Tanggal 22 Maret 2009 yang lalu, Ioanes Rahmat ( IR ) menulis di koran
Tempo sebuah artikel berjudul "MITOS SOLA SCRIPTURA".
Menurut doi, ada 6 alasan bahwa sola scriptura hanyalah mitos yang tidak
mungkin dterapkan.
Saya bertanya dalam hati :
1. Apakah doi masih pendeta GKI, yang kayaknya gereja itu masih beraliran reformed?
2. Apakah pandangannya mewakili pandangan gerejanya?
3. Apakah doi tidak kapok kapok menulis hal hal bertentangan dengan pandangan gerejanya? Padahal doi pernah ditegur gerejanya, bahkan gerejanya bikin surat edaran yang dilampiri dengan surat pengakuan salahnya IR sendiri.
Dari sini aku semakin yakin bahwa rasio adalah budak iman.
Karena doi emang gak percaya Alkitab sebagai Firman Allah yang tanpa salah (inerrant), maka doi mencari terus pembenaran untuk menyatakan keyakinannya itu.