Sebuah Kesaksian Subjektif,
Bulan November ini saya mendapat kejutan dengan menjadi pemenang ke-2 dari angket majalah BAHANA. Pegawai di toko Buku Bethania menanyakan apa hadiahnya. Saya menjelaskan bahwa hadiahnya tidak lain yaitu Sebuah buku berjudul Knowing God karya J.I. Packer, 1 kaset, dan 1 T-Shirt yang bertulis GET FOCUS! Untuk pertama kalinya saya memenangkan angket BAHANA setelah 2 kali dalam 2 tahun berturut-turut mengirim angket ini.
Sebelumnya pada bulan September saya juga memenangkan hadiah berlangganan gratis 6 edisi Renungan Harian Manna Sorgawi setelah mengisi angket pertanyaan juga. Saudara saya mendapatkan hadiah buku Rahasia Berjalan di Atas Air. Sampai bulan ini saya masih dikirimkan gratis Manna Sorgawi, renungan harian yang saya anggap paling favorit diantara banyak renungan harian lainnya. Manna Sorgawi sangat menarik karena berisi renungan setiap hari, ada bagian pendalaman Alkitab, ada humor, ada doa dan doa syafaat, kata-kata bijak, kata mutiara, pelajaran khusus dan juga kesaksian serta insert cover depan bergambar perkakas dalam Alkitab beserta sejarah dan ceritanya. Yang saya sukai yaitu Cover bergambar gedung-gedung gereja selama 2 tahun dari 2007-2008, ini saya koleksi karena akan berguna di masa yang akan dating untuk pembuatan dan penulisan buku tentang Profil 101 Gereja-Gereja di Indonesia.
Sebelum mendapat hadiah dari BAHANA, saya sudah pernah meminjam buku KNOWING GOD dari penginjil saya di gereja, dan sebuah kejutan bahwa buku ini saya dapatkan dengan cuma-cuma. Sekiranya diuangkan, total hadiah yang saya dapatkan sebagai pemenang BAHANA mungkin 100 ribu rupiah.
Menurut J.I Packer dalam prakata tahun 1993, dia sangat meragukan bahwa bukunya ini akan ada banyak peminatnya. Namun ternyata dia salah. Sampai hari ini sudah diterjemahkan dalam 12 bahasa dan terjual lebih dari 1 juta kopi, ternyata buku ini telah menjadi buku penunjang pertumbuhan rohani di dunia kekristenan. J.I Packer merasa takjub dan terheran-heran, dan tertunduk untuk terus mengucap syukur kepada Allah.
Pada awalnya ketika meminjam buku ini, begitu membacanya, saya tidak bersemangat meneruskan untuk membaca buku ini. Bagi saya, yang suka dengan buku bersifat pengajaran atau doktrin, buku ini tidak singkat, padat dan jelas, atau langsung pada sasaran, namun bersifat devosional dan mengajak merenung tentang Doktrin Allah.
Berbeda ketika mendapat hadiah buku ini, mungkin karena menganggap hadiah sebagai sebuah hadiah, maka saya mencoba untuk membaca lebih jauh buku yang tampak sangat baru dari cetakan ke-4 tahun 2008 ini. Dan ternyata, entah bagaimana, saya menjadi tertarik dan membaca bab demi bab, serta mencoba menguji diri dengan menjawab pertanyaan di setiap bab yang ada. Hasilnya sungguh menarik, saya memberi warna dengan stabilo saya di buku Knowing God tersebut. Sebagai Tuntunan Praktis untuk Mengenal Allah yang dilengkapi dengan panduan studi pribadi dan diskusi kelompok, memang harus diakui buku ini dapat menolong kita sebagai Orang Kristen untuk belajar Mengenal Allah dengan gaya kupasan buku yang berbeda dari buku-buku Doktrin. Saya mencoba membandingkan dengan buku Teologi Sistematika Louis Berkhof, tentu tidak berimbang karena gaya penulisan dan sasaran pembacanya tampaknya berbeda. Lebih baik dibandingkan dengan buku Teologi Sistematika karya Charles Caldwell Ryrie, seorang Teolog Dispensasi yang saya kagumi-- selain Alm. John Flipse Walvoord (disingkat John F. Walvoord), Dispensationalist yang sangat menekuni masalah Eskatologi yang menulis buku yang tebal Pedoman Lengkap Nubuat Alkitab diterbitkan oleh Kalam Hidup Bandung), Cyrus Ingersoll Scofield (yang dikenal dari Alkitab KJV/AV 1611 dengan komentari dari C.I. Scofield, Alkitab ini dikenal dengan nama Alkitab Scofield, dari beliau jugalah Teologi Dispensasi terus berkembang), Henry Clarence Thiessen (alm) dengan bukunya Teologi Sistematika yang diterbitkan Gandum Mas—dengan bahasa awam dan gaya penyajian dan penulisan untuk orang awam namun tetap sistematis, Ryrie mampu membuat sebuah buku Teologi Sistematika yang Doktrinal menjadi buku yang enak dibaca dan mudah dipahami. Buku ini berjudul Teologi Dasar 1&2: Panduan Populer untuk Memahami Kebenaran Alkitab yang juga diterbitkan Andi Offset, saat ini sudah memasuki cetakan ke-8 sejak 1992.
Nah, buku-buku yang saya sebutkan di atas sesungguhnya sangat menarik untuk dibaca dan digali oleh pembaca awam manapun. Bagi anda yang ingin mengenal Allah dengan bentuk gaya devosional, buku J.I. Packer bisa jadi alternatif pilihan anda dan bagi anda yang mau belajar Teologi Sistematika dari sudut pandang Teologi Dispensasi, buku-buku di atas bisa jadi buku utama anda. Patut diingat, seorang Dispensationalist pasti Premillenium dalam Eskatologinya. Namun seorang yang menganut Premillenium dalam Eksatologi (doktrin Akhir Zaman)-nya, belum tentu seorang Dispensationalist.
www.dedewijaya83.co.cc
Posisi Teologi:
Fundamental Baptist Independent Alkitabiah
Dispensational in theology
Pre-Tribulational Rapture Pre-millennial
Textus Receptus and Masoretic Text (traditional-text based)
Baptism by immersion
Six-day literal creation
Literal & Grammatical & Historical in hermeneutics
Dede, Jangan Hanya Promosi Buku
Saudara Dede Wijaya, apa itu Theologia DISPENSASI? Dan makluk apa itu PREMILLENIUM? Atau anda tuliskan sekalian Keenam posisi Teologia Fundamental Baptis Independent Alkitabiah agar penghuni pasar Klewer dapat mengetahuinya dan mengujinya?
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
to Hai Hai
bisa baca di buku tersebut ko Hai Hai, n cari/ketik saja di Google, banyak artikel ntar mau kumuat di http://kristenfundamental.blogspot.com dan http://kristen-fundamental.blogspot.com dan http://www.dede-wijaya.co.cc tentang sejarah munculnya Fundamentalisme, dan semua artikel, ada tt Dispensasi juga dlm artikel Tragedy of Compromise, sangat perlu dibaca tuch.
dalam posisi Teologi saya dan Kristen Fundamental jelas dan sederhana, tinggal artikan ke bhs indonesia, bisa dimengerti.
Fundamental (Kristen yg ingin selalu kembali ke FUNDAMEN yaitu ALKITAB, Kristen Fundamental)
Baptist (ingat kaum BAPTIS, dikenal dengan BAPTIS SELAM) Independent (berhubungan dengan DOKTRIN GEREJA yaitu PERCAYA DOKTRIN GEREJA LOKAL bukan Universal/Katolik/Am)
Alkitabiah (Sesuai dengan pengajaran Alkitab)
Dispensational in theology (Teologi Dispensasi, melihat Cara Allah bekerja dan berhadapan dengan manusia di setiap zaman ada perbedaan, misal Zaman sebelum Dosa, sesudah Adam berdosa, Keimamatan Ayah, Hukum Taurat, Zaman Gereja, Zaman Millenium, dll yg umumnya para dispen sepakat ada 7 masa/zaman)
Pre-Tribulational Rapture Pre-millennial (pandangan dalam Eskatologi/doktrin akhir zamannya, yaitu sebelum Kerajaan 1000 Tahun Literal di bumi, Kristus akan datang di awan2 mengangkat umatNya/Rapture/pengangkatan sebelum masa 7 tahun Tribulasi/Penganiayaan/Masa Kesukaran)
Textus Receptus and Masoretic Text (traditional-text based)= Percaya dan mengimani naskah TR dan MT yg diacu oleh Alkitab KJV itulah yg tanpa salah sedikitpun, sampai titik komanya juga. Meski kami bukan KJV only-ism.
Baptism by immersion (Baptis Selam)
Six-day literal creation (Percaya bhw Alkitab mengajarkan Penciptaan alam semesta dalam 6 hari biasa)
Literal & Grammatical & Historical in hermeneutics
(Penafsiran secara Literal-Grammatikal-Historikal, atau biasa disebut Penafsiran Normal/biasa/sewajarnya). tidak berarti bhw kami tidak percaya ada figuratif, perumpamaan, dll dalam Alkitab. apa yg literal harus ditafsir Literal, kecuali dg akal sehat tidak mungkin ditafsir Literal, misalnya "orang mati menguburkan orang mati", dua kata "mati" dalam kalimat ini berbeda, sati mati rohani, yg satu mati jasmani.
http://kristen-fundamental.blogspot.com
to All tentang Guru Saya
Salah satu Teolog dan Guru yang saya kagumi adalah Charles Caldwell Ryrie, mari saksikan beberapa videonya di SINI. Banyak yg mengira beliau sudah tiada. Namun beliau menepis itu dalam videonya ada 3 di YOUTUBE.
Guru lain yg saya hormati yaitu Henry Clarence Thiessen, dan tentunya JOHN Flipse Walvoord yang sudah saya buat artikel blog. Beliau Meninggal dalam usia relatif sangat lanjut 92 tahun. Bayangkan betapa diberkati dengan umur panjang dan bisa terus berkarya.
dede wijaya