Pada mulanya Adam dan Hawa hidup kekal. Keduanya kehilangan kekekalannya setelah makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat. Pada mulanya Adam dan Hawa tidak mengetahui tentang hal baik dan jahat. Keduanya baru mengetahui hal baik dan jahat setelah makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat. Itulah yang saya pahami selama ini. Pemahaman yang nampak Alkitabiah dan logis, namun meninggalkan sebuah pertanyaan tak terjawab selama ini. Karena Adam dan Hawa belum tahu hal baik dan jahat, bukankah mustahil mereka tahu bahwa melanggar perintah Allah itu jahat? Bila keduanya tidak tahu, kenapa Allah yang Maha Adil menghukum mereka?
Pohon Kehidupan Sumber Hidup Kekal
Pohon kehidupan jarang sekali disebut ketika menceritakan kisah penciptaan dan kejatuhan manusia pada anak sekolah minggu, juga jarang disebut para pengkotbah dalam kotbah-kotbahnya, bahkan di dalam buku-buku Theologia pohon kehidupan jarang disebut apalagi dibahas secara luas. Mungkinkah pohon kehidupan jarang disebut karena dianggap tidak penting atau tidak sepenting pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat. Benarkah demikian?
Sesungguhnya pohon kehidupan memegang peranan yang sangat penting dalam kisah penciptaan dan kejatuhan manusia. Banyak kesalahan memahami ajaran sejati Alkitab terjadi karena tidak memahami peranan pohon kehidupan. Banyak perdebatan sia-sia dilakukan karena masing-masing tidak memahami peranan pohon kehidupan. Banyak ajaran Alkitab yang selama ini sulit untuk dipahami menjadi mudah dipahami ketika kita memahami peranan pohon kehidupan.
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 2:17
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22
Selama ini saya memandang kisah taman Eden dengan cara salah. Saya menyangka bahwa manusia kehilangan hidup kekal karena makan buah pohon pengetahuan. Sebelum makan, manusia memiliki hidup kekal, setelah makan, kekekalannya diambil Allah. Pandangan demikian salah sama sekali. Hidup kekal tidak berhubungan dengan pohon pengetahuan. Hidup kekal berhubungan dengan pohon kehidupan. Sebelum makan buah pohon kehidupan manusia tidak memiliki hidup kekal, karena tidak memakannya, maka manusia tetap tidak memiliki hidup kekal.
Bacalah Kejadian 3:22 dengan hati-hati dan teliti, kemudian kita akan menjawab berapa pertanyaan berikut ini. Apa yang akan terjadi bila manusia makan buah pohon kehidupan? Manusia akan hidup selama-lamanya. Apa yang terjadi karena manusia tidak makan buah pohon kehidupan? Manusia tidak akan hidup selama-lamanya. Tidak hidup selama-lamanya berarti akan mati. Bukankah itu berarti ketika diciptakan manusia tidak kekal dan akan mati? Manusia baru akan hidup selama-lamanya setelah makan buah pohon kehidupan. Sayang Adam dan Hawa tidak memakannya.
Pohon Pengetahuan Sumber Kebodohan
Selama ini saya menyangka bahwa sebelum makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat Adam dan Hawa tidak tahu tentang yang baik dan yang jahat. Sebelum makan, keduanya tidak tahu hal yang baik dan jahat, setelah makan baru tahu. Ternyata pandangan demikian salah sama sekali.
Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 2:16-17
Untuk dapat menaati perintah Allah tersebut di atas Adam harus tahu tentang yang baik dan yang jahat. Di samping itu dia juga harus mampu membedakan mana yang baik dan yang jahat dan mampu memilih yang baik dan menolak yang jahat. Memberi nama kepada segala ternak, segala burung-burung di udara dan segala binatang hutan adalah bukti bahwa Adam tahu tentang hal yang baik dan yang jahat, mampu membedakan keduanya dan mampu memilih yang baik dan menolak yang jahat. Menyadari bahwa dia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dirinya adalah bukti bahwa Adam tahu yang baik dan yang jahat, mampu membedakannya dengan benar dan mampu memilih yang baik dan menolak yang jahat.
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Kejadian 3:2-3
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. Kejadian 3:6
Ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan dengan jelas bahwa Hawa tahu yang baik dan yang jahat. Hawa juga mampu membedakan yang baik dan yang jahat dengan benar, dia juga mampu memilih yang baik dan menolak yang jahat. Selama ini saya menyangka kalimat, “ … Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, …” menunjukkan bahwa Hawa tidak mengetahui perintah Allah dengan jelas, karena dia mengetahui perintah itu dari Adam. Namun sesungguhnya kalimat tersebut justru membuktikan bahwa Hawa selain tahu bahwa makan buah pohon pengetahuan itu jahat, dia juga mampu menyadari bahwa meraba buah pohon tersebut akan membangkitkan keinginannya untuk memakannya.
Apa yang terjadi setelah Hawa makan buah pohon pengetahuan? Hawa tetap tahu hal yang baik dan yang jahat, namun tidak mampu membedakannya dengan benar dan tidak mampu untuk memilih yang baik dan menolak yang jahat. Hal itu terbukti dengan perbuatannya yang tidak bertanggung jawab dengan memberikan buah pohon pengetahuan kepada Adam.
Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Kejadian 3:7
Selama ini saya memahami ayat tersebut di atas sebagai bukti pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Sekarang saya memahami bahwa ayat tersebut justru membuktikan hal sebaliknya, Adam dan Hawa kehilangan kemampuan mereka untuk membedakan hal yang baik dan yang jahat dengan benar. Kalimat “terbukalah mata mereka berdua,” tidak menyatakan bahwa keduanya sebelumnya tidak tahu dirinya telanjang lalu menjadi tahu. Kalimat tersebut justru membuktikan bahwa keduanya telah kehilangan kemampuan untuk membedakan hal yang baik dan yang jahat dengan benar.
Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Kejadian 3:10
Ayat tersebut di atas bukan bukti bahwa Adam sudah tahu tentang yang baik dan yang jahat. Namun bukti bahwa Adam telah kehilangan kemampuan untuk membedakan hal yang baik dan yang jahat dengan benar dan kemampuan untuk memilih yang baik dan menolak yang jahat. Telanjang bukan alasan yang benar bagi Adam untuk merasa takut kepada Allah, malu bukan alasan yang benar bagi Adam untuk sembunyi. Adam takut kepada Allah karena sudah melanggar perintah, Adam sembunyi karena takut dibunuh Allah. Bukankah Allah mengancam, … sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati?
Keadilan Di Taman Eden
Sebagai seorang pelatih anjing, prinsip utama yang harus ditaati adalah tidak boleh melakukan koreksi (menegur, menghukum) apabila anjing belum memahami sebuah perintah dengan benar. Menurut penelitian, seekor anjing baru benar-benar mengerti sebuah perintah setelah dia dilatih 30 - 70 kali untuk perintah tersebut. Setelah mengerti sebuah perintah, maka anjing tersebut harus dilatih 30 - 70 kali lagi untuk mampu membedakan bahwa mematuhi perintah adalah baik dan menolak perintah adalah jahat, sekaligus mampu memilih untuk patuh 100% dalam segala situasi dan keadaan.
Koreksi baru dilakukan setelah anjing benar-benar mengerti sebuah perintah dan koreksi diberikan agar anjing tersebut mampu dan mau patuh 100% dalam situasi dan kondisi apapun. Seorang pelatih yang tidak memahami dan menaati prinsip utama tersebut secara konsisten, bukan pelatih anjing yang baik. Anjing yang dilatihnya tidak akan patuh padanya 100%, bahkan anjing tersebut tidak akan menghormatinya dan mengasihinya. Seekor anjing yang menghormati akan mempercayakan jiwa raganya di bawah kuasa tuannya. Seekor anjing yang mengasihi akan selalu berusaha untuk menyenangkan hati tuannya. Rasa hormat membuat anjing patuh, cinta kasih membuat anjing senang untuk patuh.
Sebagai orang tua, prinsip utama yang harus ditaati adalah tidak boleh melakukan koreksi (menegur, menghukum) apabila anaknya belum memahami sebuah ajaran dengan benar. Menurut penelitian, seorang anak di bawah usia 5 tahun baru benar-benar mengerti setelah diajar 7 - 10 kali. Setelah mengerti sebuah ajaran yang benar, maka anak tersebut harus diajar 7 - 10 kali lagi untuk mampu membedakan bahwa menjalankan ajaran tersebut adalah baik dan tidak menjalaninya adalah jahat, sekaligus mampu memilih untuk menjalankan ajaran tersebut 100% dalam segala situasi dan kondisi.
Koreksi baru dilakukan setelah anak kecil mengerti dan koreksi diberikan agar anak tersebut mampu dan mau menjalankan ajaran tersebut 100% dalam segala situasi dan kondisi apapun. Orang tua yang tidak memahami dan menaati prinsip utama tersebut secara konsisten, bukan orang tua yang baik. Anaknya tidak akan menghormatinya dan mengasihinya. Seorang anak yang menghormati akan selalu mematuhi orang tuanya. Seorang anak yang mengasihi akan selalu berusaha untuk menyenangkan hati orang tuanya.
Apabila seorang pelatih anjing memperlakukan anjing yang hanya seekor binatang demikian, apabila orang tua memperlakukan anaknya demikian, mustahil Allah Yang Maha Adil melarang Adam dan Hawa makan buah pohon pengetahuan bila keduanya tidak tahu bahwa menaati perintah Allah adalah baik dan melanggarnya adalah jahat, tidak mampu membedakannya dan tidak mampu menaatinya. Mustahil Allah mengkoreksi (menghukum) bila keduanya belum mengerti dan mampu membedakan. Koreksi diberikan Allah agar manusia mampu dan mau menjalankan perintahNya 100% dalam segala situasi dan kondisi. Allah yang tidak adil dan konsisten tidak patut dihormati, Allah yang tidak berperi kemanusiaan tidak layak dikasihi.
Malu – Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
Malu! Sebelum berdosa manusia tidak tahu malu. Adam dan Hawa telanjang, namun keduanya tidak merasa malu (Kejadian 2:25). Namun setelah berbuat dosa, keduanya merasa malu (Kejadian 3:7, Kejadian 3:8). Benarkah yang membuat Adam dan Hawa merasa malu adalah ketelanjangan mereka? Tidak! Kalau Adam dan Hawa malu karena telanjang, maka setelah menyematkan daun pohon ara dan memakai cawat keduanya tidak akan merasa malu lagi ketika mendengar langkah Allah di taman Eden. Menyelesaikan masalah dengan masalah. Itulah yang dilakukan oleh Adam dan Hawa. Hawa dalam masalah setelah makan buah pohon pengetahuan, dia menyelesaikannya dengan masalah baru, memberikan buah itu kepada Adam. Adam dalam masalah setelah makan buah pohon pengetahuan. Dia menyelesaikan masalahnya dengan membuat masalah baru, sembunyi. Ketika sembunyi tidak menyelesaikan masalahnya, dia menyelesaikannya dengan masalah baru, mencari alasan dirinya telanjang. Ketika alasan telanjang tidak menyelesaikan masalahnya, dia menyelesaikannya dengan masalah baru, mencari kambing hitam, menyalahkan Hawa kekasihnya. Apakah masalahnya selesai? Tidak! Masalahnya dia belum makan buah pohon kehidupan sehingga tidak bisa hidup selama-lamanya. Masalahnya dia sudah makan buah pohon pengetahuan sehingga walaupun masih memiliki pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat, namun dia tidak mampu untuk membedakannya dengan benar dan dia tidak mampu untuk memilih kebaikan dan menolak kejahatan. Apabila dia merasa malu dengan hal itu, seharusnya dia belajar untuk mendapatkan kemampuannya kembali, bukannya lari sembunyi atau mencari alasan bahkan kambing hitam.
Kita merasa malu ketika kesalahan kita terbongkar. Namun, alih-alih mengakui kesalahan, kita justru mencari alasan dan kambing hitam. Mencari alasan dan kambing hitam adalah ungkapan kasihan pada diri sendiri dan memohon orang untuk mengasihani diri kita. Hal itu tidak akan menyelesaikan masalah. Itu namanya menyelesaikan masalah dengan masalah baru.
Kita merasa malu karena tahu diri sendiri tidak sesempurna orang lain. Namun alih-alih membina diri, kita justru menuntut orang lain untuk menerima kekurangan kita. Minder adalah perasaan malu yang tidak diungkapkan.
Kita merasa minder karena tahu diri sendiri tidak sesempurna orang lain. Saya tidak seganteng dia, saya tidak secantik dia, saya tidak sekaya dia, saya tidak sepintar dia, saya tidak seberbakat dia, saya tidak seberuntung dia. Kita menjadikan semua hal itu sebagai alasan diri sendiri tidak bahagia. Kita menjadikan semua hal itu sebagai alasan untuk tidak mencintai diri sendiri. Kita menjadikan semua hal itu sebagai alasan diri sendiri tidak berprestasi. Kita menjadikan semua hal itu sebagai alasan untuk mengasihani diri sendiri.
Ketika merasa minder, kita tidak membina diri, justru lari menyembunyikan diri. Itulah naluri manusia, naluri Adam dan Hawa, naluri manusia umumnya. Sebagai orang Kristen yang menyebut dirinya murid Yesus Kristus, hal itu tidak boleh terjadi lagi. Malu atau minder seharusnya menjadi pendorong bagi kita untuk membina diri menggapai kesempurnaan, bukan alasan untuk lari bersembunyi, mengasihani diri sendiri dan mengharapkan orang lain memaklumi kita.
Kata Akhir
Musashi, seorang pendekar pedang yang paling sakti sepanjang sejarah Jepang mengajarkan, “Ketika engkau tidak dapat mengalahkan musuh dengan semua jurusmu, maka berhentilah bertarung lalu mulailah bertarung seolah-olah itu adalah pertarungan baru.” Pengkotbah Indonesia yang paling saya hormati dalam kotbah-kotbahnya sering berkata, “Firman Allah itu bersifat progresif.” Dosen yang paling saya hormati mengajarkan, “Yang paling penting adalah prinsip. Penguasaan struktur adalah langkah pertama untuk memahami sebuah ilmu.” Sahabat kuliah saya setelah mendapat gelar Drs ekonomi lalu kuliah untuk mendapatkan gelar Master of divinity Theologia, mungkin dia belum pernah membaca tulisan Musashi, namun jelas dia telah mempraktekkannya, itu sebabnya selain kuliah untuk Master of divinity Theolgia dia juga kuliah untuk meraih gelar Sarjana Theologia.
NB
Bung Stephen, saya menemukan kebenaran tentang pohon kehidupan ini ketika memeras otak untuk menulis komentar untuk tulisan anda Kematian. Saya mendedikasikan tulisan ini buat anda. Tadinya tulisan ini menyatu dengan tulisan Nafas Allah.


>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |
Jika Manusia tidak mati
Dulu aku pernah dianggap sesat karena pernah berkata:
“Jika manusia tidak makan pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat maka bumi ini sudah penuh karena manusia tidak akan mati. Akan terjadi ledakan pengetahuan yang terlalu cepat.”
Dengan penuh keyakinan aku menambahkan, ”Bumi tidak akan bisa menampung manusia, jika tidak ada kematian,” Waktu itu aku masih ingat pelajaran IPS Geografi di kelas 2 SMP yang membahas tentang ledakan penduduk.
Seorang membantah dengan berkata, “Tidak, seandainya manusia tidak memakan pohon itu, Bagi Allah tidak mustahil untuk membuat bumi ini memelar, atau membuat bumi kembar lainnya. Allah Mahakuasa.”
Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, apalagi pemimpin kelompok PA kami ikut membela temanku.
Walaupun dalam hati aku masih berkata, “Allah itu Mahakuasa dan Mahatahu. Tahu tentang ledakan penduduk, dan bumi yang diciptakannya ini bukanlah sesuatu yang kekal. Bumi akan hancur, Ia tidak akan menciptakan sesuatu yang kekal di atas bumi yang tidak kekal.”
Banyak hal yang tidak kupahami
Jalan Pikiran Kita Sama
Anak Partisa, jalan pikiran kita sama. Namun baru sekarang saya dapat menjelaskan kenapanya.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Adam dan Hawa
Hai Hai menulis:
"Apakah Allah melarang manusia untuk makan buah pohon kehidupan? Tidak! Apakah Allah melarang manusia untuk makan buah pohon pengetahuan tentang hal yang baik dan yang jahat? Iya! Kenapa Adam dan Hawa justru memakan buah pohon yang dilarang namun tidak makan buah pohon yang tidak dilarang? Saya tidak tahu. Saya berjanji, bila masuk surga nanti dan bertemu dengan kedua beliau, saya akan menanyakannya."
Bercanda dikit ya, Hai:
Katanya, ... kalau 'kelak' kita bingung mau nemuin Adam dan Hawa, lihat aja di sono perut-perut setiap 'orang'. Kalau ada yang engga punya pusar (udel), merekalah orangnya. He He He!
Syalom,
John Adisubrata
Jangan lupa lho Ko hai hai
Saya berjanji, bila masuk surga nanti dan bertemu dengan kedua beliau, saya akan menanyakannya.
Ko, engkau pernah mengajarkan kepadaku: Janji adalah utang yang harus dibayar!!! So, jangan lupa pada janjimu!!!
Hawa dan Adam
Pak John bisa aja. Tetapi benar juga ya? Tadinya sich saya pikir, mau cari yang nggak punya mertua. Mereka pasti Kongco Adam dan Eyang putri Hawa.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
hai Mengedit Pohon Kehidupan
Saudara-saudara sekalian, saya baru mengedit tulisan ini sehingga lebih berbobot dan mudah untuk dipahami. Semoga anda menyukainya.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
waduh, komentar
waduh, komentar Hai-hai:
Ketika engkau tidak dapat mengalahkan musuh dengan semua jurusmu, maka berhentilah bertarung lalu mulailah bertarung seolah-olah itu adalah pertarungan baru.
kata-kata ini salah satu yang paling saya suka dari Musashi.
o-ia Bung Hai, kalao gak salah ada buku dari pesaingnya Musashi (namanya lupa), saya sih belum sempet baca.
apa bung Hai doyan Samkok juga?
Pesaing Musashi?
Nosid, makanya saya tulis, sebab itulah yang paling saya sukai dari the Book of five rings-nya Musashi. Kayaknya kita sama-sama mengaguminya?
Setahu saya, pada awalnya terbit novel dengan judul samurai yang ditulis oleh orang bule. Karena orang Jepang tidak suka dengan novel tersebut, maka muncullah novel dengan judul Musashi. Keduanya pernah dimuat di harian Kompas, Karena kedua cerita tersebutlah maka saya menjadi pelanggan Kompas yang fanatik. Kalau buku pesaing buku tulisan Musashi The Book of five rings, saya malah belum tahu tuh.
Samkok, terdiri dari 4 jilid, warna bukunya merah.Banyak orang Tionghua yang percaya mitos bahwa orang yang membaca buku Samkok tidak tamat, dia akan menjadi penjahat. Pertama kali membaca Samkok waktu itu saya masih kelas 5 SD. Biasanya ortu ngomel kalau saya baca buku cerita silat. Namun ketika mereka tahu saya membaca Samkok, mereka justru mendorong saya untuk membacanya sampai akhir. Saya sudah baca kisah Samkok 4 kali. Rencananya saya mau baca kelima kalinya semester depan.
Samkok? Gila ...!
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Nitip pertanyaan
Wah, Hai hai mau nanya ke surga?
Saya juga mau nitip pertanyaan dong :
1. Adam dan Hawa itu termasuk manusia purba atau manusia seperti kita?
2. Pada jaman mereka ada dinosaurus ngga sih?
3. Kerajaan Troy dan pulau Atlantis itu beneran atau cuma mitos?
4. Hercules dan Achilles beneran ada ngga?
5. Di masa depan nanti ada mesin waktu ngga?
6. Di galaksi lain ada kehidupan lain atau ngga?
Nanti kalau udah nanya di surga, Hai hai balik lagi ke sini terus bikin bukunya, dijamin laris.
Nasib Saya Jelek
Wah Mod, nggak janji dech! Nasib saya jelek, pasti panjang umur. Tapi kalau nasib saya bagus dan mati muda, maka saya akan tanyakan keenam pertanyaan kamu. Soal balik lagi itu nampaknya mustahil karena sekali mati saya tidak mau balik lagi.
Saat ini banyak pengkotbah alam roh yang mengaku memiliki anugerah untuk piknik ke surga dan neraka dan ngobrol dengan tuhan seolah ngobrol dengan teman. Gimana kalau kamu titip mereka saja pertanyaan-pertanyaan kamu itu?
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
HAHAHAHA...
Bro MOD,
lucu... hahaha...
gw yakin si Hai2 lagi terseyum simpul sambil geregetan.
hahaha...
sori nih... koment gw gak penting...
buat tambah point aza. hahaha...
Jesus Freaks,
"Live X4J, die as a martyr"
Sedia payung sebelum hujan
Kalau gitu pertanyaan saya buat persiapan aja deh, kalo seandainya suatu saat Hai hai tergiur untuk menjadi seorang pengkotbah alam roh. Jadi saya sudah sedia payung sebelum hujan.
Atau mungkin juga Hai hai membuat tulisan yang menyangkal pengkotbah alam roh untuk permulaan saja. Jangan-jangan Hai hai sudah punya rencana untuk menjadi pengkotbah alam roh, awalnya Hai hai membuat tulisan yang menyangkal para pengkotbah alam roh, lalu Hai hai membuat kesaksian bahwa Hai hai dulunya tidak pernah percaya kepada pengkotbah alam roh, kemudian Hai hai bertobat dan menjadi pengkotbah alam roh juga.
Semoga aja tidak seperti itu ya!
Jesusfreaks mau nyari point plus plus ya? Ada hadiahnya ngga?
Hai hai Jadi Pengkotbah Alam Roh
Wah, mod, anda tidak beruntung. Sejak menjadi orang Kristen 26 tahun yang lalu saya bergumul untuk menjadi pendeta, namun hingga saat ini saya yakin bahwa Tuhan tidak memanggil saya untuk menjadi pendeta. Saya hanya provokator dan akan tetap jadi provokator. Beberapa orang teman pengkotbah menyebut saya theolog jalanan. Sebutan itu terlalu muluk buat saya.
Wah tapi seru juga ya kalau saya bertobat lalu menjadi pengkotbah alam roh? Kira-kira berapa ya tarif sekali kotbah atau bersaksi yang akan saya peroleh?
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Ngga takut disantet?
Kalau tarifnya saya tidak tahu, tapi saya
pernah mendengar langsung salah satu kotbah dari pengkotbah alam roh
sendiri, katanya dia tidak membawa uang sepeserpun untuk pergi
berkotbah, tapi dia perginya menggunakan taksi. Bayangkan saja, tidak
punya duit tapi berani untuk naik taksi.
Cuma yang saya takutkan, karena para pengkotbah alam roh cerdik,
jangan-jangan Hai hai sebenarnya salah satu dari pengkotbah alam roh,
pada awalnya Hai hai berpura-pura untuk membantahnya.
Lalu suatu saat, setelah pendukung Hai hai sudah banyak dari yang membaca blog dan bukunya Hai hai (sudah ada belum?), Hai hai menjadi
pengkotbah alam roh. Otomatis banyak pendukung Hai hai yang tadinya sama-sama tidak percaya kepada pengkotbah alam roh
menjadi percaya kepada pengkotbah alam roh. Dan Hai hai mempunyai bukti
bahwa Hai hai dulunya membantah pengkotbah alam roh di dalam blognya dan bukunya
Hai hai.
Tapi ngomong-ngomong, Hai hai bikin tulisan yang membantah para
pengkotbah alam roh, emangnya Hai hai ngga takut kalo disantet atau
diancam sama para pengkotbah alam roh?
Saya pernah baca kesaksian seorang aaiijdpr (nama samaran, kalau
istilah komputernya, namanya sudah di enkripsi sehingga tidak bisa
dibaca).
Saya akan mengutip kesaksiannya :
“Maaf, ada rekan Pendeta mengkritik saya, lebih lima orang koma,
mati, lumpuh, atau kanker. Bahkan sewaktu mengkritik di depan saya –di
mimbar— tentang yang saya sampaikan mengenai Kerajaan Sorga, saya
langsung berdoa ‘Tuhan Yesus, saya hanya melakukan perintahmu’. Tuhan
Yesus langsung menanggapi aaiijdpr, orang itu akan aku cabut nyawanya.’”
Kalau saya sih takut, kalau Hai hai dan yang lainnya ngga takut disantet?
Cerdik Seperti Merpati, Tulus Seperti Ular
Mod, saat ini saya punya 4 buah buku yang hampir selesai. Mudah-mudahan pada tahun 2008 ini saya dapat menyelesaikan minimal 2 di antaranya dan ada penerbit Kristen yang berani menerbitkannya.
Saya tidak akan berani menjadi pengkotbah alam roh, karena menurut Alkitab, seorang penyesat harus digantung dengan batu penggilingan lalu ditenggelamkan dan itupun masih belum cukup. Tapi bila suatu saat nanti saya tersesat, tolong gebukin saya! Biar bertobat atau mati sekalian daripada menyesatkan umat Allah.
“Maaf, ada rekan Pendeta mengkritik saya, lebih lima orang koma, mati, lumpuh, atau kanker. Bahkan sewaktu mengkritik di depan saya –di mimbar— tentang yang saya sampaikan mengenai Kerajaan Sorga, saya langsung berdoa ‘Tuhan Yesus, saya hanya melakukan perintahmu’. Tuhan Yesus langsung menanggapi aaiijdpr, orang itu akan aku cabut nyawanya.”
Saya sering mendengar kesaksian seperti itu dari teman-teman tentang kehebatan pengkotbahnya. Menurut mereka itulah bukti Kehebatan pengkotbahnya dan bukti bahwa pengkotbahnya diberkati dan diurapi Tuhan. Saya sama sekali tidak mampu memahami kisah-kisah demikian. Di mana letak cinta kasih dari para pengkotbah demikian? Di mana letak cinta kasih dari orang-orang yang menyampaikan kesaksian demikian? Ketika Yesus Kristus meregang nyawa di atas kayu salib, dia berdoa, “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang dikatakannya!” Mustahil Tuhan Yesus berjanji untuk mencabut nyawa orang yang mengeritik hambanya yang sedang kotbah di atas mimbar.
Ngomong-ngomong bagaimana nasib orang yang mengeritik itu? Apakah Tuhan Yesus benar-benar mencabut nyawanya saat itu?
Mod, lebih baik saya mati disantet atau ditembak dari pada membiarkan ajaran-ajaran sesat dikotbahkan di mimbar-mimbar gereja dan dijual dalam bentuk buku-buku.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Kej 3:22
Hi salam kenal, saya newbie niyh...
Saya tak sengaja melihat postingan ini, pada awalnya cuma ingin (u/ pertama kalinya) membaca Alkitab dari awal hingga akhir. Terus ketemu soal pohon kehidupan ini,,, dan koq sepertinya saya seperti baru tersadar... oh iya ya knp dari dulu ga pernah kepikiran bahwa pohon pengetahuan dan pohon kehidupan beda, dari dulu nganggepnya sama... terus coba googling deh.. eh ketemu blog ini...
Ada yg mau saya tanya...
saya kurang lebih sepaham, namun masih ada ganjalan,
'Pohon Pengetahuan Sumber Kebodohan', Anda mengatakan sebenarnya Adam & Hawa sudah tau mana yg baik dan yg jahat, namun setelah memakan buah dari pohon pengetahuan Adam & Hawa menjadi tidak bisa 'memilih' dengan benar yang baik dan menjauhi yang jahat? Begitu kan kira2...
Namun, Kej 3:22 "Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat,...."
kata '...telah menjadi..." berarti kan menunjukan setelah memakan buah pengetahuan, kemudian "...seperti salah satu dari Kita,..."
Kita disini maksudnya siapa saja? Tuhan beserta malaikat2nya? Jika iya masa balik lagi ke awal: "pohon pengetahuan sumber kebodohan"? Pasti Anda tidak setuju donk Tuhan beserta malaikat2nya itu bodoh... Ini yang mau saya tanyakan... terima kasih.
ohiya jika tidak merepotkan, boleh kirim balesannya ke email saya juga...? dantecelcius@yahoo.com. thnx
JCLU
PENGETAHUAN dan PENGALAMAN
Taufan, pertanyaan anda nampak sepele, namun sesungguhnya sangat berat untuk dijawab. Menurut saya yang dimaksudkan dengan KITA di dalam Kejadian 3:22 adalah Ketiganya Yang Esa, bukan malaikat.
Memang saya menggunakan kalimat “Pohon Pengetahuan Sumber Kebodohan” Untuk judul paragraf dalam tulisan saya. Apabila anda membaca tulisan di bawahnya maka nampak jelas apa yang saya maksudkan dengan KEBODOHAN di dalam tulisan itu. KEBODOHAN yang saya maksudkan bukan lawan dari PINTER namun lawan dari BIJAKSANA.
Ayam memiliki dua kaki seperti manusia. Apakah anda juga menyimpulkan bahwa manusia juga BERTELUR karena kalimat sebelumnya menyatakan bahwa ayam seperti manusia?
PENGETAHUAN dan PENGALAMAN adalah dua hal yang berbeda. Sebelum makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat manusia sudah memiliki PENGETAHUAN tentang yang baik dan yang jahat serta memiliki PENGALAMAN tentang yang baik. Setelah makan buah pohon pengetahuan, saat itulah manusia memiliki PENGALAMAN tentang yang jahat.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
TAMAN EDAN eh EDEN maksud saya
Gimana ya...kok HAI HAI bisa kepikran sampe sana ya? salut bgt...
semula pemikiran say yah...ga makan berarti hidup kekal...
dari artikel Anda berarti anda menyimpulkan kalo pada mulanya manusia tidak kekal? wkt diciptakan manusia da ga diselamtkan ya?
Memang Edan ... Eh ... Eden Maksudnya
Itu anugerah Nero, Roh Kudus membimbing akal budi saya sehingga dapat memahaminya, setelah memahaminya, maka saya berkewajiban untuk memberitahu handai taulan yang belum memahaminya.
Anda benar, manusia diciptakan dengan TUBUH yang FANA (tidak kekal), itu sebabnya Allah menciptakan pohon Kehidupan, agar manusia memilihnya, namun manusia justru memilih melanggar perintah Allah.
Salah satu bukti bahwa tubuh manusia tidak kekal adalah perintah Allah agar manusia BERANAK CUCU. Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila tubuh manusia KEKAL adanya.
Alkitab mengajarkan bahwa sejak semula Allah sudah MEMILIH dan MENETAPKAN orang-orang pilihanNya. Banyak orang yang menuduh Allah tidak Adil karena hanya memilih sebagian orang dan menolak yang lainnya. Namun itulah yang diajarkan Alkitab. Mustahil menentang apa yang diajarkan Alkitab.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Manusia
Berarti menurut Hai Hai, Allah menciptakan manusia yang tidak kekal,knp harus memberi pilihan...toh tidak kekal juga?
yah,HAI HAI balek lagi ke predestinasi ya...hahahha ...yah,justru karena ANUGRAH Allah lah kita didorong utk kembali kepada ALLAh? Anda setuju ga dengan statement demikian? Anugrah tidak jauh2 dengan predestinasi
Kekal
Kalo manusia sudah dari pertama kekal adanya...pastilah kita ga bkalan diselamatkan...karena kita bakal hidup dalam dosa yang kekal...dan rencana penyelamatan manusia melalui Yesus Kristus tidak akan terjadi
Kenapa dan Bagaimana?
Wah, Nero, saya sedang memikirkan bagaimana menjawab komentar anda, eh ternyata anda sudah menjawabnya sendiri. Jiwa manusia kekal adanya sementara tubuh manusia itu fana. Memang benar, ada beberapa Tholog yang mengajarkan TEORI bahwa bila tubuh manusia bersifat kekal, maka itu berarti tidak ada PENGAMPUNAN dosa, seperti Iblis.
Sebenarnya saya tidak setuju dengan teori demikian, namun hingga saat ini belum mampu menunjukkan di mana kesalahan (bila teori itu memang salah) dan menjawab kenapa Allah menciptakan manusia dengan jiwa yang kekal namun tubuh yang fana. Waktu muda, ketika mempelajari Alkitab saya sering sekali bertanya “KENAPA?” Namun dengan berlalunya waktu saya semakin jarang bertanya “KENAPA?” namun sering sekali bertanya, “BAGAIMANA?”
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
Jawab sendiri
Wah...da saya jawab sendiri ya? saya sendiri juga tidak sadar...hahhaa..tapi masih bingung,kenapa masih harus diciptakan dua pohon? apa karena mmg diberi kebebasan kepada manusia untuk memilih? kalo diberi kebebasan memilih,ngapaen coba..toh pada awalnya tidak kekal dan berdosa..
sebenarnya tubuh yang berdosa ataukah jiwa yang berdosa? atau kedua2nya? kalo kedua2nya mgkn teori itu benar...kalo jiwa...makin bingung teori itu
@hai2 ttg pencabut nyawa kok kejam
Nyuwun kritik ya..Sori hai2... peace... .V.
cuma aga nyimpang topik..
Tulis hai2:
Di mana letak cinta kasih dari para pengkotbah demikian? Di mana letak cinta kasih dari orang-orang yang menyampaikan kesaksian demikian?
Mustahil Tuhan Yesus berjanji untuk mencabut nyawa orang yang mengeritik hambanya yang sedang kotbah di atas mimbar.
Ngomong-ngomong bagaimana nasib orang yang mengeritik itu? Apakah Tuhan Yesus benar-benar mencabut nyawanya saat itu?
Jawab:
Kan yang mencabut nyawa ketika Pengkotbah Alam roh kotbah Tuhan? Paling ga yang ngasih kesaksian..
Jangan dibilang "Mustahil" dong kalo tidak ada konfirmasinya dari Tuhan. Pakailah kata "MASA".
Tapi kenapa dibilang dimana letak cinta kasihnya.. Tersirat dan tersamar kaya mo nulis.. Allah ko bisa kejam..
Ko hai2 bingung dengan Allah yang bisa kejam?
Balik lagi baca "Ngintip toilet neraka Yuuk!
Biarin disangka promosi! cuek aje!
Jangan salahkan daku jika daku salah mengertimu.. Mohon penjelasan apa daku salah?
@ Phrack, Bila Pengeritik hai hai
Phrack, bila Allah berkata kepada saya bahwa Dia akan mencabut nyawa orang karena orang itu mengeritik saya atau menyakiti saya, maka saya akan berlutut kepada Allah dan memohon agar orang itu diampuni.
Bila Allah berkta kepada saya bahwa Dia mencabut nyawa seseorang karena orang itu mengeritik saya, maka saya akan berlutut kepada Allah dan minta Allah mengampuni kesalahan orang itu karena mengeritik saya.
Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak