Submitted by ferrywar on

Kalau kita berbicara dalam bahasa yang paling sederhana, sumber nilai kita sebenarnya adalah Hati Nurani dan Akal Sehat, bukan alkitab, bukan khotbah, bukan tulisan-tulisan juga.

Kalau kita memakai alkitab dan berkeras mengatakan alkitablah sumber nilai itu, tetap saja pada hakekatnya kita memakai  Hati Nurani dan Akal Sehat juga untuk MENAFSIRKAN dan MENGINTERPRETASIKAN alkitab itu.

Darimana asalnya kekerasan hati kita untuk mengatakan sumber nilai itu adalah alkitab? Ternyata yang dipakai sebagai dasar dari sikap itu adalah apa yang tertulis didalam alkitab itu sendiri, bahwa alkitab adalah "sabda tuhan".

Adalah suatu kekeliruan logis kalau kita mempertanyakan alasan meyakini alkitab adalah karena di alkitab tertulis kita harus meyakininya.

Yang secara logika masih lebih bisa diterima adalah:
Kita menerima alkitab karena SETELAH ditafsirkan dan diinterpretasikan, alkitab memenuhi kriteria "Hati Nurani dan Akal Sehat". Bukan sebaliknya.

Jadi kalau suatu saat hasil interpretasi dan penafsiran kita alkitab tidak memenuhi kriteria tersebut, alkitab tidak bisa diterima.