Submitted by
kabarsukacita
on
Pniel, Saya berterima kasih buat komentar saudara kepada saya pada blog Tanggapan atas artikel Kedaulatan Allah dan Kebebasan Manusia versi Steven E.Liauw. Karena cukup panjang saya pikir coba buat blog sendiri lagi aja untuk merespon komentar anda.
Pniel, saya malah melihat anda memberikan jawaban bahwa ada sebuah kesungguhan dari kehidupan kekristenan untuk berjuang atas keselamatan, bukan hanya melihat sisi keselamatan (predestinasi) dipandang dari KTP kristen atau yang sudah dibaptis air langsung kemudian selamat selamanya.
Saya pernah mendapat kata2 dari golongan Calvinis kalo gak salah tentang "sekali selamat akan selamat", menurut saya pemahaman kata “sekali selamat akan selamat” mungkin akan lebih cocok dalam kasus di akhir kematian seseorang yang mau bertobat, sebelum nafas terakhir, (contoh: penjahat yang bertobat disamping Salib Tuhan Yesus).
Saya akan tanggapi respons anda kembali dengan pemikiran yang berbeda. Saya secara pribadi mengalami Kasih Karunia Tuhan yang begitu luar biasa. Roh Kudus itu dashyat. Tuhan itu baik. Saya paham sekali dan sadar kalau tubuh ini lemah, dan saya adalah orang berdosa, dan TIDAK akan masuk surga tanpa dibenarkan oleh Tuhan Yesus. Seperti mengutip ayat di Markus 10:27,
Markus 10:27 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."
Ayat itu mengenai sebuah keselamatan, saya paham bahwa keselamatan itu adalah dari Allah sendiri. Tetapi kiranya jangan kita meremehkan sesuatu yang Adalah Hak Allah Sepenuhnya Untuk Menyelamatkan Kita sehingga kita bisa sia-siakan. Saya tahu Kasih Allah itu mengejar kita karena saya juga mengalami Kasih Allah, dan saya bisa tahu itu bukan lagi dari kata orang atau Alkitab, namun pribadi.
Saya juga sangat yakin berkata bahwa saya selamat oleh iman karena Kasih Karunia Tuhan dan bukan apa yang saya perbuat dan kerjakan, itu murni keselamatan dari Tuhan.
Mungkin saya dan anda kelihatan sepaham namun saya menganggap agak berbeda. Saya tidak mau memakai (juga tidak menentang/tidak berkomentar) doktrin Calvinisme ataupun Armenianisme, dengan alasan pertama karena saya kurang paham betul kedua doktrin itu secara benar (perkembangan kedua doktrin itu cukup memusingkan saya), dan kedua, karena saya mau memakai Alkitab dan pewahyuan dari Roh Kudus dalam keselamatan hidup saya, serta saya tidak mau terjebak oleh pemikiran orang pembuat doktrin yang tidak saya pahami betul esensi dan sejarahnya.
Hikmat yang saya DAPAT begini:
1. Ke-Maha Tahu-an Tuhan, tidak bisa kita tahu atau prediksi 100%, sebab kita bukan Tuhan. Saya tahu bahwa ada ayat yang menunjang predestinasi tetapi itu adalah pemikiran dan kemauan Tuhan yang tidak bisa kita utak-utik. Kita belajar Alkitab untuk tahu bagaimana Tuhan, tetapi kita tidak bisa tahu 100% pemikiran Tuhan. Hanya Hikmat Tuhan-lah yang membuat saya tahu, berarti saya tahu bukan karena saya pribadi.
2. Kasih Karunia Tuhan atas Keselamatan adalah HAK PRIVASI TUHAN, kriteria orang yang akan diselamatkan kita juga tidak tahu, siapa saja kita juga tahu, caranya bagaimana juga kita tidak tahu, kapan orang itu diselamatkan juga kita tidak tahu. Pokoknya sekarang, kita yang kristen, sudah yakin bahwa kita menerima keselamatan dari Tuhan Yesus yang kita percayai, titik. Perkara ada teman yang belum terima Tuhan Yesus sebagai juru selamat pribadinya, hendaklah kita memberikan petunjuk keselamatan padanya, karena kita tidak tahu apakah dia bakal selamat atau tidak, bakal terima Tuhan Yesus atau tidak.
3. Manusia menerima Keselamatan itu adalah Anugerah (harganya mahal, Pdt. Jusuf Roni pernah mencoba menghitunganya dengan ayat2 yang ada di Alkitab, saya lupa dimana ayatnya), dan tugas kita harus “berjuang terus mempertahankan sampai akhir”, begitu jatuh dalam dosa langsung bertobat, serta terus menerus mempertahankan keselamatan disertai perbuatan. Sebab iman tanpa perbuatan adalah mati atau dengan kata lain melakukan perbuatan yang menunjukkan iman kita, dan bukan hanya berkata “saya orang beriman atau saya orang kristen pasti selamat”. Dalam sebuah pertobatan, kadang ada konsekuensi yang diterima oleh seorang manusia “sebab apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai” (konsep keadilan). Tetapi saya yakin Tuhan mengetahui sampai seberapa banyak yang mesti kita bayar dalam pertobatan itu, karena Kasih Karunia Tuhan akan Keselamatan yang lebih besar dari semua dosa kita.
4. Tuhan yang penuh kasih akan menegor manusia untuk bertobat selalu, dan apakah manusia mau bertobat? Wahyu 3:19-20 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Dan kalau saya ditanya orang apakah keselamatan bisa hilang, saya juga akan jawab bisa hilang, namun saya tidak akan berhenti sampai kata tersebut. Saya harus bisa menjelaskan bagaimana kasih Allah itu mengejar manusia supaya diselamatkan. Sekali lagi, saya tidak berani ataupun berspekulasi bahwa sekali selamat nantinya akan selamat, karena takut membawa orang pada zona kenyamanan sehingga bisa santai2 aja dalam mempertahankan keselamatan. Karena pada kenyataannya saya juga bertobat berkali-kali, dan bukan hanya sekali.
Ibrani 12:4 -6 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
Saya akan mencoba memberikan beberapa ayat untuk menunjang pemahaman yang akan saya kemukakan, tentang pertobatan dan keselamatan (mungkin anda juga sudah tahu), dan coba kita rangkum bersama bagaimana kita bisa selamat:
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Roma 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Efesus 2:8-9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Yohanes 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Matius 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Matius 5:3 "Berbahagialah orang yang miskin (rendah hati) di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Secara pribadi saya tidak setuju dengan beberapa hamba Tuhan yang hanya mencomot satu ayat dan berkata "asal percaya Yesus kamu akan diselamatkan". Karena Tuhan Yesus juga memperingatkan bahwa
Mat 7:13-15 Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Dan
Luk 18:8-14 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Maaf, jika saya memakai banyak ayat untuk menerangkan maksud saya mengenai keseamatan dan pertobatan. Selama saya hidup sebagai kristen, saya mulai tahu bahwa semakin saya mengejar Tuhan maka saya tidak bisa berkata bahwa saya paling benar (kebenaran semu belaka), malahan Yesaya berkata “Kesalehan kita seperti kain kotor dihadapan Tuhan”. Saya tahu dan hanya tahu bahwa kekuatan Kasih Allah yang besar dan pertobatan (mengaku dosa) yang membawa saya pada keselamatan Tuhan Yang Kekal. Jadi :
KESELAMATAN TIDAK BISA LEPAS DARI PERTOBATAN MANUSIA
Entah yang saya kemukakan sama atau tidak dengan pemahaman saudara pniel, saya tidak tahu? Saya yakin Pniel lebih bijak untuk mengetahuinya, karena anda sudah belajar Calvin dan Armenian lebih dalam.
Salam kenal dan mohon petunjuk,
GBU