Submitted by Tante Paku on

 

     MEMPELAJARI tentang Kitab Kejadian sering kita tidak menyadari banyak hal yang tidak ketahui, tetapi sedikit demi sedikit misteri Allah Tritunggal dalam Kitab Kejadian tersebut mulai terkuak lewat hikmat yang diterima oleh mereka yang mampu menangkap hikmatNya dengan baik. Kita tentu tidak menyadari bahwa selama ini Gelap adalah Allah adalah Tuhan Yang Maha Mulia, karena selama ini kita hanya mengenal Allah adalah Terang, kita mengenal Terang karena Allah memang telah memperkenalkan dirinya pada kita agar memahamiNya bahwa "gelap dan terang" dan "Gelap dan Terang" adalah Allah sendiri. Semua ini telah dikupas secara mendalam pada blognya Hai Hai, semoga menjadi berkat bagi yang belum memahaminya, jika mau memahaminya tanpa prasangka terlebih dahulu. Jika belum memahaminya, masih banyak waktu untuk mempelajarinya dan mengujinya.

     Ketika membaca blog Hai Hai "Yesus Bukan Anak Maria-Misteri Peta Teladan Allah", saya tertarik untuk menuliskan blog yang berkaitan dengan penciptaan manusia pertama, yang banyak orang meyakini Adamlah manusia pertama yang diciptakan Allah di taman Eden., benarkah demikian?

Hai Hai : "Sebagian orang Kristen percaya bahwa Adam dan Hawa diciptakan dengan tubuh dewasa sementara yang lainnya percaya bahwa Adam dan Hawa diciptakan sebagai janin yang lalu tumbuh dewasa. Mereka yang percaya Adam dan Hawa diciptakan dengan tubuh dewasa yakin bahwa Allah menciptakan Adam seperti Geppetto menciptakan Pinokio. Allah membuat orang-orangan tanah lalu menghembuskan Nafas Hidup ke hidungnya maka arca itupun berubah menjadi manusia yang sudah bisa berbicara dan berpengetahuan. Alkitab memang tidak mencatatnya secara gamblang namun kita dapat menarik kesimpulan bahwa Adam dan Hawa diciptakan dalam bentuk janin yang lalu tumbuh dewasa. Sesungguhnya kelahiran Kristus menjadi manusia adalah gambaran penciptaan Adam dan Hawa.

     Sebelum kita menentukan apakah Adam dan Hawa diciptakan dengan tubuh dewasa atau sebagai janin, walau Alkitab tidak mencatatnya, namun kita mencoba menelusuri Kitab Kejadian ayat demi ayat untuk mendukung hal penciptaan manusia pertama tersebut.

     Kalau kita melihat Kitab Kejadian 1 : 26 :

     Berfirmanlah Allah : "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

     Dari ayat ini Allah sudah menciptakan manusia menurut gambar rupa Kita (menunjuk pada Allah Tritunggal). Allah sudah menciptakan manusia sebelum Adam diciptakan. Manusia sudah diciptakan di bumi sebelum Taman Eden dibuat. Dalam firmanNya tidak disebutkan berapa jumlah manusia yang diciptakan oleh Allah, tetapi tentu lebih dari seorang, ini merujuk pada kalimat "Kita dan mereka" tentu lebih dari seorang bukan?

     Pada ayat berikutnya, Kitab Kejadian 1 : 27 :

     Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia ; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

     Ayat tersebut semakin mempertegas bahwa Allah telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, laki-laki dan perempuan sekaligus, tanpa dijelaskan "materi" dari apa manusia laki-laki dan perempuan itu diciptakan-Nya. Mereka tidak diciptakan dari "debu tanah" atau dari "tanah". Mungkinkah mereka diciptakan dari "firman" Allah? Karena hanya dengan berfirmanlah Allah menjadikan manusia SEBELUM Adam diciptakan. Laki-laki dan perempuan yang berasal dari "firman" adalah penghuni pertama bumi dan menguasai seluruh bumi, karena memang Allah menginginkan-Nya.

     Kitab Kejadian 1: 28 semakin mempertegas firman di atas :

     Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka : "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

     Dari ayat tersebut kita bisa menarik kesimpulan bahwa Allah menciptakan laki-laki dan perempuan dalam wujud "sudah dewasa". Mustahil Allah menciptakan manusia-manusia tersebut dalam bentuk "janin atau bayi" karena firman-Nya secara gamblang mengatakan "menurut gambar dan rupa Kita" Kalau Allah menciptakan dalam bentuk janin atau bayi tidak perlulah Allah mengatakan seperti gambar dan rupa Kita.

     Allah menjadikan laki-laki dan perempuan pertama di bumi dalam bentuk dewasa, oleh sebab itulah Allah berfirman "Beranakcuculah dan bertambah banyak" untuk memenuhi bumi serta mengelola segala isinya, baik binatang-binatang maupun tumbuh-tumbuhan. Ini jelas Allah menciptakan mereka lebih dari sepasang,barangkali saja agar tidak terjadi perkawinan sedarah (incest) yang rupanya Allah sendiri sudah mengaturnya sedemikian sempurna.Jadi kalau menilik sejarah kepurbakalaan tentang ditemukannya jejak atau fosil manusia purba atau binatang purba, bisa jadi adalah ciptaan pertama Allah sebelum Adam dicipta.

     Demikianlah gambaran awal Allah menciptakan manusia pertama.  Tetapi ketika kita melanjutkan pada Kitab Kejadian bab 2 : 1-7, ada hal yang membuat kita bertanya lebih lanjut.

1. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.

2. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

3. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

4. Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika Tuhan Allah menjadikan bumi dan langit,

5. belum ada semak apap pun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apap pun di padang, sebab Tuhan Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan itu ;

6. tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan itu.

7. ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya ; demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup.

     Lalu bagaimana "nasib laki-laki dan perempuan" yang telah diciptakan tersebut? Apakah mereka hidup tanpa makan minum? Karena mereka diciptakan dari firman Allah. Kalau mereka membutuhkan makan apakah mereka hanya makan dari ikan-ikan, burung-burung atau binatang di bumi? Karena tumbuh-tumbuhan belum ada sebab Tuhan Allah belum menurunkan hujan. Dan bagaimana kita menjelaskan tentang Kej. 2 :5 yang mengatakan BELUM ADA ORANG, padahal pada Kej. 1 : 26  Allah sudah menjadikan manusia?

     Kitab Kejadian 2 : 8 mencatat, Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur (bagian dari bumi tentunya) dan menempatkan manusia yang dibentuk-Nya dari debu tanah itu.

     Jelas taman Eden adalah bagian dari bumi dan Adam menempati taman tersebut, terpisah dari "pergaulan" manusia bumi lainnya. Secara special Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang baik dan menarik untuk dimakan buahnya, dan pohon kehidupan ditengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. (Kej. 2:9)

     Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa Adam manusia "pertama" ciptaan Tuhan Allah yang berasal dari "debu tanah" bukan dari "firman Allah". Adam ditempatkan tersendiri tanpa bersentuhan atau bergaul bahkan mengenal manusia-manusia "lain" sebelum dia ada. Adam adalah manusia"ciptaan Allah yang cukup "istimewa" bahkan boleh dikatakan "kesayangan" Tuhan Allah, buktinya dibuatkan tempat tersendiri, jauh dari "manusia ciptaan-Nya" yang lain.

     Adam pun menurut saya diciptakan dalam bentuk manusia dewasa, tentu saja dengan rujukan pada Kitab Kejadian 2:15-16 :

15. Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

16. Lalu Tuhan Allah memberi perintah ini kepada manusia"Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

     Apakah mungkin jikalau Adam masih "bayi" atau "anak-anak",  Allah memberi perintah demikian? Mengusahakan dan memelihara taman tentu bukan pekerjaan seorang bayi, melainkan seorang laki-laki dewasa.

     Hal tersebut semakin dipertegas pada ayat berikutnya, tetapi bukan ayat 17 (ayat ini Hai Hai sudah menjelaskannya dan masih diperdebatkan oleh yang belum atau ingin lebih jauh memahaminya), melainkan pada ayat 18.

18. Tuhan Allah berfirman :"Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

     Pada ayat 19-20, Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang dan dibawa kepada manusia untuk diberinya nama, toh manusia itu tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

21. Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

22. Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia.

     Disini Tuhan Allah ada yang bertindak sebagai "arsitek" dan juga "dokter bedah" untuk membentuk manusia yang sepadan dengan Adam. Hawa tentulah ciptaan yang "special" untuk Adam, berbeda dengan perempuan-perempuan ciptaanNya yang terdahulu itu. Kata "SEPADAN" inilah yang menjelaskan bahwa Hawa diciptakan sebagai "perempuan dewasa", bukan bayi yang diasuh terlebih dahulu oleh Adam. Mustahil Hawa diciptakan dalam bentuk bayi, sementara Tuhan Allah akan menjadikan penolong yang "sepadan" untuk Adam.

Hai Hai :  " Manusia makluk BELAJAR. Bayi-bayi dilahirkan dengan PENGETAHUAN NOL. Bayi-bayi bertumbuh-kembang dan mendapatkan pengetahuannya dari belajar. Anda bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila Adam diciptakan dengan tubuh lelaki berumur 20 tahun sementara pengetahuannya sama dengan bayi berumur 1 hari? Yang dilakukannya akan membawa akibat yang sangat mengerikan bukan?"

     Jelas Adam tidak diciptakan sebagai manusia dewasa dengan pengetahuan seperti bayi. Bagaimana mungkin Tuhan Allah memberi  perintah kepada manusia untuk mengusahakan dan memeilhara taman kepada laki-laki dewasa dengan pengetahuan seperti bayi? Mana mungkin Tuhan Allah memberi perintah kepada bayi atau anak-anak, jikalau Adam diciptakan dalam bentuk bayi atau anak-anak? Apalagi mengusahakan dan memelihara taman tentu bukan pekerjaan mudah bukan?

Hai Hai : "Adam memiliki PENGETAHUAN NOL ketika diciptakan. Pengetahuannya di dapat dari belajar. Dengan cara demikianlah dia dapat memahami dirinya dan dunianya dengan benar. Hawa diciptakan dalam bentuk bayi yang lalu tumbuh dewasa di bawah perawatan dan pengasuhan Adam. Dengan demikianlah Hawa dapat memahami dirinya dan dunianya dengan benar. Dengan demikianlah manusia dapat memahami sesama manusia dengan benar. Mungkin itulah alasan kenapa Hawa tidak diciptakan bersamaan dengan Adam. TUHAN Allah ingin memberi kesempatan kepada Adam untuk memahami anak-anak dan kesempatan kepada Hawa untuk memahami orang dewasa selama menjadi anak-anak. Dengan demikianlah keduanya bisa saling belajar dan mengajari dengan benar. Learning by doing, belajar dengan melakukannya. Itu sebabnya Adam dan Hawa tidak tahu apa yang baik dan yang jahat sebelum keduanya berbuat jahat.

     Adam memiliki pengetahuan nol saya kira perlu dikaji ulang lagi bila melihat ayat 15,16 dan 18. Demikian juga Hawa bila diciptakan dalam bentuk bayi, tentu tidak sesuai dengan ayat itu juga.

Hai Hai : "Adam belajar tentang alam dengan mempelajari alam. Dia belajar tentang tumbuhan dengan mempelajari tumbuhan. Dia belajar tentang binatang dengan bergaul dengan binatang. Dia belajar tentang manusia dengan bergaul dengan Hawa. Dia belajar tentang Allah dari TUHAN Allah. Adam lalu mengajarkan apa yang dipahaminya kepada Hawa. Hawa belajar dari Adam dan belajar dari lingkungannya.

      Ketika mempelajari alam, Adam tahu bahwa dia bukan bagian dari alam namun lebih hebat dari alam. Dia tidak menemukan penolong yang sepadan di dalam alam.

      Ketika mempelajari tumbuh-tumbuhan, Adam tahu bahwa dia bukan bagian dari tumbuh-tumbuhan namun lebih hebat dari tumbuh-tumbuhan. Dia tidak menemukan penolong yang sepadan di antara tumbuh-tumbuhan.

     Ketika bergaul dengan binatang-binatang pada mulanya Adam menemukan penolong yang sepadan, namun kemudian dia menyadari bahwa dia bukan bagian dari binatang-binatang namun lebih hebat dari binatang. Dia tidak menemukan penolong yang sepadan di antara binatang."

      Pendapat di atas bisa kita terima karena kenyataannya pastilah demikian adanya.

Hai Hai :  "Ketika bergaul dengan Hawa Adam menemukan bahwa pada mulanya Hawa bukan penolong yang sepadan namun dengan berlalunya waktu Hawa semakin sepadan dengan dirinya. Dia menolong Hawa untuk memahami banyak hal dan Hawa menolongnya untuk memahami berbagai hal. Hawa memang penolong yang sepadan namun Hawa juga lawan yang sepadan. Hawa belajar dengan cepat dan mampu memahami dengan baik bahkan Hawa memahami banyak hal yang tidak dipahami Adam. Pada waktu tertentu Hawa mematuhinya namun pada waktu yang lain Hawa menentangnya. Untuk banyak hal Hawa belajar darinya namun ada berbagai hal yang dia pelajari dari Hawa."

     Hawa memang sepadan dengan Adam ketika Hawa diciptakan dalam bentuk dewasa seperti Adam, tetapi kalau Hawa dibentuk seperti bayi, jelas bukan penolong yang sepadan. Tidak mungkin Tuhan Allah memberikan penolong yang sepadan tetapi "menunggu waktu berlalu" hingga Hawa dewasa. Tuhan Allah tentu bekerja DENGAN CEPAT, melebihi kecepatan manusia dalam SEGALA HAL bila dikehendakiNya.

     Saya akan mengambil sebuah illustrasi untuk memudahkan berfikir, jika saya diberi kuasa untuk mencipta, saya akan menciptakan manusia yang segambar dengan saya, mungkin lebih dari satu, agar membantu pekerjaan saya tentunya. Sebagai pencipta saya akan santai-santai saja di rumah, biarkan ciptaan saya itu bekerja sesuai perintah saya. Tentu saja saya juga akan membuat suatu larangan : "Jangan kau pegang buah dada perempuan-perempuan, jika kamu memegangnya, pastilah engkau mati." Ya kalau mereka main perempuan karena menikmati buah dada perempuan kan saya  jadi repot, pekerjaannya terganggu dan setorannya pasti berkurang atau bahkan hilang gara-gara suka main dada perempuan, kan berabe.

     Sebagai pencipta, saya tidak mau repot-repot menciptakan bayi, saya lebih suka menciptakan yang langsung bisa dimanfaatkan atau diperintah. Saya kira Tuhan Allah dalam mencipta manusia laki-laki dan perempuan, juga Adam dan Hawa tidak akan serepot jika menciptakan dalam bentuk bayi. Janin hasil pertemuan sel telur dan sperma adalah kelanjutan dari hasil ciptaanNya. "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi...(Kej 1:28).

     Sebelum Adam melanggar larangannya, di luar taman Eden ada kehidupan manusia laki-laki dan perempuan. Dari sini bisa terjawab, anak Adam dan Hawa kelak akan menikah dengan anak manusia lain yang bukan keturunan Adam. Adam adalah "blue print" Tuhan Allah untuk kelak kemudian hari salah satu dari keturunannya menjadi "perantara" hadirnya Anak Manusia yang akan menunjukkan Kerajaan Allah yang sesungguhnya.

 

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat.