Anda mempunyai ayah dan ibu, bukan? Silsilah Anda tentu saja bisa diurutkan dari ayah dan ibu Anda, dan keduanya pasti berbeda.
Benar, bahwa Matius (nama Yunani) atau disebut juga Lewi adalah pemungut cukai dan menjadi salah satu dari ke-12 murid Yesus. Perlu kita ketahui bahwa setiap kitab Injil punya penekanan yang berbeda tentang sosok Yesus karena pada waktu ditulis ditujukan untuk orang-orang yang berbeda pula (orang Yahudi atau Yunani), cara mereka menulis pun tentu akan berbeda pula. Injil Matius menekankan bahwa Yesus adalah Raja, Kristus Allah yang dinubuatkan dalam PL, yang membawa Kerajaan Surga ke bumi.
Injil Markus memberi tahu kita, bahwa Yesus adalah Hamba Allah, yang berjerih lelah bagi Allah dengan setia. Catatan dalam Injil Markus paling sederhana, karena seorang hamba tidak memerlukan catatan yang rinci. Injil Lukas menyajikan gambaran penuh tentang Yesus sebagai satu-satunya manusia yang tepat dan normal, yang pernah hidup di bumi ini; sebagai manusia semacam itu, Yesus adalah Penyelamat manusia. Injil Yohanes mengungkapkan Yesus sebagai Anak Allah, diri Allah sendiri yang berinkarnasi jadi manusia.
Di antara keempat kitab Injil, Matius dan Lukas memiliki catatan silsilah; Markus dan Yohanes tidak. Nah, untuk mempersaksikan Yesus adalah Raja, --yang dinubuatkan dalam PL dalam 2 Samuel 7:16 yang akan digenapi pada diri Yesus pada waktu kedatangannya yang kedua dalam Kerajaan Seribu Tahun kelak (Wahyu 20:1-6, Yesus Kristus memerintah sebagai Raja). Ingat Yesus sering disebut Raja orang Yahudi, kata INRI di kayu Salib = Iesous Nazareth Rex Ioudikum = Yesus Nazaret Raja Orang Yahudi) dan Matius 2:2, dll,-- Matius perlu menunjukkan nenek moyang dan status Raja ini, untuk membuktikan bahwa Yesus adalah pengganti yang tepat dari Takhta Daud.
Untuk membuktikan bahwa Yesus adalah manusia yang tepat dan normal, Lukas perlu menunjukkan asal-usul manusia ini, untuk menyatakan bahwa Yesus memenuhi syarat menjadi Penyelamat umat manusia. Sebagai catatan seorang hamba, Markus tidak perlu memberitahukan asal-usul Yesus. Untuk menyingkapkan bahwa Yesus adalah Allah yang Sejati, Yohanes juga tidak merasa perlu memberikan silsilah insani Yesus; sebaliknya, Yohanes menyatakan bahwa Dia adalah Allah yang Sejati sejak semula.
Kerajaan tempat Yesus Kristus menjadi Raja tersusun dari keturunan Abraham, meliputi keturunannya dalam daging dan keturunannya dalam iman. Jadi, silsilah Yesus Kristus dalam Injil Matius dimulai dengan Abraham, bapa ras yang terpanggil, tidak dimulai dengan Adam, bapa ras ciptaan. Kerajaan Allah tidak dibangun dengan ras Adam yang tercipta, melainkan dengan ras Abraham yang terpanggil, yang meliputi orang Israel sejati (Roma 9:6-8) dan kaum beriman dalam Kristus (Galatia 3:7,9,29). Jadi silsilah Yesus dalam Matius tidak mencantumkan nama-nama dari Adam sampai Abraham. Namun langsung ditekankan pada ayat 1 Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Karena Daud adalah Raja Bangsa Israel.
Sedangkan untuk membuktikan berdasarkan silsilah-Nya bahwa Yesus adalah manusia yang tepat, yang memenuhi syarat menjadi Penyelamat umat manusia, Lukas menelusuri silsilah-Nya sampai ke Adam, generasi pertama umat manusia. Jadi Allah tidak pilih kasih terhadap Lukas.

>
>
>
>
>
>
>
>
sabdaspace.org |