Submitted by Purnawan Kristanto on

Dokter menyatakan bahwa Ibu Sri Hardini mengalami kegagalan fungsi ginjal. Dia harus menjalani cuci darah selama dua kali dalam seminggu. Padahal, ketika masih sehat, ibu Sri Hardini rajin dalam pelayanan. Dia giat menjadi guru Sekolah Minggu, mengajar katekisasi dan memimpin pujian dalam Persekutuan Kelompok. Bagaimana sikap Ibu Sri Hardini menghadapi penyakitnya ini? Berikut film dokumenter saya yang menyajikan hasil wawancara tim multmedia GKI Klaten dengan Ibu Sri Hardini 

 

 

Sudah dua tahun ini Ida Kurniawati mengalami koma. Dia terbaring di atas ranjangnya tanpa reaksi apa-apa. Bulan Nopember 2006, dia mengalami kecelakaan di Semarang. Tidak jelas bagaimana kejadiannya, soalnya kendaraan lain yang terlibar dalam kecelakaan itu melarikan diri. Sejak kecelakaan itu, Ida tak sadarkan diri hingga sekarang. Matanya terbuka, tetapi tidak memberikan reaksi apa meskipun ada objek di depan matanya. Otaknya mengalami kerusakan permanen. Bagaimana keluarga menghadapi situasi ini? Tim multi media GKI Klaten melakukan wawancara dengan Bpk. Dadut dan Ibu Yenny. Mereka adalah kakak Ida yang selama ini merawat Ida.

Submitted by antisehat (not verified) on Sun, 2008-10-19 13:37
Permalink

hello pa Wawan, ikutan comment yaaa...

membaca tulisan bp, menurut saya:

Tuhan sudah melakukan tugasNYA

Dokter sudah melakukan tugasnya,

mungkin....

yang kurang disiplin adalah ibu tsb,

dalam hal makan atau minumnya...

karena gagal ginjal tidak jadi dalam semalam,

gagal ginjal bisa dikatakan penyakit degeneratif,

yaitu penyakit penurunan fungdi organ,

karena salah urus tubuh sendiri, dalam jangka waktu

yang relatif lama...

 

tetapi jika saya baca tulisan bp, semuanya sudah terjadi,

dan semua sudah maksimal berusaha

 

mungkin pesan saya kepada yang lain...

tanyalah: bagaimana Tuhan dapat menolong saya,

untuk MENCEGAH datangnya penyakit degeneratif...

 

karena penyakit degeneratif itu alami,

kita tidak melakukan apapun yang ekstrim,

fungsi organ pasti menurun... ( penuaan )

detailnya, silahkan lihat blog

"Korupsi adalah kehendak Allah"

 

Terimakasih...

 

 

 

___________________________

giVe tHank’s wiTh gReaTfull heArt

www.antisehat.com

 

Submitted by Purnawan Kristanto on Sun, 2008-10-19 20:29
Permalink

Terimakasih untuk komentarnya. Memang, penyakit degeneratif itu tidak bisa disembuhkan. Paling banter, kita bisa mencegah itu terjadi atau memeperlambat tingkat keparahan penurunan fungsi organ tubuh.

Anda mengatakan:

"......yang kurang disiplin adalah ibu tsb,

dalam hal makan atau minumnya..."

Secara medis memang benar, tapi dalam hal pendampingan pastoral pernyataan ini perlu dipertimbangkan dengan cermat. Pernyataan ini bisa mengarah ke sikap menyalahkan konselee (blaming to the victim). Sementara itu, di pihak konselee, ada kemungkinan muncul sikap menyalahkan Allah: "Mengapa Allah memberikan tubuh seperti ini?" [Tubuh yang diberi penyakit degeneratif]

BTW, gaya hidup modern merupakan lahan yang subur bagi maraknya penyakit-penyakit degeneratif.

 

The doorstep to the temple of wisdom is knowledge of our own ignorance. -Spurgeon

Wawan

Submitted by Liesiana on Sun, 2008-10-19 21:05
Permalink

Saat melihat banyak hal yang terjadi dalam kehidupan ini terutama kemalangan, sering saya bertanya-tanya dalam hati, apa rencanaMu Tuhan? Apakah hal ini adil buat manusia?

Rm.11:33  O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Submitted by antisehat (not verified) on Mon, 2008-10-20 07:44

In reply to by Liesiana

Permalink

helo bu Lies... setuju,

ora et labora...

dalam setiap aspek kehidupan...

hehe

___________________________ 

giVe tHank’s wiTh gReaTfull heArt

www.antisehat.com

 

Submitted by antisehat (not verified) on Mon, 2008-10-20 07:41
Permalink

thank you,

bukan maksud saya: Blaming the victim,

justru just try to make he/she "sadar" aja...

hehe...

supaya he/she tidak blaming on God

or someone else...

karena jika direnungkan, penyakit degeneratif

pasti ujung-ujungnya adalah akibat

salah urus tubuh he/she tsb...

 

kecuali kalo memang penyakit keturunan,

itu pun bukan salah Tuhan,

mungkin salah orang tuanya yg salah urus tubuhnya,

tapi don't blame it on your parents too...

 

makanya mengetahui penyakit harus sejak dini

bisa dengan iridology (lihat blog saya: iri-dology)

jadi penyakit degeneratif bisa segera antisipasi...

sebelum terlambat...

hehe...

 

___________________________ 

giVe tHank’s wiTh gReaTfull heArt

www.antisehat.com