu yang saya sarankan jangan mengharapkan kondisi keluarga Tuhan yang ideal. Kamu pergi ke manapun ke seluruh dunia maka kondisi keluarga Tuhan akan tetap sama. Dalam sebuah keluarga akan tetap ada anak-anak. Dan mereka akan tetap berantem. Omong-omong apa kamu sudah berkeluarga? Kalau sudah apa anak-anak kamu nggak pernah berantem? He he he.
Mereka yang anak-anak ini disebut manusia duniawi:
1Co 3:1-3
(1) Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
(2) Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya.
(3) Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
Mereka-mereka ini ditoleransi oleh Tuhan akan tetapi tidak terus menerus karena Tuhan menuntut mereka jadi dewasa. Karena Tuhan sendiri mentoleransi mereka maka baiklah kita juga mentoleransi mereka juga sambil menasihati mereka supaya mereka bisa lepas susu dan makan makanan keras.
Keluarga Ceplas Ceplos
SF, penjelasan yang sangat baik. Tidak perlu seorang filsafat untuk mengetahui, mana yang dewasa, dan mana yang anak-anak dari komentar-komentar di pasar klewer ini. Sungguh, Tuhan telah memberkati anda dengan bakat mengajar, saya harap anda terus mengasah berkat ini, semata-mata karena anugerahNya semata.
Seperti analogi keluarga di komentar anda, di pasar klewer ini pun ternyata sama. Siapa yang biasanya terdengar paling keras di keluarga? Apakah selalu yang dewasa? Ternyata belum tentu ;)
SEhat Jasmani dan Rohani
Guang ming, ada banyak alasan orang-orang menulis di pasar Klewer ini. Ada yang menulis untuk membagikan apa yang mereka miliki ada pula yang menulis untuk mencari perhatian. Tidak sulit bagi anda untuk membedakannya.
Ketika membaca kata-kata negatif, misal, pembual, membual, bebal, pengecut, bodoh, asal ngejeblak seenak jidatnya, dll, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memahami arti kata-kata tersebut dengan mempelajarinya di kamus. Hal kedua adalah melihat konteks kata-kata tersebut di dalam tulisannya. Umumnya, anda akan melihat bahwa kata-kata tersebut memang layak diucapkan, baik untuk menggoda (misal, ketika saya berdebat dengan SF, DT, JF), atau menegur dengan keras orang-orang yang menulis tanpa fakta atau sembarangan menuduh orang lain tidak punya rohani, sok tahu, sok teori, sok munafik tanpa mengajukan bukti-bukti.
Namun bila anda membaca ada orang yang ujug-ujug memaki orang lain Goblok, pengecut, dan tuduhan -tuduhan lainnya tanpa bukti. Misal, seperti yang anda baca di beberapa komentar di atas. Tolong anda bersabar. Kita tidak dapat mengharapkan setiap hari ada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani bukan? Jadi bila ada yang sedang tidak sehat jasmani dan rohani lalu melampiaskannya di pasar Klewer, ya kita harus bersabar untuk menghadapinya. Saya yakin, ketika sehat jasmani dan rohani dan membaca tulisannya sendiri, orang-orang tersebut akan menyadari bahwa dirinya sudah bertindak keterlaluan. Namun kita tidak bisa berharap banyak agar mereka minta maaf, sebab, namanya juga sakit kan?
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Thanks SF dan Hai2
Thanks SF, walau bahasa Anda tidak terlalu gamblang dalam menjawab pertanyaan saya namun saya bisa mengerti maksudnya, termasuk karena kutipan ayat-ayat tersebut. Yang lebih gamblang tulisan Pak/Ko Hai.
Alkitab sering membuatku banyak bertanya dan sering tidak mendapatkan jawaban yang pas
Hai-hai memang lebih ok dalam tulisan
Hai-hai memang lebih ok dalam tulisan soalnya jam terbangnya jauh lebih tinggi dibanding saya. Saya sebenarnya masih pemula dalam menulis untuk orang lain. Kerjaan saya sehari-hari menulis tapi menulis buat komputer. He he he.
Signature kamu menarik juga. Saya doakan kamu bertumbuh dalam pengenalan akan Firman sehingga signaturenya menjadi "FirmanMu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku". He he he.
SF ; Tulisan Anda juga baik!
SF; Sudah beberapa tulisan Anda di SS ini yang saya baca dan cukup membuat saya belajar.
Saya sungguh percaya Tuhan Yesus baru hitungan bulan tapi saya belajar alkitab sudah beberapa tahun.
Saya masih ingin tanya tpi topiknya lain dengan ini.
Di 10 hukum ada perintah dari Tuhan agar jangan membunuh. Pertanyaan saya mengapa Dia memberi perintah jangan membunuh tapi kemudian Dia sendiri (dalam kitab-kitab musa) sering memerintahkan untuk membunuh. Apakah ini tidak bertentangan dengan perintahnya sendiri?
Alkitab sering membuatku banyak bertanya dan sering tidak mendapatkan jawaban yang pas
Takut akan Tuhan
Kematian adalah konsekuensi dosa, Zen. Yang harus kamu pahami adalah bahwa 10 perintah yang diberikan ke Musa di gunung Sinai adalah perintah untuk manusia. Jadi manusia tidak boleh membunuh. Akan tetapi 10 perintah tersebut jelas bukan untuk Tuhan. Tuhan punya hak membunuh dan membinasakan. Dari mana hak Tuhan? Dari statusnya sebagai Pencipta segala sesuatu. Hal ini juga dikemukakan oleh Tuhan Yesus di Injil:
Mat 10:28
(28) Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
Tuhan berkuasa dan berhak membinasakan.Kalau kamu perhatikan semua bangsa yang disuruh dibinasakan oleh Tuhan dalam kitab Taurat maka mereka itu adalah bangsa penyembah berhala. Tuhan punya hak penuh dan adil jika Dia bertindak membinasakan mereka. Bangsa Israel tidak membunuh mereka hanya melaksanakan perintah Tuhan dan Tuhan punya hak penuh untuk membunuh dan membinasakan. Karena hal ini semua orang percaya seharusnya punya rasa takut akan Tuhan.
2Co 5:11
(11) Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu.
Sayangnya takut akan Tuhan ini sering tidak dipahami oleh orang percaya.
guang ming...
TUHAN ALLAH kita adalah TUHAN yang pencemburu...
KUAT KUASA-NYA melebihi tuhan manapun...
kau harus percaya itu dulu... TRUST and Believe in JESUS CHRIST...
Roh Kudus Nya akan membimbing kita....
bukakan hatimu dalam doa sebelum membaca Firman TUHAN...
kiranya TUHAN ALLAH besertamu selalu...
TUHAN KUASA!
BIG GBU!