YLSA SABDA.org Blog SABDA SABDA Katalog

Catatan

Purnawan Kristanto's picture

Status Facebook tahun 2009

Purnawan on Facebook

 

Desember
31: Buat saudara, teman dan handai taulan, dengan tidak mengurangi rasa hormat, mohon kiriman ucapan selamat Tahun Baru tidak dalam bentuk kartu, karangan bunga, atau kado, tetapi melalui transfer di ATM. Terimakasih
30: Innalillahi wainnailaihi roji'un.....
29: George Junus Aditjondro pernah dilitsus gara-gara lelucon Ha-Ha-Ha yang dilontarkan di Jogja. Dia dulu berkata, ada 3 orang kuat yang berkuasa yaitu soeHarto, HArmoko dan HArtono. Sekarang? Pemerintahan sekarang adalah "Rezim No! No!" -->SB YudoyoNO dan BoedioNO
28: 11:04 pm: "Fried chicken one tail = Rp. 15.000," [Maksudnya: "Ayam goreng satu ekor=Rp. 15.000.-]
iik j's picture

Tulisan Yang Tak Pernah Usai...

Kubuka layar 'dalam' Hape Nokiaku. Bukannya muncul tampilan yang biasanya, tetapi garis putih memenuhi layar dan tiba-tiba 'white blank'!

Spontan aku berteriak, "Waduh! rusak! mesti diapain nih,.. kalau nggak bisa diperbaiki, bagaimana dengan tulisan-tulisanku yang belum selesai!"

iik j's picture

Terpecah, Terbagi, Berbeda Dan Membingungkan

Gereja Baptis Indonesia, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Sidang Jemaat Allah, Gereja Allah di Indonesia, Gereja Tiberias Indonesia, Gereja Bethany Indonesia, Gereja Allah Baik, Gereja Misi Injil Indonesia, Gereja Pimpinan Rohul Kudus, Gereja Kasih Kristus Indonesia, dll... dll..

iik j's picture

Tidak Usah Ikut-ikutan Masuk SS!!

"Ha ha ha ha ha... ya gitu deh... jadi kamu ga usah ikut-ikutan masuk SS. Karena tidak semua yang ada di sana itu benar, baik, dan sehat untuk dikonsumsi..." jawabku sambil tertawa lebar

Aku mengatakan hal ini pada seorang teman yang bertemu denganku minggu kemarin di sebuah acara Leadership.

***

Seorang tiba-tiba menyapaku saat break time.

iik j's picture

Suatu Hari...

"Hihhhh! Menjijikkan sekali kata-katanya itu? Tidak bisakah dia mencari kata-kata rohani lain yang artinya tidak menjilat dan mencari hormat manusia seperti itu?" bisikku pada Susi partnerku sambil memperhatikan seorang 'hamba Tuhan' yang memberikan sambutan di suatu acara beberapa hari yang lalu
 
Purnawan Kristanto's picture

Cubitan Perdana

Hari ini untuk pertama kalinya saya berlaku keras kepada anak kami, Kirana (2 tahun 11 bulan). Saya mencubit pahanya sehingga membuatnya menangis sampai napasnya tersengal-sengal. Ada perasaan kasihan melihatnya menangis sejadi-jadinya. Rasanya tidak tega melihatnya. Tapi saya harus tatag, demi kebaikannya.

Purnawan Kristanto's picture

Tuna Sathak, Bathi Sanak

Apakah Anda bangga disebut "manusia modern"? Kalau ya, Anda perlu waspada karena di balik modernitas itu ada harga yang harus dibayar.

Semakin modern masyarakat, ternyata hubungan antar pribadi semakin pudar. Coba perhatikan pusat perbelanjaan modern. Konsumen disuruh memilih dan mengambil barang secara swalayan. Beda dengan pasar tradisional, penjual yang akan melayani.

Ketika membayar di pasar modern, konsumen disambut dengan senyum instan kasir. Kalau tidak kasir tidak tersenyum atau bilang "terima kasih", maka konsumen mendapat potongan harga. Jadi senyum itu diberikan karena sekadar bagian dari pekerjaan saja. Harga yang tercantum sudah pas.

Sedangkan di pasar tradisional, pembeli masih bisa menawar harga. Ada yang bilang bahwa pembeli yang menawar harga itu bersikap tidak manusiawi. Sesungguhnya tidak, karena antara penjual dan pembeli itu ada hubungan persahabatan. Karena sudah jadi langganan, maka mereka sudah seperti saudara sendiri. Penjual mau melepas barang dengan harga rendah, asal masih memetik untung. Pepatah Jawa berkata: "Tuna sathak, bathi sanak", artinya "Biarlah rugi sedikit, asal mendapat saudara."

Purnawan Kristanto's picture

Pak Karyono

Pemazmur berkata bahwa rata-rata masa hidup manusia adalah tujuh puluh tahun. Jika kuat maka dapat sampai delapan puluh tahun. Hari ini saya menyaksikan orang-orang yang mendapat ‘bonus’ umur dari Tuhan. Setiap bulan Desember, gereja kami mengadakan acara Christmas Carol.

Purnawan Kristanto's picture

Oleh-oleh dari Solo Batik Carnival

Malaysia boleh saja mengklaim bahwa batik adalah milik mereka, tapi Solo telah berhasil menampilkan sebuah karnaval batik bertaraf internasional. Dengan menggandeng penyelenggara Jember Fashion Carnival, hari Minggu (13/4) pemerintah kota Solo menyelenggarakan “Solo Batik Carnival”.