Submitted by Yenti on

Dunia Persilatan  - Dunia Kekristenan

Trilogy “Rajawali” Chin Yung merupakan 3 film persilatan yang paling disukai oleh para pecinta serial film persilatan. Saya termasuk salah satu penggemar cerita persilatan trilogy ini yang terdiri dari  Kisah Memanah Rajawali ( Siau Tiau Eng Hiong – dengan tokoh utama Kwee Ceng dan Oey Yong)  , Kembalinya Pendekar Rajawali( Sin Tiau Hiap Lu – dengan tokoh utama Yoko dan Siau Liong Li ) , dan Golok Pembunuh Naga ( To Liong To – dengan tokoh Tio Bu Kie dan Tio Beng ).

Film persilatan sangat menarik ditonton karena tokoh utamanya  cantik dan ganteng, pemandangannya sangat indah , filsafatnya bagus, cerita cintanya romantis, pakaiannya unik dan mewah, tokohnya  bervariasi ( ada yang lucu, aneh, jahat, baik, bodoh, nakal,dll ) , actionnya menarik terutama pada saat terbang dan gerakan jurus silatnya yang cepat , serta yang paling penting adalah ada pelajaran yang dapat ditarik dari film tersebut.

Film silat  selalu memperkenalkan 2 golongan partai yaitu golongan putih dan hitam yang akan selalu berseteru baik dalam golongan  sama apalagi golongan yang berbeda.  Partai-partai yang dikenalpun sangat banyak., misal dalam Trilogi “Rajawali “ tersebut  dikenal Shaolin Pai, Butong Pai, Sekte Quanzhen, Partai Tapak Besi ( Tiezhang Bai ), Partai Makam Kuno ( Gu Mu Pai ), Perkumpulan Pengemis ( Kay Pang ) , Partai Bunga Pesik ( Jueqing Gu ) , Partai Wu dang ,Sekte Ming, Partai E’Mei ,Partai Kun Lun, Partai Tapak Besi, Partai Lembah tanpa cinta, dan lain-lain.

Setiap partai dalam cerita silat selalu memiliki jurus silat andalan agar mereka tetap bisa bertahan dan diakui dalam dunia persilatan, misal : Pukulan Kosong yang dikuasai oleh Cu Pek Tong, Jurus Bayangan Naga oleh Hakim Roda Mas, Ilmu Tapak Lima Racun oleh Li Mo Chou, dan lain-lain.

Setiap partai juga pasti memiliki seseorang yang menjadi jagoan  dan dipersiapkan sedemikian rupa oleh Sang Guru untuk menggantikan dirinya kelak saat dia meninggal. Biasanya , Sang guru akan memilih murid yang  dianggap memiliki kerendahan hati, kemampuan tinggi dan kesetiaan besar pada partainya. Hal ini kadang-kadang menimbulkan rasa iri dari teman-teman seperguruan lain apalagi dari senior seperguruan yang merasa dirinya lebih layak untuk menggantikan Sang Guru.

 

Dunia Kekristenan terlihat seperti Dunia Persilatan. Kekristenan terdiri dari berbagai aliran, ada yang disebut aliran sesat / hitam dan aliran putih. Setiap aliran memiliki jurus andalan misalnya : ada gereja yang mengutamakan Firman Tuhan pada mimbarnya , ada  yang mengutamakan “entertain” dalam penyediaan artis dan kesaksian, ada yang mengutamakan pelayanan social, ada yang khusus menjangkau orang-orang kalangan bawah, ada yang khusus menjangkau para waria / pramuria, ada yang mengutamakan kesunyian dalam  ibadah , dan mungkin banyak jurus andalan lainnya.

Dalam Dunia Persilatan, Sang Guru/Pendiri Partai akan berusaha menemukan jurus andalan dan terus menerus memperbaharui ilmu silatnya agar partainya dikenal dan kuantitas murid akan bertambah dengan kehebatan yang dimilikinya. Di dalam trilogi dikenal 3 kitab yang menjadi rebutan para partai yaitu Kitab Sembilan bulan , Kitab Strategi Perang ( Wu Mu Yi Shu )  dan  Kitab Sembilan Matahari. Bagi partai yang mendapatkan dan menguasai kitab tersebut  akan menjadi jagoan dalam dunia persilatan yang tidak tertandingi dan menguasai partai yang lain. Karena itu, berbondong-bondonglah semua partai memperebutkan kitab-kitab tersebut karena Faktor Kekuasaan dan nama besar yang ingin dimiliki. Tetapi, untuk menjaga keutuhan partai dunia persilatan, semua partai harus tetap mematuhi aturan yang berlaku , dan disinilah peranan penting Sang Ketua Partai Persilatan.

Begitu juga dengan Dunia Kekristenan. Peranan penting gereja berada di tangan Gembala Sidang, Majelis dan Aktivis Gereja untuk memikirkan visi dan misi  gereja. Kemanakah gereja tersebut akan dibawa, sasaran apa yang akan menjadi tujuan gereja tersebut, bagaimana cara untuk mencapai sasaran tersebut , dan  bagaimana caranya untuk memotivasi para jemaat agar ikut aktif  untuk mendukung tujuan tersebut.

Tantangan yang biasanya dihadapi  adalah  seorang murid kadang-kadang tidak puas dengan partainya atau partai tersebut tidak dapat memenuhi apa yang diinginkan oleh sang murid . Akibatnya Murid akan berusaha mencari “ilmu silat” yang baru . Keputusannya tentu saja ada 2 : pindah ke “partai baru ” atau hanya “belajar di partai baru dan kembali pada partai lama “. Bagi yang meninggalkan “partai lama” , kadang-kadang “ akan dimusuhi oleh "teman-teman partainya" .  Dia mungkin akan dianggap sebagai pembelot/ pengkhianat partai dan tidak setia kepada partai lamanya.

Dalam Kekristenan, hal ini sering terjadi juga. Tentu saja perpindahan antara gereja bukan terjadi pada para jemaat saja, tetapi juga  pada para Hamba Tuhan. Mengapa ? banyak alasannya. Mungkin karena ketidakcocokan dengan gereja yang sebelumnya, mungkin tidak memiliki visi dan misi yang sama lagi, mungkin kejauhan tempatnya, mungkin kurang diperhatikan ,dan lain-lain.

Tapi benarkan Dunia Kekristenan dapat disamakan dengan Dunia Persilatan? Tentu saja tidak secara keseluruhan. Dunia Kekristenan mengenal kata “ Kasih/Ai ching ‘ yang berbeda dengan Dunia Persilatan yang selalu mengenal “ Balas Dendam/ Pao Chou”.

Dilihat dari kitabnya : dunia persilatan mengenal adanya perebutan Kitab untuk membuktikan kehebatan dari setiap partai yang ada, tetapi dalam Dunia Kekristenan tidaklah demikian.  Kita tidak perlu memperebutkan Kitab untuk menjadi jagoan dalam Dunia Kekristenan, karena kitabnya sama , dapat dimiliki dengan begitu gampang dan harganya begitu murah. Untuk menjadi seorang jagoanpun, hanya perlu meluangkan waktu untuk belajar dasar-dasar kekristenan ( seperti halnya ilmu silat, harus belajar ilmu dasar yang kadang-kadang terlihat gampang , tapi dari sanalah ilmu yang sulit akan dapat dipelajari )  dan diikuti dengan latihan yang terus menerus.  Di dalam dunia persilatan selalu diingatkan, kejatuhan dari sang jagoan adalah pada saat dia merasa telah berada di atas angin dan tidak lagi melihat ke bawah. Itu juga satu peringatan yang harus selalu diingat oleh setiap anak Tuhan.

Tentu saja Dunia Kekristenan bukanlah Dunia Persilatan, walaupun ada persamaannya. Yang pasti , Dunia Kekristenan harus lebih baik dari Dunia Persilatan dalam hal inti ceritanya yaitu memberikan pengajaran yang lebih baik daripada yang diperoleh dalam dunia persilatan.  Nama besar "partai" , kehebatan nama dari "Sang Jagoan" bukanlah tujuan utama , tetapi bagaimana "Partai" tersebut dapat menghasilkan sejumlah murid yang selalu dikenang dan menjadi berkat untuk "partai" lainnya.