Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

KEHENDAK BEBAS---apakah kita benar-benar bebas?--Pandangan seorang Vantillian

Vantillian's picture
Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. ( Roma 7:14-15 )
 
Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? ( I korintus 10:29)
 
Manusia selalu menjunjung tinggi kebebasan. Kebebasan dalam berbicara, menyampaikan pendapat, mendapat pendidikan yang layak, demokrasi. Dalam bidang manapun, kebebasan adalah isu sentral yang seringkali mengendalikan arus sejarah dunia. Lihatlah semua sejarah dunia dan pemberontakan yang terjadi, itu semua adalah atas dasar KEBEBASAN. Freedom. Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan. Kebebasan selalu diidentikkan dengan kebenaran dan keadilan. Siapa yang bisa disebut adil? Dialah yang menjunjung tinggi kebebasan. Siapa yang bisa disebut benar? Dialah yang memperjuangkan kebebasan. Kebebasan adalah isu dalam segala kehidupan. Dalam mendidik anak, sang anak harus diberi kebebasan memilih. Dalam mengajar murid, sang murid harus diberi kebebasan belajar. Dalam memilih jodoh, orang tua harus memberikan kebebasan bagi anak. Mengekang kebebasan adalah perbuatan tak bermoral. Karena itu salah. Seorang manusia hanya bisa disebut MANUSIA jika ia BEBAS. Jika masih terikat atau budak, berarti perikemanusiaannya terkekang. Seorang anak yang dewasa harus bisa memutuskan arah hidupnya dengan bebas. 
 
Kebebasan juga merupakan isu sentral dalam doktrin kekristenan. Mulai dari sifat Allah, karya keselamatan, iman sampai kita menjalani hidup, semua itu berhubungan dengan kata kebebasan. Apakah orang yang memilih percaya dan tidak percaya disebut manusia bebas? Apakah Injil adalah Kabar Baik bagi kebebasan manusia? Apakah injil menawarkan kepada manusia suatu kebebasan memilih? 
 
Tema yang paling disinggung dalam hal kebebasan adalah doktrin predestinasi. Apakah predestinasi meniadakan kebebasan manusia? Apakah kalau Allah bertindak, manusia menjadi tidak bebas? Apakah kehendak manusia bisa membatalkan kehendak Allah? Apakah manusia bisa menarik paksa tangan Allah untuk turun dari sorga dan melakukan mujizat? 
 
PANDANGAN SEORANG VANTILLIAN
 
Definisi Kebebasan adalah definisi yang paling tidak jelas didefinisikan. Bebas apa artinya? Apakah itu berarti saya bebas memilih sepatu mana yang akan saya pakai? Atau memilih jodoh saya? Atau bahkan memilih percaya atau tidak percaya kepada Yesus?
 
Vantillian mengartikan kebebasan adalah kehendak yang dapat melakukan suatu pemilihan atas dasar independensi diri. Maksudnya tidak dipengaruhi oleh FAKTOR LUAR apapun. Itulah kebebasan sejati. Saya mencintai, karena saya hanya ingin mencintai. tetapi apakah definisi vantillian memadai? Bukankah ketika seorang kekasih mengatakan kalimat : Saya mencintai kamu, karena saya bebas ingin mencintai kamu, maka orang yang dikasihinya akan merasa kurang puas? Apakah bebas mencintai adalah alasan yang cukup kuat? Seandainya diuji, maka cinta secara bebas akan menjadi tak bermakna. Kita diharuskan mencintai karena ada faktor lain. Bukankah ketika kita mengatakan saya bebas ingin mencintai kepada istri kita, mungkin istri kita akan mengganggap kita egois? Jadi, cinta kita hanya karena kita bebas? Bukankah lebih baik kita katakan : Saya mencintai engkau, karena engkau cantik, kaya, tampan, dan bisa diandalkan?
 
Bebas selalu mengaitkan dengan PRESUPOSISI bebas, yaitu harus ada suatu dasar kebebasan untuk menjadikan kebebasan itu menjadi berarti. Memperjuangkan kebebasan bagi penjajahan itu adalah hal yang baik dan suatu keharusan. Tetapi sekedar memperjuangkan kebebasan adalah hal yang absurd. Bebas untuk apa? Bebas dari apa? Untuk apa bebas kalau terikat lebih baik? Bukankah demokrasi juga terbentur dengan dilema ini? Demokrasi yang ke-blabla-san. Demokrasi adalah hal yang absurd. Memang demokrasi harus diperjuangkan. tetapi untuk apa? Untuk mewujudkan kebebasan? Kalau semua merasa kebebasan sendiri harus diperjuangkan, demokrasi menjadi kacau. Kebebasan akhirnya mematikan kebebasan itu sendiri.
 
Kebebasan tentu harus dibatasi. Tidak ada yang setuju dengan kebebasan yang sembarangan. Tetapi kebebasan yang dibatasi, apakah itu kebebasan sejati? Bukankah ini berarti kita cuma bebas secara semu? Ada yang harus kita pikirkan lebih dalam. Benarkah kita bebas? Bebas memilih tanpa ada faktor luar? Saya suka warna hitam. Saya akan bebas memilih warna baju hitam dibandingkan warna lain, tapi apakah dengan demikian saya dikatakan bebas memilih? Bukankah banyak faktor yang menyebabkan saya memilih hitam? Mengapa saya suka hitam? Saya suka karena saya bebas suka? Bukankah kesukaan kita ada hubungan dengan masa lalu dan genetika kita? Bukankah sepertinya wanita dan pria telah terprogram dalam melakukan sesuatu sehingga keduanya sering bertentangan? Dengan demikian vantillian menyatakan bahwa kehendak bebas itu ada secara semu. Sepertinya ada, tetapi terikat. Sepertinya bebas, tapi mesti ada aturan. 
 
PETA TELADAN MANUSIA
 
Pembelaan terhadap kehendak bebas manusia sering didasarkan atas peta teladan Allah. Manusia adalah Gambar rupa Allah. Karena ALlah bebas, maka manusia juga bebas. Bukankah ini adalah penyederhanaan berlebihan? Pernyataan ini harus didasarkan atas pertanyaan MENGAPA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA? Apakah Allah menciptakan manusia untuk menjadi makhluk bebas? Peta Teladan Allah dalam diri manusia apa maksudnya? 
Kejadian  1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
 
Kejadian 5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.
 
Bukankah Peta teladan Allah dalam diri manusia adalah PERWAKILAN dan MANDAT yang diberikan Allah kepada manusia untuk berkuasa atas alam? Manusia mewakili Allah dalam menjalankan mandatnya di dunia. Manusia TERIKAT kepada perwakilan ini. Allah tidak memberikan kepada manusia KEBEBASAN MEMILIH untuk MENGIKUT DIA atau TIDAK. Sekali lagi saya tuliskan : Allah tidak memberikan kepada manusia KEBEBASAN MEMILIH untuk MENGIKUT DIA atau TIDAK.
Dengan demikian, manusia terikat kepada Penciptanya. Inilah dasar yang penting perbedaan PENCIPTA dan CIPTAAN. Salah memahami hal ini, akan mengakibatkan pemahaman yang keliru. Salah memahami ini, maka ciptaan akan berebut menjadi pencipta. Itulah akar dosa. Bukankah Hawa tergoda karena ingin menjadi pencipta? bukankah itu adalah esensi kebebasan? Bebas dari Allah?
 
II Korintus  3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Kolose  3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
 
Keselamatan dari Allah untuk orang yang percaya akan memperbaharui gambar Allah yang telah rusak. Gambar yang diubahkan adalah gambar yang mengikatkan kembali manusia dengan Penciptanya. Gambar yang dimana manusia kembali menjadi wakil Allah untuk menjalankan fungsi sebagai orang yang telah ditebus. Dimana manusia tidak bebas lagi sebagai manusia yang lepas dari kebenaran. Tetapi terikat kepada kebenaran. Kita tidak ditebus supaya hidup bebas. Kita ditebus dan dimerdekakan dari dosa. Untuk terikat kepada kebenaran. Tidak ada kebebasan orang kristen yang lepas dari kebenaran.
 
I Korintus 7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
 
HAMBA KEBENARAN dan HAMBA DOSA
Roma 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Menarik sekali, Alkitab seringkali hanya mengkutubkan dua kebenaran ini : Menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran.
Roma  6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.
 
Ketika saya bebas memilih, maka saya akan memilih apakah saya mau menjadi hamba dosa atau kebenaran. Tapi nyatanya, tidak ada yang bebas, karena semua manusia adalah hamba dosa. Bahkan ketika kita telah ditebus, kita disebut hamba kebenaran. Yesus sering menggunakan perumpamaan tentang hamba. Bukankah hamba tidak dapat memilih Tuannya? Bukankah hamba tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan bebas?
 
DOSA adalah pelanggaran hukum Allah
 
Dosa adalah kondisi kehilangan kemuliaan Allah. Pelanggaran hukum Allah. Seorang murid melanggar peraturan sekolah, itu menandakan bahwa murid tersebut terikat kepada peraturan tersebut. Tidak ada pilihan bagi siswa selain menaati peraturan. Ketika tidak menaati, itu namanya pelanggaran. Jadi, pelanggaran bukan merupakan pilihan bebas kita untuk melanggar. Ketika ditanya, apakah siswa tersebut INGIN secara BEBAS melanggar peraturan? Adakah siswa yang menjawab, saya memang ingin melanggar peraturan? Kondisi inilah yang dialami oleh Adam dan Hawa. Itulah dosa. Dosa adalah pelanggaran. Apakah Adam dan Hawa sengaja BEBAS INGIN melanggar hukum Allah?
 
KEHENDAK BEBAS TERIKAT DAN SEMU
 
Sampai akhir perenungan seorang vantillian, kehendak bebas tetap tidak bisa terpikirkan dan terdefinisikan dengan baik. Apakah saya bebas? BENAR-BENAR bebas? Atau bebas secara semu? Atau mungkin ada perenungan dari blogger SS yang lebih memadai? Semoga menjadi berkat...
 
Sola Scriptura
 
Debu tanah's picture

@ Vant, kebebasan manusia

Vant berkata:

Dosa adalah pelanggaran. Apakah Adam dan Hawa sengaja BEBAS INGIN melanggar hukum Allah?

 

Deta:

Kehendak bebas dikatakan “kehendak bebas” bukan karena tadinya belum bebas lalu ingin bebas!

Mungkin kita perlu menjadi 3 bagian:


1. Sebelum jatuh

Kehendak bebas diberikan SEBELUM manusia melakukan dosa. Sebelum manusia jatuh, manusia dalam posisi NETRAL, SERBA BISA: BISA TAAT atau BISA MELANGGAR.

Kalo kehendak bebas (kebebasan) itu dibatasi sekecil apapun ya bukan kehendak bebas lagi namanya.

 


2. Sesudah jatuh..

Ini yang menjadi bahan perdebatan. Karena Calvin menganut pendapat “Total Depravity”.

Apakah setelah manusia jatuh manusia masih bebas juga? Alkitab mengajarkan bahwa manusia telah menjadi daging (hamba dosa ). Manusia tidak punya pilihan untuk tidak berdosa.

Tetapi Allah tidak membiarkan manusia tanpa harapan seperti itu. Setelah Adam dan Hawa jatuh (sebelum) ada manusia lain selain mereka, Allah telah menyediakan jalan keselamatan, Allah menjanjikan MESIAS, yaitu Yesus Kristus. Mesias tidak hanya berlaku setelah Mesias itu datang, tetapi juga berlaku bagi Adam dan Hawa dan untuk manusia setelah mereka. Allah menghapus dosa Adam dan Hawa dengan mengorbankan binatang. Kejadian 3:21.

Setelah manusia jatuh Kain diberi peringatan:

Kejadian  4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."


Kita  tahu bahwa Habel disebut sebagai orang benar, sedangkan Kain tidak, bukankan ini artinya manusia masih bisa memilih?


3. Setelah bertobat

Allah telah mengirimkan Yesus Kristus supaya siapa yang percaya tidak binasa. Jadi manusia bebas untuk percaya atau tidak percaya.

Ibrani  12:25 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?

Allah menyediakan keselamatan dengan mengaruniakan Roh Kudus bagi yang beriman kepada Yesus Kristus, sehingga sekarang manusia kembali memiliki kebebasan yang sejati.

Galatia  5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

 

Kesimpulan 1 : Manusia yang telah bertobat benar-benar bebas untuk melakukan KEINGINAN daging atau melakukan keinginan Roh.

Kesimpulan 2: Bila manusia yang telah beriman bebas untuk hidup oleh Roh atau DAGING bahkan meninggalkan imannya (MURTAD), maka SEHARUSNYA juga semua orang yang mendengar injil pun BEBAS juga menerima dan menolak injil ! (Kesimpulan logis).

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

Ini baru deta....Kehendak Adam dan Hawa

Deta, komentar yang cukup menggentarkan pikiran. Menurut vant, kehendak bebas Adam adalah kehendak di dalam persekutuan dengan Tuhan. Itulah kebebasan sejati. Adam disebut bebas hanya ketika berada dalam kebenaran Allah. Itu berlaku untuk kita semua. Allah tidak menciptakan manusia untuk BEBAS MANDIRI. Ini point penting.

Yohanes  8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Adam melakukan pelanggaran terhadap Allah bukan dalam kondisi bebas memilih. Mengapa saya katakan begitu? Bacalah bagaimana ketika ular menggoda Hawa. Apakah Hawa saat itu bebas memilih? TIDAK, Hawa HARUS memilih untuk taat, tetapi dia tidak taat. itulah pelanggaran. Apakah dia memilih untuk tidak taat? Kelihatan iya, tetapi apakah itu disebut kehendak bebas? Apakah Hawa bebas menentukan pilihan yang harus dia ambil? Bagi saya, tidak ada kebebasan independent yang bisa berdiri sendiri. Hawa kelihatan bebas memilih, apalagi ketika melihat buah itu enak dimakan. Bagi saya, yang penting adalah keputusannya. Keputusan yang dibuat darimana? Bukankah keputusan itu adalah hasil pertimbangan? Apakah hasil pertimbangan itu adalah TANDA kebebasan? Tanda bebas dari segala faktor yang mempengaruhi? Vantillian masih bertanya-tanya. Hawa memutuskan untuk melanggar Firman Allah. Akibatnya adalah maut. Apakah itu karena kebebasan? Sekali lagi, hawa sebenarnya tidak bebas menentukan pilihan. Ia harus taat. Ketika tidak taat, terjadi pelanggaran. jadi pelanggaran bukan karena adanya kehendak bebas seperti yang kita pahami.

Mengenai orang berdosa, Alkitab hanya mencatat sejak jatuh dalam dosa, manusia adalah hamba dosa. Tidak ada kebebasan sejati. Sebelum jatuh dalam dosa, manusia adalah hamba kebenaran. Itulah kebebasan sejati.

Orang percaya adalah orang yang TERIKAT kepada kebenaran Allah. jadi, ia tidak BEBAS MANDIRI menentukan sesuatu. Ia HARUS taat dan ikut 100% Tuannya, yaitu Tuhan. Tidak ada kebebasan independent yang bebas dari segala faktor, yang menentukan pilihan. Ini point saya, deta....

Sola Scriptura

Debu tanah's picture

@ Vant, kebebasan sejati dan kehendak bebas

Vant berkata:

Deta, komentar yang cukup menggentarkan pikiran. Menurut vant, kehendak bebas Adam adalah kehendak di dalam persekutuan dengan Tuhan. Itulah kebebasan sejati.

 

Deta:

Kita harus sepakat dulu nih,  apa arti kehendak bebas Adam? Apa maksud anda kebebasan Adam sebelum jatuh itu tidak sejati?

Kalo saya bilang definisi kehendak bebas Adam itu sederhana saja: Adam bisa taat (melakukan kehendak Allah) atau melanggar perintah Tuhan (berdosa).

Nyatanya Adam melanggar perintah Tuhan, itu menunjukkan bahwa Adam mempunyai kehendak bebas bukan? Setuju atau tidak setuju?

Sesudah jatuh pun Adam punya kehendak bebas untuk taat pada Allah atau tidak taat, tetapi memang tidak bisa melakukan kehendak Allah untuk menebus dosa / pelanggaran Adam sebelumnya. Itu sebabnya harus ditebus/ dihapus oleh darah binatang (melambangkan Yesus).

Supaya diskusi tidak rancu bisa definisikan KEBEBASAN SEJATI & KEHENDAK BEBAS?

Kl ini harus pake definisi, bukan konteks. Hehe serius nih..

 

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

Deta, vantillian memang masih merenungkan...

 Deta, ketika Adam memilih untuk tidak taat, Vantillian masih merenungkan apakah itu adalah kehendak bebas sejati? saya memang tidak menyangkal kemungkinan adanya kehendak, tetapi mengenai bebasnya saya pikir ada kerancuan. Karena di dalam kehendak, keinginan MUNCUL, karena keinginan muncul, DOSA MUNCUL. Darimana bisa muncul? Apakah dari bebasnya kehendak? Kehendak untuk memilih apakah termasuk kehendak bebas? deta punya pandangan lain? Apakah Allah benar2 menciptakan manusia dengan tujuan manusia memang mandiri sehingga bebas milih mau ikut Allah atau iblis? Point saya adalah Kehendak bebas BUKAN tujuan penciptaan Allah. Allah memberikan kemungkinan untuk tidak taat. Tetapi bukan bebas mandiri bisa lepas dari Allah. Manusia HARUS tergantung PENUH kepada Penciptanya?

Definisi kehendak bebas menurut Vantillian adalah kehendak/kemauan yang tidak dipengaruhi oleh faktor apapun untuk melakukan tindakan. Bebas disini adalah independent, dalam arti kita tidak memerlukan yang lain untuk memilih/bertindak.

Hanya di dalam persekutuan Allah ada kebebasan sejati. Itu definisi kebebasan sejati saya. Saya memang mendasarkan pandangan ini setelah merenungkan ayat 

Roma 6:18 Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

Roma 6:20 Sebab waktu kamu hamba dosa, kamu bebas dari kebenaran.

Sola Scriptura
jesusfreaks's picture

@van & deta : hati2 sama jargon

Ketika kebanyakan calvinist mengidentikkan jargon2 dalam TULIP, mereka kehilangan maksud CALVIN. Dalam blog ini : Kehendak Bebas Kebebasan Sejati Kemerdekaan Jargon tersebut harus dimaknai sedemikian rupa, dan yang paling penting BENAR. Jangan buat istilah yang ternyata kebenarannya diragukan atau cuma setengah. Kenapa manusia diciptakan dengan kehendak bebas ? Dimata ALLAH biar ngeTASTE. Biar nikmat. Tentu saja ada RESIKOnya. Apa maksudnya biar ngeTASTE. TUHAN merasa lebih nikmat jikalau manusia dengan kerelaannya sendiri dengan kesadarannya sendiri MENGASIHI TUHAN. Jikalau MANUSIA MENGASIHI TUHAN ATAS KEHENDAK TUHAN, apa nikmatnya buat TUHAN ? TAPI INGAT BUKAN BERARTI TUHAN TIDAK BERKEHENDAK. Tapi ketika kehendak bebas manusi TUNDUK kepada kehendak ALLAH, wow it's feel amazing. Sementara segitu dulu. Soal KENAPA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA SEBAGAI PETA DAN TELADAN ? BULLSHIT UNTUK MANDAT. Apakah TUHAN tidak konsisten dan tidak mampu menjaga KEHENDAKNYA ? Lihat bumi ini ? Sekali lagi BULLSHIT soal MANDAT.

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

Vantillian's picture

JF, Allah memberikan kemungkinan untuk tidak taat..

JF, jargon memang kadang hanya bisa sekedar jargon...Tetapi kadang jargon mesti dijelaskan dan dihubungkan. Bukan hanya sekedar tahu istilah. Dalam pemahaman saya, Allah memberikan kepada manusia keinginan dan kehendak, tetapi Allah tidak memberikan option/pilihan bagi manusia untuk BEBAS dari Allah. Karena itu adalah dosa. Meskipun demikian, Allah memberikan kemungkinan (dalam berbagai faktor ) untuk tidak taat. Keinginan manusia JELAS dapat dicobai. Dan manusia memilih tidak taat. Apakah pemilihan itu adalah kehendak bebas? Bullshit juga untuk resiko kehendak bebas. Apakah Allah memberikan kehendak bebas lalu membiarkan manusia sendiri hidup mandiri, sehingga manusia bebas mau ikut Allah atau iblis? Bukankah itu lebih bullshit? Resiko kehendak bebas? Apakah Allah membatasi ciptaanNya dengan FAKTOR resiko? 

Dalam kehendak bebas yang dipahami banyak orang, manusia BEBAS memilih apakah mau ikut Allah atau ikut Iblis. Itulah kehendak bebas sejati. Tetapi mari kita tinjau kembali tujuan penciptaan Allah bagi manusia. JF bilang untuk ngetaste atau menikmati Allah. Saya setuju. Ngetaste Tuhan menurut kehendak manusia? Bukankah semuanya untuk kemuliaan Tuhan? Kalau kemuliaan Tuhan, mengapa kita sulit untuk menyatakan bahwa memang kita dicipta untuk Dia? Dan itulah kebebasan dalam kebenaran? Bukankah ini adalah pemikiran liar manusia? Ingin MANDIRI sendiri dengan ALASAN punya kehendak bebas?

Kita mendidik anak berdasarkan ATURAN dan CARA kita. Tidak pernah kita mengatakan kepada anak, anda punya kehendak bebas, pilihlah yang baik dan benar. Ini papa daftarkan nilai2 yang baik dan benar, anda pakai kebebasan anda untuk memilih. Bukankah ketika anak kita dewasa, kita BARU serahkan kepada kehendak bebasnya yang TERNYATA sudah ada nilai2 yang kita tanamkan? Apalagi Allah, yang adalah KEBENARAN SEJATI. Mengapa kita berasumsi bahwa kita memang dicipta mandiri untuk memilih mau ikut Tuhan atau iblis?

Soal peta teladan, saya berpegang kepada perwakilan dan mandat yang Tuhan berikan. Untuk berkuasa atas alam, kita adalah WAKIL Allah. Untuk mengelolanya, kita mempunyai MANDAT. Tidak ada hewan atau tumbuhan yang diwakilkan dan mendapat mandat ini...

Kejadian 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Kejadian 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Sola Scriptura

bintang seven's picture

van perlu dijelasin

van menulis:Ketika saya bebas memilih, maka saya akan memilih apakah saya mau menjadi hamba dosa atau kebenaran. Tapi nyatanya, tidak ada yang bebas, karena semua manusia adalah hamba dosa.

lalu bagaimana dg adam van yg memakan buah terlarang itu bukankah saat itu ia belum mewarisi dosa siapa2 alia gak ada kakeknya adam yg munkin makan ikan terlarang... maksud nya kebebasan adam apakah mereka bukannya sudah bebas krn di dalam Tuhan. tapi kok masih bisa jatuh thx.

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

Vantillian's picture

bintang seven...Allah memberikan perintah

Bintang seven, dalam pemikiran saya, setelah Allah menciptakan manusia, apakah Allah memberikan KESEMPATAN kepada Adam dan Hawa untuk menentukan apakah mau mengikut atau menentang Allah? Tidak. Allah berfirman dengan jelas :

Kejadian 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

Kejadian 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.

Allah memberikan perintah dan larangan. Apakah Allah membiarkan manusia dengan bebas memilih apakah mau makan buah atau tidak? Tidak. Allah memberikan larangan. Tidak ada tawar menawar. Disinilah saya memikirkan dan mengambil kesimpulan : kehendak bebas BUKAN tujuan utama Allah menciptakan manusia. Lalu darimana Adam bisa tidak taat? Allah memberikan kemungkinan untuk tidak taat. Kehendak Adam adalah kehendak yang mungkin bisa tidak taat. Pada saat Hawa MEMPERTIMBANGKAN buah itu untuk dimakan, KEINGINAN muncul, ketika keinginan muncul, Dosa muncul. Jadi dosa adalah hasil kemungkinan kehendak yang tidak taat. 
 
Yakobus 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Yakobus 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
 
Apakah kemungkinan ketidaktaatan Adam adalah kehendak bebas? Alkitab hanya mencatat dua kebebasan, yaitu bebas dari dosa atau bebas dari kebenaran. Kita tidak bebas untuk TIDAK memilih keduanya. Bagaimana tanggapan anda bintang seven?
 
 
Samuel Franklyn's picture

Kemampuan untuk bisa memilih adalah kehendak bebas

Kemampuan untuk bisa memilih adalah kehendak bebas. Pada saat Adam belum jatuh dalam dosa maka Adam bisa memilih. Bisa memilih memang bukan bebas memilih seperti yang kamu katakan. Allah memberikan kemampuan untuk bisa memilih dan ini yang dipahami oleh penganut Armianisme sebagai kehendak bebas. Tapi sesudah Adam jatuh maka memang kemampuan untuk bisa memilih ini lenyap dan inilah yang dipahami oleh penganut Calvinisme. Titik penentunya memang di Adam. Karena kamu penganut Calvinisme maka kamu menyerang istilah kehendak bebas. Ini mungkin karena kerancuan istilah. Mungkin predestinasi lebih tepat dijelaskan pakai istilah kedaulatan Tuhan dan kehendak bebas dijelaskan dengan kata tanggung jawab manusia. Apakah yang menjadi tanggung jawab manusia? Lalu bagaimana interaksinya dengan kedaulatan Tuhan? Pertanyaan ini yang menjadi pergulatan pemikiran para theolog sepanjang zaman.

Debu tanah's picture

Vant & SF, jembatan predestinasi dan kehendak bebas

SF berkata:

Ini mungkin karena kerancuan istilah. Mungkin predestinasi lebih tepat dijelaskan pakai istilah kedaulatan Tuhan dan kehendak bebas dijelaskan dengan kata tanggung jawab manusia. Apakah yang menjadi tanggung jawab manusia? Lalu bagaimana interaksinya dengan kedaulatan Tuhan? Pertanyaan ini yang menjadi pergulatan pemikiran para theolog sepanjang zaman.

 

Deta:

Sepertinya ungkapan SF di atas adalah jembatan predestinasi vs kehendak bebas.

Selama ini penganut predestinasi telah meniadakan tanggung jawab manusia sama sekali dan penganut kehendak bebas sepertinya meniadakan kedaulatan Tuhan?

 

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

Vantillian's picture

SF dan deta, tujuan manusia diciptakan

SF dan deta, menurut anda, apa tujuan Allah menciptakan manusia? Setelah merenungkan penciptaan manusia dan penempatan di Taman Eden, Mengapa Allah MELARANG manusia memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat? Bukankah Allah SEHARUSNYA menyerahkan kebebasan memilih kepada manusia untuk mau makan atau tidak? Bukankah manusia seharusnya mempunyai kebebasan untuk mengikut Allah atau Iblis? Kalau anda mengatakan titik penentunya di Adam, menurut anda,apakah  Allah MEWAJIBKAN atau MENGHARUSKAN Adam menaati perintahNya atau tidak? Bukankah seharusnya kita memikirkan dulu baru mengambil kesimpulan mengenai KEBEBASAN? Allah MENGHARUSKAN Adam menaati perintahNya dengan TIDAK MEMAKAN buah pengetahuan. Masalah ini bukan Calvinisme atau bukan, soalnya saya juga tidak begitu mendalami kehendak bebas menurut John Calvin. Hampir sebagian besar penganut Calvinisme mengakui kehendak bebas. 

Bacalah kehendak Paulus di roma 7, apakah Paulus sedang berjuang untuk memilih secara bebas mau ikut siapa? Kehendak ada di dalam diri manusia. Allah menciptakan kehendak manusia untuk menikmati dan memuliakan Dia. Apakah Allah menciptakan manusia dalam posisi NETRAL untuk memilih mau menikmati Allah atau tidak? Apakah Allah menciptakan manusia dengan kehendak 50% HARUS menuruti kehendakNya dan 50% lainnya bisa menyimpang? Ketika mengikut Tuhan, menurut anda, apakah Tuhan menuntut 100% segala aspek hidup untuk Dia? Kalau iya, menurut anda mengapa? KARENA Adam juga diciptakan begitu. Adam TIDAK BEBAS untuk memilih. Dia HARUS menaati FIRMAN. Kehendak yang ada di dalam manusia adalah kehendak yang mempunyai keinginan. Keinginan yang dibuahi melahirkan dosa. Dosa yang dibuahi melahirkan maut. Menurut anda, apakah ini ada hubungannya dengan kehendak manusia? 

Mengganti kehendak bebas dengan tanggung jawab tidak menyelesaikan masalah. Karena esensi yang disinggung tetap sama. Apakah Allah BEBAS melakukan dosa? Apakah Allah BISA melakukan dosa? Apakah ALlah BERTANGGUNGJAWAB atas dosa manusia? Apakah Allah DIGODA OLEH KEINGINANNYA untuk mencipta manusia dan alam semesta?

 

Debu tanah's picture

@ Vantillian, Akibat kehendak bebas manusia

Vant said:

KARENA Adam juga diciptakan begitu. Adam TIDAK BEBAS untuk memilih. Dia HARUS menaati FIRMAN. Kehendak yang ada di dalam manusia adalah kehendak yang mempunyai keinginan. Keinginan yang dibuahi melahirkan dosa. Dosa yang dibuahi melahirkan maut. Menurut anda, apakah ini ada hubungannya dengan kehendak manusia?

 

Deta:

Tentu sangat berhubungan dengan KEHENDAK MANUSIA.

Allah menciptakan manusia dengan kehendak bebas karena Allah ingin dikasihi manusia atas kehendak manusia itu sendiri, bukan karena otomatis seperti robot yang diprogram. Sekali lagi Allah mau manusia ciptaannya itu mengasihi dengan KEHENDAKNYA sendiri!

Tetapi ini mengandung RESIKO yang luar biasa besar. Faktanya sebagian besar manusia BINASA karena kehendaknya telah memberontak kepada Allah.

Supaya manusia bisa melanggar perintah Allah dengan kehendaknya, tampaknya manusia diciptakan TIDAK SEMPURNA. Lho kok? Nyatanya Iblis menggoda manusia lewat Hawa yang lebih lemah dari Adam, dan Adam lemah terhadap isterinya itu sehingga Adam memilih untuk melanggar perintah Allah!

Bila Allah tidak memberikan KESEMPATAN untuk bertobat, saya bilang Allah tidak adil karena semua manusia keturunan Adam dan Hawa dilahirkan dalam keadaan berdosa!  Wah masak sih?

Tapi itulah kata Alkitab:

Roma
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

Anda dan para blogger pasti sudah mengenal bagaimana Deta sepertinya mendewakan KEHENDAK BEBAS manusia. Mungkin anda semua benar!

Tetapi coba renungkan betapa besarnya akibat dari Allah menciptakan manusia dengan KEHENDAK BEBAS: Sebagian manusia akan binasa di neraka selama-lamanya.

Kenapa sebagian manusia bianasa?

- Deta bilang karena KEHENDAK manusia itu sendiri.

- Tetapi lucunya ADA juga yang bilang sebagian manusia binasa itu adalah karena mereka tidak dipilih Allah ! Manusia yang sangat malang bukan ?

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

jesusfreaks's picture

@deta : parah banget pengertian lo.

Kenapa lo senang banget dengan kontradiksi yang gak jelas juntrungannya, ngeyel dengan kekeh jumekeh. Lo bilang manusia binasa, karena kehendaknya sendiri. GW SETUJU. Tapi begitu lo bilang binasa karena TIDAK DIPILIH ALLAH ? Gw cuma bisa geleng geleng kepala, ck ck ck, ampun dj, ancur, parah parah. KARENA CUMA LO YANG BERPENDAPAT DEMIKIAN. Hai2, sf, vantilian, gw TIDAK PERNAH MENYATAKAN, kebinasaan karena TIDAK DIPILIH ALLAH. Silahkan lo liat2 lagi blog dan koment mereka. Cape deh...

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS-

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

bintang seven's picture

van dan sf

perlu diingat nenek moyang kita adam dan hawa yg terbaik di kelasnya istilah sf, telah jatuh dan krn yg terbaik telah jatuh dan kalah maka semua turunannya mengalami hal yg sama. gw sendiri berpandangan kehendak kebebasan adam telah dipergunakan utk memberontak Allah....... yg artinya adam tidak berpegang pada perintah dan larangan Tuhan ttp terpikat dan membuahi godaan iblis. jadi dari sudut Allah jelas Allah tidak menyerahkan orang pd dosa atau membuat dosa.... Allah bahkan berfirman dg jelas bhw ketika kamu memakan buah itu kamu akan mati..... Allah tak pernah menggoda orang utk mempergunakan kebebasannya utk coba2 berdosa..... dan Allah memastikan lewat perintah dan larangannya bhw IA ingin orang tetap dlm jalanNYA. dan B7 percaya inilah peran penting Roh Kudus yg menyertai orang percaya dg segala kebebasannya utk dapat percaya dan taat. dan dari sudut pandang manusianya Allah tidak menyuruh mereka makan itu buah tp menyediakan banyak buah2 dr pohon lain ia memang telah terpikat dan tangannya sendiri yg menjulur dan memberontak pd Allah. mengapa b7 menggunakan istilah memberontak krn manusia itu sendiri ya manusia adam itu sendiri yg menggunakan kebebasannya utk mengikuti kata2 dusta iblis si malaikat pemberontak dan dg jelas berlaku tidak taat.

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.

__________________

orang katanya hrs sungguh2 utk berusaha ke surga tp aku lain lagi aku ingin masuk neraka tapi sungguh aku tak bisa krn kesungguhan Kristus Yesus, itulah imanku by B7.