Submitted by Marcel on

Perjalanan hidup yg panjang dari para tokoh iman dalam PL sebenarnya telah menguraikan panjang lebar ttg bagaimana mereka hidup, dan tetap melayani Allah dalam iman. Tujuan dan prioritas para tokoh ini jelas dan cuma 1 yakni ALLAH, persoalan kemudian Allah memberkati mereka secara luar biasa, adalah semata-mata karena rencana Allah sedang diproses melalui mereka dan yg lebih penting adalah karena mereka paham dan pasrah pada kehendak Allah. Dalam PB konsep yg sama juga ditampilkan oleh para Rasul, "Paham dan Pasrah pada kehendak Allah". Keduanya memiliki dasar yang sama atas sikap dan cara mereka menjalani hidup. Soal hidup berkelimpahan secara materi, nyaris tidak ditemukan dalam tokoh2 di PB.

Dalam banyak khotbah yg sering saya dengar di gereja2 modern.... Berkat dan cara memperoleh berkat menjadi topik paling laris dalam tiap khotbah, diajarkan jg cara2 untuk terus doa & minta jika ingin punya mobil baru, usaha dpt untung gede, jodoh dan msh banyak lagi. Semua ttg kita ! Singkat kata pengkhotbah modern sudah tahu betul apa keinginan paling besar dari tiap orang. Cara yang sama juga ditawarkan oleh banyak perusahaan multi level. Semua ttg cara hidup makmur !

Sampai disini jelas, ada yg berbeda dari konsep iman yg dibangun. Prioritas menjadi pertanyaan penting, Allah atau aku. Allah memberkati aku baru aku melayaniNya, atau aku melayani Allah tidak penting harta dalam bentuk materi bagiku, karena itu urusan Allah dengan segala kekayaanNya.

Banyak pula org2 Kristen modern memakai harta sebagai ukuran akan penyertaan Allah dalam hidup mereka. Harta dijadikan simbol keagungan, kekuasaan dan kemuliaan. Sedangkan hubungan dengan Allah dijadikan sarana untuk mencapai itu semua. Entah para pengkhotbah yang diberi tanggung jawab lebih untuk memberi pengajaran ttg Firman dan kehendak Allah mengetahuinya atau tidak, tapi dibanyak gereja2 besar lewat para pengkhotbah kalibernya lebih banyak bersaksi ttg doa minta mobil yang dijawab dari pada mengajar Firman dan memberitakan keselamatan. Hal yang sama jg pernah saya dengar dalam materi seminar MLM, atau seminar2 marketing lainnya (Saya jadi bertanya-tanya kok sama ya dengan khotbah di gereja saya ?)