Submitted by naga0276 on

Saya menikah tahun 2003, dan mempunyai anak umur 3thn, sudah 8 bulan yg lalu, istri saya meninggalkan saya dan anak karna dipaksa tinggal dengan mamanya, selama menikah saya tidak pernah melakukan tindak kekerasan dan wajar jika terjadi perselisihan sewaktu-waktu.... dan selama itu saya masih memberikan nafkah meskipun istri saya tidak menjalankan kewajibannya. Pada okt'07 rumah saya jual dan uangnya saya gunakan utk biaya hidup dan pendidikan dan melunasi hutang2 istri saya (meskipun saya tau itu hutang judi mama dan keluarganya). Nov 07 saya baru tau cin2 pernikahan dan emas anak saya digadai untuk bayar utang2 judi (saya marah, karna dia beralasan di simpan di sdb bank). Terjadi krisis ekonomi jd pada jan'08 saya tidak dapat memberikan nafkah kepada istri sampai sekarang...dan rencananya saya akan dicerai pada bulan maret dengan alasan 3bulan tdk memberikan nafkah (padahal banyak uang saya yg dipinjam keluarganya blm dibayar, karna saya tidak tega managih orang yg kesusahan karena judi togel). Sekarang saya masih membiayai anak saya dan mengurusnya seorang diri....Saya tau istri saya masih mencintai saya dan anak dan dia sadar bahwa sikap (matre) mamanya salah, tapi dia tidak dapat melawan kata2 "ANAK TIDAK BERBAKTI" yg selalu di ucapkan mamanya jika dia mau kembali ke saya.... rumah tangga saya hancur...

tgl.25-01-2008 say menunggu didepan rumahnya dari jam 19.00-24.00 hany untuk bertemu istri saya walau hujan dan angin menghampiri saya, tapi saya diusir oleh mamanya. Ke esokkan harinya (26-01-2008) saya datang, terjadi perang mulut antara saya dengan mama dan keluarganya..karna saya tidak tahan lagi utk mengungkapkan kekecewaan dan kesedihan hati saya selama dipisahkan dari istri saya... dan saya dimaki dan di usir di depan orang banyak..... cin2 pertunangan dikembalikan istri saya pada saat itu juga... dan saya lihat istri saya menyerah dengan keadaan yg ada dan membiarkan/menjalani perbuatan yg salah dan tidak sesuai dengan hati nuraninya.... tapi sampai sekarang saya masih mencintai dan sayang dan berharap dialah wanita yg terakhir dalam hidup saya........

1. Apakah seorang kristen harus pada pada perintah orangtuanya meskipun perintah dan ajaran itu salah secara agama dan hukum?

2. Harus bagaimana saya bersikap dan berpikir sesuai dengan ajaran Allah dengan kondisi seperti ini?

3. Istri saya hampir terjatuh dalam dosa selingkuh dengan rekan kerjanya...dan saya pergoki mereka, tapi saya bisa memaafkan, tapi kenapa orangtua dan keluarganya mengijinkan hal tersebut terjadi?

4. Dosakah istri saya jika melawan orangtuanya itu?

5. Mohon nasehat dan jalan keluar terbaik dari rekan2 semua......Terima kasih.

 

Tgl.28-01-2008

Saya kembali menghubungi istri saya, dan saya katakan saya ingin mencari rumah seperti yg kamu mau agar hidup mandiri, tapi istri saya mengajukan persyaratan yang sangat memukul jiwa dan hati saya..... dia mau saya harus putus hubungan dengan orangtua dan semua saudara saya jika saya ingin dia kembali seperti dulu lagi....... dan tidak boleh telpon dan menginjakkan kakinya dirumah yang saya tempati dengan dia................. tapi hal itu tidak berlaku untuk dia.......... dengan alasan orangtua dan saudara terlalu mencampuri urusan rumah tangga saya, dan saya bersumpah untuk dia bahwa saya akan mati mengenaskan dan tragis jika benar apa yg dia tuduhkan itu  benar dan terbukti......  Istri saya seakan-akan menutup mati hati dan pikirannya serta tidak melihat kenyataan yang ada bahwa keluarganyalah yang selalu mencampuri setiap tindakan dan ucapannya..... tapi saya tidak mau berdebat/ribut, saya hanya bilang, "Jika memang persyaratan yang kamu mau seperti itu dan sudah kamu pikirkan baik dan benar, saya akan bawa dan renungkan dalam doa, apakah ini jalan hidup berumah tangga yang harus saya tempuh?" .......... Sungguh besar kuasa kegelapan atas dirinya sehingga dia mau/ingin memisahkan orangtua yg tidak bersalah berumur 65 dan 61 tahun dengan anaknya untuk selama-lamanya....... sungguh saya terpukul dengan persyaratan itu..... saya hanya berserah semuanya kepada Allah...karna sebagai manusia sungguh saya jatuh dan berbeban berat...