Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Yerusalem

victorc's picture

Teks: Mat. 23:37    

37  "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. "

Shalom, selamat siang saudaraku yang terkasih. Beberapa minggu yang lalu saya memperoleh surel dari seorang peneliti asal Australia, isinya agak kurang lazim bagi saya. Dia ingin menjajagi siapa saja kandidat Mesias bagi umat Israel. Awalnya, saya mengabaikan surel tersebut, meski ada imbalan sejumlah uang. Namun setelah saya renungkan secara mendalam, akhirnya saya memutuskan untuk menjawab pertanyaan peneliti tersebut dengan sebuah artikel.

Tentu jawaban saya adalah Mesias yang dinantikan oleh umat Israel selama ribuan tahun itu sudah datang dan menyatakan diri-Nya secara terbuka sekitar 2000 tahun lalu, yaitu Yesus Kristus. Dan saya juga mengutip pernyataan wasiat seorang rabbi yang terkenal, yaitu alm. Rabbi Kaduri.

Selengkapnya jawaban saya bisa dilihat di "The True Name of the Messiah,"  http://www.vixra.org/abs/1704.0137

 

Hak kesulungan

Sudah beberapa tahun ini ada kerinduan pada saya untuk berkunjung selama beberapa hari ke kota suci Yerusalem. Bukan, bukan untuk berwisata atau istilah kerennya "berziarah," namun saya ingin bertemu dengan para rabbi dan beberapa kenalan profesor di sana. Tidak lain, maksud saya hanya mau mengingatkan saja, bahwa sudah 2000 tahun berlalu sejak mereka menolak Mesias, Anak Allah yang Hidup, dan memilih seorang penjahat dalam pengadilan Pilatus. 

Kini saatnya telah semakin dekat dengan kedatangan Yesus Kristus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja. Dan jika orang Israel tidak menggunakan waktu yang singkat ini sebagai kesempatan emas untuk berbalik kepada Sang Mesias yang dijanjikan oleh nubuat para nabi, maka mereka akan tersisihkan dari hak kesulungan sebagai keturunan Abraham.

Saya telah berusaha menghubungi beberapa rabbi dan lembaga untuk menyatakan maksud tersebut, namun sayangnya hingga kini belum ada lembaga atau yayasan yang menyanggupi untuk mendukung perjalanan saya ke Israel.  Yang terakhir adalah lembaga JAFI, yang menjawab surel saya dengan menulis bahwa mereka dapat membantu saya melakukan "aliyah" (kembali ke Israel), asalkan saya dapat menunjukkan bukti sebagai salah satu keturunan Israel secara genealogis.

Tentu saya tidak dapat menunjukkan bukti riwayat genealogis itu, namun bukankah ada tertulis bahwa: 

a. Yerusalem akan menjadi rumah doa bagi segala bangsa? 

"...mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa." (Yes. 56:7)

b. Saatnya akan tiba bahwa pintu-pintu gerbang Yerusalem yang telah tertutup selama berabad-abad akan dibuka agar orang-orang dari seluruh penjuru bumi dapat datang dan beribadah kepada the Lord of Israel?

Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup." (Yes. 45:1)

"Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah jalan bagi umat, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah batu-batu, tegakkanlah panji-panji untuk bangsa-bangsa!" (Yes. 62:10)

Tentu masih bisa diperdebatkan: siapakah yang dimaksud dengan Koresh dalam teks di atas? Apakah raja Koresh yang mengembalikan umat Israel dari pembuangan? Ataukah Koresh masa kini, misalnya Donald J. Trump? 

Sebagai pelengkap, di bagian setelah penutup artikel ini saya sertakan jawaban lengkap dari JAFI yang saya terima hari senin lalu (4 sept).

 

Penutup

Kiranya ada hamba-hamba Tuhan di negeri ini yang juga terpanggil untuk berkunjung ke Israel, bukan sekadar untuk jalan-jalan, selfie, lalu pulang. Namun untuk mewujudkan kerinduan Bapa dan Tuhan Yesus agar bangsa Israel kembali kepada induk mereka yang telah menunggu kembalinya umat kesayangan tersebut sejak berabad-abad.

Bagaimana pendapat Anda?

*Jawaban dari JAFI (The Jewish Agency for Israel):

Shalom Victor  

Thank you for contacting the Jewish Agency. Firstly, in order to make aliyah you have to be eligible. Under the Law of Return, to make aliyah you need to have a Jewish parent and/or grandparent. please note that certain restrictions do apply to the law of return. for more information please see the link below.  

https://www.knesset.gov.il/laws/special/eng/return.htm

In order to prove Jewishness, you need to have a letter from a Rabbi stating that a parent or grandparent is Jewish.  If there is no Rabbi who can do this, burial records can be used if the cemetery is for Jewish people only and a community Rabbi can confirm this.

If you are eligible for a parent or grandparent, you need to show original birth certificates showing the linage. If you need any further information, please do not hesitate to contact us on, gci-en@jafi.org  

Sincerely,

Debbie

The Jewish Agency for Israel Global Service Center

 

versi 1.0: 9 september 2017, pk. 11:21

VC

__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute