Submitted by victorc on

Shalom, saudaraku. Beberapa hari lalu ada seorang mahasiswa teologi yang bertanya kepada saya via email: Berapa umur bumi sebenarnya?

Wah, ini sungguh suatu pertanyaan menarik, mirip dengan pertanyaan yang pernah saya ajukan dahulu semasa mahasiswa. Waktu itu kuliah pertama atau kedua dalam kelas hidrologi, dan dosen mengajarkan bahwa volume air di seluruh bumi sekian milyar liter. Lalu iseng-iseng saya bertanya: bagaimana cara mengukur volume air sebanyak itu? Sang dosen menjawab secara diplomatis bahwa ada metode tertentu untuk memperkirakan volume air di seluruh bumi, termasuk yang berbentuk samudera, awan bahkan yang di dalam bumi. Wow, itu kelihatan mustahil bukan?

Kali ini saya tidak akan berusaha menjawab secara diplomatis. Saya hanya dapat mengatakan bahwa ada 2 kemungkinan jawaban atas pertanyaan tentanh umur bumi: jawaban sulit dan jawaban mudah. 

Jawaban mudahnya: saya belum dilahirkan waktu bumi diciptakan, jadi tidak mungkin saya tahu kapan ia diciptakan.

Jawaban sulit: ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh jawaban. Namun perlu diingat, bahwa semua cara itu bertumpu pada serangkaian asumsi.

Sebelum kita menjawab hal ini, mari kita lihat dulu 4 pertanyaan besar tentang asal-usul.

4 Pertanyaan besar

Setidaknya ada 4 pertanyaan besar tentang asal-usul, yang kerap ditanyakan dan hingga kini masih menjadi pokok perdebatan, yaitu:

1. Berapa umur alam semesta?

2. Berapa umur bumi?

3. Bagaimana asal-mula kehidupan?

4. Betulkah bahwa manusia pertama berasal dari Afrika? (hipotesis Out of Africa).

Saya akan menjelaskan jawaban saya atas satu per satu pertanyaan tersebut, namun tentunya dengan berbagai keterbatasan informasi.

1. Berapa umur alam semesta?

Jawaban standar untuk pertanyaan ini adalah sekitar 13 milyar tahun. Namun muncul pertanyaan: bagaimana cara menentukan umur alam semesta tersebut?

Sekali lagi, kita menghadapi sejumlah asumsi di antaranya:

- asumsi berlakunya hukum Hubble secara homogen isotropik: hukum Hubble menyatakan bahwa galaksi-galaksi yang bergerak saling menjauh, dan diasumsikan bahwa hukum ini berlaku tanpa kecuali di manapun pada arah manapun.

- asumsi bahwa hukum Hubble mengindikasikan pemuaian jagad raya: bahwa gal