My Life My Adventure (2)

iik j's picture

6 Bulan berlalu. Bayi mungil itu sudah lahir, segala sesuatu telah diputuskan oleh keluarganya, dan Weni menatap anaknya tak berdaya.Tak ada yang mampu dilakukannya, tidak 10 bulan yang lalu, tidak 8 bulan yang lalu, hari ini dan juga besok. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya dalam diam tanpa kata-kata.

Tak pernah dipikirkannya hal ini terjadi di usianya yang ke 15. Saat dia sedang menikmati dunia remajanya yang begitu indah, semua kegelapan itu harus terjadi. Terbuang, dan semuanya lenyap dalam sekejap. Impiannya, cita-citanya, keinginan-keinginannya telah terenggut kasar oleh... ayah tirinya. Hari–hari kelabu dilewatinya.

Hari ini. Dokter Indrawan akan mengambil anaknya untuk diadopsi. Seolah mengerti yang akan terjadi dengan dirinya, anak itupun menangis terus tiada henti sejak pagi. Semua surat telah ditandatangani, semua kesepakatan telah disetujui. Weni tinggal menunggu kedatangan ibunya dari desa
yang akan membawanya pergi dari kota ini entah kemana lagi.

Tangannya terulur pelan ke arah dokter Indrawan yang telah
bersiap menerima bayi merah itu ke tangannya. Si kecil menangis keras, sangat keras... air mata pun bercucuran di pipi Weni.

“Stop!” tiba-tiba satu teriakan menghentikan adegan penyerahan itu

“Maaf dok... saya memutuskan untuk tidak jadi memberikan
anak itu kepada siapapun juga. Saya akan mengasuhnya, membesarkannya. Saya tidak akan memisahkan dia dari keluarga kami. Saya tidak mau dia menjadi bagian yang hilang dari hidup saya... Maafkan saya dok....” ternyata Mukti yang datang dengan tiba-tiba dan mengambil bayi itu sesegera mungkin dari tangan dokter Indrawan.

***

13 tahun.

Aku baca kertas kumal itu berulang-ulang. Warnanya telah kuning dan tintanya nyaris pudar. Lahir di Jogjakarta, tanggal 23 Agustus... , di klinik … Bayi bernama …

Apakah itu aku? Jantungku berdebar keras! Mengapa berbeda dengan akte kelahiranku? Jogjakarta? Di klinik? Mengapa tak tertulis nama orang tuanya?

Akupun bertanya pada ibu,“Ini surat apa, Bu?”

“Heh, mana…?” tanya ibu

“Sudahlah, tak usah banyak tanya… sana bersihkan yang sebelah sana itu, masih kotor…” jawab ibu

Satu pertanyaanku kembali tak terjawab!! Aku membisu, membiarkan semua pertanyaan itu masuk dalam kegelapan jiwa… Tanpa terjawab!! Seperti perkataan-perkataan lain yang pernah kudengar

“Hei, anak haram… ha… ha… ha…” teriak seseorang kepadaku dulu

“Eh, lihat ‘tu anak yang lahir karena perbuatan terlarang, …hi…” begitu bisikan yang kudengar ketika aku lewat sebuah rumah di kampungku

“Emangnya, kamu tahu siapa Bapak dan ibumu yang sebenarnya…?

“Lho, emangnya ‘itu ibumu?”

“Kamu, ‘kan anak buangan…!”

Dan, masih banyak lagi yang lain, bahkan kakakku sendiri berkata, “Dia bukan adikku…”

“Menopouse akan dialami oleh setiap wanita, ketika mereka menginjak usia kira-kira 40 tahun ke atas”

“Jarang sekali ada wanita yang bisa melahirkan di usia 40 tahun keatas…”

“Hanya Sara, istri Abraham yang melahirkan di usia 90 tahun, selebihnya sangat jarang sekali terjadi”

Begitukah? Jadi, kalau usia ibuku dikurangi usiaku, maka… Apakah benar aku dilahirkan ibuku di usia menopouse? Atau, aku adalah sebuah keajaiban? Benarkah?? Kembali, semua pertanyaan itu terkurung… AH………….!!! Siapa sebenarnya aku? Namun, semua pertanyaan itu hanya tenggelam dalam keheningan. Tanpa terjawab!

***

Hingga di usia 18…

“Aku mau kau mendengar kisah ini, aku harap kamu tak menjadi membenci siapapun, karena memang Tuhan telah membuatnya seperti ini…” kata ibuku

Kami telah berusaha menggugurkan kamu dengan segala cara, membunuhmu, membuangmu... tapi tak pernah berhasil, justru kamu terlahir dengan sehat, selamat dan ... kisah demi kisah mengalir dari mulutnya. Begitu pedih, begitu aneh, begitu ajaib, begitu mengerikan, … aku hanya melongo tak mengerti.

Maafkan aku, baru sekarang aku tahu yang sebenarnya, jadi tolong maafkan aku. Itu saja isi surat pertama, dan satu-satunya kalimat yang kutulis untuk kakakku perempuan yang selalu kumusuhi, yang ternyata ibuku. Selama ini kami tak pernah sekalipun bersama-sama. Meskipun dia tercacat sebagai kakakku, namun tak pernah kukenal, namun dia menjalani kehidupannya sendiri yang tak kuketahui dan kupahami. Kehidupannya persis seperti gambaran sinetron jaman sekarang. Disakiti, berpindah dari satu cinta kepada cinta yang lain. Dan aku, sekian lama tanpa sadar membencinya tanpa alasan, menyakiti hatinya terus menerus tanpa perasaan. Aku selalu menyesal, mengapa dilahirkan tidak seperti orang yang lainnya.

***

Begitu banyak pertentangan dalam batinku sendiri, karena aku tak tahu harus bersikap bagaimana kepadanya, akhirnya aku memilih tinggal dengannya selepas SMA. Hal yang aneh di awalnya adalah aku tak bisa memanggilnya, ‘kakak ataupun ibu’ karena dia bukan dua-duanya bagiku. Kami selalu berselisih paham tentang apapun juga. Dia selalu membuatku merasa aneh, dan dia juga tidak pernah mengakuiku sebagai anaknya
kepada siapapun juga.

Hingga satu orang mengatakan padaku bahwa cara satu-satunya untuk meruntuhkan hatinya adalah dengan memanggilnya dengan sebutan “ibu” Tetapi hal itu bukan hal mudah bagiku meski sudah dipulihkan dari segala sesuatu. Aku masih terus melawan ‘ide’ itu karena yang kupikirkan adalah dia harus menerimaku, harus begini, harus begitu, bukannya penerimaanku kepadanya. Hingga… Tuhan membuat suatu cara aneh untuk menaklukkan hatiku dan hatinya, 4 tahun yang lalu

***

Aku terjebak di kamar mandi! Di luar sedang ada tamu, dan entah mengapa tadi aku masuk begitu saja ke dalamnya, melemparkan semua pakaianku keluar, lupa membawa handuk atau apapun juga…

Aku bingung. Satu-satunya orang yang kukenal di luar kamar mandi adalah ibuku. Tetapi bagaimana cara memanggilnya, selama ini aku tak pernah memanggilnya ibu ataupun kakak, hanya “hei”. Aku tak tahu. Hingga akhirnya …

“Mak, tolong ambil’in handuk dan bajuku, semua ketinggalan di luar” teriakku. Aku lepaskan ego-ku, lepaskan kesombongan, keras kepala, dan melepaskan pengampunanku kepadanya. Ternyata… pengampunan... semudah itu!!

***

Setelah kejadian itu hingga sekarang, aku tetap memanggilnya ‘mak’. Panggilan yang tak lazim memang, tetapi bukankah artinya sama saja? Setelah itu, kami memang masih banyak belajar dalam saling memahami dan saling mengerti. Tetapi tidak sesulit dulu.

Aku telah mencari, bertemu, mewawancarai saksi-saksi mata yang menceritakan semua kisah getir itu. Kini… Ia selalu mengatakan di mana-mana, aku anaknya yang dia titipkan di rumah nenek, jadi ya… maklum saja kalau baru kembali sekarang. Dia begitu perhatian, mengerti, dan sayang padaku. Dan aku… dengan bangga aku selalu memperkenalkan dia sebagai ‘mak-ku’ dan yang nenekku sebagai ‘ibuku’.

Ketika dengan tiba-tiba aku hampir sampai di ujung maut, Juli 2007 lalu di suatu rumah sakit di Jakarta karena usus yang terinfeksi salah satu bakteri aktif dan merusak, tak mempan dibombardir antibiotik. Waktu dokter mengatakan, “tekanan darah anda menurun drastis mencapai 70-50, kemungkinan telah terjadi pendarahan di dalam usus anda, kami masih terus berusaha, namun masih belum tahu obat apa yang tepat untuk anda, tapi anda orang yang luar biasa kuat karena masih bisa terus sadar sampai sekarang, berdoa ya...” Perkataaan dokter itu menyakitkanku! Aku tak pernah lagi bersentuhan dengan obat, dokter, rumah sakit sejak hari pertobatan kelahiran kembaliku. Aku sudah melawannya dengan sekuat tenaga, seharusnya ini tak terjadi lagi, tetapi ini...

Sendirian, tanpa teman, panas tinggi, menggigil, kesakitan di sekujur tubuhku, kesulitan bernafas, lemah, pandangan mataku memudar, dan kesadaranku perlahan menurun... Aku hanya bisa mengucapkan satu permohonan, Bapa, jangan ambil nyawaku sekarang. Ya Tuhan... aku tak mau mati sekarang. Aku tak mungkin mati sekarang! masih ada banyak hal yang ingin kulakukan... berikan aku kesempatan tetap hidup!! Jangan biarkan aku mati!! Terisak ‘mak’ menelponku, ternyata dia benar-benar mencintaiku, dan melalui Dia Tuhan mengingatkanku pada tujuan hidupku... Sembuhlah. cangkul kembali ladang Tuhanmu, gembalakan dombaNya, bangunlah Kerajaan Surga, dan nyanyikan lagi lagu untuk kemuliaanNya... disusul puluhan saudara dalam jemaat yang menelpon dan SMS. Semangat hidupku kembali! Aku terlepas dari lilitan tangan maut!!

******000*******

Dear all friend...

Maafkan.
Aku belum menyapa kalian (selain mas Admin) waktu pertama kali masuk komunitas blogger Kristen “Sabda Space” ini. Kisah ini hanya sepersekian dari berjuta keajaiban dalam hidupku yang belum aku ‘saksikan’ kepada lebih banyak lagi orang. Aku berharap, kisah singkat ini bisa memberkati banyak orang, sama seperti aku telah ditemukan, ditebus, dibebaskan, dilepaskan sepenuhNya, dan menerima anugerah dari Kristus Yesus, demikian juga banyak orang lain lagi.

Jalan hidupku persis seperti sinetron ya... tapi, ini nggak bo'ongan dan nggak didramatisir, 100% asli. Semuanya itu telah terjadi dalam hidupku. Hidupku sungguh-sungguh amazing adventure. Beberapa petualangan hidup telah terlewati, misteri telah terungkap, beberapa lagi belum. He he .. hari ini aku tersenyum ketika mengingat semuanya. Yaaa... semuanya terjadi di hidupku, bukan hidup orang lain. Aku tak bisa menyangkal, tak bisa berdalih, aku yang terpilih untuk mengalami, menghadapi, melewatinya satu persatu.

Hari ini, aku teringat satu ayat yang benar-benar mengena di hatiku waktu dilahirkan kembali, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Tuhan sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Tuhan, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.(1Petrus 2:9).

Akulah itu! Nobody bagi manusia, tapi ternyata Somebody dimataNya! Aku tak pernah lagi menyesali kelahiranku, keberadaanku, semua yang terjadi dalam hidupku. Ternyata
semua itu dirancangNya supaya aku bisa mengenalNya! Hebaaaatttt.... Sekarang, aku telah menemukan arti hidupku, dan tujuan hidupku yaitu; supaya memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib...

Besok 23 Agustus, umurku genap 33 Tahun. Tapi aku masih sama kuat dan semangat seperti usia 23 tahun (mirip Kaleb dan Yosua ya...). Nggak percaya? Kapan-kapan kita buktikan kalau ketemu di Semarang! Adu lari? Adu lompat? Adu nari? Adu jotos?? ha ha ha ha.... (hampir sombong he he...)

Tuhan yang memberiku kekuatan luar biasa itu. Aku masih hidup! Bersemangat! dan Luar biasa! Masih banyak hal yang ingin kuraih di depan. Sangat banyak, dan sangat panjang
perjalanan yang akan kulewati bersama Kristus! I want to run till the end...

Untuk 33 tahun yang luar biasa yang TUHAN anugerahkan padaku

With love, Iik

Iik, Selamat Ulang Tahun

Ramai perayaan ultahnya? Dirayakan bersama teman-teman dengan makanan serbapenyet di Tembalang?
Sekarang artikel kamu bisa dinikmati dengan nyaman. Sehat dan bergizi bagi pertumbuhan iman.
Salam.

Daniel's picture

nyolong start

waah.. purnomo curang, mencuri start.. kan belum tgl 23, masih 1 jam lagi, kok udah ngucapin selamat ulang tahun buat iik j?

ya udah, kalo gitu aku ikut2an juga.. met ulang tahun ya iik j, hidupmu luar biasa, Tuhan pasti punya rencana yang luar biasa juga buatmu...

GBU

joli's picture

Happy Birthday Iik

Selamat Ulang Tahun Ik..
Kelihatannya kita jodoh Ik.. aku akan mengingat hari ulang tahun-mu sepanjang sisa hidupku (karena tanggalnya pas sama dengan ultah suamiku) he.. he.. he..

Hai2 pernah bilang.. bahwa kita tidak pernah bisa memilih siapa yang menjadi orang tua kita.. siapa yang akan menjadi bapak or ibu kita, tetapi kita dapat memilih jalan hidup kita...
Syukur kepada Allah ... bahwa Bapa terlebih sudah memilih kita sebagai anakNYa..

Berbahagialah.. bersama masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang..

Happy Birthday Iik

3m1's picture

@iik, Met Ulang Tahun

Sungguh kesaksian yang luar biasa...

Penyertaan Tuhan tak pernah lepas...

Ajaib dan dasyat kejadian2 yang Dia buat...

Selalu baru setiap hari...

 

Hari ini bertambah satu berkat untukku...

Dan aku mendapatnya dari salah seorang yang membagikannya pada saat ulang tahunnya...

Terimakasih mba Iik...

SELAMAT ULANG TAHUN...

TETAP SEMANGAT DALAM BERKARYA

Yang belum terlihat bukan berarti tidak ada,

Yang belum berhasil bukan berarti gagal,

Yang belum didapat bukan berarti tidak akan,

Dimana ada iman pasti ada Mujizat...

Tuhan Memberkati

Ari_Thok's picture

Met Ulang Tahun Ya Ik ...

Ik, met ultah ya .. datang aja ke Rumahnya si Joli .. ikut PESTA suaminya .. :) Tuhan Memberkati kamu ya Ik ..

*yuk comment jangan hanya ngeblog*



*yuk ngeblog jangan hanya comment*

 

happy b'day

sLamat uLtah ...
Sungguh kesaksian yang luar biasa ,, mbak ..

God bless...

erick's picture

Met ulang tAHUn Iik

Weleh-weleh,.... aku sekarang jadi pembaca kisah yang kau tuliskan!!!!!!,

Makasih yah kasih banyak cerita tentang apa yang terjadi. Kejadian2 yang aku tak pernah bayangkan, tau pun tidak sebelumnya tetapi melalui tulisanmu, aku jadi tahu ada dan terjadi sesuatu di luar sana.

Met ulang tahun ya Iik,

Rusdy's picture

Ngikut Met Ultah

Met ultah juga iik! Yang pasti ceritamu ndak ada mirip-miripnya dengan sinetron, kalo ndak, saya udah ketiduran dari tadi :P

iik j's picture

Thanks untuk semua komentar dan support

Hi kawan-kawan semua...
terima kasih banyaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk.....
buat komentar, support, doa, ucapan, atau apapunlah namanya..
Semua akan membuatku makin semangat!!!
Ayo Bro n sis... terus semangat!! Jangan lemah dan putus asa. Masih banyak pekerjaan luar biasa yang akan dikerjakan melalui orang-orang yang sungguh-sungguh mencari DIA, yaitu anda dan saya.

Salam hangat buat semua
Iik

To Love God Is To Obey God

Happy belated birthday Iik

Hi iik, happy birthday ya, wah dirimu di semarang toh, bisa dong kapan2x kita ketemuan, salut buat caramu menghadapi kehidupan, dan terlebih itu aku sangat suka cara/gaya penulisanmu ( terlepas itu dari inspiratif atau tidak but you have your own style and gw suka gaya lu, hehehehe, bisa dong aku berguru sama kamu...)

Tampilan Terbaik di 1024 x 768