Submitted by manguns on

Clement (150-215), Bishop Alexandria yang berpengaruh, menulis surat (kontroversial) ke Theodora:

Gereja memiliki versi lain injil (kanon) Markus. Versi lain dijaga ketat hanya boleh dibaca oleh orang tertentu. Markus setelah penyaliban Petrus di roma datang ke alexandria untuk merangkum kitab berdasarkan catatan dirinya dan Petrus. Markus menulis versi lain kitabnya yang lebih spiritual yang hanya ditujukan bagi yang ‘being perfected’.

Clement menyebut versi ini sbg Injil Markus Rahasia, memuat beberapa teks yang tidak tercantum dalam Injil Markus. Karena Markus sengaja menghilangkan beberapa bagian. Clement mengutip bagian yang dihilangkan ini, yang diposisikan dalam urutan kisah dalam injil markus. 

Markus 10: (46) Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

Ayat ini terbaca aneh, putus mendadak.

Kutipan Clement dari Injil Markus Rahasia, diposisikan diantara kata Yerikho ........ . Dan, menceritakan kisah Jesus membangkitkan Lazarus

Dan seorang wanita yang saudara lelakinya mati berada disana. Dia bersujud dihadapan Jesus dan berkata “Anak David kasihanilah saya”.

Jesus bergegas

Jesus mengulurkan tangan membangunkan dan menggenggam tangan Lazarus. Dan pemuda itu bangun menatap Jesus dan mengasihiNya dan memohon agar boleh dirinya bersama Dia.

Ketika sudah larut malam pemuda itu mendatangi Jesus. Dia mengenakan lenan menutup tubuh telanjangnya, dan dia tinggal bersama Jesus sepanjang malam. Jesus mengajarkan dia misteri kerajaan Allah.

Kontroversi surat ini karena adanya ayat berikut:

Mark 14:(51) Ada seorang muda, yang pada waktu itu hanya memakai sehelai kain lenan untuk menutup badannya, mengikuti Dia. Mereka hendak menangkapnya,
(52) tetapi ia melepaskan kainnya dan lari dengan telanjang.

---------------

Saya memahami alasan gereja yang menghilangkan bagian ini dari naskah asli, terutama karena otak mereka yg piktor-pikiran kotor, merendahkan pribadi Jesus yang jump to conclusion 'pasti ada apa-apa kalau semalaman sekamar dengan pemuda telanjang = homoerotis'. Gereja khawatir jemaat akan piktor seperti mereka. Perlu dimaklumi jaman itu pejabat gereja adalah politisi biasa pejabat kekaisaran roma, powerfull, punya budak, selir, simpanan. Seks bebas, orgy, homo dan pedofil adalah lumrah bagi pejabat.

Kasus mirip terjadi pada Injil Filipus, di sensor karena memuat kisah 'Jesus kiss Maria Magdalena on the lips'