Pernahkah kau tatap mata tukang becak yang mengharap penumpang ?
Pernahkah kau tatap mata anak yang gila berdiri di depan supermarket ?
Pernahkah kau tatap mata perempuan yang gila setengah telanjang duduk di emper pertokoan pasar ?
Pernahkah kau tatap mata pemuda pengumpul kardus bekas yang duduk beristirahat dipinggir tumpukan sampah ?
Pernahkah kau tatap mata sekumpulan manusia dari muda sampai tua yang mencari nafkah di tempat pembuangan akhir ?
Pernahkah kau tatap mata anak perempuan yang tertabrak pengendara motor kurang ajar ?
Pernahkah kau tatap tukang parkir cilik ?
Pernahkah kau tatap satpam bank yang tetap ramah sekalipun kantornya sudah tutup ?
Pernahkah kau tatap mata worship leader yang hidupnya berkekurangan ?
Pernahkah kau tatap mata drummer yang terikat hutang sehingga harus tetap menjadi tukang bakar ikan ?
Pernahkah kau tatap mata orang papua yang rumahnya tanpa listrik karena tidak mampu ?
Pernahkah kau tatap mata orang cacat yang mengemis, yang gigih bekerja ?
Pernahkah kau tatap mata pengamen jalanan ?
Pernahkah kau tatap mata tetanggamu yang tinggal dalam gubuk kecil ?
Bersambung...
Selama mata ini melihat, ia akan terus menatap mata kosong.
Ia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan ia tidak mampu menggerakkan hati nurani, ia hanya menatap.
Shalom,
Jesusfreaks,
"Live X4J, Die As A Martyr"