Submitted by agape on
Sdr hai hai, perlu anda ketahui ya, dalam Injil Matius nama pengarang tidak disebutkan dalam nas Alkitab, ini berdasarkan dari  bapa gereja perdana (sejak kira-kira tahun 130 M) menyatakan bahwa Injil ini ditulis oleh Matius, salah seorang murid Yesus. Jadi memang tidak pernah disebutkan dalam kitab manapun injil Matius ditulis oleh Matius. Hanya memang diperkirakan injil Matuius ditulis oleh Matius. Anda bisa mengatakan dengan yakin Injil Matius ditulis oleh Matius sendiri, coba tunjukkan bukti dokumen yang mengatakan hal tsb!
Lalu lagi hai hai, anda kalau membaca gimana sih?? Apa ngerti sungguh tulisan saya? Saya kan TIDAK MENGATAKAN INJIL MATIUS DITERJEMAHKAN DARI BAHASA ARAM! TETAPI SAYA MENGATAKAN TUHAN YESUS PADA WAKTU HIDUPNYA BERBICARA DENGAN BAHASA ARAM! KALAU ANDA BISA MEMBUKTIKAN DENGAN BUKTI2 YANG VALID BAHWA TUHAN YESUS PADA SAAT HIDUP TIDAK BERBICARA DENGAN BAHASA ARAM, SILAKAN.... PROVE IT! Mungkin stephen tong punya bukti baru ?he...he...he....
Lagi pula kalau hai hai & reformed injili mengartikan petra dalam Mat 16 : 18 itu Tuhan Yesus sendiri, jadi kata-katanya menjadi: "Engkau adalah Petrus, dan diatas Aku ini akan kudirikan jemaat-Ku, dan alam........".
Wah, logika Tuhan Yesus kacau sekali donk, ngapain Tuhan Yesus sebut2  nama Petrus segala diawal kalimat, padahal tidak matching sama sekali alias tidak ada hubungannya dengan kalimat berikutnya, untuk apa Tuhan Yesus mengatakan "engkau adalah Petrus", tapi kalimat selanjunya tidak ada hubungannya dengan Petrus?
Lagi  di Yoh 1 : 42 diceritakan Yesus memberi nama Simon dengan Kefas (ini nih Tuhan ngomong dengan bahasa Aram, kan?) dan disitu jelas dikatakan kefas yang berarti batu karang, koq hai hai masih nggak NGEH aja sih?? Inilah bahaya Sola Scriptura di protestant, menafsirkan ayat KS sesuai ''denominasi order'', menafsirkan ayat2 KS tidak melihat konsteks dan perikopnya. Tidak membaca ayat yang satu dalam terang ayat2 yang lain secara keseluruhan dan utuh dari KS. Makanya benar kan anda membaca Alkitab dalam terang calvin or loraine boettner or faham protestant?
Ketidak-konsistent-an protestant malah kelihatan lagi, karena jelas2 protestant Loraine Boettner mengatakan bahwa petra = pernytaan iman Petrus, tapi versi terbaru yang dirilis dari pihak protestant hai hai mengatakan petra = Yesus sendiri, lalu pertanyaan saya yang TIDAK DIJAWAB-JAWAB oleh hai-hai adalah, kalau PETRA = Yesus sendiri, padahal PETRA adalah FEMININE NOUN, maka apa yang anda maksud Tuhan Yesus itu bersifat feminine??? Kalau tidak, tolong jelaskan hubungan kata benda yang bersifat feminin ini dengan Tuhan Yesus?! Benar2 kacau logika ini. Dan kenapa ya di Protestant koq interprestasinya beda2? Ada 35.000 denom, ada segitu juga penafsirannya. Bingung juga nih....
Lihat juga Alkitab anda hai hai...., lihat di halaman Alkitab paling belakang, yaitu kamus Alkitab. Cari kata Petrus, trus baca..... kalau masih nggak paham2 juga, baca lagi... dan lagi.... dan lagi.... baca perlahan-lahan..... mohon terang Roh Kudus, jangan terangnya Jack chick..., lorainne boettner..., calvin..., andre widodo...,atau pak tong...... kalau masih pengertiannya Mat 16 : 18 batu karang adalah Yesus, ya udah. Lain kali baca2 lagi, baca dengan sikap hati yang sungguh2 mencari kebenaran, bukan argumen.
Mengenai pak tong, itu 10000% yang saya katakan benar. saya tidak biasa membual pak hai hai..... anda menuduh saya memfitnah, kalau memang saya memfitnah pak tong, biarlah saya yang menanggung dosanya, tapi kalau yang saya tulis tsb benar (mengenai stepen tong yang suka mengolok-olok Gereja Katolik dan protestant pentacosta/karismatik.... juga mengenai pendeta GRII yang mengajarkan perpuluhan harus diberikan pada ''rumah tuhant'', kalau mau ngasih orang miskin ya keluar duit sendiri, diluar perpuluhan!), maka kalau yang saya katakan ini benar dan anda menuduh saya membual (mungkin ini kebiasaan anda pak hai hai) biarlah anda yang menanggung dosanya, kalau saya mengarang-ngarang cerita biar saya yang berdosa!!
Kalau saya disuruh mengatakan namanya pendeta GRII tsb, saya tidak bodoh hai hai, saya tidak mau di provokasi oleh ''si jahat'' untuk berbuat dosa. Saya kasihan sama itu pendeta, bagaimana nanti orang2 reformed yang sok spt kaum farisi itu mengadili dan menghakimi orang tsb.... paling2 nanti dijelek-jelekan.... kasihan lah..... lha kalau dia memang diajarnya begitu sama sokogurunya yang senior2 gmn??? Perlu anda ketahui ya, saya dengar pendeta itu ngomong begitu itu di acara diskusi(tanya-jawab) bersama STTRI (sekolah tinggi teologi reformed injil) di sebuah radio. Dan kebetulan ada yang penelpon yang masuk yang bertanya soal "Apakah kalau kita mengetahui ada orang miskin di sekitar lingkungan kita, dan kita memberikan uang perpuluhan itu kepada orang yang kekurangan tsb, boleh tidak? Ibu yang bertanya itu bahkan mengatakan :"kan sama saja perpuluhan itu  kan untuk Tuhan, jadi kalau untuk bantu orang yang lagi berkekurangan kan tidak apa2". Ehhh.... saya kaget sekali ternyata pendeta itu bilang bahwa yang namanya perpuluhan iti harus diberikan kepada ''rumah tuhan'' dan pendeta GRII itu memakai ayat2 pendukung dari maleakhi ayat berapa gitu, saya lupa. Bayangin pak, ini di radio lho, yang mendengarkan banyak orang dari agama apa saja.
Kalau pendeta itu memang diajari begitu sama sokoguru2nya gmn? Karena lain kali ada acara di radio lain, yang juga dibawakan oleh keluarga besar reformed injili (perlu diketahui, reformed injili sangat getol berdakwa dari radio yang satu ke radio yang lain, untuk mencuri domba2 denominasi lain, atau bahkan domba2 Gereja Katolik yang masih belum khatam benar dengan ajaran imannya), dan yang membawakan pendeta lain.... lho koq ngomongnya soal perpuluhan ya sama percis spt pendeta pertama di radio yang lain tadi. Pokoknya "perpuluhan hukumnya harus diberikan kepada rumah Tuhan, TITIK. Dasar alkitabiahnya ya maleakhi itu.
Yang saya heran dan  bertanya-tanya dalam hati itu begini, orang protestant itu koq ajarannya seenak sendiri, disesuaikan dengan sikon. Katanya menghujat Gereja Katolik karena mengajarkan Tradisi (padahal Tradisi dengan T huruf besar itu berarti ajaran yang diturunkan oleh para rasul), tapi protestant sendiri mengajarkan bahkan mengharuskan perpuluhan dengan mengambil ayat di Maleakhi dalam PL. Lha ini kan jelas tradisi bangsa Israel dahulu untuk memberi persembahan upeti berupa sepersepuluh hasil bumi dan ternak mereka. Bahkan inilah yang disebut tradisi ajaran manusia, ini tradisi BANGSA ISRAEL! Tuhan Yesus sendiri aja jelas-jelas dalam PB mengatakan bukan persembahan  yang aku minta, tapi BELAS KASIHAN!! Tuh dengar pak hai hai..... BELAS KASIHAN!
Dah gitu dulu sdr haihai. Kalau anda sayang dan cinta sama reformed injili.. stepen tong... calvin.... ya jadilah orang reformed injili yang benar2 berjuang untuk kemajuan reformed injili..... kalau kita mengasihi seseorang, baik itu anak, istri, suami, pendeta, aliran/denominasi dll. Kita ingin mereka semakin baik.. dan semakin baik... maka kita pun tidak bisa mencintai secara buta. Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah, lebih dari itu berasal dari si jahat. Dan....."kasih tidak menutupi kesalahan".
Semoga Allah Tritunggal yang Maha Kudus memberikan terangNya dan damaiNya kepada kita sekalian. Bunda Maria, Bunda yang lemah lembut dan baik hati, doakanlah kami selalu. Amin.