Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Pangkas Rapat dengan SMS Grup viaTwitter

Purnawan Kristanto's picture

Saya pernah menulis tentang sistem informasi SMS massal. Dengan alat dan program tertentu, kita dapat mengirimkan SMS ke ribuan nomor dengan waktu yang [hampir] bersamaan.  Akan tetapi sistem ini masih ada kekurangannya. SMS ini bersifat satu arah. Satu orang mengirimkan ke banyak. Jika ada pihak yang merespon, maka SMS itu hanya diterima oleh operator sistem tersebut. Penerima yang lain tidak bisa membacanya kecuali si operator mengirim ulang ke semua penerima.

Lalu muncul gagasan untuk mengadopsi sistem milis di internet dimana posting yang dikirim ke seseorang bisa diterima oleh semua anggota. Balasan yang dikirim seseorang bisa juga diterima oleh semua anggota grup. Bagaimana jika sistem itu ditiru untuk komunikasi via SMS? Saya membayangkan sistem seperti ini akan bermanfaat untuk memudahkan komunikasi antar anggota komunitas, terutama untuk membahas masalah-masalah tertentu. Sebagai contoh, gereja yang menganut sistem prebesterian terkenal dengan hobi rapat. Hampir semua persoalan harus diputuskan melalui rapat. Akibatnya banyak waktu, tenaga dan dana yang tersita “hanya” untuk membahas dan membuat keputusan atas persoalan yang sepele. Dengan sistem SMS yang sirkular ini, maka persoalan-persoalan sederhana dapat diputuskan lewat ujung jari saja, yaitu dengan menyentuh tombol HP.

Berkaitan dengan itu, saya mengajukan gagasan tentang SMS grup yang memanfaatkan fasilitas notifikasi dari Twitter. Tulisan ini masih delam tataran konseptual karena saya belum pernah mengaplikasikannya. Saya berharap ada yang berminat untuk mencobanya atau mengembangkannya lebih baik lagi.

Konsep ini menggunakan feature yang ditawarkan oleh Twitter. Dalam media sosial Twitter, kita bisa mengaktifkan pemberitahuan lewat SMS atas update status orang yang kita “follow.” Misalnya, saya follow Ika dan mengaktifkan notifikasi, maka setiap kali Ika melakukan update statusnya, maka saya akan dikirimi SMS oleh Twitter. Isinya tentang status Ika yang terkini.

Cara Pemakaian

Cara menggunakannya cukup mudah. Anggota grup cukup mengirimkan SMS ke nomor 89887. Dengan melakukan ini, sebenarnya dia sedang melakukan update di status Twitter. Misalnya, “Setujukan kita menjual almari inventaris?”

Maka secara otomatis, Twitter akan mengirimkan pesan ini ke semua followernya yang berlangganan SMS, yaitu anggota grup. Jika ada anggota grup yang membalas, dia akan mengirimkan ke nomor yang sama (89887). Yang kemudian akan tersebar juga ke semua anggota grup. Nah, dengan demikian maka sistem milis sudah teraplikasi lewat SMS, bukan?

Kelebihan:

  1. Keserempakan. Dengan pengiriman satu SMS maka semua anggota grup menerima pesan yang sama.
  2. Tidak membutuhkan admin. Dalam sistem SMScaster, maka dibutuhkan operator untuk mengirim ulang SMS yang dikirim satu anggota ke anggota lain.
  3. Menghemat waktu dan biaya. Anggota grup tidak perlu sering-sering rapat. Untuk masalah-masalah yang sederhana dapat diputuskan lewat komunikasi SMS ini. Tentu saja ini menghemat ongkos transportasi dan konsumsi.
  4. Ramah lingkungan. Berkurangnya frekuensi rapat berarti ada pengurangan pemakaian kertas undangan, AC dan bahan bakar fosil untuk transportasi. Ini akan mengurangi kerusakan lingkungan.
  5. Tidak dibutuhkan peralatan canggih. Hampir semua orang sudah punya HP. Bahkan HP yang paling kuno sekalipun masih bisa digunakan sepanjang bisa untuk mengirim dan menerima SMS.
  6. Diskusi terdokumentasi dengan baik. Dengan hanya memakai HP, maka percakapan lewat SMS tidak akan banyak tersimpan karena memori HP yang terbatas. Namun dengan cara ini, maka percakapan dalam grup ini bisa dilacak dengan membuka akun twitter yang bersangkutan lewat website.

Kekurangan

  1. Pulsa setiap anggota grup akan terpotong. Besarannya bervariasi. Rata-rata sekitar Rp. 5000,- (lima ribu rupiah) per bulan. Tetapi jika dibandingkan dengan penghematan karena rapat, angka 5 ribu ini sebenarnya tidak ada artinya.
  2. Sistem ini sangat tergantung pada Twitter. Jika servernya sedang down, maka sistem ini tidak dapat digunakan. Atau jika server sedang bekerja keras, maka pengiriman SMS ini mengalami penundaan.
  3. Jumlah karakter yang bisa dikirim sangat terbatas. Hanya 140 karakter. Jika pesan yang akan dikirim panjang, maka anggota grup bisa mengirimkan secara bersambung, mirip dengan orang yang memberi kultwit. Caranya dengan penomoran setiap pesan.

Sekali lagi, sistem ini masih dalam taraf gagasan. Jika ada yang berminat mencobanya, saya akan menyambutnya dengan gembira. Jangan lupa, mohon tuliskan hasil pengalaman Anda dan kirimkan ke saya supaya bisa disharingkan ke banyak orang. Tertarik mencoba? Baca panduannya di sini

 

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

youngyoungan's picture

Menarik

Boleh juga nie, idenya.. Laughing

Sayangnya ngga semua orang di gereja saya punya akun Twitter. Temen2 pemuda aja yang punya akun Twitter hanya beberapa. Sebenarnya kalau menimbang kelebihan penggunaan sistem tersebut, bisa juga diaplikasikan. Sedikit sharing, sejak harga hape dan voucher murah, temen2 gereja saya suka mengirim undangan (rapat, persekutuan, ataupun bezuk orang sakit) lewat smsm, kami sudah ngga pake kertas lagi.. Salah satu operator penyedia paket sms, tidak dimungkiri banyak membantu masalah ngundang-mengundang ini. Dengan Rp. 15,- sekali kirim, bisa mengumpulkan massa/menyebarkan berita (termasuk gosip :p). Kekurangannya, memang ngga semua penerima sms bisa membaca respons penerima sms yang lain (kaya sistem yang dipunyai Twitter + notifikasinya). So far so good lah pake sistem ini! Sistem ini memilliki kelebihan yang bebeti (beda2 tipis) sama Twitter :)

Saya rasa tujuan dari pemanfaatan teknologi sudah tercapai, dan HEMAT. Betul begitu, Pak Pur? Wink

Purnawan Kristanto's picture

Nggak punya Twitter nggak masalah

Akun twitter yang digunakan memang dibuat secara khusus untuk sistem ini. Jadi kalau kita sudah punya akun twitter, maka itu tidak bisa dipakai karena akun ini akan disetting tertutup.

Untuk jelasnya begini: Jika sekelompok orang sudah sepakat untuk bikin grup, maka ada satu orang yang melek internet diminta tolong untuk membuat akun twitter baru untuk masing-masing orang.  Kalau ada orang yang belum punya akun twitter itu nggak masalah karena akan dibuatkan akun yang baru. Akun twitter ini hanya akan dipakai untuk SMS grup ini, tidak untuk yang lain.

Akun twitter ini tidak akan sering diakses via website. Yang perlu dilakukan oleh tiap anggota grup adalah menyimpan nomor 89887 ke memori HP-nya. Selanjutnya semua komunikasi akan menggunakan nomor ini. 

Kalau dihitung-hitung, sistem ini sangat ekonomis karena satu bulan hanya membayar Rp. 5000,- atau Rp. 166,-/hari. Dengan biaya itu, kita bisa berdiskusi via SMS ke anggota grup sepuasnya tiap hari.

__________________

 

Tulisan PurnawanFoto Purnawan  Video karya Purnawan

youngyoungan's picture

Umm...

Umm, begitu to Pak... Kirain harus akses web untuk buka Twitter dulu dan kudu punya akunnya. Kalau begono, perlu di"share"kan ke temen2 nie... Sepertinya lebih efektif juga...

Matur suwun sanget Pak Smile