Submitted by king heart on

Shakespeare mengatakan :”Apalah arti sebuah nama”, semua orang di seluruh dunia memiliki nama sekalipun berlatar belakang budaya, bangsa, bahasa yang berbeda maupun panjang pendeknya nama tersebut.

Beberapa orang ( dari berbagai suku bangsa ) memilih nama berdasar arti namanya yang bias menyiratkan kebaikan, keagungan, tokoh besar masa lalu, hewan ( misal Kaleb yang berarti anjing ), alam, fenomena alam, pahlawan, maupun hanya sekedar nama tanpa arti yang jelas.

Ketika hendak mengisi blangko isian baik untuk keperluan akte, KTP, Paspor, identitas email dan lain sebagainya, kita sering dihadapkan pada kotak isian untuk nama depan, nama tengah dan nama belakang. Beberapa orang tidak jarang mengalami kesulitan dalam mengisikan namanya.

Secara umum ( mungkin hampir di seluruh dunia ) nama depan selalu diikuti oleh nama marga / fam kecuali Negara seperti China dan Korea di mana nama marga selalu di taruh di depan. Di luar Indonesia kebanyakan pemanggilan secara resmi adalah nama marganya, kecuali sudah akrab dan dalam situasi santai atau kekeluargaan maka yang dipanggil adalah nama depannya. Lain halnya di Indonesia, jarang sekali panggilan dilakukan pada nama marganya hampir selalu nama depan yang disebut.

Nama Indonesia karena sering dipengaruhi oleh banyak bahasa asing maupun serapannya, memiliki nama yang beragam, namun beberapa nama asli ( serapan ) masih banyak dipakai dan mempunyai keindahan dari segi arti maupun bunyi. Ada beberapa keunikan lain yang sering dijumpai semisal sang ayah bernama Subagyo ( tanpa nama marga ) ketika menamai anaknya sering secara tak langsung namanya dipakai sebagai marga seperti contoh : Rudy Subagyo ( mungkin meniru budaya arab yang memakai kata bin untuk anak lelaki dan binti untuk anak perempuan ), bahkan ada yang sudah memiliki nama 2 suku kata, nama nama itu tetap dipakaikan lengkap kepada anaknya.

Khususnya untuk orang Tionghoa yang berganti nama Indonesia, masalah nama juga sering menjadi sesuatu yang menggelitik ( lucu ). Contohnya ada keluarga yang bermarga Go, ketika dia mengganti namanya menjadi nama Indonesia, marganya menjadi Gondo namun nama marga itu tidak diletakkan di belakang melainkan di depan, begitu juga buat anak anaknya. Maka semua anaknya akhirnya memiliki panggilan yang sama di luar rumahnya ( sekolah, tempat kerja ) yaitu Gondo. Hal ini bisa menimbulkan kerancuan atau kebingungan semisal seorang teman salah satu anaknya datang mengunjungi rumah dan mencari Gondo. Pasti dia akan ditanya, Gondo yang mana karena semua anak termasuk bapaknya mempunyai nama depan Gondo.

Hal ini terjadi juga pada nama yang marga yang tidak di Indonesiakan, misal Lim, Wang, Ong dll. Dikarenakan dalam pengisian akte kelahiran, SBKRI (sudah dihapus ) acapkali nama marga ditaruh di depan. Hal ini menyebabkan nama marga itu dikira sebagai nama panggilan, sehingga dikenallah ia menurut nama marganya itu.

Semua hal di atas belum termasuk orang yang mempunyai nama dengan banyak ( lebih dari tiga ) suku kata seperti kebanyakan orang bersuku Batak contohnya, karena mereka memasukkan nama marga beberapa generasi di atasnya entah dari pihak bapak atau ibu.

Termasuk jenis yang manakah nama anda ?