Submitted by joli on

Aku simpan semua pisau di laci terkunci..

Aku takut membunuhnya..

Aku buang semua tali...

Aku takut menjerat lehernya..

 

Itulah cuplikan kata-kata sahabat-ku 2 tahunan yang lalu,

Tiga malam, kami tidak tidur.. aku menemaninya ngobrol di telpon  sepanjang malam (tidak tahu berapa banyak pulsa di habiskan, lha wong interlokal), ya bahkan sepanjang tiga malam, menemani-nya supaya tetap sadar, mata tetap terbuka..

"Joli, aku takut menutup mataku, aku takut membunuhnya bila ku tertidur.. "

Itulah yang kami lakukan,.. ngobrol.. di dalam kegundahan seorang sahabat yang di khianati suami-nya.. yang harus TETAP mempertahankan keluarga demi anak-anak, demi nama baik keluarga, demi reputasi suami..

Teringat ketika berita gonjang ganjing presiden Amerika Clinton, Hillary sang istri juga harus tampil kuat, demi negara..

berikut ini cuplikan dari buku Hillary..

'Nyonya Clinton, ada satu pertanyaan di benak setiap warga Amerika belakangan ini. Bagaimana hubungan suami Anda dengan Monica Lewinsky? Apakah dia menggambarkan secara detail bentuk hubungan itu?

Jawabku, 'Kami sudah membicarakan hal itu panjang lebar, dan kami harus bersikap sabar menghadapi sejumlah isu dan prasangka buruk yang berkembang selama ini. Selama bertahun-tahun kami mengalami hal seperti ini. Yang kami lakukan adalah bersabar, menarik napas dalam-dalam, dan kebenaran akan muncul kelak.
.....
...........


''Tibalah hari kelam dalam hidupku pada Sabtu pagi, 15 Agustus 1998, saat Bill Clinton mengakui perselingkuhannya dengan Monica. Kemudian aku menyadari bahwa kami harus menceritakan hal ini pada Chelsea.''


''Hari-hari kami lalui dalam diam. Kami tidak saling bicara selama beberapa bulan. Lama-kelamaan, hatiku luluh. Perasaanku mengatakan, sebagai seorang istri, aku ingin menjerat leher Bill. Tapi, ia juga presidenku yang berhasil memimpin Amerika Serikat dan dunia.

Kasus Antasari yang mencuat beberapa waktu yang lalu juga hampir sama,  Ida Laksmiwati si istri, juga tampil mesra di televisi, untuk mendukung suaminya..

Ida  menemani sang suami  dalam  jumpa pers. Tampilnya Ida ingin menggambarkan kepada masyarakat bahwa hubungan mereka sebagai suami istri sangat romantis, bahkan nampak berpelukan mesra. “Mengenai berita yang beredar, saya tetap percaya pada suami saya. Itu hanyalah teror,” kata Ida

Di Tanah Air ada sederet nama tokoh dan politisi juga pernah diguncang isu selingkuh. Pernah ramai juga  Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir, mantan politikus Partai Golkar Yahya Zaini
Selain membantah, Soetrisno Bachir juga memakai jurus tampil mesra dengan Anita Rosana Dewi, wanita yang dinikahinya. Sikap tegar juga ditunjukkan oleh Sharmila, istri Yahya Zaini.

Hillary, Ida Laksmiwati, Anita, dan Sharmila, adalah kisah tentang para istri  "penolong" suami. Mereka mampu menangis dan tersenyum di saat yang sama. Tampil mesra penuh cinta bersama lelaki yang sering disebut suami, yang mungkin sekaligus lelaki paling dibencinya saat itu. Sungguh mereka patut di-kasihani… eh patut di kasihi

Kemarin seorang sahabat juga datang, bercerita tentang persoalan yang hampir sama..

"Aku tidak kuat lagi.. "

"Apa lagi yang harus kulakukan?"

Mereka bukanlah pasangan muda lagi, sudah menimang cucu, sudah melalui banyak hal bersama. Aktif dalam pelayanan di gereja, suami-nya sahabat-ku, meski berbicara dan bertingkah laku seperti preman, namun bila membawakan firman seperti pendeta juga..  Namun ternyata bisa jatuh juga, dalam perselingkuhan-nya kini akan menghasilkan seorang anak.. ya seorang anak akan lahir.

Demi, menolong suami dan nama baik.. atau apalah nama dan motivasi-nya yang lain, si istri datang ke gereja, ke gembala, bercerita, dan di akhir pembicaraannya.. ter-ucap "Bapak, mohon kasus ini sampai di sini saja, TIDAK usah dan JANGAN di gembalakan, biarlah saya dan keluarga yang akan menanganinya.. saya mohon gereja jangan ikut campur.."

Istri yang tampil, untuk mencoba menolong suami.. membantu menjaga reputasi dengan "cara-nya" tidak peduli betapa sakitnya dia, tidak peduli apakah ini juga salah satu penyelesaian, atau bisa tambah runyam..

namun..

"Aku tidak kuat lagi.. "

"Apa lagi yang harus kulakukan?"

Tidak ada yang berani menyentuh dan bertanya.. kepada sang suami.. ada kata-kata suami.. dengan gaya preman-nya.. "bila ada orang lain (gereja)  yang tahu.. aku akan minggat.. "

Minggu-minggu ini saya akan bertemu my sohib, yaitu sang suami..

.............................

...................................

..........................................

atau

?????

???????????