Hai, maaf, tapi aku nggak mau nyombong.
Aku cuma debu, mau dibilang keren apapun alasannya, aku hanya debu.Hai hai cuma debu, apapun alasannya sampai kukira pendeta, kamu cuma debu.Aku pernah 'melihara' anjing orang, walaupun cuma serng ngajak jalan-jalan, bagi temanku dan keluarganya sudah sangat membantu.Anjing Golden Retriever betina, umur 3 tahun lebih, bukanlah hal yang mudah untuk mengajaknya jalan-jalan. Disamping liurnya yang selalu menetes, dan jarangnya keluar membuat mentalnya terprogram, ada kebebasan diluar sehingga untuk mengendalikannya membutuhkan pengikat besi dan tali berdiameter 3 cm. Kesulita yang lain bila bertemu orang maka ia akan naplok, alias berdiri menegakkan dua kaki depannya di dada orang yang ditaplok. setelah puas, maka ia pergi begitu saja. Ia pandai membuka pintu, satu hal yang membuat ekstra waspada adalah pintu yang tidak terkunci.mengerikan untuk mengajaknya jalan-jalan, tapi aku sangat menyayanginya seperti anjingku sendiri.
Dia cuma seekor anjing, that's it, dan tidak ada berharganya.
Tetapi ketika sampai ketanganku, orang yang mengajaknya merasakan kebebasan sejenak, ia sangat berharga ketimbang uang 100juta. pemiliknya mempercayakan aku untuk mengajaknya jalan-jalan, dan aku sering menuntun dia dan mengajarinya patuh bila kubilang, "Stop!" dan dengan pelototanku ia bisa duduk tenang. Bila aku membentak dia dengan bahasa khas anjing, "GUK!" sekali, dia akan berhenti mengejar kambing dan kucing.
Simple, tapi bermakna besar. Seekor anjing yang tidak berguna, karena pemiliknya kalah besar ketimbang anjingnya, lebih baik dibunuh saja atau dijual. Tapi karena sudah bertemu dengan orang yang dapat mengajaknya jalan-jalan, mengajaknya untuk bebas sejenak, dan mengajari patuh, serta penjaga rumah yang baik dengan jurus taploknya, membuat bagiku ia adalah anjing yang sangat spesial dan berharga.
Atau yang ini.
Dulu aku punya kucing Chartreux yang suka datang malam-malam. Bagi kebanyakan orang kucing liar bukanlah hal yang baik untuk dipelihara, tapi kucing ini ramah dan selalu menunggu aku keluar dengan makanan. Dia cuma kucing liar. Tapi ketika aku mendapatinya, ia lebih dari seorang sahabat. Ia selalu dan selalu mau diajak jalan-jalan, tidur bila kusuruh tidur, dan main. Kemudian, entah kenapa ia dibuang oleh seseorang. Tetapi, dia merasa dia dihargai dan dia berharga. Semenjak ada kucing itu, aku tahu banyak sekali kelebihannya, ia patuh, cerdas (untuk kucing) dan lihai menangkap tikus. Dia juga menganggap dirinya berharga di mataku, dan karena itu ia tidak mau diperintah orang lain.Dia Cuma kucing, aku Cuma debu.Tapi karena aku telah berada di tangan sang Pemilik, dan Yesus, yang membuat aku merasakan kebebasan sejenak, sebelum aku kembali menjalankan rutinitasku kembali.
Salam