Submitted by Priska on

Beberapa hari yang lalu saya berkenalan dengan seseorang lewat dunia maya (internet). Awalnya hanya iseng-iseng saja. Tapi ternyata selama seminggu kami selalu bertemu di depan komputer masing-masing. Ha ha ha.... sedikit lucu memang, tapi itu semua terjadi tanpa kesengajaan dan tanpa pembuatan janji terlebih dahulu.

Aku belum terlalu banyak mengenal dia, dan mungkin dia juga belum banyak mengenalku. Toh jika dia memberikan informasi yang lain pun, aku juga tidak tau persis kebenaran hal tersebut. Begitu juga sebaliknya. Tongue out

Berawal dari keisengan ngobrol sama dia di internet (dengan beberapa ejekan di sana-sini... Tongue out) yang kemudian berlanjut pada sms dan berteleponan. Dari beberapa kali komunikasi, aku baru tahu ternyata dia berasal dari kota yang sama denganku. Dan rencananya, liburan akhir tahun ini, kami akan bertemu. Aku jalani semuanya tanpa ada perasaan curiga atau apapun.

Bahkan siang ini tadi, kami sempat berteleponan hingga hampir 2 jam. Pembicaraan baru berakhir karena aku ada meeting dengan konsultan pendidikan jerman. Acara meeting itu cukup menarik, presentasinya pun cukup meyakinkan hingga mampu membuat aku mengambil keputusan untuk berangkat ke negeri Hitler itu tahun depan. Ah, sampai disini semua berjalan dengan lancar... Laughing

Tetapi tiba-tiba (setelah aku mengiyakan untuk berangkat ke jerman tahun depan) ada sesuatu yang menusuk di hatiku. Entah mengapa rasa "tidak enak" itu begitu kuat hingga membuatku merasa sangat tidak nyaman. Perasaan itu muncul ketika tiba-tiba aku mengingatnya. Dia yang baru saja aku kenal seminggu yang lalu lewat dunia maya. Ha ha ha... lucu sekali memang.... Tongue out

Tetapi itulah yang terjadi. Wow... aneh sekali kupikir. Kemudian aku menelpon mamiku untuk menanyakan perihal keberangkatan ke jerman tahun 2008. Tanpa kuduga, mami langsung saja mengiyakan. Uh... lega... Smile

Perasaan menusuk itu kembali muncul. Dan kali ini terasa lebih dalam hingga terasa sakit sekali di lubuk hatiku. Yang aku mengerti, Tuhan sedang menegurku. Hmmm.... apakah Tuhan cemburu karena beberapa waktuku seminggu terakhir ini banyak aku habiskan dengan dia? Ataukah ini teguran untuk keberangkatanku tahun depan? Oh Tuhan... tolonglah buat aku mengerti... Make me be wiser and know Your heart... Embarassed

 

Semarang, 19 Des 07 jam 15.55