Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

John Adisubrata's blog

John Adisubrata's picture

Kenangan Natal: Dari Mulut Bayi-Bayi

Oleh: John Adisubrata

‘Kata Yesus kepada mereka: “…; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?” (Matius 21:16b)

Awal peristiwa Natal dikisahkan di dalam Injil Lukas seperti ini: ‘Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” (Lukas 2:8-12)

John Adisubrata's picture

Hidup yang ‘Diberkati’ (4)

Oleh: John Adisubrata

BERKAT-BERKAT SORGAWI

“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32)

Saya menyadari, bahwa mengenai berkat, setiap orang, baik masyarakat sekuler maupun umat kristiani, mempunyai pendapat sendiri-sendiri. Oleh karena itu saya juga selalu berusaha untuk menghargai pandangan orang-orang lain, selama pandangan itu tidak menyelewengkan isi firman Tuhan, atau merugikan kehidupan umat yang lain.

John Adisubrata's picture

Hidup yang ‘Diberkati’ (3)

Oleh: John Adisubrata

MAKMUR ‘MELAYANI’

Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)

Pernah sekali melalui surat yang ditujukan kepada Timotius, rasul Paulus memperingatkan agar murid kesayangannya itu tidak terpengaruh oleh orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan. (1 Timotius 6:5) Ia juga memperingatkan akibat-akibatnya: Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” (1 Timotius 6:9)

John Adisubrata's picture

Hidup yang ‘Diberkati’ (2)

Oleh: John Adisubrata

INJIL KEMAKMURAN

Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (Lukas 6:38)

Ipar saya pernah menceriterakan percakapannya dengan seorang teman di tahun 80-an, yang ingin mempengaruhi dia untuk menggabungkan diri dengan sebuah gereja besar baru di kotanya. Berapi-api ia menceriterakan, bahwa semenjak ia menjadi anggota gereja itu, hidupnya menjadi sangat diberkati.

John Adisubrata's picture

Hidup yang ‘Diberkati’ (1)

Oleh: John Adisubrata

BERKAT-BERKAT DUNIAWI

Berkat TUHAN-lah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” (Amsal 10:22)

Suatu malam di hari Jum’at kurang-lebih dua/tiga tahun yang lalu, setelah membahas bersama isi firman Tuhan, sebagai penutup acara sel, pemimpin kami menantang beberapa pengunjung yang sudah sering datang, tetapi masih belum menjadi pengikut Kristus untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat mereka.

John Adisubrata's picture

Iman: Jadilah Seperti Rio

Oleh: John Adisubrata

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (Lukas 18:17)
 
Kata iman dan definisinya sering kali menjadi sebuah tema perbincangan orang-orang kristiani, yang oleh karena pengertiannya terlalu dipersulit, bisa berubah menjadi sebuah tema perdebatan yang tak berguna bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya. Apalagi jika sudah berbentuk debat kusir mengenai tema-tema yang berhubungan dengannya. Khususnya: Mujizat, … mulai dari kesembuhan-kesembuhan adikodrati sampai hal-hal supranatural lainnya!
 
Padahal menurut Alkitab, iman itu sebenarnya sederhana sekali!
John Adisubrata's picture

Humor: Copy and Paste (2)


MENUDUH DENGAN KASIH
 
Jika Anda memperhatikan penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat di dalam setiap paragraf artikel humor Tiga Orang Misionaris yang saya tulis pada waktu itu (tahun 2000), Anda bisa melihat, bahwa meskipun sudah terjadi sedikit perubahan yang positif di pihak saya sebagai seorang penulis, ciri-ciri khas yang menggambarkan karakter-karakter tulisan saya di sana masih tetap tampak jelas sekali sampai sekarang.

Perhatikanlah artikel dengan judul yang sama, yang telah disisipkan di dalam buku kumpulan ceritera-ceritera pendek, yang diterbitkan di Yogyakarta [Humor: Copy and Paste (1)]. Kendatipun ejaan dan bahasanya sudah diperbaiki, ciri-ciri khas saya di dalam menulis, merangkai kata-kata atau kalimat-kalimat yang terbaca di sana masih tetap transparan, sebab artikel itu sudah dikutip dengan persis sekali. Tidak ada kalimat yang dirubah, tidak ada yang ditambahkan, hanya beberapa kata yang tidak perlu dipergikan.
John Adisubrata's picture

Humor: Copy and Paste (1)

SIAPA YANG MENCURI?
 
Saya cukup terkejut ketika membaca sebuah e-mail dari seorang rekan SABDA Space beberapa hari yang lalu yang mengatakan, bahwa saya telah dituduh melakukan ‘copy and paste’ artikel humor Tiga Orang Misionaris, lalu mem-posting-kannya sebagai sebuah artikel baru dengan mencantumkan nama saya di sana.
 
Sebenarnya ingin sekali saya menjelaskannya melalui kolom komentar di bawah artikel induknya, agar semua orang yang sempat membaca artikel humor tersebut bisa mengetahui duduk perkara yang sesungguhnya, di balik tuduhan yang ditujukan kepada saya untuk meragukan keaslian artikel itu. Tapi oleh karena penjelasan ini akan menjadi terlampau panjang untuk dimuat di situ, terpaksa saya harus mengirimkannya sebagai sebuah artikel blog di SABDA Space yang saya bagi menjadi dua seri.
John Adisubrata's picture

Tiga Orang Misionaris

TIGA ORANG MISIONARIS
Oleh: John Adisubrata

Beberapa puluh tahun yang lalu tiga orang misionaris dari Eropah telah memasuki pedalaman pulau Kalimantan. Mereka ditangkap oleh salah satu suku terasing yang menolak mentah-mentah Injil Tuhan Yesus Kristus yang mereka beritakan. Bertiga mereka digiring untuk menemui rajanya. Seketika itu juga sesuai undang-undang yang berlaku di sana mereka diadili dan dijatuhi hukuman mati.
 
Tetapi oleh karena sepanjang hari itu Sang Raja merasa mujur dan terus-menerus mengalami hal-hal yang menyenangkan hatinya, ia ingin bermurah hati dengan memberikan kesempatan kepada ketiga misionaris tersebut untuk menerima amnesti. Tetapi ... amnesti yang bersyarat.
John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (36)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

DOA PERTOBATAN

‘Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela’ (Mazmur 24:9-10)

Jikalau Anda mempunyai keinginan untuk mengenal Kristus dan mau menjadikan Dia Tuhan, Raja dan Juruselamat di dalam kehidupan Anda, Anda harus Lahir Baru terlebih dahulu. (1) Keputusan itu adalah suatu tindakan bebas yang harus timbul dari kesadaran hati kita sendiri, dan harus keluar dari lubuk hati kita yang terdalam, di mana kita mengundang Tuhan Yesus Kristus untuk masuk ke dalamnya.

Melalui kuasa Roh Kudus, sesuai dengan janji Tuhan yang tidak pernah berubah sampai selama-lamanya, Alkitab menjamin, bahwa “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih” (Kolose 1:13).

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (35)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

PENUTUP: NUBUATAN DIGENAPI

“Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.” (Kisah Para Rasul 26:16)

Tuhan menawarkan pilihan kepada Ian McCormack untuk kembali ke dunia dengan tujuan, agar orang-orang yang tidak terhitung banyaknya yang dilihat olehnya di dalam visi pada saat kematiannya, menerima kesempatan untuk mendengar nama Tuhan melalui pelayanan yang akan dipercayakan kepadanya.

Semenjak pulang kembali ke tanah airnya pertengahan tahun 1982 Ian bekerja untuk kakaknya, Sharon, yang mengusahakan hasil-hasil pertanian dan perternakan di sebuah desa yang bernama Okorire.

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (34)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

KEBENARAN FIRMAN TUHAN

Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemui padang rumput.” (Yohanes 10:9)

Malam pertama ketika saya masih beristirahat di dalam kamar, tiba-tiba saya terjaga dari tidur di tengah malam buta dengan keringat-keringat dingin yang bercucuran membasahi seluruh tubuh saya.

Duduk di tepi tempat tidur dengan hati gundah saya berseru kepada-Nya: “Tuhan, … mengapa hatiku merasa gelisah sekali? Katakanlah apa yang harus kulakukan sekarang?”

Saat itu juga Ia memerintahkan: “Ian, sekarang sudah tiba waktunya bagimu untuk membaca dan mempelajari isi Alkitab.”

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (33)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

PULANG KE KAMPUNG HALAMAN

Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu.” Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.’ (Lukas 8:39)

Sesuai dengan rencana mula-mula, pada hari yang sudah ditentukan, saya terbang meninggalkan pulau Mauritius menuju ke kota Perth di Australia.

Di sepanjang perjalanan yang amat jauh itu, kejadian ajaib yang saya alami pada saat kematian saya tersebut selalu terbayang di dalam benak pikiran saya. Semua kenangan yang mengerikan, mengharukan, mengesankan, maupun yang menakjubkan, mendorong diri saya untuk terus berdoa kepada Tuhan. Di dalam pesawat selama perjalanan di udara tak henti-hentinya saya bercakap-cakap dengan Dia. (1)

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (32)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

TERANG SINAR PANDANGAN MATA YANG BARU

“dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar khalik-Nya.” (Kolose 3:10)

Menjelang sore, pada saat saya terjaga dari tidur, saya melihat Simon dan sahabat-sahabat Creole lainnya sedang berdiri berdesak-desakan di luar jendela kamar saya. Di antara mereka saya mengenali wajah-wajah Paul dan Spencer, dua orang travellers lainnya yang berasal dari Australia dan New Zealand. Sudah lama mereka menjadi tetangga-tetangga saya di Tamarin Bay. 

Ketika kelompok anak-anak muda itu mengamat-amati saya sedang tidur dari luar, Simon dan teman-temannya merasa yakin sekali, bahwa semenjak kemarin malam saya sudah mati. Mereka tahu, sebab oleh sengatan seekor ubur-ubur laut saja, korbannya pasti binasa, … apalagi saya! Bukankah saya sudah disengat oleh lima ekor?

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (31)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

KARUNIA KESEMBUHAN INSTAN

“TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.” (Mazmur 30:3)

Kecuali leher saya yang sekarang sudah mampu menggoyang-goyangkan kepala, seluruh bagian bawah tubuh saya masih terasa kaku dan lumpuh. Menyadari hal itu saya berseru kepada-Nya: “Tuhan, apakah gunanya jika keadaan tubuhku seperti ini, … lumpuh dan terus tergantung pada mesin-mesin medis rumah sakit selama hidupku? Bukankah Engkau yang sudah membangkitkan aku? Tentu untuk menyembuhkan diriku juga bukan merupakan suatu hal yang sulit bagi-Mu. Tuhan, jika Engkau tidak mau melakukannya, ijinkanlah aku memasuki planet baru yang telah Kauperlihatkan kepadaku itu.”

Sekali lagi Ia membuktikan, bahwa perintah-perintah yang diberikan kepada setiap orang yang sudah dipilih oleh-Nya selalu disertai dengan kesetiaan akan janji-janji-Nya! (1)

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (30)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

PULANG KEMBALI

‘Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah keluar!(Yohanes 11:43)

Setelah menutup kedua mata saya sejenak, perlahan-lahan saya mengintip melalui mata kanan saya untuk melihat apa yang akan saya saksikan di sana. 

Ternyata saya ‘terjaga’ di atas ranjang di dalam ruangan yang sama di Victoria Hospital dengan mata kanan yang terasa perih. Cairan keringat asin yang tadi menggenangi rongganya masih meninggalkan bekas-bekasnya. 

Ketika itu saya belum mengetahui, bahwa para dokter dan perawat-perawat rumah sakit itu sedang mempersiapkan tubuh saya untuk dipindahkan ke ruang jenazah mereka.

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (29)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

KASIH ALLAH PADA DUNIA

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Yang tampak di belakang saya, ternyata bukan hanya ibu saya saja, tetapi juga ayah saya Colin McCormack, kakak saya Sharon, adik saya Neil, dan anggota-anggota keluarga saya yang lain. Begitu juga sahabat-sahabat yang saya kenal, dan ... tak terhitung banyaknya orang-orang lain yang berdiri berdesak-desakan di belakang ibu saya.

Karena begitu banyak jumlahnya, wajah-wajah mereka tidak bisa saya kenali lagi, ... lenyap tertelan oleh jarak dan kegelapan yang ada di belakangnya. Di mata saya mereka semua tampak seperti butir-butir pasir yang tak terhitung banyaknya, yang memenuhi tepi-tepi pantai lautan!

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (28)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

ADAKAH YANG MENGASIHI AKU?

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:7-8)

Setelah berpikir cukup lama, menimbang-nimbang alasan yang lebih tepat, yang dapat saya pergunakan untuk ‘menyentuh’ hati-Nya, saya berkata: “Tuhan, tidak ada seorangpun di dunia yang mengasihi aku. Sungguh Tuhan, ... tidak ada! Orang-orang yang berkata, bahwa mereka mengasihi diriku, selalu mempunyai tujuan-tujuan tersembunyi untuk mencari keuntungan bagi kepentingan-kepentingan diri mereka sendiri! Engkaulah satu-satunya yang mengasihi aku dengan kasih sejati yang tidak pernah kualami sebelumnya.” (1) 

Alasan yang saya utarakan itu pun ternyata tidak bisa membantu melaksanakan ‘keinginan’ saya! Oleh karena itu hati saya menjadi semakin gelisah dan tidak sabar!

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (27)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata

LANGIT DAN BUMI YANG BARU

“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.” (Wahyu 21:1)

Di sana saya melihat sebuah lubang yang amat besar, yang di sebelah luarnya memperlihatkan suatu pemandangan dahsyat sebuah planet dan langit yang baru. Keindahan panorama yang saya saksikan sukar sekali untuk dilukiskan menggunakan kata-kata bahasa manusia.

Planet baru itu dipenuhi oleh padang-padang yang berwarna amat hijau, di mana rumput-rumput dan tanaman-tanamannya tumbuh dengan segar dan tampak luar biasa sekali, memancarkan sinar-sinar kehidupan yang amat menakjubkan. Seperti cahaya-cahaya gemerlapan yang mengelilingi ‘tubuh’ saya, berkas-berkas sinar yang dipancarkan oleh mereka juga mempunyai persamaan dengan kedahsyatan sinar-sinar kemuliaan yang mengelilingi diri-Nya.

John Adisubrata's picture

Sekilas dari Keabadian (26)

Kesaksian Ian McCormack

Oleh: John Adisubrata  

KEMULIAAN WAJAH-NYA 

“Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.” (Lukas 9:29) 

Di tengah-tengah segala kegemilangan itu, karena saya merangkak di bawah, saya melihat dengan jelas sekali di depan mata saya sepasang kaki manusia yang memancarkan cahaya berkilau-kilauan indah tak terlukiskan. Sepasang kaki SEORANG LAKI-LAKI yang berperawakan gagah sekali, yang berdiri tegak di hadapan saya mengenakan sebuah jubah panjang berwarna putih bersih. (1)

Kain jubah-Nya memancarkan berkas-berkas cahaya terang-benderang, seolah-olah bahannya terbuat dari rajutan sinar-sinar murni yang tidak pernah saya saksikan sebelumnya.

Perlahan-lahan saya mengarahkan pandangan mata saya dari bawah ke atas. Saya melihat laki-laki itu berdiri tegap, memandang penuh kewibawaan dengan kedua lengan dan tangan-Nya terbentang lebar. Seakan-akan Ia ingin menyatakan kepada saya, bahwa Ia menyambut kedatangan saya di sana dengan hangat sekali. Bahkan jika memungkinkan, Ia ingin mendekap diri saya erat-erat.