Minggu yang lalu sempat berbincang-bincang dengan mama, dengan topik yang sudah beberapa kali kita bincangkan, yaitu tentang bahasa Fujian, bahasa "suku" kami yang sudah tidak pernah terdengar lagi di generasiku, semua teman-teman sebaya semakin sedikit yang bisa berbahasa Mandarin, apalagi bahasa suku mereka masing-masing. Kemudian pembicaraan beralih tentang nyaung (kakek) dan nyama (nenek) saya. Mama bercerita pendek bagaimana suasana rumahnya pada waktu ia kecil, tentang nyaung yang berjualan di pasar, dan tentang nyama yang mengajar bahasa Fujian/Mandarin ke encim-encim lainnya. Nyama juga ke gereja dan bisa membaca Alkitab bahasa Tionghoa. Wow, aku lalu bertanya lagi apakah nyaung-nyama sudah percaya Yesus lama? Ternyata dari Tiongkok mereka berdua sudah percaya Yesus. Darimana mama tau? Nyama yang bercerita, katanya. Bagaimana dengan engkong dan emak (dari pihak papa)? Apa mereka juga sudah percaya Yesus? Ternyata mereka juga sudah. Puji Tuhan, tiga generasi yang sudah diselamatkan-Nya. Sepanjang hari itu sampai hari ini aku tidak bisa berhenti memikirkan kebaikan Tuhan dalam keluarga kami. Lima orang anak sudah orang tua kami besarkan dengan penuh kasih dan cinta akan Tuhan. Walaupun sebagai manusia orang tua juga memiliki kekurangan dan tidak ada keluarga yang sempurna, tetapi saya bangga memiliki mereka sebagai orangtuaku.
Commemmorating one year in Solo and mom's 60th birthday. Happy belated birthday, mom! You're the best mom in the world!