Teologi Reformed mengajarkan bahwa Allah mahakuasa dan mahatahu. Lebih lanjut diajarkan bahwa Mahakuasa artinya mampu melakukan segala sesuatu dan tidak ada yang tidak bisa dilakukannya. Mahatahu artinya mengetahui segala hal dan tidak ada yang tidak diketahuinya. Demi keyakinan demikianlah para Teolog Reformed NEKAD menafsirkan bahkan mengembangkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab.
Allah Yang Mahatahu Tidak Tahu
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22
Pdt. Budi Asali Mdiv mengagulkan dirinya Reformed Sejati dan menuduh Pdt. Dr. Stephen Tong pendiri Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII), Sekolah Teologia Reformed Injili (STRI), Sekolah Tinggi Teologia Reformed Injili Indonesia (STTRII) dan Institut Reformed Jakarta (IRJ) bukan Reformed sejati. Bahkan dia menuduh Pdt. Dr. Stephen Tong SESAT karena menyatakan dirinya tidak tahu apakah Kongzi (Confucius) masuk sorga atau tidak namun tahu pasti bahwa Allah akan mengadili Kongzi dengan adil.
Budi Asali mengajarkan bahwa MAHATAHU artinya tidak ada yang tidak diketahui. Allah Tritunggal mahatahu, itu sebabnya tidak ada yang tidak diketahui-Nya. Bila ada yang tidak diketahui itu berarti bukan Allah sejati. Dari mana dia mendapatkan ajaran demikian? Dari hongkong (entah-berentah), karena Alkitab justru mengajarkan hal sebaliknya. Di dalam Eksposisi Kitab Kejadian 3:1:24 dia menulis:
a) Ay 22a tidak boleh diartikan secara hurufiah. Itu adalah irony (= ejekan). Tuhan mengatakan itu karena Adam/Hawa percaya pada kata-kata setan dalam ay 5.
tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Kejadian 3:5
Alkitab mengajarkan bahwa Ular yang menggoda Hawa adalah Iblis. Alkitab juga mengajarkan bahwa Iblis bukan setan. Di dalam Perjanjian Lama Iblis diterjemahkan dari kata Ibrani SATAN, sementara dalam Perjanjian Baru diterjemahkan dari kata Yunani SATANOS dan DIABOLOS. Iblis hanya ada SATU. Kata SETAN diterjemahkan dari kata Yunani DAIMON. Iblis bukan Setan karena Satanos alias Diabolos bukan Daimon. Mengajarkan bahwa Iblis adalah Setan hanya membuktikan bahwa Budi Asali sama sekali tidak memahami apa yang diajarkannya.
Andai kata ajaran Pdt. Budi Asali BENAR. Kepada siapakah TUHAN Allah berfirman? Kepada Allah dan Roh Kudus. Siapa yang diejek? Allah Tritunggal. TUHAN Allah mengejek diri-Nya sendiri dan Allah serta Roh Kudus karena manusia lebih mempercayai Ular alias Iblis (Iblis bukan setan) dari pada Allah. Namun, itu tidak mengubah kenyataan bahwa:
- "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat" berarti HANYA ada satu manusia yang tahu tentang yang baik dan yang jahat
- "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat" berarti HANYA ada satu Allah yang tahu tentang yang baik dan yang jahat
Kejadian 3:22 adalah percakapan antara Allah Tritunggal. Frasa "salah satu dari Kita" berarti HANYA satu dari Kita. Mustahil frasa "salah satu dari Kita" berarti KITA bertiga. HANYA ada satu Allah yang tahu berarti ada DUA Allah yang tidak tahu.
Tentang Kejadian 3:22, salah satu orang blogger Kristen yang menyebut dirinya Adrina dan mengaku muridnya Pdt. Budi Asali MDiv mengajar di Komunitas Blogger Kristen SABDA Space:
Ayat (Kejadian 3:22 – red) itu hanya berbicara tentang adanya komunikasi/perbincangan 'antar Allah' dan menurut saya malaikat tidak terlibat di dalamnya.
Apabila yang diajarkan adrina benar, bukankah itu berarti Alkitab ditulis dalam bahasa SANDI sehingga harus ditafsirkan untuk memahaminya? Dari mana Adrina mendapatkan kunci sandinya sehingga kalimat, "Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat" artinya ada komunikasi antara Allah Tritunggal namun tidak boleh dipahami bahwa Allah dan Roh Allah tidak tahu hal yang jahat"? Dari hongkong (entah-berentah).
Lebih lanjut Adrina mengajarkan bahwa memahami Kejadian 3:22 secara hurufiah berarti MENGHINA atau MENGHUJAT Allah karena Allah sejati MUSTAHIL tidak tahu. Namun dia lupa bahwa dengan menafsirkan Kejadian 3:22 seperti yang dilakukannya berarti membuat BERHALA yang diberinya kuasa untuk MUSTAHIL tidak tahu dan dinamainya Allah. Kejadian 3:22 mengajarkan dengan gamblang dan tegas bahwa Allah Tritunggal yang menyatakan diri lewat Alkitab adalah Allah yang TIDAK mustahil tidak tahu.
Sebagian teolog reformed mengajarkan bahwa Kejadian 3:22a adalah firman Allah yang mustahil dipahami manusia, itu sebabnya tidak boleh ditafsirkan namun juga tidak boleh dipahami bahwa HANYA satu Allah yang tahu yang baik dan yang jahat sementara dua Allah yang lain tidak tahu. Menurut mereka, itu adalah misteri firman Allah. Karena yang diajarkannya tidak diajarkan oleh Alkitab dan para teolog itu menyangkal dirinya adalah nabi yang mendapat wahyu baru MUSTAHIL mengakui bahwa yang mereka ajarkan adalah kebenaran.
Teolog yang lain mengajarkan bahwa Kejadian 3:22 harus DIEDIT dulu lalu dipahami seperti di bawah ini:
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi YANG seperti salah satu dari Kita TELAH MENJADI tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22
Kata-kata yang berwarna merah ditambahkan.
Karena yang diajarkannya tidak diajarkan oleh Alkitab dan para teolog itu menyangkal dirinya adalah nabi yang mendapat kuasa untuk mengedit Alkitab MUSTAHIL mengakui bahwa yang mereka ajarkan adalah kebenaran.
Ada pula teolog yang mengajarkan bahwa Allah yang kita sembah adalah Allah Tritunggal itu sebabnya frasa "salah satu dari Kita" di dalam Kejadian 3:22 harus dipahami sebagai "Kita bertiga". TUHAN Allah MUSTAHIL tidak tahu bahwa salah satu dari Kita artinya salah satu dari Kita, bukan Kita bertiga. Apabila Dia memaksudkan, "Kita bertiga", mustahil Dia mengatakan, "salah satu dari Kita."
Seorang blogger mengajarkan: Apabila yang diketahui TUHAN Allah tidak diketahui Allah dan Roh Allah, itu berarti ketiga-Nya tidak MAHAESA atau KEMAHAESAAN Allah Tritunggal tidak SEMPURNA. Karena Keesaan Allah Tritunggal sempurna, itu berarti mustahil hanya satu Allah yang tahu sedangkan yang lainnya tidak tahu. Kejadian 3:22 mengajarkan dengan gamblang: Hanya satu dari Allah Tritunggal yang tahu hal yang baik dan yang jahat. Apabila kenyataan demikian membuat Allah Tritunggal dianggap tidak MAHAESA secara sempurna, itu berarti Allah Tritunggal yang menyatakan diri lewat Alkitab memang tidak mahaesa secara sempurna. Apabila anda merasa keberatan untuk menyembah Allah Tritunggal demikian, silahkan menyembah Allah Tritunggal yang lain karena saya tetap akan menyembah Allah Tritunggal demikian.
Kejadian 3:22 mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa hanya SATU Allah dari Allah Tritunggal yang tahu hal yang baik dan yang jahat sementara DUA Allah yang lainnya tidak tahu. MUSTAHIL menyangkalnya! Dari pada berlaku TOLOL dan sia-sia menyangkalnya, menurut saya adalah bijaksana menerima kebenaran tersebut lalu berusaha memahaminya.
Tuhan Yesus Yang Mahatahu Tidak Tahu
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri." Matius 24:36
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja." Markus 13:32
Siapa yang tahu kapan Anak Manusia akan datang lagi ke dunia? Ei Pater Monos! HANYA Bapa sendiri! HANYA Bapa sendiri berarti HANYA Bapa sendiri! HANYA Bapa sendiri berarti Yesus Kristus tidak tahu! HANYA Bapa sendiri berarti Roh Kudus tidak tahu. HANYA Bapa sendiri! Tegas dan gamblang! Mustahil disangkal apalagi ditentang!
Arianisme yang ajarannya diwarisi oleh Saksi Yehova dan Kristen Tauhid mengajarkan bahwa Yesus Tidak tahu karena Dia bukan Allah sejati. Roh Kudus tidak tahu karena Dia bukan Allah namun KUASA. Yesus Kristus memang Allah yang diciptakan namun Dia menciptakan diri-Nya sendiri dari diri-Nya sendiri. Mula-mula Dia menciptakan diri-Nya dari Allah yang tidak kelihatan atau Allah Yang Mahagelap menjadi Allah Yang Mahaterang. Sebagai Allah Yang Mahaterang Dia menggunakan nama TUHAN Allah. TUHAN Allah lalu menciptakan diri-Nya menjadi Malaikat TUHAN atau Malak YHWH. Selanjutnya Malak YHWH menciptakan diri-Nya menjadi Yesus Kristus. Apabila anda tidak suka dengan istilah MENCIPTA, silahkan menggunakan istilah INKARNASI atau MENJELMA. Kenapa saya menggunakan kata MENCIPTA? Karena Sebelum TUHAN Allah menjadi Allah Yang Mahaterang, tidak ada Allah Yang Mahaterang. Sebelum TUHAN Allah menjadi Malak YHWH, tidak ada Allah dalam wujud malaikat. Sebelum Malak YHWH menjadi Yesus Kristus, tidak ada Allah dalam wujud manusia.
Nestorianisme mengajarkan bahwa Yesus memiliki dua pribadi yang terpisah. Yang satu adalah Logos sementara yang lain adalah manusia Yesus. Manusia Yesus memang tidak tahu namun Logos tahu. Yesus Kristus hanya memiliki satu pribadi yaitu Yesus Kristus. Ajaran Yesus dua pribadi bukan ajaran Alkitab.
Kenosis artinya mengosongkan diri. Kaum Kenosis mengajarkan berdasarkan Filipi 2:5-8 bahwa selama di dunia Yesus Kristus MENANGGALKAN ke-Allahan-Nya, itu sebabnya Dia menjadi tidak mahatahu dan tidak mahakuasa.
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, Filipi 2:5
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, Filipi 2:6
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Filipi 2:7
Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Filipi 2:8
Filipi 2:5-8 hanya mengajarkan bahwa Yesus MENANGGALKAN kemuliaan-Nya sebagai Allah namun sama sekali tidak mengajarkan bahwa Dia menanggalkan Ke-Allahan-Nya. Itu sebabnya ketika di dunia Yesus berdoa.
Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Yohanes 17:1
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Yohanes 17:2
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:3
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Yohanes 17:4
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Yohanes 17:5
Doa Yesus Kristus tersebut di atas dengan gamblang mengajarkan kepada kita bahwa Dia tidak minta agar dikembalikan kepada ke-Allah-an-Nya namun meminta agar dikembalikan kepada KEMULIANNYA semula.
Miafisitisme mengajarkan bahwa di dalam Kristus hakekat ilahi dan hakekat manusia-Nya saling MENYATU menjadi SATU hakekat sehingga tidak dapat dipisahkan namun sifat masing-masing hakekat yang menyatu itu tidak saling membaur atau saling meniadakan. Selain Ilahi Yesus juga fana. Yesus tidak tahu tentang kedatangan kedua Anak Manusia kerena saat itu Dia sedang dikuasai oleh sifat tidak mahatahu-Nya. Miafisitisme di anut oleh Gereja Ortodok Siria. Salah satu tokohnya adalah Bambang Noorsena.
Diofisitisme mengajarkan bahwa HAKEKAT Allah (Keilahian) dan hakekat manusia (Kefanaan) Yesus BERPADU namun tidak MENYATU atau BERCAMPUR sehingga terbentuk hakekat BARU. KEILAHIAN Yesus tidak berkurang atau berubah karena kefanaan-Nya dan KEFANAAN Yesus tidak bertambah atau berubah karena Keilahian-Nya. Keilahian dan kefanaan-Nya saling bertahta bergantian secara HARMONIS sesuai dengan kehendak atau pengaturan Allah Bapa. Yesus tidak tahu tentang kedatangan kedua Anak Manusia kerena saat itu Dia sedang dikuasai oleh hakekat manusia-Nya. Gereja Katolik Roma, Gereja Ortodok Yunani (Bizantium) dan Teologi Reformed mengajarkan Diofisitisme.
Baik Miafisitisme maupun Diofisitisme sama-sama bukan ajaran Alkitab. Bahkan keduanya dapat disebut ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Yesus bukan keturunan Adam yang ke 74 karena Dia bukan anak jasmani Maria.
Yesus Kristus tidak tahu kapan Ana