Saya baru melihat seseorang yang memberi warna baru pada agama. Dinamis, atletis dan tampan seperti aktor Hollywood. Dia seorang pemuda dari Kanada dengan nama Charles B Templeton yang lebih suka dipanggil “Chuck.” Alih-alih menggunakan cara kuno, menakut-nakuti orang dengan api neraka dan mengancam dengan kutukan, dia justru menggunakan bujukkan bak seorang salesman, sungguh, dia telah menetapkan standard baru penginjilan. Nampaknya, dia bukan hanya memenangkan orang-orang baru namun juga menguatkan orang-orang Kristen lama. Belum pernah ada gelombang kebangkitan rohani yang demikian tinggi yang melanda seluruh negeri, Chuck menjadi pusat perhatian di setiap gereja yang dikunjunginya. Dalam satu tahun dia berkotbah kepada 1.500.000 (satu setengah juta) orang lebih, di dalam setiap kebaktian yang dia pimpin rata-rata 150 orang mengambil keputusan. Jadwal kotbahnya sudah penuh untuk dua tahun ke depan. Saat melakukan KKD di Sidney, Australia, dari 30.000 penduduknya, pada malam terakhir KKRnya, 10.000 orang hadir mendengarkan kotbahnya.
Itulah sebagian tulisan mengenai Charles Templeton yang dimuat di American Magazine edisi Agustus 1953. Julukannya adalah Religion’s Super Salesman, barang yang dijualnya adalah Super life-insurance policy merek dagangnya adalah Love.
Chuck lahir tanggal 7 Oktober 1915 di Toronto. Dia hanya mengecam pendidikan hingga kelas 1 SMA. Saat berumur 17 tahun dia harus bekerja guna menunjang keluarganya. Saat itu dia bekerja sebagai kartunis di koran the Toronto Globe and Mail. Dia adalah seorang pekerja keras yang sangat berbakat, karirnya naik dengan cepat. Pada tahun 1936, saat berumur 20 tahun, ketika menduduki jabatan Senior Editor, suatu malam dia meninggalkan pesta jam 3 pagi. Sementara berjalan pulang tiba-tiba saja dia merasa sangat kesepian. Dia merasa hatinya kosong da