Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Notram

victorc's picture
Shalom saudaraku,
Bagi Anda yang belum tahu, Notram adalah salah satu istilah dalam permainan kartu truf. Ceritanya kemarin saya dan seorang teman mencoba bermain kartu truf. (lihat ref. 1) Saya berusaha mengingat-ingat cara bermain truf, karena sudah lebih dari 25 tahun saya tidak bermain truf. Terakhir kali saya bermain truf kalau tidak salah waktu sma atau waktu masih kuliah, biasanya bersama beberapa teman untuk mengisi waktu senggang.

Permainan truf dimainkan menggunakan satu set kartu remi biasa yang dibagi habis, biasanya dimainkan oleh 4 orang. Jadi satu orang akan mendapat 13 kartu. Lalu dari kartu-kartu yang diterima itu ia harus memperkirakan berapa jumlah kemenangan yang bisa diperoleh sampai semua kartu habis, itu disebut kontrak. Misalnya jika dia mendapat dua kartu as dan satu raja, maka mungkin ia akan mengajukan kontrak sebanyak 4. Jika di akhir permainan ia berhasil memperoleh 4 kemenangan, maka ia memperoleh nilai 4, tapi jika ternyata kelebihan maka nilainya jadi minus 2. Bila kurang dari 4 nilainya minus 1. Jadi misalnya ia membuat kontrak 4 tapi ternyata ia berhasil menang adu kartu sebanyak 6 kali, maka nilainya minus 2x-2 =-4. Itu kira-kira aturan dasar permainan truf. Dan pemain yang berani membuat kontrak terbanyak berhak menentukan kartu warna apa yang menjadi truf. Kartu truf berapa saja akan selalu menang jika diadu dengan kartu warna yang lain. Permainan truf merupakan dasar dari permainan bridge, bedanya adalah kalau dalam bridge permainan dilakukan berpasangan, jadi lebih rumit lagi.

Jika seorang pemain ternyata mendapati bahwa semua kartunya tidak bisa diunggulkan, dia punya pilihan bermain notram. Notram artinya membuat kontrak sebesar 0. Dengan kata lain, sepanjang permainan dia harus berusaha membuang semua kartunya. Jika dia gagal, maka dia akan mendapat minus 5, tapi jika berhasil memenuhi target 0-nya, maka ia akan mendapat nilai 5.

Refleksi
Kalau boleh sedikit merenung dari aturan permainan truf, setidaknya ada dua hal yang bisa dipelajari: 
a. Permainan truf agak berbeda dengan permainan kartu lain yang sering memuat unsur kebetulan. Dalam permainan truf, hasil akhir tergantung dari cara memainkan kartu yang ada, bukan dari keberuntungan belaka. 
b. bahkan jika semua kartu yang Anda miliki tidak ada truf sama sekali, setidaknya Anda dapat bermain notram, artinya melepas semua kartu Anda.
Bukankah dalam hidup ini, kita juga sering mendapati bahwa kita tidak memiliki kartu-kartu yang baik untuk dimainkan? Mungkin ada banyak impian kita yang belum tercapai, atau kita sudah bersusah payah, tapi sepertinya orang lain mendapatkan segala sesuatu dengan begitu mudah. Lalu bagaimana kita mesti bersikap?

Saya dulu juga mengalami hal yang semacam itu, selama bertahun-tahun saya menunggu kesempatan yang baik. Ibaratnya saya menunggu sampai memperoleh kartu-kartu yang baik, baru saya bermain. Tapi sekitar 3 tahun yang lalu, saat menjelang akhir tahun dan menyongsong tahun baru (tapi saya lupa tahunnya), ada sebuah sms dari dosen saya yang cukup menyentuh, isinya sederhana saja: "Lakukan apa yang Anda bisa, dengan apa yang Anda punya, di tempat Anda berada, sekarang." Kalimat itu merupakan terjemahan bebas dari sebuah kalimat bijak yang pernah ditulis oleh Theodore Roosevelt, mantan presiden Amerika Serikat. Dalam bahasa Inggris kalau tidak keliru kalimat tersebut bunyinya adalah: "Do what you can, with what you have, where you are, right now."

Dari sms sederhana di akhir tahun itu, saya lalu belajar untuk mengubah prioritas saya, jadi bukan lagi menunggu kesempatan baik melainkan mulai melakukan sesuatu dengan apa yang saya bisa dan dengan apa saja yang saya miliki saat itu. Misalnya saya lalu mulai aktif mengunggah artikel-artikel di laman http://independent.academia.edu/VChristianto. Bukan untuk maksud menyombongkan diri lho, tapi faktanya adalah hingga saat ini (3 tahun berselang) laman tersebut telah dilihat oleh lebih dari 62000 viewer, dan memiliki peringkat: top 0.1% dari total sekitar 23000000 seluruh pengguna academia.edu. Tidak terlalu jelek bukan? Padahal niat saya awalnya hanya ingin berbagi tulisan dengan sesama pengguna academia.edu. Baru akhir-akhir ini saya mengenal bahwa itulah yang dimaksud dengan pelayanan menulis atau "writing ministry." Artikel-artikel yang saya unggah sering diakses oleh orang-orang dari berbagai daerah maupun dari mancanegara. Saya berharap bahwa Tuhan mengijinkan saya untuk terus berkarya dan menjadi berkat bagi orang lain melalui "writing ministry" tersebut.

Saat ini saya belajar memahami bahwa di hadapan Tuhan, bukan nilai materiil persembahan kita yang penting tapi ketulusan hati kita. Bukankah Yesus sanggup membuat 5 ketul roti dan 2 ekor ikan menjadi berkat bagi 5000 orang? (Mat. 14:21)

Penutup
Sebagai penutup, kiranya kita dapat mulai mengambil sikap bahwa hidup bukan persoalan memiliki kartu-kartu yang hebat, tapi bagaimana memainkan kartu-kartu yang biasa-biasa dengan sebaik mungkin. Jika Anda merasa tidak memiliki kartu-kartu apapun yang dapat dibanggakan seperti kartu kredit, jangan khawatir atau mengeluh, setidaknya Anda bisa bermain "Notram." Hadiah yang abadi yaitu mahkota kehidupan dijanjikan Tuhan Yesus kepada semua orang yang setia dan tekun berkarya bahkan jika mereka tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan. Lihat Wahyu 2:10.

Untuk direnungkan: Sudahkah Anda menyerahkan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan yang Anda miliki untuk memberkati banyak orang di sekitar Anda? Tuhan memberkati Anda semua. amin.

Jika Anda ingin memberikan komentar atau saran, silakan kirim ke email: victorchristianto@gmail.com

5 mei 2015, pk. 23:06
VC

Note: terimakasih buat Tika dan Eben.

referensi:
(1) http://informatika.stei.itb.ac.id/~rinaldi.munir/Stmik/2010-2011/Makalah2010/MakalahStima2010-004.pdf
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.