Submitted by Hannah on

Aku adalah keangkuhan, saudara dari ketamakan dan kekasih dari egois

Aku menggelar barang daganganku bersama sanak saudara dan kekasihku

Anak-anak manusia adalah langgananku

Mereka membeli dan sering kali mencuri tanpa malu

Setiap hari ku duduk di tenda tempatku berjualan

Melayani para pembeli bodoh yang ketagihan mampir di lapak kami

Mereka bukan saja membeli barang daganganku

Mereka juga datang untuk membeli barang dagangan saudara-saudaraku

Kekasihku adalah pedagang paling wahid di pasar kami

Tapi kami bukan satu-satunya pedagang di sini

Banyak pedagang lain yang menggelar lapak di sebelah sana

Tapi mereka menjual barang murahan dan sampah

Dagangan mereka tidak laku seperti daganganku dan saudara-saudaraku

Mereka berteriak-teriak dengan putus asa mencoba menjual dagangan mereka

Tapi anak-anak manusia malah menendang meja-meja mereka

Dan tidak sedikit yang menginjak-injak sampah yang mereka sebut 'barang berharga'

Aku dan saudara-saudaraku suka menertawakan mereka

Kami menonton dan terpingkal-pingkal bersama anak manusia yang lain

Pedagang yang paling kunajiskan adalah rendah hati

Cuih! Dia benar-benar tidak pantas disebut pedagang

Penampilannya kumal dan meja dagangannya plontos

Sangat berbeda dengan penampilan lapak kami yang warna warni

Meja dagangan kami pun penuh barang berkelas dan mewah

Suatu hari seorang anak manusia mampir menemui rendah hati

Mereka saling berangkulan dan tertawa bersama

Seperti dua sahabat yang lama tidak bertegur sapa

Anak manusia itu akhirnya mati

Dipakukan di sebatang kayu oleh saudara-saudaranya

Anak-anak manusia yang buta

Anak-anak manusia pecundang

Anak-anak sundal, pencuri dan pembunuh

Pelanggan-pelanggan kesayanganku

"Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:

Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung."  (Matius 11:16-17)