Betapa suramnya keadaan manusia setelah manusia itu tergoda makan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Hanya Adam yang tergoda makan buah beracun sehingga berdosa, kemudian oleh satu orang itu semua manusia menjadi berdosa karena diperanakkan. Selanjutnya penderitaan dan hukuman Allah melanda seluruh dunia. Tampaknya tidak adil ya, kenapa karena satu orang makan buah beracun, seluruh manusia jatuh ke dalam dosa? Dari manakah asal mula dosa?
Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
Apakah dosa berasal dari Adam? Apakah dosa berasal dari buah beracun yang dimakan oleh Adam? Tetapi Alkitab berkata bahwa Adam dan buah beracun itu bukanlah asal mula dosa:
I Yohanes 3:8a barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya.
Iblis adalah ciptaan Allah, ia diciptakan sebelum manusia ada. Awalnya dia adalah malaikat yang mulia. Tetapi atas kehendaknya sendiri pada masa yang lampau, sebelum manusia diciptakan, iblis memberontak kepada Allah. Jadi dosa berasal dari iblis, bukan Adam, karena iblislah yang pertama kali berbuat dosa dengan kehendaknya sendiri.
[Kenapa iblis berani memberontak kepada Allah? Apakah iblis tidak tahu bahwa dia tidak mungkin bisa menang bila melawan Allah? Adilkah Allah menciptakan makhluk yang tidak sempurna sehingga memberontak kepada Dia, lalu makhluk itu dihukum selamanya tanpa ada kesempatan bertobat? Tetapi karena adil pasti lah Allah telah membuat aturan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan malaikat di Sorga.]
Kita bisa berkata bahwa Adam "hanyalah" korban tipuan iblis, itu sebabnya masih ada jalan keluar. Allah adil menciptakan manusia yang tidak sempurna, lalu berdosa, karena Allah memberikan jalan keluar:
Roma 3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
Oleh karena iblis yang pertama kali berbuat dosa, dengan kata lain iblis adalah asal mula dosa, maka dapat disimpulkan:
- Malaikat-malaikat lain yang jatuh berdosa karena digoda/dihasut oleh iblis
- Ular yang menggoda manusia sehingga berdosa di Taman Eden adalah iblis
Malaikat dan manusia diperlakukan berbeda oleh Allah. Manusia berdosa masih diberikan kesempatan bertobat oleh karena belas kasihan Allah, sedangkan malaikat yang jatuh sama sekali tidak mempunyai kesempatan bertobat karena tidak dikasihani Allah.
Ibrani 2:16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
Kenapa malaikat tidak dikasihani sedangkan manusia dikasihani? Kita harus percaya bahwa Allah adil membuat ketetapan demikian. Malaikat diciptakan lebih tinggi dan sempurna dari manusia. Itu sebabnya malaikat tidak diampuni sedangkan manusia bisa diampuni. Sesungguhnya manusia juga tidak selamanya bisa bertobat dan dikasihani karena ada waktunya dimana manusia tidak bisa terampuni yaitu manusia yang telah diberikan kebenaran lalu murtad lagi tidak terampuni karena tidak bisa lagi dibaharui sehingga bertobat. (Ibrani 6:4-6)
Iblis sangat kuat dan hebat, bahkan setelah dia berdosa sehingga Mikhael segan kepada nya (Yudas 1:9). Demikian juga dengan malaikat-malaikat yang jatuh adalah makhluk yang lebih hebat dari manusia. Itu sebabnya iblis dan malaikat tidak dikasihani waktu mereka berdosa.
Sebaliknya manusia adalah mahluk yang lemah, mahluk yang tidak patut menyombongkan diri atas apa yang dia miliki apapun itu. Karena diciptakan sangat lemah, sesungguhnya manusia digariskan/ ditetapkan untuk mengandalkan Tuhan. Itu sebabnya Alkitab berkata celakalah dan terkutuklah manusia yang sombong, yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan kekuatan manusia.
Yesaya 31:1. Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.
Yeremia 17:5. Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Percuma merasa kuat dan hebat, entah karena kekayaan, kepintaran dan jabatannya, kita adalah orang yang buta dan tidak mengenal dirinya sendiri. Karena kelemahannya, manusia sebenarnya digariskan untuk mengenal dan mengandalkan Tuhan.
Yeremia 9
9:23. Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
Bila kita mengenal diri kita sendiri, maka tidak bisa tidak kita seharusnya seperti Paulus yang berkata:
2 Korintus 12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Selanjutnya, bila kita adalah orang yang sudah percaya dan mengetahui kebenaran maka kita setara dengan malaikat, yaitu dalam hal tidak akan diampuni bila memberontak (murtad) dari Allah yang hidup.
Ibrani 3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
Ibrani 6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.
Allah mengasihani manusia yang berdosa, tetapi tidak mengasihani malaikat yang jatuh. Sekali lagi Allah mengasihani manusia yang berdosa, tetapi tidak mengasihani manusia yang telah mengetahui kebenaran tetapi yang murtad kembali. Oleh karena itu waspadalah!