Tulisan ini merupakan komentar pada tulisan yang berjudul BAHASA ROH
Saya berpikir ulang, karena blog yang saya komentari terkesan sama dengan komentarnya / pembelaan diri dari orang-orang yang dulunya berapi-api ketika baru memasuki gereja Pantekosta atau Kharismatik, tetapi lama kelamaan sudah tidak bisa lagi berbahasa roh, maka saya menjadikannya sebagai BLOG TERSENDIRI, jadilah blog ini.
Saya tidak membahas bahasa roh disini secara TEORITIS tetapi mencari esensi/substansi dari bahasa roh itu sendiri, yang bermanfaat untuk jemaat (yang mempercayai Firman Tuhan).
BAHASA ROH, untuk apa?
Esensi dari bahasa roh itu, saya sudah jelaskan dalam tulisan saya dengan ayat-ayat Firman Tuhan KLIK DISINI
Bahasa roh adalah untuk menyembah Tuhan, yaitu penyembahan yang benar, MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN, penyembahan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, agar kita semakin kudus dan layak masuk dalam TUBUH KRISTUS.
Yohanes 4 : 23 - 24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Untuk apa menyembah?
Untuk membangun diri sendiri, agar layak masuk dalam tubuh Kristus, yaitu gereja yang Kudus dan Am.
I Korintus 14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Apakah bahasa roh menjadi suatu keharusan bagi setiap jemaat? :
Bahasa roh itu menjadi suatu keharusan.
KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI, jika KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau jika kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.
Bagaimana aturan mainnya berbahasa roh? :
Memang ada aturan main dalam alkitab, dan Paulus banyak melarang penggunaan bahasa roh dengan sembarangan, apalgi dihadapan orang yang belum percaya.
1Kor. 14:27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.
14:28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Bagaimana kalau bertentangan dengan aturan itu? Atau jika tidak ada yang menafsirkan?, TIDAK BOLEHKAH BERBAHASA ROH???
Atau kalau tidak ada yang menafsirkannya, lalu Pendeta akan datang MELARANGNYA??
Bukankah Menafsirkan bahasa roh itu sendiri JUGA KARUNIA,
Jawabannya, saya balik bertanya :
Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?
Mari kita perhatikan ayat berikut :
1Kor. 14:28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Untuk Inilah, perlu dibuat ibadah Khusus :
Yang kami lakukan adalah adanya acara IBADAH DOA PENYEMBAHAN diluar Hari Minggu.
Disana kita bebas menyembah setelah mendengarkan Firman Tuhan, sehingga dalam doa penyembahan itu, kami masing-masing hanya berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
Dalam Ibadah Minggu dan Ibadah Pendalaman Alkitab, hampir tidak ada berbahasa roh. Itulah suasana yang aman.
Kapan bahasa roh akan berhenti?
1Kor. 13:8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti ; pengetahuan akan lenyap.
Banyak yang mengartikan, dimana seseorang yang sudah pernah berbahasa roh, dan sudah tidak bisa berbahasa roh lagi (berhenti berbahasa roh), maka itu diartikan sebagai penggenapan Firman Tuhan 1 Korintus 13 : 8 diatas. Kalau seperti itu, bagaimana dengan orang-orang yang masih bisa berbahasa roh sampai sekarang???, apakah masih tetap disebut sebagai penggenapan Firman Tuhan itu?? TIDAK
Seseorang bisa berhenti berbahasa roh jika Roh Kudus sudah tidak penuh lagi dalam diri seseorang. Hal ini mungkin karena pelanggaran, atau tidak menggunakannya untuk menyembah dalam roh dan kebenaran (atau jarang menyembah).
Kapan bahasa roh berhenti? :
Bahasa roh akan berhenti menjelang kedatangan Tuhan.
Kita kembali ke 1 Korintus 14 diatas :
I Korintus 14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Membangun Jemaat (Tubuh Kristus) dimulai dari Membangun Diri Sendiri (anggota jemaat/anggota Tubuh Kristus). Bagiannya dulu terbentuk, baru tubuhnya, baru Kepalanya (Yesus) datang.
Yesus datang (SEBAGAI KEPALA), kalau tubuhNya (JEMAAT) sudah siap.
Tubuhnya sudah siap, kalau jemaat kudus sudah TERBENTUK.
Jemaat kudus tidak terbentuk kalau anggota jemaat tidak dibangun (dengan bahasa roh, atau dengan menyembah dalam roh dan kebenaran, atau dengan berdoa didalam Roh Kudus).
Kalau Jemaat (Tubuh Kristus/Gereja yang kudus dan Am) sudah terbentuk, disitulah bahasa roh berhenti. Karena anggota jemaat sudah masuk dalam Gereja yang KUDUS dan AM, atau gereja yang KATOLIK dan Am.
Gereja yang kudus (Katolik) dan Am, persekutuan orang-orang kudus, tentunya YANG TIDAK KUDUS TIDAK IKUT DIDALAMNYA.
Hal ini sudah saya bahas dalam blog saya KLIK DISINI
Tuhan Yesus memberkati
Makimpos Gaol
@kiem
Kalau Jemaat (Tubuh Kristus/Gereja yang kudus dan Am) sudah terbentuk, disitulah bahasa roh berhenti. Karena anggota jemaat sudah masuk dalam Gereja yang KUDUS dan AM, atau gereja yang KATOLIK dan Am.
Gereja yang kudus (Katolik) dan Am, persekutuan orang-orang kudus, tentunya YANG TIDAK KUDUS TIDAK IKUT DIDALAMNYA.
Komentar saya singkat menyangkut KUDUS = KATOLIK itu salah besar
Yang benar itu KATOLIK = AM
Jika sudah anda perbaiki adakah tulisan anda masih sama dengan di atas ?
Saya hanya mengomentari kesalahan itu saja, mengenai isinya biar yang lain...
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?
In reply to @kiem by king heart
Permalink@ King Heart, terimakasih atas koreksinya
Salam Damai Sejahtera Saudaraku King Heart
King Heart mengoreksi :
Komentar saya singkat menyangkut KUDUS = KATOLIK itu salah besar
Yang benar itu KATOLIK = AM
Kiem merespon dengan baik :
Terimakasih atas koreksinya. Korekasi anda benar sekali.
Pengertian sayapun sudah pernah benar mengenai hal ini, DISINI, Tapi maklumlah sudah tua dan sudah capek bekerja kantor sambil melayani di SS.
Tetapi kesalahan saya ini, tidak terlalu mengganggu isi tulisan ini.
Semoga Tuhan membalaskan kebaikan Saudaraku King heart.
Tuhan Yesus memberkati
@kiem...sayang sekali pemahaman anda
Sayang sekali pemahaman anda hanya nubuatan dari diri sendiri dan mengandalkan bisikan iblis.....
Silahkan dipelajari blog saya.....dan silahkan pelajari apa maksud dari menyembah dalam Roh dan kebenaran....
Kiem.....jangan malas belajar ya.....Tunggu blog saya ya.....saya akan menjelaskan apa maksud dari 1 Korintus 14 : 4
I Korintus 14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Sebenarnya saya mau melibas habis blog anda....cuma ga sampai hati....entar aja dengan cara yang halus. hi...hi...hi
Ati - ati kiem....jangan meniru sifat iblis....suka menambah - nambahi FT.....semoga Allah Tritunggal membuka pikiran anda agar lebih mengerti ...
GBU
In reply to @kiem...sayang sekali pemahaman anda by hiskia22
Permalink@ Hiskia, jangan panas hati, sehingga tidak bisa lagi diskusi
Salam Damai Sejahtera Sdr. Hiskia.
Hiskia menulis :
Sayang sekali pemahaman anda hanya nubuatan dari diri sendiri dan mengandalkan bisikan iblis.....
Silahkan dipelajari blog saya.....dan silahkan pelajari apa maksud dari menyembah dalam Roh dan kebenaran....
Kiem.....jangan malas belajar ya.....Tunggu blog saya ya.....saya akan menjelaskan apa maksud dari 1 Korintus 14 : 4
I Korintus 14 :4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.
Kiem menjawab :
Nampaknya anda tidak membaca lagi tulisan saya ini, mungkin karena anda keburu emosi dengan latar belakang tulisan saya ini, bahwa tulisan saya ini MENENTANG tulisan anda.
Bukan maksud saya menentang, tetapi karena pemahaman alkitabnya saya anggap terlalu mudah menyimpulkan.
Saya sudah membaca tulisan anda, tetapi kesan saya BOLAK-BALIK MENTAH. Kemarin dalam diskusi kita m=di blog anda mengenai peristiwa pentakosta, anda sendiri yang menghentikannya, seolah-olah sudah selesai, tahu-tahu, muncul lagi persoalan blog anda berjudul BAHASA ROH, itu terkesan kembali mentah.
Hiskia menulis :
Sebenarnya saya mau melibas habis blog anda....cuma ga sampai hati....entar aja dengan cara yang halus. hi...hi...hi
Kiem menjawab :
Kenapa anda katakan tidak sampai hati?,
Apakah saya tersinggung jika anda mengomentari dengan alasan, walau cara anda sekeras apapun?
Sekali lagi saya katakan, saya tidak tersinggung.
Komentarnya Samuel Franklin cukup keras, tapi karena dia menjawab dengan ayat alkitab, saya tidak pernah tersinggung.
Lakukanlah apa yang baik menurut anda terhadap blog ini, tetapi sekali lagi lakukan dengan ITIKAD BAIK, terserah cara anda bagaimana, saya terima.
Hiskia menulis :
Ati - ati kiem....jangan meniru sifat iblis....suka menambah - nambahi FT.....semoga Allah Tritunggal membuka pikiran anda agar lebih mengerti ...
GBU
Kiem menjawab :
Saya kira tidak ada saya menambah Firman, kan jelas kutipan saya.
Siapa tahu saya salah, yang mana saya tambah?
Tuhan Yesus memberkati.
NB.
Saya tidak berniat buruk sedikitpun, tetapi niat saya hanya MELURUSKAN PENGERTIAN TENTANG FIRMAN TUHAN, karena saya menemukan sesuatu yang kurang tepat.
kiem...kiem....anda
kiem...kiem....anda mendengar bisikan iblis kalau saya emosi...ha...ha...ha....salah besar anda kiem....salah besar....
Nampaknya anda tidak membaca lagi tulisan saya ini, mungkin karena anda keburu emosi dengan latar belakang tulisan saya ini, bahwa tulisan saya ini MENENTANG tulisan anda.
Hati saya sedang gembira...dan bahagia.....ha...ha...ha....
Oke...saya akan beri beberapa saja.....
Semua pertanyaan anda sudah dijawab oleh Alkitab. Salah satu contoh :
Kiem : Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?
Jawabannya ada di dalam
1Kor. 14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
Sudahkah anda melakukan ini ? Berdoa agar diberi karunia menafsirkan bahasa roh ?
Ketika anda menambahi FT bahwa bahasa roh adalah keharusan, yaitu keharusan diri sendiri seperti blog yang anda tulis :
kiem : KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI karena KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau karena kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.
Bukankah hiskia22 boleh memberikan tambahan bahwa karunia menafsirkan bahasa roh adalah suatu keharusan yang harus dimiliki agar tidak terjadi penyesatan di dalam bahasa roh ?
Pernah terpikir ajaran seperti demikian ga kiem ?....ha...ha...ha....pasti belum pernah kan ?
Harus mampu berbahasa roh dan harus mampu menafsirkan bahasa roh....ini adalah pelengkap ajaran anda dari hiskia22......ha...ha...ha....
Ketika kita menyadari bahwa bahasa roh adalah karunia, maka kita akan menyadari bahwa kemampuan menafsirkan bahasa roh juga adalah karunia. Dan semua itu harus sejalan.....
Berdoa kiem......sekarang anda mampu berbahasa roh...karena itu anda harus berdoa agar diberi karunia menafsirkannya....itulah yang dikatakan oleh Alkitab....agar jemaat yang hadir dapat mengaminkannya.
GBU
In reply to kiem...kiem....anda by hiskia22
Permalink@ Hiskia, kalau tdk ada yg menafsirkan, lalu tdk berbahasa roh?
Salam Damai Sejahtera Saudara Hiskia.
Kometar Hiskia :
Komentar Kiem yang dijawab Hiskian :
Bagaimana kalau yang diberikan oleh Tuhan hanya berbahasa roh saja, tanpa dibarengi karunia untuk menafsirkannya? Itu kan kewenangan Tuhan sendiri?
Jawabannya ada di dalam
1Kor. 14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
Sudahkah anda melakukan ini ? Berdoa agar diberi karunia menafsirkan bahasa roh ?
Kiem menjawab :
Persoalannya begini :
Tuhan sudah memberikan karunia bahasa roh (untuk menyembah), apakah itu tidak digunakan untuk menyembah?, apa harus menunggu ada karunia menafsirkan dulu?,
Peraturan dari mana itu?
Firman Tuhan mengatakan "... ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.".
Itukan tergantung Tuhan, apakah menjawab atau tidak doa kita, LALU, bagaimana nasibnya karunia berbahasa roh tadi, apakah ditelantarkan?
Padahal itu diberikan untuk menyembah dalam roh dan kebenaran atau untuk membangun diri sendiri.
sekali lagi yang diharuskan oleh Firman Tuhan adalah "HARUS BERDOA" dan tidak dilarang berbahasa roh jika belum ada karunia menafsirkannya.
Hiskia :
Ketika anda menambahi FT bahwa bahasa roh adalah keharusan, yaitu keharusan diri sendiri seperti blog yang anda tulis :
kiem : KEHARUSAN disini bukan berarti diharuskan oleh GEREJA, tetapi diharuskan oleh KITA SENDIRI karena KITA PERCAYA FIRMAN TUHAN, atau karena kita percaya apa manfaatnya berbahasa roh.
Kiem menjawab :
Perhatikan lagi komentar saya diatas ini, yang anda komentari.
Sayalah yang mengharuskan saya berbahasa roh, bukan gereja saya.
Saya mengharuskannya, karena saya tahu manfaatnya.
MENGHARUSKANNYA karena Iman saya. Sama saja halnya dengan "Saya mengharuskan saya harus mengikuti Firman Tuhan, SAMA SAJA DENGAN TEKAD.
Anda mengatakan saya menambahi Firman Tuhan, saya balik bertanya, apakah anda melihat komentar saya mengatakan "Firman Tuhan mengatakan saya harus berbahasa roh"???.
Sekali lagi SAMA SAJA DENGAN TEKAD SAYA, menjadi suatu keharusan bagi saya, karena saya tahu ESENSI atau substansinya berbahasa roh itu.
Hiskia :
Bukankah hiskia22 boleh memberikan tambahan bahwa karunia menafsirkan bahasa roh adalah suatu keharusan yang harus dimiliki agar tidak terjadi penyesatan di dalam bahasa roh ?
Pernah terpikir ajaran seperti demikian ga kiem ?....ha...ha...ha....pasti belum pernah kan ?
Harus mampu berbahasa roh dan harus mampu menafsirkan bahasa roh....ini adalah pelengkap ajaran anda dari hiskia22......ha...ha...ha....
Ketika kita menyadari bahwa bahasa roh adalah karunia, maka kita akan menyadari bahwa kemampuan menafsirkan bahasa roh juga adalah karunia. Dan semua itu harus sejalan.....
Berdoa kiem......sekarang anda mampu berbahasa roh...karena itu anda harus berdoa agar diberi karunia menafsirkannya....itulah yang dikatakan oleh Alkitab....agar jemaat yang hadir dapat mengaminkannya.
GBU
Kiem mengomentari :
Bukankah hiskia22 boleh memberikan tambahan bahwa karunia menafsirkan bahasa roh adalah suatu keharusan yang harus dimiliki agar tidak terjadi penyesatan di dalam bahasa roh ?
Silahkan anda berlakukan peraturan diatas, sepanjang peraturah/keharusan itu anda gunakan untuk diri anda sendiri.
Bahkan anda tambahi saja peraturan Firman Tuhan, agar sesuai kehendak anda bahwa, "SESEORANG BOLEH BERBAHASA, JIKA SUDAH ADA ORANG YANG MENAFSIRKANNYA".
Sudah demikian anda berlakukan.
Apakah Anda berhenti berbahasa roh karena belum ada yang menafsirkannya, atau karena bahasa rohnya HILANG??.
Hal ini perlu anda renungkan, sebab yang seperti inilah yang saya maksud sebagai pengertian orang yang sudah kehilangan bahasa roh.
Tuhan Yesus memberkati
@kiem
@kiem...coba renungkan baik - baik apa yang sudah saya tuliskan. Jangan keburu - buru....
Kenapa Paulus memberikan peraturan untuk berbahasa roh ?
kalau anda mau merendahkan hati untuk diajar, maka anda akan mengerti arti dari 1 Korintus 14 : 4.
Adanya penyimpangan tentang bahasa roh tidak hanya terjadi di jaman sekarang. Di jaman dahulu pun sudah ada. Jemaat berkumpul dan berbahasa roh sak karepe dewe sudah ada. Dan Paulus menemukan kenyataan itu. Karena itu berdasarkan ilham Roh Kudus, ditulislah peraturan itu di dalam Alkitab, dan peraturan itulah yang harus kita jalankan.
Anda boleh menjadikan itu suatu keharusan. Tetapi apakah Alkitab mengajarkan demikian ?
Tidak. Alkitab tidak mengajarkan. Alkitab mengajarkan bahwa bahasa roh adalah suatu karunia. Karunia bukanlah suatu keharusan. Karunia adalah karunia, jangan pernah ditafsirkan.
Sembahlah Allah dalam roh dan kebenaran bukan berarti menyembah dalam bahasa roh.
Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Tanpa bahasa roh pun saya tetap penuh oleh Roh. Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan bernubuat. Semua sudah penah saya tuliskan. kecuali tentang penuh oleh Roh. Sebentar lagi akan saya terbitkan. he..he...he...
Bahasa roh adalah karunia. Walaupun karunia, bahasa roh bukanlah segala - galanya. Segala - galanya ialah kasih....Kasih tidak memerlukan bahasa roh. Kasih tidak perlu nubuat. Kasih tidak perlu menafsirkan bahasa roh. Kasih...itulah yang terutama....
GBU
@ Hiskia, keharusan menurut saya dan untuk saya
Salam Damai Sejahtera Saudara Hiskia
Hiskia menulis :
Anda boleh menjadikan itu suatu keharusan. Tetapi apakah Alkitab mengajarkan demikian ?
Tidak. Alkitab tidak mengajarkan. Alkitab mengajarkan bahwa bahasa roh adalah suatu karunia. Karunia bukanlah suatu keharusan. Karunia adalah karunia, jangan pernah ditafsirkan.
Kiem menjawab :
Sekali lagi, kehharusan oleh saya untuk saya, karena esensi atau maksud dari bahasa roh itu sangat bermanfaat buat saya, dan sudah saya alami.
Saya tidak menafsirkan.
Saya bisa melepaskan diri dari keinginan dunia ini, karena saya menyembah dalam roh dan kebenaran.
Sama dengan yang dialami oleh Petrus, Yohanes dan Yakobus ketika mereka dibawa oleh Yesus naik ke gunung dalam Matius 17 : 1 - dst.
Hiskia menulis :
Sembahlah Allah dalam roh dan kebenaran bukan berarti menyembah dalam bahasa roh.
Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran. Tanpa bahasa roh pun saya tetap penuh oleh Roh. Tanpa bahasa roh pun saya tetap akan bernubuat. Semua sudah penah saya tuliskan. kecuali tentang penuh oleh Roh. Sebentar lagi akan saya terbitkan. he..he...he...
Kiem menjawab :
Silahkan pengertian anda mengenai penyembahan dalam roh dan kebenaran, seperti yang anda tulis itu.
Tetapi sebaiknya anda terangkan dengan ayat-ayat, bahwa menyembah dalam roh dan kebenaran itu tidak berbahasa roh.
tetapi saya mengatakan itu salah menurut alkitab, dan sudah saya tuliskan di blog saya DISINI
Tuhan Yesus memberkati
@kiem
Tunggu blog saya tentang penuh dengan Roh....tapi agak lama....soalnya sudah saya tuliskan.....dan eror.......brrrrrr..........tapi no problem....blognya ringan dan mudah dipahami...
GBU @kiem
@kiem
GBU...too
Tunggu blog saya tentang penuh dengan Roh...ok ?
@ Hiskia, saya tunggu, tetapi kita janjian ya, pakai alkitab, Ok
Salam Damai Sejahtera Saudara Hiskia
Saya menunggu, dan kita berdiskusi.
Saya minta maaf kalau ada yang menyinggung perasaan anda.
Itu Tidak sengaja.
Maksud saya, lebih baik menyadari daripada mempertahankan, jika seandainya karunia yang pernah anda terima sudah tidak ada lagi.
Senang berdiskusi dengan anda
Tuhan Yesus memberkati
@KIEM/HISKIA22
Pak Kiem/hiskia22, bahasa roh dengan bahasa Roh dengan bahasa ROH sama ngga?
kalau orang berbahasa roh, bisa berkomunikasi dengan Roh Kudus?
kalau orang berbahasa Roh, bisa berkomunikasi dengan roh manusia?
bagaimana membedakan bahasa roh dengan bahasa Roh?
Roh Kudus berbahasa roh atau berbahasa Roh?
Pak Kiem/hiskia22 sendiri berbahasa roh atau berbahasa Roh?
Kalau roh pak Kiem dan Roh Kudus ada di tubuh pak Kiem/hiskia22, siapa yang berbahasa? roh pak Kiem/hiskia22 atau Roh Kudus?
Mohon pencerahannya ya...
thanks a lot
In reply to @KIEM/HISKIA22 by josia_sembiring
Permalink@ Josia sembiring, saya copy lagi jawaban saya tadi
Salam Damai Sejahtera Sdr. Josia Sembiring.
Membaca komentarnya Pak Josia Sembiring ini ditujukan kepada Pak Hiskia (yang punya blog) dan juga kepada saya, maka saya harapkan sebaiknya pertanyaan seperti ini dituliskan di blog saya saja, karena blog ini tidaklah kami tulis sama-sama dengan Pak Hiskia, bahkan isinya tidak sepenuhnya saya setuju. Selain itu, saya punya juga blog yang sama dengan ini.
Saya akan menjawab semampu saya.
JOSIA : Pak hiskia22, bahasa roh dengan bahasa Roh dengan bahasa ROH sama ngga?
Kiem : yang saya tahu, dalam alkitab hanya bahasa roh (ditulis huruf kecil), sedangkan bahasa Roh atau bahasa ROH belum pernah saya temukan.
Mengenai bahasa roh (huruf kecil) artinya adalah roh manusia. Penjelasan mengenai ini sudah saya tuliskan DISINI
JOSIA : kalau orang berbahasa roh, bisa berkomunikasi dengan Roh Kudus?
Kiem : Dalam alkitab dikatakan kepada Allah (tidak disebut kepada Roh Kudus)
I Korintus 14 :2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
JOSIA : kalau orang berbahasa Roh, bisa berkomunikasi dengan roh manusia?
Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar)
Josia : bagaimana membedakan bahasa roh dengan bahasa Roh?
Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar)
JOSIA : Roh Kudus berbahasa roh atau berbahasa Roh?
Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar)
JOSIA : Pak Kiem/hiskia22 sendiri berbahasa roh atau berbahasa Roh?
Kiem : Saya ulangi, bahwa saya belum pernah melihat istilah berbahasa Roh (R : huruf besar), maka yang ada pada saya adalah bahasa roh (huruf kecil)
JOSIA : Kalau roh pak hiskia22 dan Roh Kudus ada di "tubuh" pak hiskia22, siapa yang berbahasa? roh pak Kiem/hiskia22 atau Roh Kudus?
Kiem : yang berbahasa adalah roh saya.
Saya suka pertanyaan ini, saya tunggu pertanyaan lanjutan.
Tuhan Yesus memberkati
In reply to @KIEM/HISKIA22 by josia_sembiring
Permalink@ Pak MAKIMPOS HUTAGAOL
Oke, Bahasa Roh berarti tidak ada penjelasan.
Sebelum lanjut ke intinya, saya mau bertanya dulu beberapa hal (ini bukan menguji, tapi semata-mata kemanusiaan saya tidak tahu).
Apa itu roh dan Apa pula itu Roh?
mengapa saya tidak bisa mengatakan Roh manusia alih-alih roh manusia?
mengapa saya tidak bisa mengatakan roh Kudus alih-alih Roh Kudus?
apakah roh manusia kudus? kalau kudus bisakah kita sebut roh kudus?
Apa itu bahasa?
Apakah Roh Kudus bisa berbahasa? Apa bahasa Roh Kudus?
Kalau A berbahasa roh dan B berbahasa roh, bisakah mereka berbicara satu sama lain?
Apakah kesadaran (Conscoiusnes) saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?
Apakah pikiran saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?
Kalau pikiran saya berfungsi, sadarkah saya dengan apa yang saya ucapkan?
Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara pak Kiem sendiri?
Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara orang lain?
Pada saat pak Kiem berbahasa roh dan ada yang tidak sengaja menyenggol pak Kiem, apakah pak Kiem dapat merasakan?
Pada saat pak Kiem berbahasa roh, apakah pak KIEM menutup mata atau membuka mata?
Jika membuka mata, apakah pak Kiem bisa melihat dengan jelas?
Jika tutup mata, apa yang pak Kiem bayangkan di pikiran? Apakah sesuatu yang acak/random bisa apa aja, atau pikirannya kosong?
Pada saat pak Kiem berbahasa roh, bagaimana sikap tubuh pak Kiem? Telentang, berdiri sambil tangan menadah, tangan dilipat sambil berdiri, bertolak pinggang atau bagaimana? Bisa dijelaskan specifik pak?
Apakah pak Kiem pernah terganggu pada saat berbahasa roh? Kalau iya, apa/siapa yang mengganggu pak Kiem?
Ok Pak Kiem segitu dulu... Thanks ya.. Tuhan memberkati...
Josia Sembiring
In reply to @ Pak MAKIMPOS HUTAGAOL by josia_sembiring
Permalink@ Josia Sembiring, bahasa roh/bahasa Roh/bahasa ROH
Salam Damai Sejahtera Silih Josia Sembiring
Pertama-tama koreksi nama dulu, bukan Huta Gaol, tapi Lumban Gaol
Josia : Oke, Bahasa Roh berarti tidak ada penjelasan.
Kiem : Ya, karena tidak saya temukan dalam alkitab Bahasa Indonesia
Josia :
Sebelum lanjut ke intinya, saya mau bertanya dulu beberapa hal (ini bukan menguji, tapi semata-mata kemanusiaan saya tidak tahu).
Apa itu roh dan Apa pula itu Roh?
Kiem :
menurut pengertian pembaca alkitab pada umumnya, bahwa roh (r = huruf kecil) adalah roh manusia dan Roh (R = huruf besar) adalah Roh Tuhan atau Roh Kudus (Alkitab yang dimaksud disini adalah Bahasa Indonesia)
Josia :
mengapa saya tidak bisa mengatakan Roh manusia alih-alih roh manusia?
Kiem :
karena Roh, maksudnya Roh Kudus (bisa dikatakan sebagai NAMA TUHAN)
Josia :
mengapa saya tidak bisa mengatakan roh Kudus alih-alih Roh Kudus?
Kiem : sama dengan jawaban saya diatas ini.
Josia : apakah roh manusia kudus? kalau kudus bisakah kita sebut roh kudus?
Kiem :
Saya belum pernah melihat dalam alkitab, bahwa roh manusia itu kudus (mungkin juga benar memang ada yang kudus) tetapi yang saya tahu, tubuh kita inilah yang akan dikuduskan, untuk menjadi persembahan kepada Tuhan (Roma 12 : 1)
Josia : Apa itu bahasa?
Kiem :
Pengertian bahasa ini sudah umum, ada di kamus, saya takut salah karena saya tidak ahli bahasa.
Josia : Apakah Roh Kudus bisa berbahasa? Apa bahasa Roh Kudus?
Kiem :
Tentu, karena Dia pribadi Allah sendiri, tergantung mauNya mau berbicara bahasa apa, termasuk pada saat BERNUBUAT.
Josia :
Kalau A berbahasa roh dan B berbahasa roh, bisakah mereka berbicara satu sama lain?
Kiem :
Secara normal, TIDAK BISA, tetapi mana tahu pada saat berbahasa roh itu, memang bisa seperti itu, hanya Tuhan yang tahu.
Sebab jika pada saat saya berbahasa roh, saya sendiri sering tidak mengerti bahasa itu.
I Korintus 14 :14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.
Josia :
Apakah kesadaran (Conscoiusnes) saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?
Kiem :
Tetap sadar, kalau tidak sadar, berarti itu hipnotis.
Sesuai dengan1 Korintus 14 : 14 diatas, bahwa pada saat roh kita berdoa dalam bahasa roh, maka akal budi (bahkan seluruh jiwa) kita bekerja seperti biasa.
Seandainya pada saat berbahasa roh, saya membuka alkitab, pasti masih bisa membaca dan mengerti.
Pada saat menyembah dalam roh dan kebenaran, saya sering mengoperasikan HP untuk merekam bahasa roh saya.
Kalau pak JOSIA mau, bisa saya berikan rekamannya. Silahkan kirimkan alamat email anda lewat PM.
Josia :
Apakah pikiran saya tidak berfungsi pada saat berbahasa roh?
Kiem : Sama dengan jawaban saya sebelum ini
Josia :
Kalau pikiran saya berfungsi, sadarkah saya dengan apa yang saya ucapkan?
Kiem :
Sadar, tetapi sering tidak mengerti bahasanya, sehingga pikiran kita hanya berfungsi sebagai PENGAMAT atau PENDENGAR sedangkan sebagai PELAKU, pikiran tidak berperan (sesuai dengan 1 Korintus 14 : 14 diatas).
Josia :
Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara pak Kiem sendiri?
Kiem : sama dengan jawaban saya sebelum ini.
Josia :
Pada saat pak KIEM berbahasa roh, apakah pak Kiem dapat mendengar suara orang lain?
Kiem : Bisa, dan sama dengan jawaban sebelum ini.
Josia :
Pada saat pak Kiem berbahasa roh dan ada yang tidak sengaja menyenggol pak Kiem, apakah pak Kiem dapat merasakan?
Kiem :
Bisa, saya sering mengalaminya, anak saya tiba-tiba datang untuk menyampaikan sesuatu, dan saya hentikan sebentar, dan saya jawab anak saya, setelah itu saya lanjutkan lagi.
Josia :
Pada saat pak Kiem berbahasa roh, apakah pak KIEM menutup mata atau membuka mata?
Kiem :
Tidak selalu, tetapi lebih sering tutup mata. Memang awalnya selalu tutup mata, tetapi saat tertentu, buka mata tidak apa-apa.
Josia :
Jika membuka mata, apakah pak Kiem bisa melihat dengan jelas?
Kiem :
Melihat normal, berpikir normal, kalau mau dipotong sebentar untuk berkomunikasi, misalnya dengan pendeta, ya BISA.
Josia :
Jika tutup mata, apa yang pak Kiem bayangkan di pikiran? Apakah sesuatu yang acak/random bisa apa aja, atau pikirannya kosong?
Kiem :
Kalau dulu waktu baru bertobat, ya, saya harus konsentrasi dengan merenungkan Firman Tuhan yang baru sata saya dengar sebelum menyembah, bahru bisa berbahasa roh.
Tetapi sekarang, justru pada saat berbahasa roh (pada saat roh saya berdoa), kesempatan itu sering saya manfaatkan untuk membuat rencana-rencana, termasuk rencana pekerjaan di kantor dan rencana pekerjaan rumah. Ternyata bisa, tidak terganggu bahasa rohnya, roh saya lanjut juga berdoa.
Josia :
Pada saat pak Kiem berbahasa roh, bagaimana sikap tubuh pak Kiem? Telentang, berdiri sambil tangan menadah, tangan dilipat sambil berdiri, bertolak pinggang atau bagaimana? Bisa dijelaskan specifik pak?
Kiem :
Saya biasanya mengambil posisi berlutut untuk berdoa,
setelah mendengar Firman (kalau di gereja), atau setelah membaca Firman (kalau di rumah), lalu biasanya saya mulai dengan bernyanyi yang yang slow (tidak selalu slow),
lalu saya serahkan seluruh hidup saya kepada Tuhan, maka Roh Kudus datang untuk memakai mulut saya untuk berbahasa roh, itulah cara saya berdoa dalam roh dan kebenaran.
Sesudah itu, Jiwa saya mengambil aktivitas tersendiri, yaitu :
Perasaan saya merasakan nikmatnya Kerajaan Allah, yaitu damai sejahteradan sukacita dalam Roh Kudus (sesuai Roma 14 : 17).
Kadang-kadang saya sampai pada RATAPAN (saya katakan bahwa inilah puncak sukacita)
Kemudian pikiran saya sudah TENANG untuk menyusun rencana, atau memikirkan Firman yang baru saja saya dengarkan, dll
Josia :
Apakah pak Kiem pernah terganggu pada saat berbahasa roh? Kalau iya, apa/siapa yang mengganggu pak Kiem?
Kiem :
Selama ini saya hampir tidak terganggu, atau mungkin tidak bisa terganggu lagi.
Pengalaman saya begini,
Suatu kami (beberapa orang) berdoa dalam ibadah kunjungan.
Pada saya menyembah (tentunya sesudah Firman Tuhan), tiba-tiba ada angin puting beliung, menumbangkan pohon lapuk, persis di tempat sepeda motor kami parkir.
Hanya sebagian kecil saja dari kami yang terganggu, dan langsung melihat apa yang terjadi.
Sedangkan sebagian besar, tetap berdoa dan berbahasa roh.
Kenapa saya tidak terganggu?
Karena saya yakin, bahwa apa yang saya lakukan itu adalah Cara Tuhan, yang jauh lebih kuat dari segala-galanya.
Setelah selesai berdoa, apa yang terjadi?
Ternyata, pohon itu tumbang, hanya selisih 2 cm dari sepeda motor, jatuh tepat di tengah-tengah barisan parkiran sepeda motor, itulah posisi batangnya, sedangkan cabang-cabangnya, melewati sepeda motor, sehingga tidak ada yang ditimpa cabang-cabang tersebut.
Pengalaman kedua :
Pada saat gempa di Sumatera Barat, sekitar 2 tahun yang lalu,
Waktu itu gempa susulan, pada saat ibadah minggu berlangsung.
Saya memimpin doa untuk pemberitaan Firman Tuhan.
Tentunya doa itu diliputi oleh Roh Kudus, sehingga saya merasakan penuh kuasa.
Pada saat berdoa tersebut, gempa kuat datang.
Doa saya tidak terganggu, dan dari jumlah jemaat sekitar 30 orang, hanya 2 orang anak gadis yang mencoba lari (ketakutan), itupun setelah kira-kira lari 2 meter dari tempat duduknya, melihat bahwa yang lain tidak seorangpun terganggu, mereka kembali lagi ke tempat duduknya dan berdoa.
Oleh tuntunan Roh Kudus, doa sayapun diarahkan ke gempa itu, dengan kata kata : "Tuhan, berfirmanlah kepada gempa ini, supaya kami tenang mendengarkan FirmanMu". Kata-kata ini tidak saya konsep. Yang saya rencanakan adalah "Berfirmanlah kepada kami karena kami sudah siap mendengarkan".
Itulah pekerjaan Ruh Kudus, membuat kita kuat, tenang dan tidak bisa terganggu.
Semoga jawaban ini memuaskan.
Tuhan Yesus memberkati
@KIEM, mengenai bahasa roh
Kiem :
Bahasa Roh adalah untuk menyembah Tuhan, yaitu penyembahan yang benar, MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN, penyembahan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, agar kita semakin kudus dan layak masuk dalam TUBUH KRISTUS.
alvarez :
Kiem, apakah Tuhan Yesus berkata jika kita berbahasa roh maka kita akan menjadi kudus dan layak? dan apakah yang dimaksud Yesus mengenai menyembah dalam Roh dan Kebenaran adalah dengan berbahasa roh? ataukah anda yang mengatakan bukan Yesus ?
Kiem :
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
alvarez :
Kiem, diatas tidak tertulis harus menyembah dalam BAHASA ROH,