Puput Manis's blog
Kristen Rohani Atau Kristen Duniawi?
Dunia roh, pelet, santet, dunia orang mati. Apakah semua itu nyata? Atau hanya sulapan dan tepu-tepu? Angin bertiup ke mana ia mau, dan kita mendengar bunyinya, tetapi kita tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan dunia roh, pelet, santet, dunia orang mati, dan yang lain-lain itu.
Lima Alasan Mengapa Doa Kita Tidak Segera Dijawab
1. Ada dosa kita yang menghalangi.
Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:1-2)
Kira-kira 6000 tahun yang lalu, saat manusia pertama jatuh dalam dosa dan menyadari ketelanjangannya, mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Namun TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. (Kejadian 3:7 & 21). Itulah korban binatang yang pertama kali diadakan, bahkan oleh TUHAN Allah sendiri. Bukankah ini menunjukkan kepada kita, bahwa usaha manusia untuk menyelamatkan diri dari hukuman dosa itu sia-sia? Hanya cara TUHAN sendiri yang berkuasa menyelamatkan manusia.
Suatu hari..
Menjelang hari Sabat seperti ini..
Pilihlah Mengampuni
Dalam hidup ini,
Ada saatnya kita disakiti atau menyakiti
Ini kesempatan untuk memilih
Apa respon kita atas hal ini.
Sepuluh Perintah Allah (The Ten Commandments)
Dalam Kitab Taurat (Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:4-22) tertulis 10 Perintah Allah (The Ten Commandments). Kesepuluh Perintah Allah ini tertulis pada dua loh batu yang dibawa nabi Musa ketika turun dari gunung Sinai. Sepuluh Hukum Allah ini disadari atau tidak disadari berlaku bagi semua manusia apa pun agamanya. Dalam Roma 2:12-16 disebutkan bahwa Tuhan sudah menuliskan Sepuluh Perintah-Nya ini (Hukum Taurat) dalam hati sanubari setiap manusia.
Tahukah Anda Keajaiban Alkitab?
ALKITAB :
Terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Perjanjian Lama diawali dengan 5 Kitab Taurat Musa.
Perjanjian Baru diawali dengan 4 Kitab Injil.
Alkitab ditulis oleh 40 orang yang berbeda.
Ah, that's the reason
A bird can sing
On her darkest day
She believes in spring!
Kesempatan dan Pilihan
Kita berada di sini pada saat yang tepat
Ini adalah kesempatan.
Kita bertemu dengan Pribadi yang menarik,
Ini bukan pilihan, ini kesempatan
Tiga Macam Reaksi Manusia
Dalam ibadah raya hari Minggu tanggal 2 Maret yang lalu pak pendeta menjelaskan adanya tiga tipe reaksi manusia ketika menyaksikan mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus, yaitu :
Pengajaran dan Peringatan
Pengajaran untuk membina diri kita. Peringatan untuk melindungi diri kita. Kalau kita hanya belajar dan belajar terus, namun mengabaikan peringatan (teguran, kritik, nasehat), kita bisa kehilangan apa yang sudah kita bina melalui pengajaran. Tak peduli seberapa hebat dan baiknya pengajaran itu sudah menjadikan kita hebat dan berhikmat.
Mengapa Kita Memerlukan Anak Allah Yang Tersalib? (2)
Syukur kepada Allah! Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah tahu kita tidak mampu. Dia, Allah Yang Maha Kuasa adalah satu-satunya yang sanggup membuat jembatan agar kita bisa sampai kepada-Nya. Allah menjelma menjadi manusia (manusia yang sepenuhnya suci tanpa dosa), datang ke dunia ini, menyerahkan nyawa-Nya untuk menjadi jalan bagi semua orang yang ingin dan mau diselamatkan.
Mengapa Kita Memerlukan Anak Allah Yang Tersalib? (1)
Semula manusia diciptakan tanpa dosa. Mereka tinggal di taman Eden dalam keadaan telanjang tapi tidak malu, karena mereka sebenarnya diselimuti oleh kemuliaan Allah sendiri. Mereka mempunyai persekutuan yang intim dan indah dengan Allah Sang Pencipta yang Maha Suci. Namun karena dusta Iblis yang menyesatkan, mereka melanggar perintah Allah "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Siang itu aku duduk termangu di dekat pintu
Di kampusku yang biru,
Hatiku gundah tak menentu
Memikirkan rancangan skripsiku,
Tiba-tiba mataku terpaku
Pada tulisan apik di dinding dekatku,
Oh, hadapilah malam, badai,
Kelaparan, cemooh, kecelakaan,
Serta penolakan,
Seperti yang dilakukan
Oleh hewan dan tetumbuhan...
|