Hampir setiap blog yang masuk kategori kontroversial dalam SS ini, akan menjadi sasaran hujat dari pihak tertentu. Para kontra tanpa ragu langsung melakukan serangan dan yang pro bertahan sedemikian rupa sehingga seringkali semua berakhir menjadi debat kusir. mengapa harus saling menyakiti karena perbedaan, kenapa tidak dilihat persamaannya atau dicari tahu kenapa berbeda padahal kitabnya sama.
Kejadian tersebut diatas terjadi berulang-ulang dan menjadi kebiasaan, sehingga diskusi atau debat yang diharapkan dapat memberi pencerdasan menjadi sirna dan sia-sia. Ego masing2 pihak menyembur bak lumpur lampindo dihiasi kata2 mutiara “kasih” dan “ Tobat “.
Kasihan, kamu ini sudah tersesat ; kasihan orang awam, nanti kamu sesatkan; kasihan kamu, firman yg gamblang begitu gak ngerti ; kasihan kamu, ajaran sesat kok dipromosikan; dll sesat jangan dipelihara segeralah bertobat, hidup baru dan terima Roh Kudus.
Mungkin saya salah ; sepertinya, setiap anggota SS ini berharap agar diskusi atau debat itu lebih orsinil dan segar dan dapat memberikan masukan dan menambah wawasan. Walaupun copas ayat sebagai rujukan, diharapkan semua itu menjadi penegasan yang membangun.
Namun tersirat para bloger telah berprasangka sebelum komentar, maka ketika memberikan komen mereka telah membuat batasan / benteng sesuai konsep pikirannya, yang telah terbentuk atau dibentuk jauh sebelumnya. Sehingga jawaban atau komen itu sangat klise, kadang pemahaman pribadi atas ayat tertentu menuntut pembenaran, ditambah referensi para tokoh2 gereja yang terkenal dimasa lalu, turut sebagai penegasan, seolah-olah tokoh tersebut sudah pasti benar.
Sejarah telah membuktikan karena kebodohan tokoh2 gereja yg ngotot dengan keyakinannya telah membunuh para ilmuan yang menyatakan bumi itu bulat. Belum lagi akibat dogma yang dinyatakan hanya karena keyakinan, telah menjadi malapetaka, Perang Salib diakui sebagai salah satu kesalahan fatal yang dilakukan kaum kristiani.
“ Rancangan dan Rencana Allah itu Sempurna ; FirmanNya Pasti Digenapi “ “ Ya dan Amen “ berangkat dari sini, maka menurut iman kristani, sepertinya apapun yang terjadi, adalah suatu proses yang telah dirancang oleh Allah sampai waktunya nanti digenapi.
Injil PL dan Injil PB adalah suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sebagai Sebab dan Akibat maka jika kita melihat atau menemukan sesuatu yang absurb atau tidak rohani khususnya dalam PL kenapa kita harus menutupi atau pura2 tidak melihat, kenapa kita jadi munafik ! bukankah itu bagian dari proses rancangan Allah ?.
Akhirnya ; mari kita diskusi, debat atau apapun namanya untuk saling melengkapi dan memahami.
GBU