Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Gembalakanlah

victorc's picture
Teks: Yoh. 21:15-17

    15  Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."  
    16  Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."  
    17  Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Selamat pagi, saudaraku yang dikasihi Tuhan. Pagi ini izinkan saya mengajak kita merenungkan sekelumit ayat yang saya yakin kita semua sudah cukup mengenal. Ada beberapa hal yang cukup menarik dari ayat 15:
a. Yesus berbicara dengan memanggil nama lengkap Simon: mungkin ini berarti suatu dialog yang serius dan mengingatkan Petrus pada seluruh perjalanannya bersama Yesus.
b. Yesus berbicara setelah sarapan, artinya dalam suasana percakapan yang rileks setelah perut kenyang.
c. Lalu muncul 3 pertanyaan: apakah bapak ibu berpikir bahwa tiga pertanyaan ini diajukan Yesus khusus untuk Simon Petrus karena ia telah menyangkali gurunya? Atau juga pertanyaan ini berlaku untuk kita semua?

Marilah kita bayangkan bahwa Yesus telah sarapan bersama kita, lalu Ia mengajukan 3 pertanyaan yang sama di atas. Lalu apa jawaban kita?

Agape atau philo?
Memang ada sedikit perbedaan bahasa di antara 3 pertanyaan tersebut, yang baru akan kita temui jika kita membaca di Interlinear Yunani. Apa perbedaan itu? 
Yesus dua kali menggunakan kata "agape" sementara Petrus menjawab dengan menggunakan kata "philo". Lalu dalam pertanyaan ketiga Yesus juga menggunakan kata "philo."
Saya pernah membaca artikel yang menulis bahwa Yesus menanyakan apakah Petrus mengasihiNya dengan kasih ilahi, namun Petrus menjawab bahwa ia mengasihi Yesus sebagai seorang sahabat. Bahkan dalam Interlinear Greek disebutkan bahwa Petrus menjawab "I have an affection to You." Jika terjemahan Interlinear ini betul, artinya Petrus menjawab bahwa ia "suka" akan Yesus. (Memang saya tidak tahu kalimat asli yang digunakan Yesus waktu itu, mungkin saja dulu mereka berdialog dalam bahasa Aram, tapi Injil Yohanes dicatat dalam bahasa Yunani koine.)
Lalu Yesus menggunakan kata "philo" dalam pertanyaan ketiga, jadi Dia tidak lagi menggunakan bahasa-Nya melainkan bahasa Petrus. Lalu sedih hati Petrus, karena ia merasa bahwa ia telah gagal menjadi murid yang setia karena menyangkal Dia tiga kali. Namun ternyata Yesus menegaskan bahwa Petrus tetap menjadi murid-Nya, bahkan Ia memberi panggilan khusus untuk menggembalakan domba-domba-Nya.
Ada permainan bahasa yang menarik juga dalam tiga kali perkataan Yesus "gembalakanlah." Dalam versi LAI perbedaan ini tidak muncul. Pada kali pertama, Yesus menggunakan istilah "shepherd" - menggembalakan, demikian juga di kali ketiga. Namun di kali kedua, Ia menggunakan kata "feed" - berilah makan. 

Huparcho
Kalau melihat tugas yang diberikan Yesus untuk memberi makan domba-domba-Nya, saya jadi teringat dengan kisah mukjizat Yesus memberi makan 5000 laki-laki. Jika 1 laki-laki membawa istri dan dua anak, maka kira-kira jumlah kelompok orang itu sekitar 20000 orang. Tentu ini jumlah yang besar, dan membuat para murid merasa tidak sanggup memberi makan mereka. Para murid mengusulkan supaya orang-orang itu lebih baik disuruh pulang saja untuk mencari makan sendiri-sendiri. Tapi apa jawab Yesus? Sungguh tegas: kamu harus memberi mereka makan. Yesus melanjutkan: apa yang ada padamu? 
Ternyata ada seorang anak yang membawa 5 ketul roti dan 2 ekor ikan. Selebihnya kita sudah hafal kisah ini dari sekolah minggu. 
Apa pesan kisah tersebut sebenarnya? Memang pesan yang jelas adalah bahwa Yesus sanggup menyediakan roti dan ikan bagi sekian banyak orang, tapi ada suatu pesan tersembunyi di sini yaitu: mulailah memberi makan dengan apa yang ada padamu.
Sebagai ayat penutup, mari kita lihat Lukas 8:1-3. Seorang pendeta menyingkapkan sebuah kata yang menarik dalam teks ini, yaitu "huparcho." 
Arti huparcho adalah : apapun yang ada di tangan kita. Dan para perempuan di sekitar Yesus juga melayani Dia menggunakan huparcho mereka, entah itu kekayaan, jabatan, waktu, energi dll.
Demikian juga, mari kita melayani masyarakat di sekitar kita dengan apa yang ada di tangan kita. Mulailah melayani sesama dengan huparcho kita.

Ilustrasi: panggilan yang saya terima dari Yesus 2009 hingga pelayanan menulis, itulah huparcho saya. Tuhan pernah menegur saya sekitar tahun 2009, bahwa saya telah menulis 10 buku sains hingga saat itu, lalu Ia menantang saya untuk memperbaiki kesalahan tersebut dengan cara menulis minimal 10 buku untuk memuliakan Dia. Kini, ada 5 buku rohani dan sains-teologi yang telah terbit di Jerman (Blessed Hope Publishing dan LAP Lambert Publishing),* lalu ada satu disertasi yang saya kirim ke Malawi, dan ada satu buku yang saya share secara gratis. Dan bulan lalu ada 1 buku lagi yang baru diterbitkan oleh Nulisbuku.com. Saya berharap sebelum tahun ini berlalu, target menerbitkan 10 buku rohani sebagai ungkapan pertobatan itu akan dapat tercapai.

Sebagai penutup, mari kita ambil waktu 5 menit untuk merenungkan:
a. Apakah huparcho saya sebagai individu?
b. apakah huparcho kita sebagai gereja?

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 3 november 2016, pk. 16:56
VC

* Note: kelima buku tersebut bisa dipesan di http://www.morebooks.de
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.