iman yang seimbang atau kurang pede?

dennis santoso a.k.a nis's picture

menarik sekali renungan saya hari ini, dikutip dari kitab daniel, sebagai berikut:

3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

dulu, ketika saya pertama kali baca ayat2 diatas, saya masih muda (nan imut nan lucu, ceileee). waktu itu saya cuma mikir bahwa mereka itu absolutely cool, keren abis, mantap, dan lain sebagainya. "mampus deh si nebukadnezar, ga tau mau ditaruh dimana tuh muka bolotnya", gitu pikir saya waktu itu.

sekarang pemahaman saya sedikit berbeda. saya mencoba memposisikan diri di posisi ketiga orang diatas. waktu itu, mereka tidak tau apa yang akan terjadi. mereka jelas percaya pada allah, tapi mereka pun sadar bahwa mereka tidak tau pasti apa rencana allah dalam peristiwa ini.

kenapa saya menganalisa begitu? karena kalimat yang mereka ucapkan, dimana secara dalam pemahaman saya berbunyi begini: "kami percaya pada allah dan dia sanggup menyelamatkan kami. tapi andai dia tidak mau menyelamatkan kami pun, kami akan tetap percaya pada dia".

jika asumsi pemahaman saya ini benar, maka saya sungguh kagum dan bertanya2, apa yang allah rasakan ketika dia melihat sikap ketiga orang ini.

di akhir cerita, kita sama2 tau bahwa allah menunjukan kuasanya pada nebukadnezar. tapi, kita tidak pernah tau kenapa allah melakukan itu.

apakah tindakan ini karena allah sekedar ingin "show force" pada nebukadnezar? atau allah melakukan ini karena dia terenyuh pada "kepercayaan membabi-buta" dari ketiga orang itu?

pertanyaan kedua adalah kenapa tiga orang ini bisa berkata2 seperti itu? apakah ini jenis iman yang benar? atau hanya kurang pede saja karena berpikir bahwa allah mungkin punya urusan yang lebih penting daripada sekedar menyelamatkan mereka?

pertanyaan2 ini belum bisa saya jawab. makanya saya nulis blog ini dengan harapan ada yang dapat memberikan inspirasi buat saya. mohon bantuannya yah saudara2 :)

Tagged:

Jawaban win-win solution

Saya pikir Daniel sebagai manusia juga takut dengan apa yang akan dia hadapi. Lari dari tantangan, berarti mempermalukan Tuhan-nya sendiri. Nekat saja, terus tiba-tiba Tuhan benar2 mengijinkan dia mati dilalap api, berarti mempermalukan Tuhan juga. Dengan dia menjawab seperti itu, Nama Tuhan tidak dipermalukan, nama baik Daniel juga tidak dipermasalahkan, orang-orang lain pada waktu itupun tidak akan berkomentar negatif soal dia. WIN-WIN SOLUTION, gitu deh..

hai hai's picture

Mujizat

Saduran bebas dari puisi Kahlil Gibran,

Di negeri kami, mujizat adalah ketika manusia melakukan kehendak Tuhan Di negeri anda, mujizat adalah ketika Tuhan melakukan kehendak manusia

 

karena di surga, yang terbesar adalah anak anak

dennis santoso a.k.a nis's picture

is there another good person that can help me?

win-win solution and saduran bebas dari kahlil gibran ...

hmm oke ... ditampung dulu ... ada yang lain?

waskami's picture

Kalau

Kalau pertanyaan pertama saya gak berani utak-utik karena itu adalah hak prerogatif Tuhan, dan bukan urusan saya hehe.

Untuk pertanyaan kedua
Saya berpikir itulah iman yang sebenarnya, tidak mengharapkan balas jasa. Sering orang berkata kalau saya 'diberkati', kalau saya dilindungi maka saya akan melayani Allah. Lho kenapa harus nunggu diberkati atau dilindungi dahulu baru melayani. Langsung melayani aja kan bisa. Dan Sadrah, Mesah, Abednego seolah-olah hendak mengatakan sekalipun Allah tidak melindungi, kami tetap melayani Allah

dennis santoso a.k.a nis's picture

makasih ... ada ide lain?

sebenernya daripada pertanyaan kedua, saya lebih "menanti" kemungkinan jawaban pertanyaan pertama.

kenapa begitu? alasan nya adalah bahwa saya ingin lebih kenal lagi dengan sosok yang saya berusaha ikutin selama ini. seperti apakah dia? saya percaya bahwa pengertian yang "sedikit lebih baik" tentang dia, akan lebih membantu saya dalam usaha saya "mengikuti" dia.

"lho bukankah semuanya itu anugerah?", mungkin ada yang bertanya begitu. benar, keselamatan adalah anugerah. kalo saya bilang "berusaha mengikuti" itu semata adalah karena saya sayang sama dia. ini adalah soal cinta.

kembali ke "pergumulan" saya di postingan blog ini, menurut saya, pertanyaan kedua justru tidak terlalu penting. karena jawaban dari pertanyaan kedua ini, menurut hemat saya, akan sangat bergantung dari jawaban dari pertanyaan pertama.

anyway, thank's yah mas waskami. avatar nya ganti jadi lebih otreh nih sekarang, hehehehe ...

===

ps. btw, ini saya beneran nanya yah ... bukan teka-teki karena saya bener2 no idea tentang jawaban nya itu ;)

garamdunia's picture

Allah yang Bekerja

Jawaban pendek untuk pertanyaan pertama:

Menurut saya (baca: subjektif), Allah menggunakan kerajaan Nebukadnezzar (Babylon) untuk menunjukkan pada manusia bahwa Dialah Allah pencipta alam semesta, Tuhan satu-satunya yang layak disembah di seluruh muka bumi.

Konteks ini bisa dilihat dari Daniel 3:28-29, bahwa pada akhirnya Nebukadnezzar bertekuk lutut di hadapan Tuhannya Daniel, Sadrak, Mesakh dan Abednego. (Tentunya walaupun Allah tidak menyelematkan mereka, Allah tetap bisa menggunakan banyak cara lain)

Juga, dari sejarah Israel, Allah berulang kali menggunakan pemerintahan yang menentangNya untuk membuktikan bahwa dia satu-satunya Tuhan di muka bumi ini, dimulai dari Pharaoh (Keluaran 7:3-5), Filistin (1 Samuel 5:2-4), Nebukadnezzar, dan banyak lainnya

Jawaban tersingkat untuk pertanyaan kedua:

Seperti yang sudah diuraikan di atas, Daniel, Sadrakh, Mesakh dan Abednago tahu, mereka tidak punya pilihan lain. Mereka mengetahui Allah mereka hanya satu-satunya yang layak disembah dan tidak memiliki pilihan lain untuk tidak patuh.

Akibatnya, kita seharusnya bersikap seperti mereka, kita mengikut Tuhan bukan sekadar agar diselamatkan, melainkan, kita diselamatkan karena kita tahu dia Tuhan satu-satunya yang layak disembah, kita tidak punya pilihan lain, tetapi hanya bisa setia kepada Tuhan kita, satu-satunya yang layak disembah (Wahyu 4:11)!!!

garamdunia's picture

Allah yang Bekerja (2)

Ada yang ketinggalan Innocent:

Kesimpulan, ya, Allah kita adalah Allah yang show-off sejak dari penciptaan. Melalui alam semesta, laut dibelah, bumi diberhentikan, mengontrol cuaca, memberi makan 5000 orang, dan terlalu banyak lainnya.

Pada akhirnya, show-off yang terakhir dan terbesar adalah kematianNya di kayu salib, dan bangkit kembali pada hari yang ketiga. Ini merupakan kebodohan bagi orang dunia, tapi bagi kita, orang percaya, adalah kekuatan dari Allah, show-off-nya yang terbesar (1 Korintus 1:18)!!!!!

hai hai's picture

I am Not God

Dennis, pertanyaan lu gampang-gampang susah, kelihatannya gampang, tetapi susahnya setengah mati. Ha ha ha, tadinya mau main indah, biar orang-orang lain menjawab dulu, kita tinggal menyimpulkannya. Namun, nampaknya pembaca yang lain juga menunggu hal yang sama.

Menurut gua, pemahaman lu atas kisah tersebut sangat mendalam.

sekarang pemahaman saya sedikit berbeda. saya mencoba memposisikan diri di posisi ketiga orang diatas. waktu itu, mereka tidak tau apa yang akan terjadi. mereka jelas percaya pada allah, tapi mereka pun sadar bahwa mereka tidak tau pasti apa rencana allah dalam peristiwa ini 

Allah sanggup, bila Dia tidak melakukan, itu bukan berarti Dia tidak sanggup. Itulah yang dimaksud dengan pasrah. Kata orang sunda, Kumaha Allah wae atuh! Bagaimana Tuhan sajalah. Orang-orang yang memahami kisah Daniel dengan cara demikian, biasanya juga beriman kepada Allah dengan cara yang sama.

apakah tindakan ini karena allah sekedar ingin "show force" pada nebukadnezar? atau allah melakukan ini karena dia terenyuh pada "kepercayaan membabi-buta" dari ketiga orang itu?

Itu pertanyaan kepada Allah, tadinya gua pikir lu lagi nanya langsung pada Allah dan Beliau akan jawab langsung ke ke kamu, mungkin dalam bentuk penglihatan, nubuatan atau mendengar langsung suara Allah. Nah, kalau kita menjawab pertanyaan tersebut, itu adalah andai kata, adalah jawaban manusia yang mencoba untuk memahami Allahnya. Apakah jawaban demikian cukup berkenan buat elu?

Sebelum itu, baiklah gua ingatkan, bahwa sesunggunya kepercayaan ketiga laocianpwee (para tetua) tersebut tidak membabi buta. Ketiganya tidak percaya kepada Allah secara nekad. Untuk memahami iman ketiga beliau itu, kita tidak bisa hanya mengandalkannya pada Daniel 3:16-18, kita harus kembali pada ayat-ayat sebelumnya, sejak ayat pertama. Minimal perhatikan Daniel 1:8, Daniel 2:27-28. Di samping itu, orang nekad dan membabi buta tentu akan menggunakan kata-kata yang berbeda untuk mengungkapkan imannya. Tetapi cara ketiganya mengungkapkan imannya, sangat cool dan tidak menantang.

Menurut gua, ketiganya beriman kepada kepada Allah, bahkan ketiganya KASMARAN pada Allah. Mujizat bukanlah alasan bagi mereka untuk memilih tetap menyembah Allah. Jadi, sekali dennis, menurut gua, mereka tidak beriman secara membabi buta.

 

karena di surga, yang terbesar adalah anak-anak 

 

    

 

 

dennis santoso a.k.a nis's picture

Re: I am Not God

"Nah, kalau kita menjawab pertanyaan tersebut, itu adalah andai kata, adalah jawaban manusia yang mencoba untuk memahami Allahnya. Apakah jawaban demikian cukup berkenan buat elu?"

betul, jawaban2 yang mungkin timbul adalah "jawaban manusia yang mencoba untuk memahami allahnya". karena hanya jawaban manusia maka jawaban2 yang mungkin timbul itu tidak bisa dikatakan sebagai "kebenaran".

walau begitu, saya akan sangat berbahagia sekali untuk mendengarkan anda2 berbicara tentang kemungkinan2 yang belum tentu benar itu.

kalo boleh jujur sebenarnya saya punya suatu harapan di balik penulisan postingan ini.

saya rindu kita masing2 bercerita tentang siapa allah menurut kita masing2. bila kita saling tau pandangan kita masing2 akan "siapa allah" itu, menurut hemat saya, kita akan lebih saling kenal. dan ketika kita lebih saling kenal, kita akan lebih memahami allah.

mungkin ada yang bertanya, "lho apa hubungan nya antara saling kenal di antara kita dengan lebih mengenal allah?".

jawaban nya simpel, karena kita adalah "pecinta2 allah". dan ketika para pecinta allah saling mengerti satu sama lain, asumsi saya, kondisinya akan sama dengan para pecinta bola di irak yang sampai mengadakan gencatan senjata demi nonton kesebelasan irak bertanding di piala asia 2007 ini.

gitu kira2 pemikiran gue hai. nah sekarang gue mau balik ke "mode nampung pendapat" lagi yah ;)

 

 

erick's picture

Allah yang cemburu

Dear Dennis, Saya coba bantu jawab pertanyaan anda, semoga terjawab.

apakah tindakan ini karena allah sekedar ingin "show force" pada nebukadnezar? atau allah melakukan ini karena dia terenyuh pada "kepercayaan membabi-buta" dari ketiga orang itu?

Allah bukan hanya sekededar show force, tetapi ia memang tidak dapat mentorerir semua yang dilakukan Nebukadnezar. Hal inilah yang diketahui oleh ketiga pemuda pilihan yang mengenal siapa Allah yang Mereka sembah.

Allah tidak melakukan hal tersebut karena Ia terenyuh pada "kepercayaan membabi-buta", dari ketiga orang itu! Allah melakukan itu karena ia Cemburu. Ia tahu Nebukadnezar menenjadikan benda-benda mahal sebagai sesuatu yang disembah.

Ini memang mengenai Ia yang anda ikuti. Sosok Allah yang cemburu bila umatnya menyembah berhala. Selamat mencintai Allah. Kenalilah sifat-sifat Allah lainnya, dan selamat mencinta.

dennis santoso a.k.a nis's picture

masih adakah orang lain lagi yang bisa menolong saya?

"Allah melakukan itu karena ia Cemburu"

pendapat yang menarik dan memang konsisten karena di banyak tempat allah memang "memamerkan" kecemburuan nya ini.

ditampung ... masih ada yang lain? :)

hai hai's picture

IMAN TRADISIONAL

Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Daniel 3:16-18

apakah tindakan ini karena allah sekedar ingin "show force" pada nebukadnezar? atau allah melakukan ini karena dia terenyuh pada "kepercayaan membabi-buta" dari ketiga orang itu?

pertanyaan kedua adalah kenapa tiga orang ini bisa berkata2 seperti itu? apakah ini jenis iman yang benar? atau hanya kurang pede saja karena berpikir bahwa allah mungkin punya urusan yang lebih penting daripada sekedar menyelamatkan mereka?

Ok dennis, saya akan menjawab sekali lagi kedua pertanyaan anda (anda nich yee?) setelah memikirkannya selama tiga hari. Mohon maaf, karena sebelumnya saya tidak terlalu serius memikirkan pertanyaan anda. Ternyata pertanyaan anda jauh lebih serius dari yang saya pahami sebelumnya, dan makna di dalam kisah tersebut jauh lebih dalam dari yang telah saya pahami selama ini. Terima kasih dennis, berkat anda, saya lebih maju selangkah. Nah, pertama-tama saya akan menjawab pertanyaan kedua dulu.

Iman bahwa Allah MAMPU melakukan sesuatu, iman bahwa Allah MAU melakukan sesuatu dan iman bahwa Allah PASTI melakukan sesuatu adalah 3 bentuk iman yang berbeda, walaupun kebanyakan orang Kristen yang saya temui, mencampur adukkan ketiga bentuk iman tersebut menjadi satu.

Dalam kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego, ketiganya jelas beriman, bahwa Allah mampu membebaskan ketiganya baik dari perapian maupun dari tangan Nebukadnezar, namun ketiganya jelas tidak beriman, bahwa Allah mau melakukannya, apalagi beriman bahwa Allah pasti melakukannya. Iman yang ditunjukan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego nampaknya bukan iman orang Kristen modern. Bila seorang Kristen modern menghadapi peristiwa tersebut, apa yang akan terjadi? Bila orang Kristen modern diminta untuk berdoa bagi orang yang menghadapi kasus tersebut, apa yang akan diucapkannya? Bila anda menghadapi kasus demikian, apa yang akan anda lakukan? Bila anda diminta untuk turut berdoa bagi orang yang menghadapi kasus demikian, apa yang akan anda ucapkan dalam doa anda?

Sebenarnya saya sangat tergelitik untuk menghentikan tulisan saya di sini lalu mengajak anda semua untuk  menuliskan sebuah doa bagi Sadrakh, Mesakh dan Abednego seolah-olah kisah tersebut terjadi saat ini, di negeri ini lalu menuliskan sebuah doa lainnya seolah-olah andalah yang mengalami hal itu. Menurut saya, cara tersebut adalah cara seru untuk merenungkan kisah tersebut. Namun, saya kuatir, hal itu justru akan menimbulkan salah faham. Beberapa orang teman, mungkin akan menyangka hai hai sedang menyombongkan dirinya dan menghakimi yang lainnya.  

Apabila orang Kristen modern menghadapi situasi seperti yang dihadapi oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego, mungkin mereka akan berdoa dan menghadapinya dengan iman Allah PASTI akan membebaskannya, Allah pasti menunjukkan mujizatnya. Saya teringat, kisah tentang beberapa saudara Kristen yang dieksekusi pengadilan beberapa saat yang lalu. Saya menyinggung kisah itu, tanpa mengurangi rasa hormat kepada keluarga dan bukan hendak membangkitkan kenangan akan para almarhum. Pada saat itu, banyak sekali doa diucapkan, banyak sekali nubuatan disampaikan dan iman diproklamasikan.

Kita kembali lagi pada kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Walaupun tidak memiliki iman, bahwa Tuhan mau apalagi pasti membebaskan, namun mengapa mereka dapat menghadapi hukuman tersebut dengan begitu tenang? Menghadapi hukuman mati dibakar hidup-hidup? (Bung Indonesia-saram pasti geleng-geleng kepala ketika membaca kalimat terakhir itu. Maksud saya, bung, dibakar dari hidup sampai mati). Silahkan baca kembali ucapan mereka kepada raja Nebukadnezar, mustahil orang yang ketakutan mengucapkan kalimat demikian. Ketenangan tersebutlah, nampaknya yang memancing raja Nebukadnezar murka luar biasa. Di mana Daniel ketika hal itu terjadi? Kenapa Daniel tidak tampil untuk membujuk raja Nebukadnezar? Apakah Daniel ketakutan, sehingga tidak berani melibatkan diri?

Apa yang menyebabkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego rela menghadapi hukuman sadis tersebut? Apa yang menyebabkan Sadrakh, Mesakh dan Abednego mampu menghadapi hukuman sadis tersebut dengan tenang, sementara mereka tidak beriman bahwa Tuhan mau apalagi pasti membebaskan mereka? IMAN, satu-satunya jawaban adalah iman!

Sadrakh, Mesakh dan Abednego beriman, bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan. Ketika Allah menyatakan bahwa manusia harus menyembahNya sebagai satu-satunya Tuhan, maka Sadrakh, Mesakh dan Abednego meng-AMINI-nya. Karena beriman, bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan satu-satunya Tuhan yang harus disembah, maka Sadrakh, Mesakh dan Abednego membulatkan tekad untuk hanya menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan.

Iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego bukan iman modern, saya menyebutnya iman tradisional, iman sederhana, ketiganya menjalani hidup PASRAH. Ketika Tuhan menempatkan ketiganya untuk mengabdi kepada raja kafir, mereka pasrah dan menjalaninya sepenuh hati, melayani junjungannya seolah melayani Allah. Ketika Tuhan menghadapkan mereka dengan hukuman mati mereka pasrah, maka mereka menjalaninya dengan tenang. Cuman di bakar sampe mati aja kok repot? Karena beriman, bahwa Allah adalah satu-satunya Tuan (Tuhan)  alam semesta, maka mereka merasa tidak perlu membuktikannya, karena mereka tidak meragukannya.

Yesus adalah Anak Allah, Penguasa alam semesta. Bila anda membaca tulisan 7 Langkah Iblis Menggoda Yesus, maka anda akan melihat iman yang sama. Yesus tidak perlu bukti. Ketika harus menghadapi penyiksaan, dizolimi di pengadilan, bahkan disalibkan, Yesus tidak membantah. DoaNya di taman Getsemani menunjukan kepasrahanNya.

Saudara dennis, menurut saya Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak mempercayai Tuhan secara membabibuta. Mereka memiliki Iman yang benar dan mengimani hal yang benar, menggantungkan imannya pada Allah yang benar, yang terpenting, mereka menjalani imannya secara murni dan konsekuen. Itu yang paling benar!

Sekarang kita masuk pada pertanyaan kedua. Dennis, anda benar-benar jail (setiap kali bilang anda jail, saya jadi ingat, bahwa Tuhan Yesus juga jail, bahkan ketika digebukin tentara Roma, Dia tetap jail. Ini terjemahan bahasa gaulnya. "Kenapa lu gebukin gue? Klo gua salah, tunjukin di mana salahnye, klo gua nggak salah, kenapa lu gebukin gue?" Nah, bayangin perasaan si tentara waktu denger itu. Ha ha ha...Pertanyaan lu di bawa ini benar-benar jail den:

apakah tindakan ini karena allah sekedar ingin "show force" pada nebukadnezar? atau allah melakukan ini karena dia terenyuh pada "kepercayaan membabi-buta" dari ketiga orang itu?

Manusia mati adalah hal biasa bagi Tuhan, jadi mustahil Tuhan mengasihani manusia yang mati, karena Dia sendiri tidak mencegah kematian AnakNya sendiri. Iman Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak tercela, jadi tidak perlu melakukan mujizat untuk menguatkan iman mereka atau membuktikan kepada mereka tentang Allah yang mereka sembah sebagai satu-satunya Tuhan. Namun, ketika raja Nebukadnezar menjatuhkan hukuman, tugas Sadrakh, Mesakh dan Abednego di dunia ini belum selesai. Menurut saya, itulah salah satu alasan Allah menyelamatkan mereka. Di samping itu, Allah memiliki rencana khusus yang akan disampaikannya melalui kehidupan raja Nebukadnezar, hal itu telah dinyatakan sebelumnya melalui mimpi yang disebutkan dan ditafsirkan oleh Daniel. Mujizat yang dialami Sadrakh, Mesakh dan Abednego adalah salah satu penggenapan rencana tersebut. Menurut istilah dennis, Allah sedang "show force" kepada raja Nebukadnezar.

dennis santoso a.k.a nis's picture

Re: IMAN TRADISIONAL

intro:

=====

wah gue koq jadi merinding yah dipanggil "anda" ama om2 kayak hai-hai, hehehehe, aneh rasanya. so gue bakal pake gue-elo lagi aja yah Cool

 

main:

====

jawaban pertanyaan kedua itu khas elo emang hai.

and yup i agree bahwa keliatannya ketiga orang itu emang nggak "gemeteran" waktu mengucapkan jawaban itu ke si om nebukadnezar. walau gue ga berapa tau terjemahan nya, struktur kalimat yang mereka ucapkan menunjukan level kecerdasan yang hanya bisa keluar kalo orang yang mengucapkannya berada dalam keadaan tenang.

di point ini gue sangat kagum sama mereka dan sangat tertarik dengan gimana sih kehidupan mereka sampe bisa setenang itu. sayang, kebanyakan emang si daniel yang ditonjolkan di cerita2 ini (secara memang nama kitabnya juga "daniel" sih yah).

iman model ketiga orang ini juga gue temui pada buku2 tulisan philip yancey. dari buku2 itu, gue mulai tau bahwa sepanjang sejarah kekristenan sebenernya banyak orang2 model gini, cuma yah itu, "kurang komersil", sehingga ga terlalu terkenal.

kierkeegard, brother lauren, c.s. lewis, dostoevsky (yg terakhir ini gue selalu salah ejaan nya hehehe, susah sih namanya) adalah contoh para tokoh yang gue rasa iman2 nya semodel ama ketiga om di kitab daniel tersebut.

mempelajari kehidupan mereka dan otomatis mempelajari apa yang mereka percaya selalu menimbulkan pertanyaan dalam diri gue. pertanyaan nya adalah "allah yang bagaimana sih yang mereka lihat sampai mereka bisa bersikap seperti ini". unsur "kenapa" nya menurut gue lebih penting daripada unsur "how-to" nya.

dari sini timbullah pertanyaan pertama.

back to your answer about the first question, gue rasa kita semua ada di posisi yang sama dengan komentar om erick yah.

"show force" di terminologi preman ala gue, "punya rencana buat om nebukadnezar" pada pembahasan lo, dan "cemburu" pada pengertian om erick. (editted: ealah si rusdy gardu ketinggalan, maap yah hehehe)

kemungkinan2 jawaban ini seperti pernah gue bilang emang pure "opini" alias "belum tentu benar" karena allah nampaknya tidak terlalu tertarik untuk menjelaskannya di alkitab.

cuma ...

di kitab itu disebutkan bahwa ketiga mereka bertiga nyebur ke api, nampaklah sosok orang keempat disana yang sedang ngobrol dengan mereka bertiga. beberapa menyebut bahwa itu adalah malaikat, beberapa lagi menyebut bahwa itu adalah tuhan.

nah, dari situ, kira2 apa tuh yang diobrolin yah?

andai "orang" itu ngomong gini, "eh sorry yah men sekalian, gue terpaksa nempatin lo pade di situasi ga enak model gini soalnya gue mau nunjukin something ke si tolol nebukadnezar itu", kira2 gimana perasaan ketiga orang itu. bete karena dikerjain, bangga karena dipilih, ato ada yang lain?

kisah ini menarik karena ada banyak spekulasi di dalamnya.

pengalaman ketiga orang ini mirip dengan apa yang dialami om ayub, jadi "korban taruhan" dan jadi "alat pembuktian" sebenernya beda2 tipis kali yee, hehehe ... jangan terlalu serius mikirnya Wink

 

ending:

======

konsisten dengan semuanya, alkitab emang menarik kalo dibaca sebagai novel cinta. dalam cinta, everything diperbolehkan dan until certain degree, dimaklumi.

itulah yang membedakan alkitab dengan kitab2 suci lain nya. sayangnya, seringkali kita, umat tuhan sendiri, memperlakukan alkitab kayak kitab hukum dan terjebak ke pertanyaan2 bodoh kayak "ini boleh nggak yah? itu dosa nggak yah?" dll.

hai hai's picture

Alkitab Dianggap Buku Nujum

Paling mengerikan adalah ketika orang membaca Alkitab seolah buku nujum.

billyjoe's picture

Penguasa orde baru

bahasa gue :

gua cuma coba nerapin di dunia pedalaman,

alkisah pada zaman penguasa orde baru akan mengirim utusan ke pedalaman kalimantan karena wilayah disana terkandung tambang emas dan yang pasti yang dikirim yang jeniuslah kira2 begitulah, namanya sadrakto, mesakto dan abidneto, trus mereka tinggal dan bekerja pada kepala suku dayak yang hanya mengenal wilayah teritorialnya, dan kepala suku tidak mengenal siapa penguasa kepulauan tersebut.

singkat cerita sadrakto, mesakto, dan abidneto di tangkap karena tidak melakukan perintah kepala suku dan jikalau mereka lakukan yang diperintahkan kepala suku, mereka berkhianatan kepada penguasa (kalau di cap pengkhianat maka anak cucu nya juga disebut pengkhianat seperti G30SPKI, kira2 begitulah), tapi jika mereka tidak lakukan mereka akan direbus untuk dimakan.

karena si sadrakto, mesakto dan abidneto percaya pada penguasa no 1 di negara kepulauan tersebut akan melepaskan mereka hanya tinggal menunggu waktu saja, karena pasti ada mata-mata dari penguasa untuk memantau.

minimal kalau pun mereka mati keluarga mereka pasti terjamin , namanya juga penguasa hidup mati keturunannya ditangan penguasa.

kira kira begitu lah

seng ta ada lawan.

 

dennis santoso a.k.a nis's picture

indonesia tercinta

"minimal kalau pun mereka mati keluarga mereka pasti terjamin , namanya juga penguasa hidup mati keturunannya ditangan penguasa."

hmm ... bisa sih, asal jangan idup di indonesia aja. kalo penguasa indo mah ga yakin deh keluarga mereka bakal hidup terjamin, hehehe

anyway, i got the message bro ;)

Raissa Eka Fedora's picture

Dennis, kamu lucu!!

Dennis, aku gak mau komentar apa-apa tentang artikelmu, tapi waktu kulihat friendstermu, aku tertawa terbahak-bahak!! Maaf, tapi mukamu lucu banget sih!!!

Karena bagiku Ia adalah lebih dari sahabat dan kekasih.

Salam manis, Raissa

dennis santoso a.k.a nis's picture

makasih, makasih ...

makasih, makasih ... gue emang imut koq Wink

Raissa Eka Fedora's picture

GEer deh

Geernya muncul nih den, jadi bengkak lo pala' lu, hahahaha.

Karena bagiku Ia adalah lebih dari sahabat dan kekasih.

Salam manis, Raissa

Raissa Eka Fedora's picture

GEer deh

Geeeeeeerrrrr nih dennis

dennis santoso a.k.a nis's picture

link menarik soal iman

nemuin link ini waktu searching tentang seseorang di internet ... klik di sini :)

Tampilan Terbaik di 1024 x 768