Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

BAPTISAN ANAK - tanggapan untuk para Fundamentalis.

Vantillian's picture

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 st1\:*{behavior:url(#ieooui) } st1\:*{behavior:url(#ieooui) } /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;} /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}

 

 

Blog ini ditulis untuk menanggapi blog Sdr Dede Wijaya yang menganggap bahwa baptisan anak tidak Alkitabiah. Pertama baptisan adalah sakramen untuk orang yang sudah percaya. Kedua Alkitab sama sekali tidak mencatat adanya peristiwa baptisan anak. Apakah baptis anak Alkitabiah?

Untuk mengerti makna baptisan, pertama kita harus mengerti tentang PERJANJIAN ( Kovenan ) antara Allah dan Manusia. Sdr Hai-hai sudah menulis di dalam blognya tentang point ini. Dari sejak awal di dalam kitab Kejadian, Allah sudah mengikatkan DiriNya dalam Perjanjian dengan Manusia. Perjanjian ini adalah Perjanjian Anugerah yang telah diikrarkan oleh Allah sendiri dengan ciptaanNya. Kovenan Allah inilah yang menjadi dasar dimana ada kesinambungan antara PL dan PB. Tidak seperti kaum fundamentalis yang dispensasi, membagi menjadi beberapa tahap dalam sejarah dunia ini.

 

 

Perjanjian antara Allah dan Manusia yang berhubungan dengan pembahasan Baptisan adalah Perjanjian Allah dengan Abraham, bapa orang beriman. Alkitab mencatat :

 

Kejadian 17 :7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

Kejadian 17 :9-14 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Pertama, Perjanjian Allah dan Abraham adalah Perjanjian yang kekal. Kedua, Perjanjian Allah dan Abraham ditandai oleh suatu tanda, yaitu sunat. Ketika Abraham dan keluarganya bahkan orang asing yang telah dibeli, mesti disunat,  supaya dapat masuk ke dalam Perjanjian Kekal dari Allah. Lalu pertanyaan penting adalah, apakah ada keluarga dari Abraham atau budaknya yang tidak memiliki iman seperti Abraham? Kalau ada, kenapa mesti disunat? Kenapa mesti seperti “dipaksa” untuk masuk ke dalam Kovenan Allah? Kita mesti mengingat bahwa Rencana Penggenapan Allah digenapkan melalui orang yang percaya maupun orang yang tidak percaya.

1 Korintus 10:1-5  Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. Mereka semua makan makanan rohani yang sama  dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus. Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

Kenapa sebagian orang Israel yang tewas juga dibaptis dalam awan dan laut? Jelas, ada orang Israel yang diselamatkan dan ada orang Israel yang tidak diselamatkan, meski mereka mendapat tanda sunat yang sama. Dan sama seperti Kovenan Allah dengan Abraham adalah kekal, maka kovenan itu berlaku bahkan sampai PB. Alkitab mencatat :

Galatia 3:17  Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya.

Galatia 3:18  Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham.

Perjanjian antara Allah dan Abraham tetap berlanjut sampai kepada keturunan yang benar-benar dapat menggenapi rencana keselamatan dari Allah, yaitu Kristus ( Gal 3:16 )

Lalu, kalau kovenan Allah dengan Abraham tetap berlaku sampai sekarang, apakah tanda sunat juga berlaku sampai sekarang? Rasul Paulus dengan jelas mencatat :

Galatia 5:2  Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.

( Boleh dibaca Kisah 15 dan 1 Korintus 7:17-19 )

Kesimpulan jelas : Tanda sunat tidak ada gunanya lagi dalam  penggenapan Kovenan Allah di dalam PB.  Seandainya sunat berguna, maka kematian Kristus menjadi sia-sia. Karena masih bisa mengandalkan tanda sunat untuk masuk ke dalam Perjanjian Kekal. Perjanjian Puncak Allah adalah Kristus, seperti yang dicatat :

Gal 3:14  Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Gal 3:29  Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Dalam hal ini, Allah tidak memperbaharui kovenanNya, tetapi Kovenan Allah bersifat progresif sampai ke puncaknya yaitu Penyataan Allah Sendiri. Dari sejak semula, Abraham telah ditentukan sebagai model atau role untuk masuk ke dalam perjanjian Allah dengan manusia.

Setelah Yesus datang menggenapi Kovenan Allah, maka kita sekarang dengan iman menerima kovenan itu. Dan tanda dari kovenan ini adalah Baptisan. Dalam hal ini adalah baptisan air. Dan tanda Baptisan adalah pengganti tanda sunat. Alkitab mencatat :

Kolose 2:11  Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,

Kolose 2:12  karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Bukan suatu kebetulan Rasul Paulus menghubungkan ayat di atas antara dua tanda, yaitu sunat dan baptisan. Sunat lahiriah sudah diganti dengan sunat batiniah. Baptisan juga dijelaskan secara rohani. Jadi, sunat dan baptisan sama-sama adalah tanda dan materai kebenaran iman. Tetapi sunat telah ditiadakan dalam Perjanjian Baru.

Pada masa sekarang, siapakah yang menerima janji dalam kovenan Allah dengan manusia? Alkitab mencatat :

Kisah 2:39  Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Bandingkan dengan :

1 Korintus 7:14  Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.

Janji Allah dan Abraham tetap berlaku kekal dan itu berarti sampai sekarang. Sama seperti tanda perjanjian PL juga termasuk diwajibkan kepada anak-anak, maka kenapa kita menghalangi tanda perjanjian PB diberikan kepada anak-anak? Dan kenapa kita seolah-olah begitu hebatnya menyatakan bahwa baptisan anak menyesatkan seolah-olah Kovenan Allah sudah tidak berlaku lagi? Siapa yang menyatakan bahwa baptisan anak sesat, harus juga menghilangkan semua Kovenan Allah dengan Abraham. Siapakah dia yang berani menghilangkan Kovenan Allah sendiri?

Menyatakan bahwa baptisan anak tidak dijumpai dalam Alkitab, karena itu adalah sesat ADALAH argumen yang paling menyedihkan dan menggelikan yang sering dikeluarkan oleh para Fundamentalis yang menganggap pemahamannya adalah fundamental langsung karena menggunakan kata Fundamentalis. Ho…Ho…Ho..

Kenapa tidak mengatakan bahwa baptisan harus dilakukan HANYA dalam nama Yesus karena memang dituliskan dalam Kisah Para Rasul?

Kenapa harus memegang doktrin Tritunggal sementara KATA itu tidak terdapat dalam Alkitab?

Kenapa tidak mengenakan tudung kepala ( bagi perempuan ) ketika berdoa karena memang dituliskan oleh Rasul Paulus? Lalu sebaiknya perempuan berambut panjang? ( 1 Kor 11:13,15 )

Berdasarkan pemahaman fundamentalis, maka baptisan adalah menyelamatkan. Coba baca Markus 16:16 berulang-ulang dan tafsirkan menurut cara fundamentalis yang penuh trik mentalis.

Baptisan dan Sunat adalah BUKAN suatu tanda dan materai KEPERCAYAAN kita, melainkan ADALAH tanda dan materai JANJI-JANJI ALLAH.

Siapakah yang begitu FUNDAMENTALIS menyatakan bahwa JANJI-JANJI ALLAH telah dibatalkan? Siapakah dia yang Sok Membatalkan Secara Sepihak Janji yang bahkan bukan dia yang berjanji sendiri? Alkitab jelas menyatakan, perjanjian Allah dengan Abraham digenapi dalam Kristus, dan diterima oleh kita dalam iman, serta dimateraikan oleh tanda baptisan. Dan janji itu berlaku untuk keturunan Abraham dan bagi anak-anak kita. Anak-anak. Apa yang dipikirkan oleh Kristus seandainya ada anak-anak di sekitar Dia? Silakan Baca :

Markus 10:13-16  Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Baptisan memang tidak menyelamatkan, sama seperti sunat tidak menyelamatkan. Yang menyelamatkan adalah Iman kepada Janji Allah. Tetapi baptisan dan sunat adalah tanda dan materai Perjanjian Allah. Jadi, apakah baptisan anak menyesatkan? Atau ada yang menyesatkan konsep baptisan anak?

Memang Tidak ada Gereja yg Sempurna, itu benar. Ada Gereja Yang Lebih Benar, itu Benar.

Tetapi Tidak ada pemahaman yang sempurna, itu benar. Ada pemahaman yang Sok Benar, itu juga benar.

Sola Christos....

 

 

 

 

 

 

 

 

 

jesusfreaks's picture

@vantilian : dedew SKSDSTTT

Dear vantilian, Dedew itu bukan sok benar, tapi SKSDSTTT, SOK KENAL SOK DEKAT SOK TAHU TENTANG TUHAN.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Vantillian's picture

@JF....Para Fundamentalis memang gitu....

@JF....Memang penafsiran fundamentalis itu SKSDSTTT, dalam artian kalau sesuai dengan konsep mereka, tidak memperhatikan konteks ayat Alkitab, lalu menganggap semuanya harus literal ( hurufiah)...Kalau jumpa yang hurufiah yang tidak sesuai dnegan konsep mereka, baru dipakai prinsip alegoris.

Itu bisa dilihat dari pemaparan Kepemimpinan wanita dalam gereja. Ketika dijumpai ada Hakim Wanita yang pimpin Israel, mereka membelokkan tafsiran. Yah, begitulah...Namanya Fundamental....

Sola Christos...

Purnawan Kristanto's picture

Masih Soal Baptisan Anak

Sebagai tambahan informasi, berikut ini argumentasi yang disampaikan oleh R.C. Sproul (Essential Thruths of The Christian Truth):
1. Pada kasus Abraham, dia beriman pada waktu dia telah dewasa. Dia mengakui imannya sebelum dia disaunat. Itu artinya dia memiliki iman sebelum menerima tanda dari iman itu, yaitu sunat.
Sedangkan Ishak, putra Abraham, menerima tanda iman (sunat) sebelum memiliki iman itu. Dengan kata lain, dia telah disunat lebih dulu sebelum dia memahami makna dari tanda sunat itu. Ini sama dengan kasus anak-anak yang akan menjadi anak perjanjian pada masa yang akan datang.
Jadi argumentasi bahwa tindakan pemberian baptisan anak itu TIDAK ALKITABIAH adalah tuduhan yang semena-mena.


2. Para penentang baptisan anak memberi argumentasi bahwa dalam Perjanjian Baru diceritakan bahwa orang yang dibaptis adalah orang yang sudah menyatakan percaya lebih dulu. Perlu dicatat bahwa narasi baptisan di Perjanjian Baru adalah tentang orang-orang dewasa yang tadinya adalah orang yang tidak percaya. Mereka merupakan orang Kristen generasi pertama. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, orang dewasa yang bertobat (mereka bukan anak orang Kristen, karena mereka orang Kristen generasi pertama) harus terlebih dulu mengaku percaya sebelum mereka menerima baptisan sebagai tanda dari iman mereka.


3. Seperempat baptisan yang diceritakan dalam PB memberikan indikasi bahwa SEMUA ORANG DI DALAM KELUARGA itu dibaptiskan. Ini memberikan indikasi yang kuat bahwa bayi-bayi juga dimasukkan dalam orang-orang yang dibaptis. Oleh karena PB tidak secara eksplisit mengecualikan bayi dari tanda Ikatan Perjanjian, maka secara alami kita dapat berasumsi bahwa pada zaman gereja, bayi-bayi juga diberikan tanda Ikatan Perjanjian.


4. Catatan pertama dalam SEJARAH GEREJA yang secara langsung menyebutkan baptisan anak adalah dokumen yang ditulis pada sekitar pertengahan abad kedua Masehi. Hal yang patut dicatat dari referensi ini adalah asumsi yang menyatakan baptisan anak itu dilakukan secara universal di gereja. Apabila baptisan anak tidak dilakukan oleh gereja pada abad pertama, bagaimana mungkin penyelewengan ini dapat dilakukan begitu cepat dan meluas? Bukan hanya meluas dengan cepat dan universal, tetapi juga literatur pada waktu itu TIDAK mencatat adanya perbebatan berkaitan dengan isu tersebut.
Secara umum, Ikatan Perjanjian Baru lebih inklusif daripada Ikatan PL. Orang-orang yang tidak setuju pada baptisan anak, menjadikan Ikatan Perjanjian Baru menjadi berkurang keinklusivannya dengan mengenyampingkan anak. Padahal tidak ada larangan di dalam Alkitab yang menentang baptisan anak. Jadi melarang baptisan anak itu TIDAK ALKITABIAH.


5. Terakhir, jika Anda menjadi orangtua, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda tidak akan ikut menyertakan anak Anda dalam Ikatan Perjanjian Baru itu, karena dia belum cukup dewasa untuk memahami iman? Apa ukuran dewasa itu? Bagaimana kalau dia meninggal sebelum dewasa dan sudah dibaptis, padahal dia sudah memiliki iman kepada Kristus?
Dalam hal ini, saya memilih memberikan anak saya untuk dibaptis supaya ikut dalam Ikatan Perjanjian Kesealamatan. Seandainya tindakan saya ini nanti dinyatakan salah oleh Tuhan, maka biarlah saya sebagai orangtuanya yang menanggung laknat dari Allah. Tapi saya punya keyakinan kuat bahwa Allah punya kerinduan untuk merengkuh anak-anak di dalam perjanjian keselamatanNya.

 

__________________

------------

Communicating good news in good ways

Vantillian's picture

@Pak Pur...masukan yang berharga....

@Pak Pur.....Info dan masukan yang sangat berharga...Baptisan anak bukan suatu praktek yang sembarangan dan kesesatan yang disengaja, tapi telah digumulkan dan dipelajari sejak lama. Gbu..

Sola Christos...

DEDE WIJAYA's picture

to Vantil tt Baptisan Anak

ketika menuliskan statement bahwa BAPTISAN ANAK SUNGGUH MENYESATKAN, saya sudah pikir panjang sebelum nekad menulis itu. Perlu diketahui juga artikel2 yg saya tulis tentang Baptisan Anak TIDAK ALKITABIAH saya ambil bersumber pada Erwin W. Lutzer, yg dianggap pembela Tradisi Reformasi, dan saya tidak memakai sudut pandang selaku teolog Dispensasi. Bahkan Paul K Jewett yg juga Covenant Teolog, pun sudah menyatakan bahwa BAPTISAN ANAK Bertentangan dengan Ajaran PERJANJIAN BARU. mengapa saya pakai Covenant Teolog? karena gereja2 dari Covenant Teology lah yg membaptis anak kecil/bayi. Nah jika Para Covenant Teolog sendiri secara JUJUR mengakui BAHWA BAPTISAN ANAK/BAYI TIDAK ALKITABIAH, tidakkah itu membuat gereja2 yg menganut Teologi Perjanjian/Covenant Teology bertanya2 dan malu sendiri, tanpa perlu saya menggunakan argumen2 dari Dispensasi yg melihat Bangsa Israel sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran telah gagal, sehingga TUHAN gunakan GEREJA sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran dalam Perjanjian Baru.

Anda terlalu nekad menuduh Fundamentalis:

"

Menyatakan bahwa baptisan anak tidak dijumpai dalam Alkitab, karena itu adalah sesat ADALAH argumen yang paling menyedihkan dan menggelikan yang sering dikeluarkan oleh para Fundamentalis yang menganggap pemahamannya adalah fundamental langsung karena menggunakan kata Fundamentalis. Ho…Ho…Ho..

Kenapa tidak mengatakan bahwa baptisan harus dilakukan HANYA dalam nama Yesus karena memang dituliskan dalam Kisah Para Rasul?

Kenapa harus memegang doktrin Tritunggal sementara KATA itu tidak terdapat dalam Alkitab?

Kenapa tidak mengenakan tudung kepala ( bagi perempuan ) ketika berdoa karena memang dituliskan oleh Rasul Paulus? Lalu sebaiknya perempuan berambut panjang? ( 1 Kor 11:13,15 )

Berdasarkan pemahaman fundamentalis, maka baptisan adalah menyelamatkan. Coba baca Markus 16:16 berulang-ulang dan tafsirkan menurut cara fundamentalis yang penuh trik mentalis."

Membaptis dalam nama Yesus atau dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus menurut pemahamanku BOLEH, selama mereka mengakui KETRITUNGGALAN TUHAN. baca artikel Baptis dalam Nama Siapa? di blogku, juga 100 ayat bukti KETUHANAN YESUS dan 16 AYAT TERSURAT TRITUNGGAL.

Tuduhan anda bisa mempengaruhi opini orang Kristen tt Fundamentalis. jadi mohon berhati2 dalam menuduh.

ayat Markus 16:16, dalam banyak milist, saya sudah jelaskan, bahwa yg dipentingkan di situ adalah PERCAYA, bukan soal DIBAPTISnya, karena pada zaman para rasul, kalo orang Mengaku PERCAYA, otomatis memberi dirinya DIBAPTIS. nah Lihat kelimat berikutnya, "Barangsiapa TIDAK PERCAYA, akan DIHUKUM/BINASA". jelas yg penting/ditekankan itu PERCAYA/TIDAK PERCAYAnya bukan  soal BAPTISnya.

dalam tanggapan anda diblog saya, seolah anda telah mengenal saya dan arah Teologi saya dengan baik. Nyatanya menurut saya anda salah. Jangan samakan Kristen Fundamental dengan Islam Fundamental. sangat mungkin yg anda bilang Kristen Fundamental itu adalah anda dan orang2 Teologi Reformed yg biasa dikritik Ioanes Rakhmat sebagai Fundamentalis.

Kami sebagai kristen Fundamental pastinya berbeda. Mengenai Tafsiran Ayat2 Alkitab, memang Kaum Fundamentalis yg menganut Teologi Dispensasional menerapkan Tafsiran Literal-Grammatikal-dan Historikal, karena melihat kesalahan Agustinus dalam penafsiran lari ke penafsiran SIMBOLIS, sehingga banyak yg artinya Literal dalam Alkitab yg perlu ditafsir secara NORMAL, malah jadi aneh karena ditafsir SIMBOLIK.

 

cukup banyak orang2 Kristen di Indonesia dan beberapa pendeta yg dari Covenant Teology yg SUDAH MENYADARI KESALAHAN tt BAPTISAN ANAK/BAYI dan juga setuju dengan argumen2 dari artikel2 yg saya tuliskan di SS sini.

GBU.

www.dedewijaya.co.cc

__________________

dede wijaya

Vantillian's picture

@Dede Wijaya.....Silakan Uji diri.....

Sdr Dede Wijaya....

 

Pertama, Mungkin saya terlalu nekad menuduh tafsiran para kaum fundamentalis, tetapi anda juga sama nekadnya menuduh baptisan anak menyesatkan. Sama-sama nekad. Yang penting Saya sudah menuliskan pemahaman saya terhadap baptisan anak dalam kitab suci. Silakan dibantah kalau tulisan "fundamental" saya salah.

 

Kedua, ketika saya "menuduh" anda dan fundamentalis, sebenarnya saya sedang menunjukkan POLA TAFSIR anda yang tidak KONSISTEN.  Anda mengatakan menafsir suatu ayat berdasarkan Literal-gramatikal-historikal? Lalu kenapa? So what? Hampir semua aliran teologi melakukan hal yang sama. Masalahnya adalah apakah POLA yang anda gunakan KONSISTEN atau tidak?

 

Kalau anda bersikeras menyatakan baptisan anak tidak Alkitabiah, dengan hanya mengemukakan dasar argumen anda seperti blog a\nda, maka itu cuma tafsiran anda. Mao nekad bilang menyesatkan? Silakan nekad. Hanya dengan mengatakan bahwa yang percaya yang boleh dibaptis, lalu anda mengganggap baptisan anak menyesatkan? Hoho...Pikirkan berkali2 lagi sebelum anda memakai pola tafsir ini. Lalu anda menunjukkan dalam sejarah, bahwa ada pembantaian terhadap Anabaptis karena mereka membaptis ulang yang pernah ikut dalam baptisan bayi. Saya ingin bertanya, apakah dengan adanya pembantaian Anabaptis menyebabkan ajaran mereka menjadi BENAR? Lalu anda juga menunjukkan ADA ahli teolog Covenant yang beralih ke tafsir seperti  anda, dan menyimpulkan bahwa baptisan anak menjadi TIDAK BENAR dan menyesatkan? Sekali lagi, hoho....Silakan pikir berkali2 sebelum menggunakan POLA TAFSIR anda yang TIDAK KONSISTEN. Apakah dengan adanya orang kristen berpindah menjadi anggota Saksi Yehuwa menyebabkan Aliran Saksi Yehuwa menjadi BENAR? Haha....( Silakan UJI TAFSIR sendiri sebelum menuduh saya )

 

Ketiga, apakah anda tahu kenapa saya melontarkan tuduhan saya? Silakan anda baca kembali pertanyaan saya, coba cocokkan dengan POLA TAFSIR anda. Misalnya tulisan anda yang membantah kepemimpinan wanita dengan wanita mengenakan tudung di kepala ( Silakan mikir apa hubungan POLAnya). Saya ingin bertanya, apakah di gereja anda setiap wanita WAJIB Mengenakan tudung kepala? Kalau tidak, kenapa melawan Firman Tuhan? Anda nuduh saya menuduh? Hoho....Kalau belum mendalami, jangan menuduh saya menuduh. Silakan jawab tuduhan saya.

 

 

Keempat, Saya TIDAK PERLU merasa mengenal anda. Saya menilai tulisan anda dan KLAIM anda bahwa anda adalah FUNDAMENTALIS. Jadi, kenapa anda TUDUH saya menyamakan Kristen Fundamentalis dengan Islam Fundamentalis? Saya rasa tidak perlu menulis kepada anda SEJARAH MUNCULNYA kaum FUNDAMENTALIS tahun 1909-an kan?

 

Kelima, tulisan anda menyandang klaim "FUNDAMENTALIS", jadi saya sarankan anda benahi POLA TAFSIR fundamentalis dengan baik, sebelum anda menyandang nama ALIRAN teologi yang cukup besar ini. Saya tidak pernah mengklaim bahwa pemahaman saya adalah Teologi Reformed. Anda yang simpulkan sendiri.

 

Keenam, kalau anda merasa perlu menggunakan Argumen Dispensasi tentang pemisahan Israel dan Gereja, kenapa tidak dikeluarkan? kita yang di SS ini bisa belajar dari POLA TAFSIR anda. Saya akan tunggu uraian anda. Apakah uraian anda bisa dengan KONSISTEN mematahkan argumen Covenant Theology dari theolog2 di dunia? Silakan....

 

Sola Christos...

 

jesusfreaks's picture

@dedew : FUNDAMENTALIS DENGKULMU

simple aza,

lo bilang :

ayat Markus 16:16, dalam banyak milist, saya sudah jelaskan, bahwa yg dipentingkan di situ adalah PERCAYA, bukan soal DIBAPTISnya, karena pada zaman para rasul, kalo orang Mengaku PERCAYA, otomatis memberi dirinya DIBAPTIS. nah Lihat kelimat berikutnya, "Barangsiapa TIDAK PERCAYA, akan DIHUKUM/BINASA". jelas yg penting/ditekankan itu PERCAYA/TIDAK PERCAYAnya bukan  soal BAPTISnya.

 

jf berkata :

katanya bukan soal BAPTISnya, tapi lo nekad bilang menyesatkan.

come on lah, ngaku - ngaku kristen fundamentalis, fundamentalis dengkulmu.

 

kristen itu pengikut kristus, bukan pengikiut Yohanes Pembaptis.

kalau lo ngaku kristen fundamentalis, ikutilah ajaran Yesus.

 

 

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Vantillian's picture

@JF....Ketidakkonsistenan.....

@JF.....Makian yang bermakna....Inilah bukti pertama yg dikemukakan JF terhadap KETIDAK-KONSISTENAN pola tafsir seorang dedew. Katanya yang penting percaya, tetapi kenapa mengatakan BAPTISAN ANAK menyesatkan?

Sola Christos...

Ang Che Chen's picture

@ dede wijaya... tehnik hindarin provokator

Dede Wijaya..

dalam kebakaran hutan atau kebakaran yg lainnya.. bagaimana cara meredakan kebakaran besar ..

dengan cara menghindarkan/ mengisolasi daerah kebakaran..

jangan beri makan komentar komentar itu.. ntar selesai dgn sendirinya

kecuali kalo kita lihat ada dasar biblicalnya boleh lah...

provokator tidak sanggup berbuat apa apa kalo tidak kita tanggepin..

ada yg bertanya dengan tulus ada juga yg bertanya dengan gaya 'orang farisi' saat mereka ingin menjebak yesus dengan pertanyaan

saya tidak selalu menanggapi komentar.. liat liat dulu kok..

yg nanya apa hatinya tulus.. atau brengsek.. ingin cari perbantahan..

yg brengsek brengsek tidak usah ditanggepin .. yang ngomong nda pake otak juga  jangan ditanggepin..

yg kasar dan sadis juga nda perlu ditanggepin..

mereka bertanya bukan dari hati yg tulus tapi hati mereka sendiri sudah 'tidak benar'..

kenapa ada yg komentar 'pedas' dan 'sadis' .. karena kemungkinan besar apa yg mereka sembah juga 'pedas dan sadis'

saya juga sering sadis dalam beri komentar..tapi ada dasarnya.. nda asal nuduh saja kok

 

begitu saran saya bro..

 

Vantillian's picture

@Ang...Siapa yang provokar sekarang?

@Ang, siapakah sekarang provokator? Apakah anda termasuk "provokator" yang baik hati?

Apakah Sdr Dede Wijaya memerlukan KEDEWASAAN ROHANI yang sedang anda pamerkan?

Sola Christos...

 

jesusfreaks's picture

@acc : silahkan keliling blog saya.

Dear acc, Saya sudah buat blog yg menentang tulisan dedew, lengkap dgn ayat2nya. Dalam perdebatan disitu hanya saya dan sf. Silahkan baca judulnya : YESUS MEMPERTANYAKAN BAPTISAN YOHANES ?

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

DEDE WIJAYA's picture

to All tt Baptis Bayi

Menanggapi tuduhanmu tt Anabaptis di blogku di In-christ.Net, perlu diketahui 4 artikel "Bagaimana Tentang Baptisan" ini adalah satu bab dari buku TEOLOGI KONTEMPORER karya Erwin W. Lutzer, Gandum Mas, yg aku ketik di komputerku. Jadi itu semua pendapat dan karya Erwin W. Lutzer yg bercerita apa adanya saja.

Aku memberi tanggapan dan menarik kesimpulan pada artikel ke-4 di blog ini "Bagaimana Tentang Baptisan".

Jadi tuduhan anda harusnya diarahkan ke Erwin W. Lutzer yg disebut pembela tradisi Reformasi,namun beliau sendiri setelah menganalisis baik eksegesis, sejarah/historis, dan mempelajari argumen Bromiley dalam buku Children of Promise (buku yg paling baik argumennya dalam mendukung Baptisan Bayi/anak kecil, menurut pengakuan Lutzer), menemukan KETIDAKKONSISTENAN pada karya Bromiley yg mengacu pada argumen2 Calvin. Ada Lubang/celah LEMAH dalam argumen2 di bukunya itu, yg dilihat dan dipelajari oleh Erwin W. Lutzer dan Paul K Jewett (Infant Baptism and The Covenant of Grace) yg juga Teolog Covenant.

argumen2 yg anda ajukan di artikel blogmu di atas, tidak lebih baik dari Argumen2 Calvin yg dikutip dan dipelajari oleh BROMILEY dalam buku Children of Promise. jadi hendaklah ajukan argumen2 yg lebih baik dari calvin dan Bromiley. mohon dipelajari baik2 tulisan Erwin W. Lutzer yg sudah membahas dan menyerang argumen2 ternaik dari Bromiley tt Baptisan Bayi/anak kecil.

anda membuat artikel blog sendiri tt Baptisan Bayi, mengapa tidak menulis tanggapan anda di bawah artikel2 saya, apalagi tulisan anda begitu singkat dalam arti argumen2 anda tidak Kuat. namun adalah hak anda, kesannya anda tidak Sabar dan Terburu-buru dalam menulis.

www.dedewijaya.co.cc

__________________

dede wijaya

marwan's picture

Setuju dengan Bung Dede

Saya setuju dengan Ulasan bung dede dalam blognya. Juga memberikan apresiasi atas sumber yg di referensikan.

Kebanyakan org saat ini membuat sesuatu tanpa dasar argumen (baik argumen Pribadi maupun landasan teori lain) yang baik lalu dengan terburu-buru mengaku paling tahu.

Kebanyakan memberikan argumennya karena "merasa"  (merasa tanda kutip) tersinggung oleh sebuah kebenaran. Khususnya dalam membela praktek rohani dalam gerejanya  masing-masing.

Tapi apa yg bung dede kemukakan adalah jauh mendekati pemahaman alkitab yg baik ketimbang kounter blog diatas.

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

__________________

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Vantillian's picture

@Marwan....Kalau anda tidak tahu cara berperang....

Untuk Pak Marwan....

Dengan segala rasa hormat, kalau anda tidak tahu cara berperang, jangan angkat senjata untuk berperang....Itu namanya Cheerleaders di lapangan perang...Nah, sekarang anda pilih, anda angkat senjata dengan belajar berperang baik-baik atau anda menjadi cheerleaders di lapangan yang hanya berteriak-teriak..

Sola Christos...

marwan's picture

@vantillian

Cheerleaders bekerja ssesuai tugasnya..prajurit bekerja sesuai tugasnya..semua ada dalam tugasnya...

anda terlalu nafsu menantang..gak usah menantang segala..ntar kasusnya dgn hai hai.

saya cuma bilang saya setuju dgn ulasan DDW, alasan saya; Karena ulasan DDW lebih mendekati Alasan dan Pemahaman alkitab yg saya TAHU.

Anda Uraikan MAKNA BAPTIS dari segi KATANYA pun anda akan tahu bahwa pandangan anda berada jauh dari Pemahaman sebenarnya. So..belajar etimologi BAPTIS dengan teliti sehingga anda memahami maknanya dengan baik...

Gak perlu emosi atuuuh.

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

__________________

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Vantillian's picture

@Marwan...Koment la yg anda tahu...

@Pak Marwan....Mungkin karena saya merasa usia bpk di atas saya, maka saya sgt segan kepada anda....Jadi izinkan saya minta maaf atas ketidaksopanan saya. Yakinlah, saya tidak emosi. Saya bahkan menulis dengan tersenyum...

Anda nulis :

Kebanyakan org saat ini membuat sesuatu tanpa dasar argumen (baik argumen Pribadi maupun landasan teori lain) yang baik lalu dengan terburu-buru mengaku paling tahu.

Tunjukkanlah Pak marwan, mana argumen tanpa dasar yang baik. Tahukah pak marwan referensi saya dari mana?

Lalu, maaf pak, yang kita bicarakan itu baptisan anak, bukan Makna baptisan. Komentar lah yang anda tahu saja. Ini bukti anda koment yang anda tidak tahu tapi anggap paling tahu...

Sola Christos...

marwan's picture

@Vantilian

 Quoted:

Kebanyakan org saat ini membuat sesuatu tanpa dasar argumen (baik argumen Pribadi maupun landasan teori lain) yang baik lalu dengan terburu-buru mengaku paling tahu.

Tunjukkanlah Pak marwan, mana argumen tanpa dasar yang baik. Tahukah pak marwan referensi saya dari mana?

Argumen tentang BAPTIS secara Etimologi itu loh mas...khan anda mau bahas BAPTIS (SECARA Spesifik BAPTIS ANAK), Tentu anda HARUS Mendasarkan pd ETIMOLOGI Apa itu BAPTIS secara Struktur kata. Kalau anda tidak memberikan kupasan Etimologinya, maka ANDA akan dengan MUDAH salah dalam PENERAPAN MAKNA...itu maksudku.

Quoted:

Lalu, maaf pak, yang kita bicarakan itu baptisan anak, bukan Makna baptisan. Komentar lah yang anda tahu saja. Ini bukti anda koment yang anda tidak tahu tapi anggap paling tahu...

Menurut pandangan saya, anda tidak bisa Membahas Baptisan ANAK tanpa Makna BAPTISAN...kita melakukan  sesuatu KERENA kita tahu MAKNANYA.

Sy kasih komentar Tentang Baptis karena Sy TAHU MAKNANYA BAPTIS. Makanya saya setuju ame DDW bahwa Baptisan Anak itu tidak alkitabiah...karena sejarahnya Baptis. Etimologinya Baptis, Latarbelakangnya Baptis, tujuannya baptis dll itu ADA...gak sekedar nulis blok Baptis tanpa tahu LANDASAN Teorinya baptis.

So saya tidak tahu baptis yg ANDA maksud karena saya memahami Baptis dari Kata-katanya, Latarbelakangnya dll... dan anda gagal mengmukakan alasan ini...itu saja.

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

__________________

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Vantillian's picture

@Marwan.....Yang kita bahas baptis anak....Pak...

Pak Marwan, sekali lagi saya ulangi : Yang kita bahas baptisan anak, bukan makna baptisan...Kalau bisa, tunjukkan dimana hubungannya....(Seandainya bapak anggap itu ada hubungannya )

Saya ulangi : Yang kita bahas itu baptisan anak, bukan makna baptisan....

Sola Christos....

marwan's picture

@Vantilian

loh dari mana dapat FRASE "Baptisan Anak" kalo anda Tidak MEMBAHAS Baptisan?

Simpel toh... dapatkah anda membahas baptisan anak tanpa anda MENEMPATKAN kata "BAPTISAN" di depannya?

Anda mulai berang.

Hubungannya JELAS...gak ada BAPTISAN ANAK kalo gak ADA KATA  "BAPTIS" di DEPAN..jika demikian maka blog anda berkutat soal "ANAK"...bukan "baptis anak"

 

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

__________________

Mazmur 146:2 Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Vantillian's picture

@Marwan...

Haha...Pak Marwan, kalau anda tidak tahu emosi orang, jangan tebak-tebak...Saya ulangi lagi : Apa hubungan antara Makna Baptisan dan Baptisan Anak?

Saya kasih kesempatan bagi anda untuk tidak mempermalukan diri anda dengan jawaban yang anda berikan. ...Tidak ada pembahasan Baptisan Anak tanpa Makna baptisan karena HANYA tulisan BAPTISnya? Haha....Anda tamat SD pak?

Saya ulangi : Apa hubungan baptis anak dengan Makna baptis?

Saya ulangi supaya jelas : Apa hubungan baptis anak dengan Makna Baptis?

Kalau bisa, berikan juga etimologi Baptis dan Anak, lalu kata Makna juga. Supaya kita bisa sama-sama belajar etimologi.

Sola Christos....

Vantillian's picture

@Dede Wijaya.....Silakan tunjukkan argumennya....

Sdr Dede Wijaya.....

Buku Erwin Lutzer sudah saya baca berkali-kali. Buku yang bagus. Saya menulis blog ini untuk menanggapi blog anda. Jadi, daripada anda mengatakan argumen saya kurang baik, kenapa tidak tunjukkan argumen anda yang lebih baik? Bukankah saya sudah menunjukkan POLA TAFSIR fundamentalis anda yang SEMBARANGAN? 

Kenapa menilai tulisan pendek sebagai tulisan dengan argumen yang kurang kuat? Saya hanya membahas satu point. Belum membahas dari segi sejarah gereja.

Apakah mengutip tulisan dari buku Erwin sudah menunjukkan anda mempunyai ARGUMEN yang kuat? Hoho.....Tulisan blog anda PANJANG, sayang itu semua KUTIPAN....Tolong tanggapi kelemahan argumen saya....Ok? Be a Gentle...Ingat, anda mewakili FUNDAMENTALISME, yang mempunyai nama yang BESAR....

Sola Christos....

Vantillian's picture

@Dede...Kutipan anda luar biasa....

@Dede....Anda kutip sana kutip sini, sangat luar biasa sekali. Anda baru selesai baca beberapa buku lalu mengagumi dan menulis dengan menggebu2? Saran saya, tahan-tahan dulu...Baca beberapa buku yang lain dulu. Ok?

Kalau argumen saya kurang baik dari Bukunya Erwin Lutzer dan Paul K Jewett yang mengkritik George Bromiley. Kenapa anda tidak keluarkan argumen terbaik dari Paul K Lewett? Kita di SS pengen tahu. Atau anda CUMA baca Erwin Lutzer lalu berkoar-koar disini? Haha/.....Saya tunggu ulasan anda tentang tulisan Paul K Lewett. Lalu apa pula kekurangan George Bromiley menurut Paul K Lewett, karena mungkin aliran teologi saya mirip dengan Paul, pengen tahu.

Tulisan saya begitu singkat dan terkesan buru-buru. Kutipan anda begitu panjang dan terkesan sok tahu. Memakai Nama penulis untuk mengesahkan otoritas blog dan komentar anda atas tulisan orang lain? Haha....Saya tunggu...Atau mungkin anda perlu belajar dulu....

Sola Christos....

jesusfreaks's picture

@dedew : manusia kurang ajar

Kamu yang bilang sesat, kok kamu malah suruh kita protest ke si Erwin. Kamu itu kurang ajar. Jangan salahkan orang atas kekurang ajaranmu. Apakah si Erwin lutzer menyatakan baptisan bayi menyesatkan dalam tulisannya ? Jangan2 kamu hanya mengada-ada. Hati2 bung bawa nama orang, gentle lah.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

jesusfreaks's picture

@marwan : dari mana baptisan yohanes ?

Dear marwan, Gak banyak omong, etimologi etimologi terus. Kalau kamu bisa jawab, darimana baptisan yohanes ? Dari manusia atau sorga ?

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

DEDE WIJAYA's picture

to vantilian&JF tt Yesus berkati Anak Kecil

dalam buku Erwin W. Lutzer yg katamu sudah kamu baca berkali-kali itu, tidakkah argumenmu dengan cuma kutip ayat yesus berkati anak kecil sudah dijawab dengan baik oleh CH Spurgeon dalam buku Erwin W. Lutzer Teologi Kontemporer Bab tentang "Bagaimana Tentang Baptisan":

"Para kritikus menanggapi dengan mengingatkan Spurgeon bahwa anak-anak kecil dibawa kepada Kristus supaya Ia memberkati mereka. Maka Spurgeon menyampaikan suatu khotbah yang lain untuk membuktikan adanya perbedaan besar antara membawa anak-anak kepada Kristus dan membawa mereka ke tempat baptisan. ”Usahakanlah untuk membaca Firman itu (tentang pemberkatan anak-anak) sebagaimana itu ditulis, dan Anda takkan menemukan air di dalam ayat-ayat itu, tetapi hanya Yesus. Apakah air dan Kristus itu hal yang sama? Tidak, di sini terdapat perbedaan yang luas, seluas jarak antara Roma dan Yerusalem.... antara DOKTRIN PALSU dan INJIL Tuhan Kita Yesus Kristus.”

Vantilian juga mengutip 1 Korintus 10:1-5 tt Israel dibaptis dalam Awan dan dalam laut, Ryrie, teolog Dispensasi sudah menjawab, jangan sembarangan pake ayat untuk membenarkan/mendukung baptisan Anak/Bayi, artinya jelas berbeda,

Bangsa Israel Dibaptis di dalam Musa berarti mengakui kepemimpinan Musa dalam membawa orang Israel keluar dari Mesir (1 Kor 10:2).

kemudian Vantilian mengutip lagi ayat ini untuk mendapatkan Dukungan baptisan bayi/Anak kecil:

"

Act 2:39  Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

Bandingkan dengan :

1Co 7:14  Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus."

 

Ryrie, Teolog Dispensasi menjawab:

Jika 1 Kor 7:14 mengizinkan atau mengharuskan baptisan anak-anak dalam satu rumah tangga/keluarga dimana salah satu orang tuanya telah percaya, maka hal itu juga akan mengizinkan atau mengharuskan baptisan bagi orang dewasa yang belum percaya.

tuk JF, hahaha, dulu banyak pro/setuju dengan artikel2ku, tapi tidak tahu kenapa ketika bahas tt Baptisan, dia menjadi begitu berapi2 sampai melupakan emosi yg berlebihan (alias menyerang dg kemarahan--btw jangan emosi gitu dunk, kayak kita sedang PERANG DUNIA saja, padahal mengaku sama2 Percaya Yesus).

mengenai Markus 16:16, sudah jelas bahwa yg dipentingkan itu masalah PERCAYAnya, terus Baptisan di situ ngapain ada ayatnya? Nah perlu diingat Zaman para rasul dulu, Sesaat setelah SEORANG Bertobat dan MENGAKU PERCAYA/BERIMAN, mereka SEGERA memberi dirinya DIBAPTIS. 

dede wijaya

__________________

dede wijaya

Vantillian's picture

@Dede...Sekarang saya mesti protes ama Ryrie? Yg benar saja...

@Dede....

Tentang Yesus menerima anak-anak, anda bahkan sama sekali tidak mengerti kenapa saya tuliskan di blog saya. Apakah ayat itu bisa mendukung adanya cara baptisan anak-anak? TIDAK...Makanya Spurgeon menolak dikaitkan dengan baptisan anak..Tetapi apakah ayat itu mendukung bahwa anak-anak yang diserahkan kepada Yesus, akan diterima? YA...Lalu ketika kita menyerahkan anak kita untuk diserahkan ke dalam Gereja yang Kudus lewat baptisan, menurut anda Yesus akan menolak?

Saya sarankan anda membaca baik-baik I Kor 10:2, apakah saya membicarakan tentang baptisan anak? TIDAK...Tetapi saya sedang menafsirkan bahwa meskipun ada yang DIBAPTIS dalam awan dan dalam laut, tetapi TUHAN tidak berkenan karena hal-hal jahat yang diinginkan bangsa Israel. Kesimpulannya apa Sdr Dede? Ketika Musa memimpin orang Israel keluar dari Mesir, ia menekankan untuk membawa "anak-anak kecil" dengannya. ( Kel 12:37 )

Exo 12:37  Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak.

Nah, menurut anda, anak-anak yang ikut bisa dimasukkan dalam tafsiran 1 Kor 10:2? Kesimpulannya apa sdr Dede?

Anda mengutip Ryrie untuk menjawab tafsiran 1Kor 7:14, lalu sekarang saya mesti protes kepada Ryrie? Bisakah anda memberikan saya alamatnya?

Jika 1 Kor 7:14 mengizinkan atau mengharuskan baptisan anak-anak dalam satu rumah tangga/keluarga dimana salah satu orang tuanya telah percaya, maka hal itu juga akan mengizinkan atau mengharuskan baptisan bagi orang dewasa yang belum percaya.

Apa maksud 1 Kor 7:14? Bahwa STATUS dan PERSATUAN orang tua berhubungan dengan kondisi anak, itulah pointnya. Masalahnya bukan di baptisan sekali lagi. Tetapi BAGAIMANA kondisi anak ketika istri dan suami kudus? Anak-anak dibedakan dari orang dewasa yang bisa mempertanggungjawabkan imannya. Kenapa mesti dibedakan? Lalu bagaimana dengan kondisi mereka? Anda harus masuk ke dalam konsep PERJANJIAN ANUGERAH untuk menjawab pertanyaan ini.

Sekedar kunci untuk anda belajar :

1. Hubungan baptisan dengan Perjanjian Allah dan Nuh

Apa arti baptisan pada 1 Petrus 3:20-21?

1Pe 3:20  yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
1Pe 3:21  Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

2. Hubungan baptisan dengan Perjanjian Allah dan Israel/Musa ( 1 Kor 10:2 )

3. Hubungan baptisan dengan Perjanjian Allah dan Abraham ( Roma 4:11 , Kolose 2:11-12)

Nuh, Musa, Abraham, apakah tokoh-tokoh ini ada berhubungan dnegan keluarga dan anak-anak? Nah, ini baru belajar Tafsir.. Mau pakai cara Fundamentalis, silakan....

Sola Christos...

jesusfreaks's picture

@dedew : FUNDAMENTALIS PALSU

Hahaha...saya emosian... Gw pikir blogger disini tahu karakter gw. Lagian lo argument ngalor ngidul bawa nama2 orang. Dalamnya lautan bisa diukur, hati manusia siapa yang tahu ? Dengan sok tahunya dedew mengedepankan percaya dulu baru dibaptis. Dengan alasan demikian dedew menganggap bayi mustahil memiliki kepercayaan ataupun memiliki pengertian. Dengan alasan yang sama dedew menganggap orang dewasa yg memberi diri dibaptis, DIANGGAP PERCAYA ATAUPUN MENGERTI. Buka mata bung, banyak orang dewasa yang memberi diri dibaptis, TANPA PERCAYA ATAUPUN TANPA MENGERTI, parahnya KARENA UDANG DIBALIK DIBATU. Dengan demikian sangatlah menggelikan lo menganggap baptis bayi menyesatkan, tapi baptis dewasa yg asal2an itu tidak menyesatkan. Sekali lagi, jangan sok menganggap diri KRISTEN FUNDAMENTALIS, jikalau TIDAK BERDASARKAN KRISTUS. Nih ayat pamungkas soal YESUS MEMBAPTIS ANAK-ANAK. Lo gak tahukan BAHWA YESUS MEMBAPTIS ANAK-ANAK. YOEL 2 : 28 Silahkan baca dan diskusikan dng para KRISTEN FUNDAMENTALIS PALSU.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

jesusfreaks's picture

@dedew : jangan anggap remeh bayi.

Silahkan baca Lukas 1 : 41. Silahkan baca juga Matius 21 : 16.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

hai hai's picture

@ Dede, Alkitab Adalah Standard Kebenaran

Dede Wijaya, Alkitab adalah standard kebenaran.  Tulisan-tulisan para bapak gereja tidak pernah menjadi standard kebenaran orang Kristen. Bahkan Paulus dengan tegas memberi teladan mengenai hal itu. Dia selalu dengan TEGAS menyatakan itu adalah pendapat pribadinya, ketika yang ditulisnya adalah pendapat pribadinya. Salah satu contohnya adalah ketika dia menyatakan tentang  ketidak setujuannya pada wanita yang mengajar dan memerintah lelaki di suratnya kepada Timotius.

Menggenai baptis anak-anak, Alkitab adalah standard kebenaran, bukan pemahaman para bapak gereja. Apabila anda menyatakan baptis anak-anak tidak Alkitabiah karena bapak gereja anu bilang demikian, maka itu berarti anda sudah menjadikan PEMAHAMAN bapak gereja anu sebagai standard kebenaran.  Kita menghormati Martin Luther namun tidak pernah menjadikan PEMAHAMANNYA akan ajaran Alkitab sebagai standard kebenaran, sebab Alkitablah standard kebenaran.  kita menghormati Calvin dan Stephen tong sebagai bapak gereja namun tidak pernah menjadikan pemahaman mereka sebagai standard kebenaran sebab Alkitablah standard kebenaran.

Apabila anda YAKIN baptis anak tidak Alkitabiah, berikan argumentasi anda dengan ayat-ayat Alkitab sebagai pendukungnya, menurut saya tidak perlu lagi mencantumkan daftar nama para bapak gereja yang menulis buku tentang hal itu, karena pendapat mereka bahwa baptis anak tidak Alkitabiah tidak pernah menjadi standard kebenaran Kristiani.

Dede Wijaya, anda tahu bahwa saya sangat menghormati anda dan sangat BERHARAP agar anda menjadi salah satu PILAR yang menegakkan ajaran sejati Alkitab dalam generasi ini. Di dalam doa saya selalu meminta Roh Kudus membimbing anda untuk memahami ajaran Alkitab dengan benar dan mengajarkan kebenaran itu melalui tulisan-tulisan anda. Namun, saya agak kecewa membaca tulisan-tulisan anda akhir-akhir ini.  Menurut saya, anda terlalu kejar OMSET sehingga kekurangan waktu untuk menguji sumber pustaka anda dan menguji tulisan-tulisan anda. Dede, tulislah hal-hal yang benar-benar anda pahami dan yang anda yakini sepenuhnya serta anda uji dengan Alkitab sebagai standard kebenaran, itulah JALAN keagungan anda. Dengan cara demikian, produktifitas anda akan berkurang, namun anda tidak perlu membuang waktu untuk mempertanggungjawabkan tulisan anda karena anda benar-benar memahaminya dan meyakininya dengan Alkitab sebagai standard kebenaran.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

DOMKRIS's picture

MELEMPAR KOIN

Anda semua yang sedang berdebat theologi disini saya nilai sebagai generasi2 Kristus yang smart dan cemerlang di akhir jaman ini, namun sayang, saya lihat disini perdebatan ini sepertinya tidak membuahkan hasil yang positif (menurut saya) atau yg bisa saling membangun... karena satu pihak bertahan pada perspektif logika dan yang lain menyerang membabi buta.

Supaya tidak ruwet, ada baiknya kalian sepakat melempar koin saja, biar ketahuan siapa yang menang...

Setelah tahu siapa yang menang, yg kalah adu koin itu bilang sama yg menang, "oke sekarang saya coba mau dengarkan uraianmu dengan seksama, tanpa potong, tanpa sanggah.... " lalu yg kalah harus mendengarkan, membaca, merenungkan, belajar secara seksama dari yg menang.....  Setelah semuanya dipelajari, lalu pada suatu saat, bila yang kalah merasa tidak setuju dengan argumentasi atau doktrin yg menang, maka yg kalah harus tulis surat singkat, "Maaf saudaraku, dalam hal ini, ini, dan ini, saya tidak sepaham dengan anda, tapi ingatlah selalu, walau berbeda kita tetap saudara di dalam Kristus, teruskan perjuanganmu, beritakanlah injil kepada semua orang, aku mendukungmu dengan doaku, Tuhan Yesus memberkati"...

Berikutnya dilain waktu, giliran yg menang merenungkan dalam2, kenapa saudaranya tidak sepaham dalam hal ini, ini, dan ini.... lalu yg menang meminta kepada yg kalah untuk menjelaskan panjang lebar pemahamannya, tanpa memotong, tanpa menyanggah, cukup mendengarkan, dan tentu dengan sedikit bertanya bila ada yg kurang jelas... Setelah semua pendapat yg kalah diserap dan dipelajari dalam2 oleh yg menang, dan bila yg menang tidak sepaham, maka yg menang harus menulis surat singkat demikian, "Maaf saudaraku, dalam hal ini, ini, dan ini, saya tidak sepaham dengan anda, tapi ingatlah selalu, walau berbeda kita tetap saudara di dalam Kristus, teruskan perjuanganmu, beritakanlah injil kepada semua orang, aku mendukungmu dengan doaku, Tuhan Yesus memberkati"...

Setelah itu kalian semua tetap dapat berkiprah dalam pelayanan masing2 dengan tanpa saling menyerang dan tanpa saling melukai.... bukankah ini lebih baik..???

Saya berdoa, kiranya kalian benar2 tulus dalam pelayanan kalian, dan bertahan hingga akhir, sehingga akan banyak orang2 yg dimenangkan bagi Kristus....

Sukses selalu, Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kalian...

Shalom

 

 

 

 

kardi's picture

Baptisan anak

Setelah mengikuti perdebatan yang seru, akhirnya saya dapat lebih memahami hal baptisan anak. Di gereja lokal saya, pada waktu bayi ada penyerahan anak termasuk kedua anak saya, saya bawa di atas altar untuk didoakan dan diberkati oleh gembala sidang. Kemudian setelah berusia 6 tahunan saya bawa ke sekolah minggu secara rutin, supaya dapat mengenal Tuhan dari guru-guru sekolah minggu dan kedua orang tuanya. Setelah usia belasan, mereka mengikuti pendalaman alkitab untuk menerima baptisan.Dan pada akhirnya saya menyerahkan sepenuhnya pada kedaulatan Tuhan untuk pertumbuhan kerohaniannya.

Saya berdoa supaya anak-anak kami, boleh menjadi alat yang indah di rumahNya dan mempermuliakan NamaNya. Amin

jesusfreaks's picture

@ddw : jangan cuma jago kandang.

Dear bro, Jangan cuma jago kandang. Anda belum menanggapi koment vantilian. Apakah anda sudah sadar akan kesesatan anda ? Atau kabur.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

jesusfreaks's picture

@kardi : apa yang lo pahami ?

Kalau cuma bilang kata "PAHAM" anak SD juga bisa. Sekarang lo jelaskan apa yang lo pahami soal baptisan ?

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

jesusfreaks's picture

@domkris : tolong bantu

Dear domkris, Tolong bantu kami agar saling mengerti.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-