Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

blog kristen

Purnomo's picture

Pantaskah menerima uang dalam pelayanan?

Ketika saya menjadi anggota pengurus sebuah organisasi Sekolah Minggu yang besar, untuk menangani kekosongan guru SM yang bisa mendadak terjadi di pos-pos, saya membentuk tim darurat yang anggota-anggotanya secara mandiri siap bergerak cepat menangani keadaan itu. Suatu hari seorang teman menegur saya. “Seorang anak buahmu hutang uang kepadaku untuk menambal ban motornya yang bocor. Apa mereka tidak kamu bekali uang untuk beli bensin atau menambal ban motornya?” Tidak, jawab saya.
Purnomo's picture

MELAYANI sambil MENGUTIL

Masih subuh saya sudah berangkat ke sebuah kota kecil yang butuh waktu perjalanan hampir 3 jam. Komisi Pemuda sebuah gereja di kota itu mengundang saya untuk membahas sebuah topik. Di sana saya berbincang-bincang dengan sekitar 35 kawula muda. Biar badan capek sekali, tapi hati senang melihat mereka menikmati perbincangan itu dan bisa menyepakati beberapa kegiatan sebagai follow-upnya. Pas pk.12.00 acara bubar tanpa makan siang. Ketika berpamitan, di gerbang gereja seorang dari mereka menyodorkan sepucuk amplop. Di sudut kiri atas tertulis, “Perihal: ucapan terima kasih”. Jemari saya yang peka akan ketebalan kertas karena pekerjaan sehari-hari saya adalah salesman, langsung merasakan amplop tertutup itu berisi lebih dari 5 lembar “surat”. Pantaskah saya menerima uang dari KP ini?
Purnomo's picture

GEREJA BUTUH ORANG JAHAT

Ketika satpam gereja mengantar seseorang menemui saya, saya tertegun. Lelaki itu berumur sekitar 40 tahun dan mengepit 2 kruk di kedua ketiaknya karena kedua kakinya cacat sejak lahir. Ia membutuhkan uang 790 ribu rupiah untuk memasukkan puterinya ke sebuah SMK. Betapa mengharukan melihat seorang ayah yang berkeliling kota dengan kondisi tubuh seperti itu demi kelangsungan pendidikan anaknya. Setelah 15 menit kami berbincang-bincang, ia meninggalkan gereja dengan kecewa. Ia tidak mendapatkan apa yang ia harapkan.
Purnomo's picture

MENYIASATI, yang kena siasat.

Sewaktu menulis artikel, KBBI selalu ada dekat saya untuk mengurangi kesalahan menulis kata. Seingat saya kamus itu dibeli di Palembang gara-gara anak saya disalahkan gurunya karena menulis “pasta gigi”. Kata itu dicoret dan di atasnya dengan tinta merah guru menulis kata “odol”. Ibunya marah. Ia beli kamus dan ke sekolah. Tetapi ia kalah beradu argumen. Kamus berat itu kembali dibawa ke sekolah, kali ini di Medan, karena nilai ulangan anak saya dikurangi gara-gara menulis “bisa” yang dikoreksi menjadi “dapat”. Walaupun kamus sudah dibukakan, gurunya tetap berkukuh bahwa “bisa” itu artinya “racun” saja, tidak ada yang lain. Kalah lagi. Guruku payah, kata anak saya. Yang payah bukan gurumu, jawab saya. Begini penjelasannya.

Purnomo's picture

MENYIASATI BIAYA PENDIDIKAN

Menyiasati wawancara PSB

Sudah umum dalam acara PSB (Penerimaan Siswa Baru), para ortu care abis dengan penampilannya. Jika agar tampak lebih indah daripada aslinya, itu untuk acara kondangan. Tetapi untuk acara PSB, mereka harus berdandan dengan amat sangat sederhana agar berhasil mendapat diskon sebesar-besarnya. Bila perlu mandi keramas dulu agar bau parfum yang setiap hari dipakai, lenyap. Jika terpaksa, pembantu rumah tangga harus berkorban. Perhiasan imitasinya dipinjam. Dandanan harus dicermati dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jadi, sandal Bi Ipah jangan dilupakan.

Purnomo's picture

Bunga Buat Beta

Hari ini beta mendapat bunga

meski sekarang bukan hari istimewa

     Tiga tahun beta telah berdosa

     belajar dari koran beta korup uang belanja

     bukan menimbun devisa

     tapi untuk sesuatu yang lebih berharga

     yang telah menguap sirna dari dua jiwa

Purnomo's picture

RINDUKU PADA NYALANG MATAMU

masih tersisa derap langkah kakimu

di atas lantai kayu rumah ini

masih bergaung nyaring lengkingmu

ketika tangan tua ini menyerikan pahamu

Purnomo's picture

Uria, Uria

derap kaki kuda gemuruh roda kereta

tinggalkan kota tersayang istri tercinta

berkepul debu gemuruh makin jauh

dihantar senyum puas sang baginda di atas menara

terpadam gelisah hati seorang perempuan istri perwira

Tentang Kami

Apa itu SABDASpace?

SABDA Space (SS) adalah wadah bagi komunitas para blogger Kristen dari berbagai denominasi gereja untuk berbagi tulisan (blog) tentang kekristenan, yang berguna untuk menjangkau orang lain bagi Kristus, memperkuat iman Kristen, mempererat persaudaraan dalam Kristus, serta memperluas wawasan pengetahuan.