Submitted by
Vantillian
on
Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. ( Roma 10:12-13 )
Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku." Tetapi tentang Israel ia berkata: "Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah." ( Roma 10:20-21)
Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. ( Roma 9: 31-32)
Ketidaksinambungan antara konsep keselamatan dalam PL dan PB yang dianut oleh ahli teologi telah menimbulkan sejumlah salah paham bahwa Allah telah mewahyukan diriNya dan mengerjakan keselamatan di antara orang percaya dengan cara yang TIDAK SAMA di setiap zaman. AKhirnya muncul kontroversi apakah hukum Taurat masih berlaku atau apakah keselamatan juga diperoleh oleh bangsa lain.
Hal demikian juga berlaku dalam konsep WAHYU UMUM dan WAHYU KHUSUS khususnya dalam teologi reformed. Allah tetap konsisten dalam karya penciptaan, penyelamatan, penebusan, pengudusan sampai pemuliaan orang yang telah dipilihNya. Beberapa yang lain terlalu menekankan bahwa Allah sangat konsisten memilih bangsa Israel sehingga PADA MULANYA keselamatan hanya diperoleh oleh bangsa Israel, tetapi ketika bangsa Israel menjadi tegar tengkuk, PADA AKHIRNYA keselamatan diberikan oleh Allah kepada bangsa lain. Benarkah Allah HANYA bermaksud menyatakan diri sebagai Allah Penyelamat hanya bagi bangsa Israel? Sedangkan bangsa lain sedang menuju kebinasaan?
Keselamatan dalam PL dan PB : Teologi Perjanjian
Jelas, dalam PL, Yesus belum menjadi manusia. Jadi, bagaimana orang zaman PL diselamatkan? Apakah melalui perbuatan baik? Atau Hukum Taurat? Alkitab mengajarkan bahwa TANPA iman, orang tidak mungkin diperkenan oleh Allah. Dan Alkitab juga mengajarkan bahwa kepercayaan Abraham kepada janji Allah adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi benih Abraham dan "Israel rohani".
Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. ( Galatia 3:6)
Dengan demikian bangsa Israel, termasuk bangsa lain memperoleh keselamatan melalui iman kepada PERJANJIAN ALLAH. Bahkan sebelum Allah memanggil Abraham, Habel, Henokh, semuanya diterima oleh Allah berdasarkan iman ( Ibrani 11). Demikian juga Nuh, orang yang beriman kepada perjanjian Allah, menerima kebenaran, sesuai dengan imannya ( ayat 7). Disini kita dapat melihat bahwa dari sejak PL sampai PB, Allah telah menetapkan kepada siapa Dia akan berkenan, dan kepada siapa Allah tidak berkenan. Allahlah yang menetapkan Perjanjian keselamatan kepada manusia. Manusia beriman dan diselamatkan. Tetapi Allah yang memilih manusia untuk beriman kepada perjanjianNya.
Allah juga telah memilih bangsa Israel, sebagai sarana bagiNya untuk menyatakan karya keselamatanNya. Hukum Taurat yang diberikan kepada bangsa Israel menjadi STANDAR hakim tertinggi yang mencerminkan kekudusan Allah. Standar itulah yang dipakai untuk menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa AKULAH TUHAN. Standar penghakiman. Standar penuntun kepada keselamatan oleh iman. Apakah dengan demikian bangsa Israel boleh menyatakan bahwa mereka adalah satu-satunya bangsa yang memperoleh keselamatan? TIDAK BOLEH. Mengapa? Karena bangsa lain juga mempunyai hukum taurat yang tertulis di dalam hati mereka. Hukum Taurat itulah yang akan menuntun mereka kepada iman. Bangsa Israel dipilih, bukan untuk meniadakan bangsa lain, tetapi untuk menjadi saluran anugerah Allah bagi bangsa lain. Keselamatan bangsa Israel akan terjadi jika Allah telah menyunat hati mereka dan memberikan hati yang baru.
Ibrani 10:16-17 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."
bnd dengan
Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk. ( Ulangan 10:16
Dan itu berlaku bagi keselamatan bagi bangsa lain. Bagi setiap orang yang percaya. Orang kristen sejati bukan orang yang menyunatkan hatinya, tetapi yang telah disunatkan hatinya oleh Roh Kudus.
Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah.
Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah. ( Roma 2:28-29)
Keselamatan datang dari bangsa Yahudi, itu berarti Allah telah memilih mewahyukan diriNya lewat sejarah bangsa Israel. Itu bukan berarti bahwa keselamatan adalah MILIK eksklusif bangsa Israel. Finalitas wahyu Allah berada di dalam diri Kristus yang lahir dan mati sebagai bangsa Yahudi, tidak menunjukkan bahwa penggenapan keselamatan hanya ada dalam bangsa Yahudi, tetapi menunjukkan bahwa Yesus telah menggenapi hukum Taurat yang telah diberikan Allah kepada bangsa Israel.
Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. ( Roma 10:4 )
Dengan demikian, maka Kristus juga adalah kegenapan bagi SEGALA hukum taurat baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Allah telah memilih menyatakan diriNya melalui bangsa Israel, karena itu Allah menyatakan diriNya sebagai Juruselamat yang berada di bawah hukum Taurat Israel. Supaya menjadi nyata, bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada perjanjian Allah, bukan melalui perbuatan. Itulah anugerah keselamatan yang berlaku bagi seluruh bangsa, BUKAN bagi bangsa Israel saja.
Apakah Allah hanya menyatakan diriNya kepada bangsa Israel, tidak kepada bangsa lain? Umumnya kita mengenal ada dua macam wahyu Allah yaitu wahyu umum dan wahyu khusus. Wahyu umum adalah wahyu Allah yang bisa diketahui secara nyata bagi semua bangsa, termasuk karya ciptaan Allah. Wahyu khusus adalah penyataan Allah melalui sejarah bangsa Israel, Alkitab dan puncaknya adalah Yesus Kristus. Kebanyakan kita menganggap bahwa wahyu umum mempunyai DERAJAT yang lebih umum sehingga terkesan lebih RENDAH dari wahyu khusus. Pendapat demikian salah. Wahyu umum dan khusus HANYA perbedaan yang dilakukan oleh teolog reformed untuk membedakan secara teologis karya Allah, khususnya dalam karya keselamatan. Allah telah mewahyukan diriNya dengan JELAS dan NYATA kepada setiap manusia sehingga tertanam di dalam hati setiap manusia.
Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. ( Roma 1:19-20)
Manusia berespon terhadap wahyu Allah, karena itu manusia tidak bisa lepas dari murka Allah. Manusia mempunyai semacam ketakutan kepada yang HOLY. Hati manusia selalu menuduh jika ada yang salah. Karena itu, setiap manusia menghadapi standar penghakiman yang sama AKIBAT dari Wahyu Allah. Sebab Allah tidak memandang bulu ( Roma 2:11). Dan Setiap bangsa di luar bangsa Israel JELAS dapat merespon wahyu umum Allah sehingga mereka akan dituntun ke dalam pemahaman wahyu khusus. Karena itulah, Paulus MEMBANDINGKAN dan MENYAMAKAN hukum Taurat Israel dengan hukum Taurat bangsa lain. Semuanya adalah wahyu Allah. Dan hukum Taurat Israel ataupun bangsa lain adalah penuntun supaya mereka dapat diselamatkan.
Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. ( Roma 2:14)
Lalu, apakah kelebihan bangsa Israel dengan bangsa lain? Bukankah Alkitab jelas menuliskan bahwa semua manusia tidak ada yang mencari Allah?
Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.