Submitted by Dancing In The Night on

Hati-hati dalam bertutur kata. Banyak (tidak sedikit) diantara kita sering meremehkan urusan yang satu ini. Berkata-kata seenaknya sendiri tanpa memperhatikan perasaan orang lain.

Temanku sering bilang, "mampus loe", "sialan loe", "ah dasar idiot", dan perkataan-perkataan yang menurut gw kasarnya minta ampun. Tapi sewaktu ditegur bukannya sadar ia malah bilang: "Lho gw kalo bicara emang kayak gini, kalo loe gak suka ya udah." Belum cukup sampai disitu iapun beralasan kalo tutur katanya itu udah umum diterima di antara teman-temannya. Bahkan ia melanjutkan, "Kalian aja yang terlalu perasa!"

Bukannya aku mau menghakimi dia, tapi udah banyak teman-temannya yang sakit hati karena tutur katanya yang (sori) urakan tersebut. Bayangin aja, ada temannya cewek yang mau tanya dia tentang jadwal persekutuan. Waktu mau ditanya ia sedang ngobrol dengan teman-temannya. Eh waktu cewek tersebut ngomong, ia malah bilang "Diam loe, dasar bawel!" Karuan aja cewek tersebut skok lalu nangis.

Pernah juga cowok di gereja mau nonjokin temanku tersebut karena ia ngatain ceweknya cerewet.... Duh kok semakin ruwet sih.

Aku kadang tak habis pikir. Padahal udah jelas banyak yang sakit hati. Tapi ia tetap bersikeras bahwa demikianlah modelnya kalau ia bicara. Apakah kita harus mempertahankan ciri khas kita sekalipun itu merugikan orang lain?

Ini baru satu contoh sih. Masih banyak contoh lain dimana orang kadang susah mengendalikan tutur katanya yang akhirnya mengakibatkan orang lain terlukai. Praktisnya sih macam-macam. Bisa lewat ledekan, jodoh-jodohin ke orang yang tidak ia suka, mengungkit masa lalu, sampai dengan kata-kata kasar.

Kita mungkin gak tau atau gak sadar karena kita sering menyamaratakan hati semua orang seperti diri kita atau teman-teman sepermainan kita.

Sebagai anak-anak Kristus marilah kita gunakan tutur kata ini bukan hanya manis saat memuji dan berdoa tetapi juga saat bertutur kata dengan sesama.