Submitted by jesusfreaks on

Ho...Ho...Ho...777x


-------
Kedatangannya sudah tidak diharapkan.
Kami pikir, ini sudah kemalaman, waktu menunjukkan pukul 19.30 WITA,
anak gw juga sudah bobo, tidak mungkin lagi sinterklas akan datang.
Walaupun dalam kisah sinterklas sebenarnya, datangnya malam hari,
bahkan tengah malam.


Bagaimana dengan hadiah yang sudah kami titipkan, agar diberikan pada
anak gw saat sinterklas berkunjung ?
Ah sudahlah...
Tanpa kami sadari, kami mulai bersungut-sungut. Kenapa mereka tidak
mulai kunjungan dari pagi ? Kenapa mereka tidak membuat 2 tim kunjungan sinterklas ?

Akhirnya kami semua mengganti baju kami, dengan baju tidur. Dan memang mulai tertidur. Karena biasanya kami tidur siang, namun dikarenakan adanya arisan ibu-ibu dirumah, akhirnya kami tidak tidur siang. Istri gw ngerumpi sama ibu ibu, gw bermain sama anak gw.

Dari pukul 15.30, anak gw sudah siap menanti Sinterklas
Bersamaan itu juga, kami siap menanti ibu ibu yang akan arisan.
Ibu RT datang pertama, lalu ibu ibu lain pun mulai berdatangan. Ada
yang bawa anak, ada yang diantar suami, ada yang menunggu temannya
sebelum masuk.
Dari ibu ibu yang datang, bisa disimpulkan, hanya kami yang kristen.
Hampir semua berjilbab. Adapun ibu ibu lain yang tidak berjilbab, kami
mengenal mereka, dan mereka bukan kristen.

Tapi it's okaylah. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Sinterklaspun tak kunjung datang, anak anak tetangga mulai bertanya
tanya. Karena istri gw sudah menceritakan sebelumnya tentang sinterklas
dan rencana kedatangannya hari ini. Mereka baru tahu tentang
sinterklas, ya harap maklumlah mereka bukan kristen. Mereka ingin tahu seperti apa itu sinterklas, ada yang menanti dengan gembira, ada juga yang menanti dengan takut takut.

Magrib sudah tiba, merekapun masuk kerumah masing masing, kamipun juga.

Sepertinya terlintas sedikit kekecewaan. Tapi sudahlah.

-------

tettt tettt...tinnn...tinnn...777x

Lewat pukul 19.30 tiba tiba datang segerombolan orang berpakaian aneh,
ada juga yang berpakaian biasa.
Ternyata sinterklas dan kawan kawan. Sinterklas naik kijang, bukan rusa
kutub, kijang tidak berkaki, tapi beroda. Rombongan lain naik pick up.
Sebelum buka pintu, istri gw pun segera menggendong anak gw yang sudah bobo.


"gendong sudah, tidak usah dibangunkan, biar kita saja yang terima
kadonya", kata gw.
Tidak lupa gw segera mengambil amplop dan kamera HP.
Suasanapun berubah jadi ramai dan ribut. Kami mulai saling bersalaman,
tidak lupa foto foto.

Anak gw akhirnya bangun juga, karena keributan itu. Pastinya dia bangun bukan dengan wajar ceria saat menanti kedatangan sinterklas, melainkan dengan tangisan yang keras.
Bangunnya anak gw pun, tidak gw sia siakan untuk menuntaskan seremoni
penyerahan kado, sambil berusaha mengambil angle yang tepat untuk foto,
supaya anak gw, istri gw, sinterklas bisa masuk dalam 1 frame dengan
posisi menghadap kamera. Usaha gw tidak sia sia, moment penyerahan
kadopun terabadikan, walaupun hanya 3 wajah yang jelas, sinterklas,
istri gw dan anak gw dengan raut menangis. Setelah menerima kado, tidak
lupa istri gw memberikan salam tempel.


Kunjungan berakhir singkat, mereka mungkin masih melanjutkan kunjungan ke rumah anak sekolah minggu lainnya. Kembali kami bersalaman.
Sinterklaspun dan kawan kawannya segera naik kijangnya lagi.
Sebelum mereka berangkat, gw ambil 3 buah jus Buavita rasa orange
ukuran 1 liter.
Akhirnya, terobati sudah rasa kecewa kami.
Begitu juga dengan rasa kecewa anak tetangga sebelah kiri rumah kami.
Ian dan icha sempat melihat sinterklas dan kawan-kawan. Ian bahkan
memberanikan diri menyalam sinterklas, yang katanya perutnya besar.
Sedangkan icha langsung lari masuk kerumah, ketika sinterklas
mendekatinya.
Demikianlah kisah kunjungan sinterklas pertama kalinya kerumah kami.
Seru dan lucu.


Ternyata, SINTERKLAS NAIK KIJANG TAK BERKAKI.

 

Shalom,

 

 

Jesus Freaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"