y-control's blog

y-control's picture

Tonggos

"Hii, Nanang tadi diantar Boneng.." Seorang anak di sebuah TK berteriak menuding temannya. Anak bernama Nanang itu malu. Pulang sekolah ia mengadu tidak mau lagi diantar oleh Tatang, staf ayahnya yang giginya memang tidak pernah bisa disembunyikan itu. Tatang sendiri sudah biasa dengan cemoohan itu. Sejak kecil ia sering diejek. Ia pernah beberapa kali berkelahi karena dihina anak-anak lain dengan berbagai sebutan terkait struktur giginya. Setelah dewasa, Tatang masuk sekolah teologi. Ia tentu harus banyak bicara di depan publik. Di awal, banyak orang mentertawakan atau mencibir karena gigi Tatang yang tonggos. Mereka mungkin merasa Tatang lebih pantas menjadi pelawak atau harus rela menjadi pelawak yang gembira jika ditertawakan. Namun, seiring waktu, barulah orang-orang bisa melihat Tatang lebih dari gigi atau mulutnya, tapi apa yang keluar dari mulutnya.

Tagged:
y-control's picture

Mudik

Ratusan kilometer dilalap dua roda itu. Perjalanan panjang dan melelahkan dengan motor ini sebenarnya tidak saya rencanakan sama sekali. Yang saya rencanakan adalah seperti biasa, pulang ke kota asal yang hanya sejarak 60 kilometer dari tempat saya mengadu nasib saat ini. Tapi, karena satu dan lain hal tiba-tiba jadwal kepulangan dia menjadi tidak pasti. Maka, saya pun usul mengantarkan dia ke kampung halamannya di Kebumen, sekitar 3 jam dari Jogja. Sebelum ini saya sudah dua kali ke sana, tapi toh saya masih selalu takut dengan perilaku pengguna jalan di rute itu.

y-control's picture

Jejak di Jalan (dan lainnya)

Aku mengingat jejak di jalanan padat
Di satu siang yang menanti
Waktu nyeri kian menjadi

Memandang jejak kukenang janji
Juga rumput yang menari girang
Saat hujan memeluk pinggangnya

Derap menjauh tinggallah jejak
Berderet lubang yang menganga
Luka dan caci membanjiri

y-control's picture

10 Cara Bunuh Diri di Sabdaspace

1. Copy Paste
Masalah sesungguhnya dari copy paste adalah, semua pengguna (dan pengunjung) SS sama-sama sedang online. Mereka bisa mengklik dan membaca sendiri artikel yang Anda copy paste di sini. Kedua, hobi member SS adalah berdiskusi atau berkomentar. Sekalipun Anda adalah tetangga atau ajudan si penulis artikel, benarkah Anda yakin mengetahui proses dan dasar pemikiran si pengarang dalam membuat tulisan itu? Tidak ada orang yang suka bicara dengan operator atau berbicara dengan manajer sementara yang ingin diwawancarai adalah si artis. Untuk masalah copy paste (tanpa sumber), admin memang bisa menjadi sangat kejam hehehe...

y-control's picture

Benny & Mice

Pasti Anda semua sudah tahu Benny & Mice. Kartun yang dimuat tiap minggu di Kompas itu kini sudah mengeluarkan beberapa buku yang laris manis. Meskipun belum membeli, tapi saya sudah membaca (sebagian besar) isinya (yang tidak terbungkus plastik) ketika beberapa kali mengunjungi toko buku. Hehehe.. Yah, walaupun saya merasa buku-buku kartun mereka sangat bagus dan layak dibeli, tapi bagi saya toh harganya masih keberatan juga (untuk beli buku yang setengah jam sudah habis dibaca gitu loh). Saya tidak tahu apakah perilaku membaca buku sampai habis di toko buku seperti ini sudah pernah disorot oleh mereka berdua atau belum.

y-control's picture

Bapak Penunggu Jam

Saya sudah lama ingin membahas hal ini. Setidaknya, dulu setiap pagi saat saya berangkat kantor dan melihat orang itu, keinginan menuliskan hal ini selalu muncul. Di jalan Gejayan, tepatnya berseberangan dengan minimarket Circle K, setiap pagi seorang bapak selalu duduk di atas sepeda motor Yamaha tuanya. Saya tidak tahu apa yang ia kerjakan, semula saya mengira ia membuka jasa tambal ban, namun selama berbulan-bulan saya lewat di depan situ, saya tidak pernah sama sekali melihatnya menambal ban motor satupun. Yang jelas, satu hal yang mencolok dari kehadirannya adalah adanya sebuah jam dinding. Tentu saja, untuk saya yang sering berangkat kerja dengan dibayangi ketakutan terlambat, kehadiran jam dinding itu sangat membantu untuk memutuskan, apakah saya harus lebih kencang memacu motor atau cukup santai-santai saja, untuk kemudian mampir membeli gorengan dulu, membeli kopi sachetan dulu, atau sekadar tidak perlu berusaha menyalip dengan tajam mobil bapak komisaris direktur yang sering kali juga hampir terlambat seperti saya.
y-control's picture

Jumpa Darat Pertama

Sejak pertama kali mendengar cerita tentang pertemuan antara staf Sabda dan blogger Sabda Space yang waktu itu terjadi di Jakarta, sejak itu juga saya penasaran. Walau agak telat kenal internet (tahun 1999), tapi saya ini termasuk orang yang suka mencoba dan mengikuti tren di internet. Sejak awal, salah satu menariknya internet bagi saya adalah kemungkinan berkenalan dengan orang di seluruh dunia. Tapi, untuk bertemu langsung dengan orang yang saya kenal hanya lewat internet, 9 tahun ini saya belum pernah. Sejak pertemuan antara orang Sabda yang kalau tidak salah diwakili Bu Yulia, Marc, Jessica, Daniel dengan blogger Sabda Space yang kalau tidak salah diwakili Hai Hai dan Dennis itu, seingat saya sempat terjadi 4 pertemuan alias jumpa darat lagi, 2 di Solo, 2 di Jakarta. Empat yang terakhir ini sempat diabadikan dalam beberapa gambar. Mestinya gambar saja sudah cukup menjelaskan kalau para blogger SS itu manusia sungguhan. Tapi tidak. Sudah 5 pertemuan, saya masih dan makin penasaran serta makin kepingin.

y-control's picture

Sekarang Ia Mumu

Aku melihatnya pertama kali di ruang kuliah. Hanya melihat posturnya dari belakang. Rambut kumal, sebagian beruban, dengan tubuh gemuk pendek. Mata kuliah yang berlangsung saat itu adalah Pendidikan Agama Kristen. Beberapa orang di ruang itu tertawa kecil dan segera menengok kanan kiri saat dosen mengabsen dan memanggil, “Muhammad Muhaimin Syamsudin.” Aku juga ikut penasaran, hanya saja ia mengacungkan tangan dengan sangat cepat. Aku pun tidak berhasil menemukan pemilik nama itu. Nama itu memang sempat kudengar dibacakan saat pertemuan pertama dengan dosen wali. Tapi ia tidak datang waktu itu. Baru ketika siang seusai kelas perkenalan Pelajaran Agama itu, aku mendengar seorang teman membicarakan tentang dia. “Yang ubanan kayak orang tua itu lho, tapi memang sudah tua juga sih dia…”

y-control's picture

Sambat*

Sampai kapan kau akan menungguku?
Sampai beruban? Dan waktu terus berlalu
Hey, tidakkah kau bosan menyanyikan keluhan?
Mengharap belas kasih atas mental pengangguran

Pasti ada jalan untuk mencari uang
Pasti ada cara untuk bersenang-senang
Badai pasti datang, kita tak akan menang
Mengapa harus bimbang?

y-control's picture

Macam-macam Cara Berdebat

Dapat dari sini yang diilhami oleh tulisan ini, lalu saya coba nerjemahin dengan sekenanya. Jadilah semacam ini..

y-control's picture

Ati-ati ITE

RUU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) tengah digodok dan kabarnya tinggal menunggu pengesahan saja. RUU yang merupakan produk hukum dari Departemen Komunikasi dan Informasi yang dipimpin oleh Muhammad Nuh ini sendiri masih penuh kontroversi. Kontroversi terutama berangkat dari isi pasal-pasal di RUU tersebut. RUU ITE ini paling banyak dibicarakan di media dalam kaitannya dengan penyensoran terhadap muatan pornografi di internet.

Tagged:
y-control's picture

Para Juruselamat Kecil

Para juruselamat kecil berjalan merangkak, hingga sampai di satu titik tangan mereka mulai menggapai dan merambati dinding untuk berdiri di salah satu sudut jalanan paling ramai di kota. Mereka memang tidak selalu berjalan sendiri-sendiri, namun mereka jelas tidak ingin berada di satu titik yang sama dengan juruselamat kecil lainnya. "Aku adalah juruselamat", pikir mereka. Tidak mungkin ada dua juruselamat dalam satu tempat. Seorang juruselamat selalu bekerja sendiri. Jika ada dua juruselamat dalam satu tempat, pasti salah satunya adalah juruselamat sesat. Meski mereka tahu bahwa mereka hanya juruselamat kecil namun jangan kaget dengan tingkah mereka yang bahkan jauh lebih penuh gaya dibandingkan Juruselamat Besar.

y-control's picture

Guru-guru TK (cuma satu posting aja kok)

huhuhu.. stop menjadi blogger yg kayak korban penggusuran

Di TKku, TK Widya Wacana di wilayah kalurahan Warung Miri, seingatku ada tiga guru. Paling tidak tiga itulah yang kuingat betul. Yang pertama adalah Bu Tik, entah siapa nama lengkapnya. Dia ini boleh dibilang adalah guru TK yang paling dekat denganku. Kalau sekarang aku lihat fotonya yang diambil ketika ada acara pertunjukan sulap di TK kami, Bu Tik itu meski masih muda, tapi orangnya hitam, tidak cantik, kasarnya berwajah ndeso, mbak-mbak banget. Itu sih sekarang, tapi kalau dulu, yang aku tahu Bu Tik ini sabar, baik, dan penuh perhatian padaku. Ketika di TK, aku pernah be ol di celana, rasanya dialah yang menanganiku, meski sejurus kemudian mamaku juga datang antara lain dengan membawa celana bersih. Kalau aku belum dijemput, sementara anak-anak lain sudah pulang, seingatku Bu Tik ini akan selalu mengawasiku dari dalam ruang kantornya. Aku juga ingat bahwa Bu Tik ini juga yang membangkitkan semangatku agar tidak lekas putus asa dalam belajar membaca. Ia selalu duduk di dekatku dan membimbing secara khusus terutama ketika guru di depan mengajak seluruh kelas membaca keras bersama-sama.

y-control's picture

Guru-guru SD (bag 5 - dan lain-lain)

(hahaha... 'mang enak?)
Selain guru-guru, aku juga ingat beberapa nama pegawai di sekolah yang bukan guru atau kepala sekolah. Ada pak Kadim, pesuruh sekolah alias pak bon. Dia adalah pak bon untuk kelas A, begitu menurutku. Sementara untuk kelas B, ada bapaknya Heni temanku dan Elia temannya kakakku, namanya lupa. Bapaknya Heni ini meninggal dunia akibat kecelakaan sehabis ia menonton wayang kulit. Ia yang menaiki sepeda angin ditabrak oleh motor (atau mobil?) sampai meninggal dunia. Jika pak Kadim orangnya pendek, matanya ngantuk, dan kulitnya agak terang, bapaknya Heni ini bertubuh kurus tinggi dan berkulit gelap, seperti kedua putrinya.

y-control's picture

Guru-guru SD (bag 4 - kepsek dll)

Semua guru yang pernah menjadi wali kelasku sudah kubahas, jadi setelah ini adalah guru-guru di SD yang bukan wali kelas tapi cukup berkesan untukku. Nama pertama aku pilih pak Tomo saja. Guru olahraga ini masih muda. Badannya tinggi dan tegap dengan rambut yang tipis dan model agak kuno, ia juga selalu terkesan berpeluh, mungkin karena pakaian yang ia kenakan juga selalu tampak terlalu ketat di badan. Aku rasa ia tak begitu pintar dalam mengajar di kelas, tapi kalau di lapangan, para murid banyak yang mengaguminya. Ia agak keras dalam mengajar, tapi jarang menghukum, hanya sebatas menghardik dan memelototi. Ternyata, kakak pertamaku bilang kalau istri pak Tomo adalah mantan kekasih pacarnya kakak pertamaku (yang sekarang menjadi kakak iparku).

y-control's picture

Guru-guru SD (bag 3 - Bu Chris)

emploken.. hahaha..

Berikutnya, guru di SD yang harus kusebut adalah bu Chris, aku lupa nama lengkapnya. Bu Chris adalah mamanya Hong Hong, teman sekelasnya Leo. Wajahnya sangat putih, sebagian karena pemakaian bedak yang amat tebal, bibirnya yang tipis selalu berlipstik merah, matanya sipit tapi bulu matanya panjang-panjang, suaranya agak serak dan suka berteriak, rambutnya kering seperti wig dan terlihat mulai beruban. Sebenarnya, bu Chris cukup humoris, tapi ia tidak bisa dibilang sabar juga, meski kalau denganku ia relatif cukup baik. Satu hal yang cukup khas adalah cara tertawanya, tawanya terkesan seperti mengejek, tidak feminim, bunyinya seperti orang bengek.

y-control's picture

Guru-guru SD (bag 2 - Bu Tjien Hwa)

Guru selanjutnya, yang adalah wali kelasku di kelas 3 dan 6 adalah salah satu guru SD yang paling kuingat. Nama lengkapnya Kwa Tjien Hwa, dipanggil bu Tjien Hwa (bacanya Cin Hua). Badannya besar, kulitnya hitam, wajahnya kasar dengan beberapa bekas jerawat, flek, dan tahi lalat, rambutnya keriting dipotong pendek model laki-laki, berkacamata putih, serta wajah jarang tersenyum (seingatku). Gambaran yang terekam tentang bu Tjien Hwa memang demikian, detail tapi juga terkesan buruk. Memang, bu Tjien Hwa adalah guru yang menurutku galak, termasuk pada aku yang pendiam ini. Tapi, bu Tjien Hwa memang mengidap hipertensi, pernah satu kali ia tiba-tiba minta izin pulang karena pusing akibat tekanan darahnya naik. Bu Tjien Hwa sering kuanggap sebagai musuh, apalagi karena dia tampaknya lebih concern pada mata pelajaran Matematika yang aku benci.

y-control's picture

Guru-guru SD (bag 1 - Bu Yanti RIP)

(in case ada yg kenal, in case ada yg muak dng itikad orang posting blog di sini, enjoy)
Masa SD yang enam tahun lamanya itu mungkin hanya bisa ditandingi waktu kuliah. Tapi mungkin tidak juga, mungkin SD lebih diingat karena katanya ingatan itu seperti bak pasir, pasir yang pertama masuk akan menghuni bagian dasar bak, menjadi pernopangnya, sementara pasir yang berikutnya hingga butir-butir yang terakhir akan menjadi bagian yang diinjak.

y-control's picture

Cinta (tapi baru sebagian)

(meniru Saut Situmorang)

Cinta adalah seorang buruh tua yang tewas tertabrak dan tergilas roda truk karena terburu-buru menyeberang dari sebuah restoran setelah ia membeli makanan kesukaan putrinya yang sedang bersedih karena dikhianati pacarnya.

Cinta itu senyum puas dan tepukan ringan dari Iblis di punggung George .W. Bush

y-control's picture

Macet

Asap putih cerah dan kadang agak kelabu itu memerihkan mata. Tetap perih, apakah itu malam hari yang dingin bahkan hujan, terlebih lagi jika itu siang panas. Saya lekas menutup kaca helm yang hanya sampai di bagian bibir bawah. Paling tidak mata terhindar dari perih. Asap kendaraan itu yang paling dibenci pacar saya. Ia selalu marah-marah jika saya berjalan pelan, apalagi berhenti saat menunggu lampu merah, di belakang mobil atau motor yang knalpotnya deras mengeluarkan gas beracun itu. Siang itu (apesnya) matahari sedang panas-panasnya bersinar. Orang-orang saat ini (kadang juga termasuk saya) segera mengeluhkan bahwa hal seperti itu adalah dampak pemanasan global. Istilah yang makin lama saya khawatir menjadi jargon belaka, di mana kesadaran sudah ada tapi tidak diikuti tindakan apa-apa. Lagipula, sama dengan soal-soal lain seperti kemiskinan atau kesenjangan sosial, hal itu (terutama di Indonesia, mungkin) hanya didengung-dengungkan supaya warga masyarakat berusaha agar masalah itu teratasi, tapi hal yang sama tidak ditampakkan oleh usaha negara sendiri. Jadi, masyarakat disuruh menjaga lingkungan, oke.. (meski tidak mudah mengubah kebiasaan) tapi negara toh tidak menghukum perusakan lingkungan oleh pabrik-pabrik. Itupun masih banyak yang belum (atau akhirnya malah tidak) percaya. Memang makin menakutkan saja.

Tampilan Terbaik di 1024 x 768