kalo saya perhatikan dari berbagai post dari saudara josua dan hai-hai, maka kesimpulan (sementara) yang bisa saya petik adalah sebagai berikut:
[1]
aliran "josua" berusaha untuk memeluk seluruh denominasi yang ada dengan mengatakan bahwa yang terpenting adalah bahwa mereka semua tetap percaya pada "satu Bapa, satu Putra, dan satu Roh Kudus". saya merasa bahwa pendekatan pada aliran ini selaras dengan pendekatan standar negara Indonesia tercinta kita. Anda tentu bisa menebaknya? ya, pendekatan aliran ini mirip dengan Sumpah Pemuda.
misal dalam bahasa saya sendiri, apa pun minuman nya - apakah itu kopi, atau teh, atau air putih, atau coca cola, atau fanta, atau dsb - yang penting minuman itu adalah suatu benda cair yang bisa diteguk untuk meredakan rasa haus dan, bukan atau, memberi sensasi rasa pada mulut seseorang.
selanjutnya ...
[2]
aliran "hai-hai" yang berusaha untuk menerima adanya peng-kotak2-an dalam agama kristen yang selanjutnya disebut sebagai denominasi. aliran ini menolak untuk dipersalahkan atau dinyatakan "sakit hati" terkait dengan banyaknya denominasi yang berbeda2 saat ini. alasannya adalah karena denominasi itu sendiri sudah ada sejak dahulu dan bukan mereka yang mendirikannya. perbedaan itu adalah "sesuatu yang realistis, bukan sesuatu yang harus dihindari".
dalam bahasa saya sendiri, aliran "hai-hai" ingin menegaskan bahwa walau kopi, atau teh, atau air putih, atau coca cola, atau fanta, atau dsb; adalah sama2 minuman, tetapi mereka tetaplah tidak sama dalam menunaikan "fungsi" nya bagi seorang manusia.
kesimpulan (sementara) saya:
dua pendekatan ini sama2 valid dan memang relevan untuk timbul sesuai dengan keadaan sosial dalam hidup berbangsa Indonesia saat ini. tidak di Indonesia saja, tetapi malah di semua negara yang sedang mengalami "krisis identitas" maka adalah wajar kalau bermunculan pemikiran2 seperti dua "aliran" diatas.
nggak ada yang "mutlak salah". seperti juga nggak ada yang yakin tentang "mutlak benar. yang ada hanyalah "nyerempet salah". hanya itu. kenapa nggak ada yang "nyerempet benar"? simple. karena kita memang belum tahu seperti apa wujud sebenarnya dari yang "mutlak benar" itu. jadi andai pun "dia" ada, bisa jadi kita nggak sadar dan melewatkannya begitu saja.
kembali ke "nyerempet salah". hemat saya, aliran "josua" mengkotori omongannya sendiri dengan menuduh aliran "hai-hai" dengan kata2 "sakit hati dan perlu disembuhkan dulu (sakit hatinya)". trying to act fair, saya rasa aliran "hai-hai" juga sedikit "nyerempet salah" dengan menggunakan kata2 seperti "menantang".
kenapa nyerempet salah, mungkin begitu kata si hai-hai. gini hai, josua tuh masih muda, masih campur aduk antara emosi berani yang benar dan berani yang cuma sekedar nekat, jadi supaya "diskusi" apa pun bisa "nyambung", please jagain emosi nya si josua biar nggak ngelantur. jadi walau tindakan hai-hai masih "benar" tapi "tidak sempurna karena kurang baik".
sekian review cetek dari saya. silakan berdiskusi lagi. monggo kepada pihak2 yang terlibat seperti waskita dan waskami, billyjoe, daniel dan yang lain2 yang masih sekedar menonton untuk ikut berpartisipasi. at least mulailah dengan "menghujat2" review cetek saya ini. you are all welcome. don't be affraid buat "berdosa", saya sudah berdoa pada yesus supaya semua dosa yang mungkin timbul dari diskusi ini, biarlah saya yang nanggung; untuk selanjutnya saya estafetkan ke Dia hahahaha
cheers to you all 

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |
Bhineka Tunggal Ika
Dennis, Bhineka Tunggal Ika, adalah selogan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Para Bapak bangsa menyadari hal itu sejak awal dan menjadikannya sebagai selogan negara. Berbeda-beda tetapi satu. Orde baru memaksa agar bangsa Indonesia berpura-pura bahwa perbedaan itu tidak ada. Alasannya demi persatuan negara.
Namun kita lihat, pura-pura itu malah memicu rasialisme. Banyak sekali contoh-contoh demikian di dunia ini, misal di negara-negara mantan komunis yang terpecah belah. Irak, Iran, afganistan, Irlandia. Perang antar denominasi Kristiani abad-abad lalu.
Tetapi anda benar, saya terlalu memprovokasi josua. Mohon maaf.
Saya sendiri tidak marah ketika josua menuduh saya denominasialis bahkan sakit hati pada denominasi tertentu. Padahal sudah beberapa kali saya menyatakan saya tidak sakit hati pada siapapun atau denominasi manapun. josua aja yang nggak percaya dan terus menuduh. Namun,setiap kali mendengar tuduhannya, saya berpikir, kenapa dia menuduh saya demikian? Maka saya coba memeriksa diri. tuduhan josua mengingatkan saya untuk tidak denominasialis, menurut saya bagus.
Alkitab PASTI BENAR
Galatia 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, Galatia 5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.
yang PASTI BENAR
#dedy yanuar
agree 100%, alkitab pasti benar ... tapi ... masalah yang selalu timbul adalah apakah "pengertian kita" sesuai dengan yang ingin ditunjukkan oleh si alkitab ... saya rasa untuk mempelajari hal ini lah maka dunia ini diadakan ama si akang yesus
----
#hai-hai
si dedy setuju tuh hai, "jangan menantang" katanya ... n bagus juga lo ngubah judul salah satu postingan elo dengan nambahin kata "tidak" di dalam kurung itu ... usul aja, gimana kalo judulnya ditubah 100% aja, jangan bawa2 kata2 "menantang" deh, hehehe, biar lebih "alkitabiah", ya nggak Ded?
it's a free will...
pakai kata-kata apa saja terserah... toh saya tidak mudah sakit hati... berapi-api iya.... marah boleh... tapi bukankah mengampuni harus jalan terus... :) bukan begitu saudara Hai...
yang saya maksud bersatu itu bukan berarti kita ber-Gereja bareng dalam satu gedung atau kita berpura-pura bersatu... bersatu itu ya... BERSATU.... dalam sikap, tindakan dan pikiran.... tidak saling menjelek-jelekkan... tidak saling mengejek dan membuka aib masing-masing... dan memicu permusuhan....apa bisa kita merdeka kalau kita tidak bersatu... ingat hanya Gereja-Gereja yang mengakui ALLAH BAPA, PUTRA, dan ROH KUDUS...
BIG GBU!