Submitted by vonny siswanto on

Dulu waktu saya masih anak2 dan rajin sekolah minggu saya punya iman kalau besok tua saya mati pasti masuk surga karena saya orang kristen. Dengan mantap saya merasa  yakin bahwa semua orang kristen pasti masuk surga karena kami percaya Tuhan Yesus yang akan menyelamatkan kami.

 

Ketika remaja saya aktif di komisi remaja di gereja lama saya lalu baptis percik sesuai aturan di gereja tsb. Saya semakin mantap bahwa saya tetap calon penghuni surga. Mengapa? Dengan iman saya yang sederhana karena saya sudah di baptis, rajin ke gereja dan ikut pelayanan maka pasti Tuhan disenangkan dan saya boleh masuk surgaNya. Selain itu saya adalah gadis yang tidak nakal, sopan pada guru dan orang tua, jarang sekali mencontek (kecuali kepepet) dan tidak pernah buat masalah. Lalu ada seorang teman gereja saya, waktu itu dia (cowok) berumur sekitar 16 atau 17 tahun saya lupa dia meninggal krn bunuh diri. Bener2 heboh dan membuat saya shock krn ada teman gereja yang mengambil jalan pintas seperti itu. Karena tidak terlalu kenal saya tidak tahu apa masalahnya sehingga dia bunuh diri dengan cara menggantung di kamar tidurnya. Namun yang pasti dia mati karena bunuh diri. Saya bingung waktu ada teman lain yang bilang bahwa kalau bunuh diri pasti masuk neraka meskipun dia orang kristen. Kasihan sekaligus ngeri. Saya hanya berharap semoga Tuhan mempertimbangkan dia krn dia juga sering ke gereja dan ciciknya aktif pelayanan sebagai guru sekolah minggu. Selain itu dia baik dan tidak nakal. Bingung dan takut maka saya tidak mau memikirkan hal itu lebih lama. Yang pasti saya berjanji tidak akan melakukan hal yg sama krn saya ingin masuk surga.

 

Masa pendewasaan diri saya berlangsung biasa2 saja tidak ada yg istimewa. Saya tetap ke gereja namun tidak bertumbuh, membaca alkitab namun tidak memahami apapun, mendengar kotbah demi kotbah namun tidak menggerakkan hatiku, memuji Tuhan hanya sekedar menyanyi dan tanpa sadar aku adalah kristen KTP. Sampai akhirnya aku mulai jarang ke gereja, dari sebulan dua kali menjadi sebulan sekali akhrinya berbulan2 aku tidak pernah ke gereja lagi. Aku sibuk kuliah, lalu bekerja dan akhirnya menikah dengan suamiku yang hingga kini belum terima Yesus. Waktu itu aku tidak terlalu mempermasalahkan hal ini karena kami saling mencintai dan dia lelaki yang bertanggung jawab dan sangat dewasa juga ehm..tampan. Kamipun menikah di berkati di gereja dan setelah itu aku mulai menjalani kehidupan rumah tanggaku. Hanya sesekali aku ke gereja bila sedang merasa rindu dan beberapa kali suami juga menemani. Sementara itu tahun demi tahun aku melahirkan ketiga buah hatiku. Akhirnya akupun tidak pernah ke gereja lagi dan orangtuakupun tidak masalah karena kami semua memang Kristen KTP semua (Puji Tuhan sekarang sudah menjadi Kristen sungguh2). Yang penting keluarga baik2 dan no problem. My life goes on until one day...

 

Adik suamiku mengalami kecelakaan dan meninggal. Oya keluarga suamiku adalah Kong Hu Cu yang fanatik. Tiap rumah mereka ada meja sembahyang dan mereka semua adalah penganut yang taat. Untunglah suamiku tidak masalah waktu aku menolak rumah dipasang meja sembahyang krn aku merasa jijik dan tidak tahan dengan asap dupa padahal keluarga besar mereka sempat memaksa untuk memasang meja sembahyang. Oke kembali ke adik ipar yang meninggal tadi, mereka mengadakan upacara orang mati sesuai adat agama mrk. Terus terang saat itu aku merasa ngeri dan serem rasanya disana, bau2 dupa yang menyengat, tetabuhan yg berisik, tangisan orang2 dll membuat aku merinding dan ingin segera pergi dari situ. Namun apa boleh buat aku juga harus mengikuti upacara tsb hingga selesai dikubur. Nah, masalah mulai timbul ketika biksu disitu setelah mengetahui aku adalah orang kristen mengatakan pada suamiku bahwa aku harus mengikuti suami menjadi seperti mereka karena kalau agama berbeda maka pada saat mati kelak tidak bisa bertemu. Dia bilang pada suami bahwa dia pernah mengunjungi dewa neraka dan ditunjukkan dunia orang mati. Katanya kalau mereka mati nanti akan ditempatkan di penjara2 sementara orang2 Kristen ditempat terpisah mengenakan jubah putih. Aku waktu itu tidak mengerti arti cerita tsb setelah bertobat barulah memahami apa maksudnya. Yaitu kita orang Kristen di firdaus sementara orang tidak percaya menanti hukuman di hades. Aku tidak mau suamiku tidak selamat dan satu2nya jalan agar keluarga kami semua selamat adalah aku harus menjadi Kristen sungguh2.

 

Yang pasti gara2 peristiwa tsb aku jadi merenung dan mulai berpikir. Roh Kudus mulai bekerja dan tiba2 aku rindu untuk mengerti Firman Tuhan karena selama ini aku tidak sungguh2. Singkat cerita aku mulai rajin baca Firman Tuhan meskipun tidak mengerti aku terus membaca. Kitab Perjanjian Lama yang paling aku suka karena seperti membaca cerita biasa sehingga lebih kumengerti namun menginjak Perjanjian Baru aku bingung karena tidak mengerti. Lalu akupun mulai suka membaca buku2 rohani sehingga banyak hal yang dulu tidak kupahami dibukakan Tuhan. Hampir tiap malam aku mendengar kotbah di radio yang disampaikan oleh hamba2 Tuhan di gereja yang baru berdiri di kota ini. Akhirnya aku ambil keputusan nekad untuk mulai berjemaat di gereja ini. Rupanya inilah gereja yang tepat buatku karena sedikit demi sedikit aku mulai bertumbuh. Memang sih aku belum seperti yang Tuhan harapkan namun kalau menengok ke belakang aku bersyukur aku jauh lebih baik sekarang dan aku sekarang berjalan di jalan yang benar. Suami yang tadinya tenang2 saja jadi mudah marah dan tidak suka melihatku membaca alkitab dan buku2 rohani. Dia tidak mau aku jadi kristen yg fanatik, dia ingin aku seperti dulu menjadi kristen yang tenang dan biasa2 saja. Lalu akupun mengajak anak2ku sekolah minggu disitu. Kamipun terus berdoa agar suami juga dapat bergabung. Alangkah bahagianya jika kami sekeluarga beribadah dan menyembah Tuhan bersama2. Aku percaya Tuhan pasti akan menyelamatkan suamiku entah kapan tapi aku terus pegang janji Tuhan bahwa jika satu orang beribadah kepadaNya maka ia dan seisi rumahnya akan Tuhan selamatkan.

 

Ada beberapa pendapat mengenai kepastian orang percaya masuk surga yaitu :

1. Orang Kristen yang percaya Tuhan Yesus dan sudah baptis pasti selamat masuk surga. Sedangkan perbuatannya selama hidup untuk menentukan posisi kita di surga kelak.

2. Orang Kristen meski percaya dan sudah baptis tidak serta merta masuk surga jika tidak hidup kudus. Bahkan pendetapun belum tentu selamat.

 Pendapat yang pertama dapat kuterima dan rasanya adil. Tapi pendapat kedua menimbulkan pergumulan di hatiku. Aku jadi tidak yakin lagi apakah aku layak masuk surga karena aku tidak dapat mengukur kadar kekudusan dalam hidupku. Siapa tahu aku cuma ge-er merasa sudah hidup kudus namun ternyata standar hidup kudusku belum memenuhi kuota standar kekudusan Tuhan. Ibarat standar kelulusan siswa, aku tidak tahu berapa standar Tuhan dan saat ini berapa score yg sudah kudapat. Tuhan aku percaya Engkau sangat mengasihi kami sehingga Tuhan Yesus rela disalibkan untuk menebus dosa kami. Seandainya Tuhan bikin persyaratan yang jelas untuk masuk surga dibutuhkan hal2 berikut ini: (misalnya)

- di baptis

- tidak bunuh diri

- hidup kudus (dijelaskan secara detil berserta contoh2nya)

- menyenangkan hati Tuhan (diperinci hal2 apa saja yang mesti dilakukan) dll itu tadi cuma seandainya.....ya...seandainya sesederhana itu maka setiap orang percaya bisa mengukur diri sendiri apakah sudah layak atau belum. Yang sudah layak boleh bersuka cita sepenuh hati sambil terus berusaha untuk mendapatkan upah dari Tuhan kelak(menabung) dan yang belum bisa mawas diri dan segera bertobat agar tidak terlambat.

 

Selama ini kotbah yang ada topiknya belum ada yg secara tegas menjelaskan hal ini padahal ini adalah masalah yg paling krusial bagi orang percaya. Bukankah semua orang percaya tujuannya adalah hidup kekal bersama Allah ?  Ini adalah masalah yg sangat serius dan layak untuk dijelaskan pada jemaat . Memang kotbah tentang perpuluhan, hidup kudus, membangkitkan roh yang menyala2, menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran itu semua juga penting tapi pembahasan mengenai kepastian kita orang percaya diselamatkan  jauh lebih penting lagi karena memang itu kan tujuan kita kelak ? Mumpung masih di dunia dan bisa membahasnya nggak ada salahnya diulas tuntas biar tidak ada kekhawatiran lagi karena yang kudambakan adalah kepastian. Mohon tanggapannya mengenai hal ini agar saya tidak bingung lagi. Tuhan Yesus Memberkati !