Ayub tidak pernah mengerti mengapa orang benar harus menderita, sebab ia sendiripun berpegang pada konsep “tabur-tuai.” Kitab Ayub hanya menjelaskan bahwa Iblislah yang mendakwa dan berusaha menjatuhkan kepercayaan Ayub kepada Allah (1:6-12; 2:1-6). Namun, mengapa Allah mengizinkannya?
Liem Sien Liong's blog
Ketekunan Ayub (3), Ayub 1:1-22
- 5 Komentar
- baca selanjutnya
- 256 kali dibaca
Kirim halaman ini
Ketekunan Ayub (2), Ayub 1:1-22
Dalam kehidupan ini, kita seringkali berpikir dengan konsep “tabur-tuai.” Artinya, apa yang kita telah lakukan, seperti itu pula hasilnya. Berpikir demikian pada satu pihak tidaklah salah; tetapi pada pihak lain, konsep ini bukanlah ukuran bagi segalanya. Itulah sebabnya, ketika kita menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan konsep kita (tabur-tuai), kita menjadi bertanya-tanya, “mengapa hal ini terjadi padaku, padahal aku tidak layak menerima peristiwa buruk tersebut!?” “Bukan aku yang harus mengalaminya, tetapi orang itu, orang ini, dan sebagainya.”
- 1 komentar
- baca selanjutnya
- 132 kali dibaca
Kirim halaman ini
Ketekunan Ayub (1), Ayub 1:1-22
Ketika Anda menghadapi persoalan atau sakit penyakit yang tidak kunjung selesai, apa reaksi Anda? Marah, kesal atau putus asa?!! Jika Anda marah, Anda marah kepada siapa? Atau jika Anda mulai putus asa, apa yang Anda akan perbuat?
- Login or register to post comments
- baca selanjutnya
- 117 kali dibaca
Kirim halaman ini
Jangan Patah Semangat (Ul. 1:19-33)
Memang tidak mudah bagi kita untuk tetap bersemangat, apabila kita telah berusaha sekuat tenaga menyelesaikan permasalahan kita, namun tidak satupun hasil baik yang didapatkan. Kita mulai putus asa dan berserah (alias “menyerah”). Pada satu sisi, menyerah adalah baik, apalagi
- 1 komentar
- baca selanjutnya
- 175 kali dibaca
Kirim halaman ini
Pentingnya Merenungkan Firman Tuhan (Ul. 1:1-8)
Pada masa kini kita hidup dalam situasi dan kondisi yang serba sibuk. Bahkan kita hanya memiliki sedikit waktu untuk keluarga dan orang-orang terdekat dengan kita. Nampaknya, pekerjaan telah banyak menyita waktu kita, sehingga kita menjadi sebuah “mesin kerja” yang harus mengh
- Login or register to post comments
- baca selanjutnya
- 157 kali dibaca
Kirim halaman ini
Sola Scriptura
Sola Scriptura
- 5 Komentar
- baca selanjutnya
- 199 kali dibaca
Kirim halaman ini

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |