"Mengapa hanya Doa BAPA kami yg terus diajarkan?? emangnya ga ada Doa IBU kami ?" celotehan lugu anak 5 thn yg bertanya tanpa prasangka,membuatku tersenyum kecil sambil mengelusnya kukatakan : kau boleh menggantinya dng DOA IBU KAMI jika kau suka..
Dia bisa menjadi apapun..bahkan menjadi hal2 yg orang dewasa tak berani menyimpulkan demikian,batinku..
sejenak kurenungkan, Tuhan juga Perempuan,siapa yg berani protes??
meskipun pernyataan ini bs menggoyahkan hati para suster dan pendeta
yg membayangkan Tuhan sebagai pribadi Yesus yg terbatas saat di dunia.
bahkan kulihat para pastor n suster di asrama dingin itu,mereka tak takut akan Tuhan yg mereka takutkan adl NERAKA..
simbol salib yg tergantung di leher,siapa yg mereka kenang? padahal salib sungguh sia2 jika kubur itu tak kosong.
sakral kah simbol penyiksaan itu?entahlah
Tapi bagiku Tuhanku tergambar dlm setiap wajah,terangkum dlm setiap kata,Dia ada dlm setiap nafasku..Dan yg akan Menutup usiaku...
Tuhan juga Perempuan kok..