Memberi dan bukan Perpuluhan

Samuel Franklyn's picture

Banyak gereja mengajarkan perpuluhan. Apa yang dimaksud dengan perpuluhan yang diajarkan oleh banyak gereja? Perpuluhan yang dimaksud adalah mempersembahkan 1 per 10 dari penghasilan yang diterima ke gereja untuk dipakai buat pekerjaan Tuhan. Persepuluhan biasanya diajarkan dengan menggunakan ayat dari Maleakhi 3:8-12.

Maleakhi 3:8-12
(8)  Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
(9)  Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!
(10)  Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.
(11)  Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.
(12)  Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam.

Selama bertahun-tahun saya juga mempercayai ajaran ini. Sampai suatu saat saya iseng dan mempergunakan search engine Google untuk belajar lebih lanjut akan masalah perpuluhan ini. Saya menemukan sebuah situs yang mengejutkan saya:

http://www.tithing-russkelly.com/

Situs ini didasarkan pada buku yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari disertasi seorang doktor teologi. Doktor teologia tersebut adalah Russel Earl Kelly. Buku hasil karya Russel di beri judul "Should the Church Teach Tithing?". Jika anda ingin membaca buku tersebut maka bisa di download dari sini:

http://www.4thedisciple.com/tithes.pdf

Setelah membaca situs tersebut dan bukunya maka saya setuju dengan isinya. Perpuluhan bukanlah ajaran dan perintah untuk gereja. Perpuluhan adalah perintah Tuhan untuk umat Israel di Perjanjian Lama. Yang diajarkan Tuhan untuk Gereja dibawah Perjanjian Baru bukanlah perpuluhan akan tetapi memberi. Dan memberi ini tidak ada batasannya dan sepenuhnya tergantung akan pengaturan Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Tuhan mengasihi bukan orang memberi perpuluhan akan tetapi orang yang memberi dengan sukacita:

2Co 9:7
(7)  Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Sesudah meyakini akan hal diatas maka saya melakukannya dalam hidup saya. Saya mendapati bahwa saat ini saya mampu memberi lebih dari perpuluhan kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Saya tidak lagi memberi perpuluhan ke gereja tapi saya masih memberikan persembahan pada tiap kebaktian. Tapi tiap bulannya Tuhan memberkati saya bahkan melebihi pada waktu saya memberikan perpuluhan. Pada bulan Agustus saya mempertimbangkan untuk memberikan THR satu bulan gaji untuk pembantu saya tapi saya tahu pendapatan saya tidak cukup. Tuhan memberkati dengan memberikan pekerjaan sampingan sebagai konsultan tiap hari Sabtu. Hasil dari pekerjaan sampingan tiap hari Sabtu itu bukan saja cukup untuk memberikan THR bagi pembantu saya tapi juga cukup untuk menolong keperluan mendesak dua orang lainnya. Puji Tuhan. Sekarang saya mengalami kebebasan dalam memberi. Tuhan memang memerintahkan kita untuk memberi dan bukan perpuluhan.

Luk 6:38
(38)  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

blessed's picture

Setuju juga

Dear SF,

Saya juga setuju bahwa dalam hal memberi Yesus sendiri mengajarkan kepada kita untuk memberikan dengan kerelaan hati, tidak dengan paksaan, bahkan Yesus juga tidak memberikan aturan harus berapa persen kita memberikan persembahan. Pelajaran indah Dia nyatakan kepada para murid ketika memperhatikan tingkah laku orang-orang yang memberikan persembahan. Seorang janda memberikan uang yang sedikit tetapi itulah miliknya saat itu. Tuhan juga ingin kita memiliki sikap dalam memberi seperti hal itu.

Namun, memang dasarnya sudah terindoktrinasi dari kecil, saya tetap tidak bisa meninggalkan yang namanya perpuluhan. 10% dari pendapatan tiap bulan, saya alokasikan untuk perpuluhan. Perpuluhan itu meskipun tidak melulu untuk gereja, namun, harus selalu untuk hal-hal sehubungan dengan pelayanan rohani. Entah untuk komisi-komisi, hamba Tuhan, dan sebagainya. Sedangkan untuk pemberian lain kepada sesama, yang Roh Kudus menggerakkan hati saya untuk memberikan, saya juga sedang belajar untuk memberi dengan kerelaan hati di tengah-tengah keterbatasan finansial pula.

Ada sukacita tersendiri ketika timbul pergumulan untuk memberi kepada orang lain yang membutuhkan di tengah-tengah keterbatasan finansial pula.

Thanks SF untuk blognya :)

Ya, saya setuju, perpuluhan tidak berarti membatasi diri untuk memberi 10% dari berkat yang telah Tuhan berikan tiap bulan, namun dapat "memberi dengan bebas" sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki.

hiskia22's picture

@ SF

Saya rasa semua tergantung iman dan tujuannya...

Samuel Franklyn's picture

Nggak jelas

Komentar kamu nggak jelas maknanya buat saya. Bisa di perjelas? Atau kamu lagi malas mengetik? He he he.

johajes's picture

@SF-Thanks bro utk ulasannya

Tuhan mengasihi bukan orang memberi perpuluhan akan tetapi orang yang memberi dengan sukacita.

Saya pribadi bergumul dgn masalah perpuluhan sejak beberapa bulan terakhir. krn hanya ada di beberapa ayat saja di PL. Yesus di PB lebih fokus ke memberi dgn sukarela dan rendah hati.
Thanks utk ulasannya. GBU.

*Oleh kasih setia-Nya

antisehat's picture

@johajes: sukacita

ikutan comment yaaa...

setuju dgn johajes,

karena kalo sudah ngerti sukacita surgawi,

orang bisa memberi lebih dari perpuluhan,

bahkan tak terbatas...

 

 

___________________________ 

giVe tHank’s wiTh gReaTfull heArt

www.antisehat.com

 

hiskia22's picture

@ SF

Sebelum saya menjawab...mau kan anda menjawab pertanyaan saya? sebenarnya perpuluhan itu (Ketika jaman Israel) diberikan buat apa?
GBU

Samuel Franklyn's picture

Silahkan baca situs dan buku

Silahkan baca situs dan buku dari Russel. Tapi kalau anda malas membaca maka akan saya jawab singkat saja. Perpuluhan pada Perjanjian Lama di gunakan untuk 3 hal:

  1. Untuk berpesta pada hari raya orang Israel. Orang Israel disuruh membawa perpuluhan mereka (Perpuluhan orang Israel hanya boleh berupa ternak dan makanan) ke Kemah Perjanjian berada dan mereka harus makan perpuluhan tersebut pada hari raya yang ditentukan Tuhan. Jadi persepuluhan di PL adalah makanan buat pesta.

    Deu 14:23-26
    (23)  Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.
    (24)  Apabila, dalam hal engkau diberkati TUHAN, Allahmu, jalan itu terlalu jauh bagimu, sehingga engkau tidak dapat mengangkutnya, karena tempat yang akan dipilih TUHAN untuk menegakkan nama-Nya di sana terlalu jauh dari tempatmu,
    (25)  maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu,
    (26)  dan haruslah engkau membelanjakan uang itu untuk segala yang disukai hatimu, untuk lembu sapi atau kambing domba, untuk anggur atau minuman yang memabukkan, atau apapun yang diingini hatimu, dan haruslah engkau makan di sana di hadapan TUHAN, Allahmu dan bersukaria, engkau dan seisi rumahmu.

  2. Untuk makanan buat orang Lewi karena orang Lewi tidak memiliki tanah. Persepuluhan hanya dituntut Tuhan dari pemilik tanah dan ternak. Karena orang Lewi tidak punya tanah maka mereka ditunjang hidupnya oleh perpuluhan:

    Deu 14:27-29
    (27)  Juga orang Lewi yang diam di dalam tempatmu janganlah kauabaikan, sebab ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau.
    (28)  Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu;
    (29)  maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu."

  3. Untuk makanan orang miskin (Orang miskin didefinisikan dalam PL sebagai mereka yang tidak punya tanah dan ternak). Orang asing, anak yatim dan janda makan dari perpuluhan. Sekedar info Tuhan Yesus tidak pernah bayar perpuluhan karena Tuhan Yesus tidak punya tanah dan menurut definisi PL dimasukkan sebagai orang miskin. Jadi Tuhan Yesus makan perpuluhan tapi tidak pernah memberikan perpuluhan.

Di PB perpuluhan tidak berlaku lagi karena di PB semua orang adalah Imam. Yang berlaku adalah perintah untuk memberi bagi orang miskin. Perhatikan baik-baik Injil. Tuhan Yesus pernah menuntut seseorang untuk memberikan semua hartanya buat orang miskin tapi Yesus tidak pernah menuntut persepuluhan.

hiskia22's picture

@ SF

Anda betul sekali bro...anda membagi menjadi 2...berdasarkan PL dan PB...PL anda terangkan lengkap dengan penjelasannya, dan PB pun demikian...
Maksud saya tergantung iman dan tujuannya...yaitu terserah orang itu sendiri...apakah mau mengimani PL lengkap dengan tujuannya seperti yang anda terangkan...atau mengimani PB baru
seperti yang anda terangkan...karena doktrin tiap-tiap Gereja berbeda...dan kita tidak bisa memaksakan semua itu...saya harap anda jelas...
GBU

Samuel Franklyn's picture

Perjanjian Lama sudah tidak berlaku

Perjanjian Lama sudah tidak berlaku. Hiskia setelah mengenal Tuhan Yesus Kristus masakan anda mau hidup dibawah PL? Ini bukan masalah doktrin tiap gereja berbeda. Ini isu anda hidup berdasarkan Perjanjian Baru dibawah kasih karunia dan iman atau dibawah Perjanjian Lama yang berdasarkan hukum dan perbuatan.

Sekarang giliran saya bertanya: anda perpuluhan atau anda memberi? Anda hidup dibawah PL atau PB?

hiskia22's picture

@ SF

Saya perpuluhan dan memberi dan saya hidup di bawah PL dan PB...karena Alkitab yang saya punya adalah PL dan PB...karena saya tahu janjinya ya dan amin...

GBU 

Samuel Franklyn's picture

Semoga anda segera terlepas dari kutuk

Gal 3:10-13
(10)  Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
(11)  Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
(12)  Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
(13)  Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Love's picture

Tapi ....

Sebenarnya ada juga organisasi gereja yang menerapkan prinsip dalam PL dan PB ini bersamaan (kalau tidak boleh menyebut gereja).  Ya, harus tetap memberi perpuluhan (10%) dan juga harus tetap memberi di luar dari 10% itu. Atau, perpuluhan tidak harus 10% boleh lebih (tapi jarang dibilang boleh kurang he he he). Kalau lebih dari itu, tar berkatnya dobel porsi. Perumpamaan janda yang memberi juga kerap disalahartikan (atau disalahtafsirkan?), ya, berilah semua yang kamu miliki, berilah dari kekuranganmu, tapi ya itu, harus dibawa masuk ke dalam gereja dulu.

Kalau di gereja saya, perpuluhan yang masuk ke kotak gereja, bukan untuk pendeta atau majelis, tapi untuk kas gereja, untuk membiayai kegiatan dan operasional gereja.

Tapi jujur, udah gak terlalu sering lagi masukin perpuluhan di kotak perpuluhan gereja. Saat amplop itu sudah direncanakan akan masuk kotak, hati digerakkan untuk memberikan kepada yang lain.

jesusfreaks's picture

@SF : Artikel yang bagus

Artikel yang bagus.
Mudah memahaminya.
Tapi btw, gereja tempat kamu beribadah ada doktrin perpuluhan gak ?
Jangan tersinggung ya, cuma nanya.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

Samuel Franklyn's picture

@jesusfreaks: Ada

Ada. Pak Yosia juga masih mengajarkan doktrin perpuluhan akan tetapi jarang sekali. Kalau saya perhatikan paling 1 atau 2 kali khotbah dalam 1 tahun (Sebagai info Yosia khotbah 2 kali sebulan). Akhir-akhir ini  khotbah Pak Yosia di GBI Nafiri Allah fokusnya mengenai kedewasaan rohani dan sudah berlangsung hampir 1 tahun.

untuk yang membutuhkan

untuk sebuah tambahan tentang ini adalah intinya berikan pada yang membutuhkan. kalau gereja segedung olahraga jamaatnya ribuan dan gaji kita cuma sejuta. uang itu mungkin hanya untuk bayar parkir pendeta waktu ke mall-mall. prinsip yang bukan cuma untuk jemaat tapi lebih-lebih untuk gereja dan pendeta yang bisa memberi.

jesusfreaks's picture

@SF : Nanya gereja tempat ibadahmu lagi ya ???

Dear SF,

jangan tersinggung ya. ini cuma nanya...
perpuluhan digereja tempat ibadahmu, itu masuk ke pos keuangan mana ?
untuk pendeta atau untuk kas gereja, atau untuk apa ?

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Samuel Franklyn's picture

Saya jawab tapi kamu juga harus jawab

Di GBI Nafiri Allah setahu saya Pak Yosua dan semua pekerja full time di gaji. Sedangkan diaken, majelis dan pekerja sukarela dari jemaat tidak digaji tapi mendapatkan persembahan kasih tiap melayani. Persepuluhan terutama digunakan untuk gaji dan persembahan kasih. Sisa dari perpuluhan jemaat setahu saya di gunakan untuk kegiatan gereja macam Natal, Paskah, dll.

Nah berhubung saya sudah jawab maka kamu juga harus jawab. Bagaimana kalau di gereja tempatmu beribadah?

hiskia22's picture

@ SF

Karena itu saya katakan semua tergantung iman dan tujuan masing-masing...kalau anda merasa tidak perlu ya ga usah memberi perpuluhan...GBU

jesusfreaks's picture

@SF : Gereja saya banyak...

Dear SF,

gereja saya kebetulan banyak.

di Papua ada 2 gereja saya, kayaknya perpuluhan untuk pendeta.

di bekasi ada 2 juga, kayaknya gak ada perpuluhan tuh

di surabaya ada 2 juga, 1 perpuluhan (saya tidak tahu untuk apa, tapi kayaknya untuk pendeta, soalnya ada amplop-amplop persembahan lainnya.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Samuel Franklyn's picture

Persembahan di GBI Nafiri Allah

Di GBI Nafiri Allah selain perpuluhan ada juga persembahan untuk misi dan diakonia. Yang anehnya kalau di Nafiri Allah maka persembahan untuk misi di laporan keuangan yang ditaruh di dinding jauh lebih besar dari persepuluhan dan diakonia. Tadinya persembahan diakonia kecil sekali.  Pak Yosia sampai-sampai perlu khotbah 1-2 bulan khusus menggalakan diakonia. Sampai akhirnya saat ini besar persembahan untuk diakonia kira-kira 1/4 persembahan untuk misi.

jesusfreaks's picture

@SF : 1 lagi

gereja saya Di palopo,
ada perpuluhan, tapi saya belum tanya, kayaknya sih buat pendeta & dkk lagi. soalnya ada 3 kantong yang berjalan saat kebaktian.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

jesusfreaks's picture

@SF : Jangan marah ya...

Menurut pendapat pribadimu,

kira - kira gerejamu itu perlu gak menjalankan doktrin perpuluhan ?

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Samuel Franklyn's picture

Tidak tahu

Tidak tahu. Soalnya masalah ini sudah masalah iman para pekerja di suatu gereja. Suatu pelayanan bisa berjalan cuma ditunjang persembahan kasih sukarela oleh jemaatnya. Ini sudah dibuktikan oleh Paulus. Cuma ini bukan perkara mudah. Para pekerja harus sepenuhnya mengandalkan belas kasihan Tuhan dan percaya penuh akan pemeliharaan Nya. Di sisi lain kalau pekerja gereja cuma mengandalkan persembahan kasih maka mereka juga bebas bekerja kalau tunjangan dari jemaat tidak memadai. Pada saat Paulus kurang ditunjang jemaat maka dia bekerja. Apakah hal ini bagus? Ada sisi bagus dan ada sisi buruknya. Sisi bagusnya pekerja Tuhan benar-benar independen dari jemaat dan hanya bergantung pada Tuhan saja. Sisi buruknya pekerja Tuhan harus meluangkan waktu untuk bekerja dan bukan mempersiapkan Firman dan berdoa. Rasul-rasul saja paham bahwa mereka harus fokus pada mempersiapkan Firman dan berdoa karena itu terjadi pengangkatan diaken. Berarti kalau sampai pelayan Tuhan  harus bekerja maka jemaat akan dirugikan secara rohani.

Lian Aldora's picture

Perpuluhan

Mas Sam...saya sependapat dengan pandanganmu tentang perpuluhan, tetapi memang agak sulit mengubah suatu pandagan yang sudah terdoktinasi pada kebanyakan orang kristen termasuk hamba Tuhan sendiri. bagi beberapa hamba Tuhan menganut pandanganmu adalah malapetaka bagi mereka. kebanyakan topik perpuluhan di jadikan senjata yang ampuh untuk menakut-nakuti jemaat, perpuluhan sudah sudah ditambah dengan ajaran pribadi sehingga seakan-akan perpuluhan itu segala-galanya termasuk melegalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan yg penting perpuluhannya lancar. Selain itu issu yg selalu ditonjolkan dalam perpuluhan adalah BERKAT sehingga melahirkan pemahaman bahwa memberi perpuluhan pasti diberkati.bagi saya sendiri inti dari perpuluhan itu adalahwujud kasih kita pada Allah yang memiliki segalanya sehingga bagian yang kita miliki ada bagian Tuhan, nah bagian inilah yg disebut dalam PL Persepuluhan dan dalam PB persembahan Kasih.JAdi Tujuan perpuluhan bukan untuk diberkati tetapi wujud kasih.GBU

Tampilan Terbaik di 1024 x 768